প্রথম 186টি লাইন।
Ibu baik-baik saja?
Tidak, tapi obatnya akan segera datang.
Ya, burung-burung.
Benar. Ibu akan pelihara banyak burung.
Kenapa Ibu memikirkan burung, padahal Ibu tak punya gigi?
Cukup mengeluhnya. Kita sudah lama terkurung di sini.
- Kau menciumnya? - Bunga.
Viola.
Pria tua sialan.
Tak ada orang di rumah yang mengungkit perbuatan kakekku.
Rahasia itu disimpan seperti yang lain, dalam buku harian kehidupan.
Ibu sudah merasa lebih baik?
Lebih baik. Ya, lebih baik.
Setelah beberapa minggu pertama itu,
nenekku memutuskan dia tak lagi bisa sabar menunggu kemalangan.
Kau dulu, Martita.
Kami datang, Saudariku.
- Akhirnya. - Ya.
Anak-Anak, kemarilah.
Biar Ibu perkenalkan ke Mora bersaudari. Ini Luisa, Nora, dan Marta.
- Saudari astral Ibu? - Ya, benar.
Lalu kau…
Gadis kecil yang manis, kau akan berhenti merasa pantas menerima kemalanganmu.
Paham?
Ya?
Biar kuantar berkeliling.
- Anak-anakmu baik. - Ya.
Ini tempatnya.
Ini akan menjadi tempatnya. Sejak dulu dan seterusnya.
- Tempat ini sudah menunggu kita. - Ya.
Terima kasih sudah datang.
Tak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Kalian merasakan energi di sini?
Tidak.
Kalian akan rasakan.
Permisi. Aku harus belajar.
Kau akan masuk sekolah kedokteran, jangan khawatir.
Terima kasih, tapi aku tak mau terlalu percaya diri.
Ada…
Ada cinta yang meluap.
Sungai yang bergejolak.
Jangan khawatir.
Siklus ini akan berakhir agar yang baru bisa dimulai.
Anakmu perempuan.
Jika kau mau mengandungnya.
Ibu.
Kau hamil, Sayang.
Tidak.
Jangan khawatir, kami mendukungmu.
- Ini tak mungkin benar. - Ya.
Tidak.
Ya.
Permisi.
Blanca.
Tidak. Biarkan dia.
Kau tak bisa membantunya, tidak seperti ini.
Kau harus sembuh dulu. Paham?
Dari sini, dari lubuk hati, seperti dilahirkan kembali.
RUMAH ARWAH
Maaf, aku sudah mencoba menyambungkan, tapi tak ada yang menjawab.
Coba lagi.
Maaf, Pak, kami tak boleh menggunakan saluran selama itu.
Coba lagi nanti.
Pak Esteban, orang-orang yang kau panggil…
Aku datang.
Pedro Tercero García mencuri sejumlah besar uang dariku.
Karena menghormati ayah dan kakeknya,
aku belum melapor.
Namun, jika dia tidak muncul, dia akan menjadi buronan pengadilan
dan tak ada yang mau dia dipenjara, bukan?
Aku menawarkan imbalan besar untuk yang memberi informasi
atau membawanya kepadaku.
- Sebarkan kabarnya. - Ya, Pak.
Aku tahu Pedro Tercero di mana.
Aku serius, Pak.
Semua tahu tempat dia bersembunyi, kecuali kau.
Bawa aku ke sana.
Jika kau berbohong, aku akan menghajarmu.
Jika benar, kau beri aku imbalannya.
Pedro perlu tahu.
- Dia di sana? - Ya.
Mana imbalanku, Pak?
Tak ada imbalan untuk pengadu.
- Bu. - Aku datang.
- Apa yang kau lihat di sana? - Tonjolan di atap.
Benar. Kubah transparan agar banyak sinar matahari masuk.
Kau punya cetak biru, Bu?
Itu tak perlu. Akan kuberi tahu caranya.
Kita akan buat lubang di sini.
Jika hasilnya lebih besar, seharusnya memang begitu.
Baik, apa pun katamu.
- Tolong. - Tentu.
Terima kasih.
Entah berapa kamar yang perlu dibangun, tapi makin banyak, makin bagus.
Tangganya di sini.
Aku tak mengerti.
Itu tak terlalu rumit. Permisi.
Jangan khawatir, ini akan berhasil. Anggap rumah sendiri.
Permisi.
Dipandu oleh intuisi dan teman-teman rohnya,
nenekku memimpin renovasi Rumah Besar di Pojok.
Semua orang di sana bergabung untuk membantu.
- Aku membawakanmu kain lebih banyak. - Bagus. Terima kasih.
- Permisi. Kalian baik-baik saja? - Ya.
Dia menjadikan rumahnya tempat pertemuan dan tempat tinggal
bagi semua yang mau bergabung dengannya dalam penjelajahan alam baka
dan membantu roh yang membutuhkan di dunia hidup.
Maaf berantakan,
tapi kita harus bertahan sampai renovasi di atas selesai.
Halo.
- Apa semua baik-baik saja? - Ya. Terima kasih.
- Ceci. - Ya?
- Ada surat untukku? - Tidak ada, Blanquita.
Pak Esteban.
Tukang pos datang.
Ini surat terakhir yang kami terima untuk Pedro Tercero.
Terima kasih.
- Bayar dia dan beri dia makanan enak. - Ya, Pak.
Ikut aku.
Esteban Trueba tak pernah merasa begitu sendirian,
bahkan selama masa-masanya di tambang gurun.
Namun, dia menemukan cara untuk mengetahui kabar keluarganya
dan itu sebabnya dia tahu dia akan segera menjadi kakek.
Apakah Marga ada di antara kita?
Kuulangi, apa Marga ada di antara kita?
Kenapa kau tak menjawab?
Aku melihat bunga matahari.
Mungkinkah putrimu memegang bunga matahari?
Di rumah orang tuaku, tempat dia lahir,
ada bunga matahari.
Jangan khawatir.
Putrimu baik-baik saja.
Dia tak lagi merasa sakit di tempatnya berada.
Dia ingin kau bebas. Dia ingin kau menjalani hidupmu.
Katanya kau harus bicara dengan burung kolibri.
Maka itu benar-benar dia.
Dia burung kolibri yang datang ke jendelaku.
Itu caranya menunjukkan bahwa dia selalu bersamamu.
- Kau mau bertemu Nyonya? - Apa maksudmu?
- Aku suaminya. Ini rumahku. - Pak Esteban.
Maaf. Aku karyawati baru.
Nyonya sedang merenovasi.
Seperti yang kubayangkan.
- Kukira dia lebih tinggi. - Juga lebih muda.
Selamat pagi.
Clara, aku perlu bicara denganmu.
Clara…
Jawab aku.
Clara tak akan pernah bicara denganmu lagi.
- Bisa beri kami waktu? - Itu mustahil.
Siapa kalian? Aku tak kenal.
Nora, Marta, dan Luisa Mora. Kami Mora bersaudari.
Clara, lakukan sesukamu.
Namun, kita harus berbicara tentang Blanca.
Kata Clara, dia tahu semua tentang Blanca
dan hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah kembali ke Las Tres Marías.
Kau sudah tahu?
Aku orang bodoh terakhir yang tahu?
Luisa, tolong beri tahu pria ini,
aku cuma akan menerima keputusan Blanca.
- Kata Clara… - Aku tidak tuli!
Kau tak peduli masa depannya
atau apa kata orang.
Tenang.
Blanca.
- Kau mengidam? - Aku tidak…
Blanca.
Ikut aku.
Blanca!
Jangan pernah menyentuhnya lagi.
Ayah suka itu.
Kau membela saudarimu.
Bagus.
Ayah ingin yang terbaik untukmu.
Serta yang terbaik untuk anak yang kau kandung.
Jean de Satigny akan memberi nama belakangnya.
Anakku sudah punya nama belakang.
Ayah bukan meminta.
Kau akan menikahi bangsawan itu dan pindah ke utara, agar tak ada rumor.
Tak perlu menurutinya jika tak mau.
Kita tak mau anak haram di keluarga ini, sialan!
Kukira sudah ada beberapa.
Ayo pergi.
Kumohon.
Ayah sarankan kau lupakan petani itu.
No comments yet. Be the first to leave one.