প্রথম 200টি লাইন।
Pukul aku.
Aku serius. Aku tak rasakan apa-apa.
Pukul aku.
Lagi! Lebih keras lagi!
Oww!
Aku tak rasakan apa-apa!
Ini sangat mengagumkan!
Kudengar ada sedikit "wah-wah-wah" dalam kepalaku.
Itu artinya sel-sel otakmu meletup.
- Lakukan. - Kau mau aku melakukannya?
Tidak, tidak, tidak.
Pukul aku!
Lebih keras! Pukul Aku!
Ohh!
Oww.
- Pukul aku lebih keras. - Benarkah?
- Oke. Aku akan menjatuhkanmu. - Baiklah! Lakukan!
- Aah! - Oh, sial!
Oh! Oh, sial!
Ya!
4 bulan sebelumnya...
Ayo, Hampton.
Ayo.
Ayo, sayang!
Ibu! Ayo, sudah jam 07:45. Ayo pergi, ayo.
Aku siap. Hei, Noel.
- Mason, ayolah! - Ayo, Mason!
- Di mana ransel barunya? - Ada di kursi belakang.
Hey, tunggu. Biar kuperbaiki celanamu sebelum seseorang menariknya dari neraka.
- Terima kasih. - Mason!
Apa kabar? Hei, Noel.
- Pelacur. - Apa?
Annette!
Annette, kau tahu tidak boleh pakai itu.
Para guru sepertinya serius di sini.
Aku berjanji pada diriku tidak akan dapat nilai lebih rendah daripada "A." Hati-hati.
- Puta. - Ya Tuhan!
Apa kabarmu, bung?
Mason, tebak apa yang baru saja terjadi.
Ooh! Lihat omong kosong itu! Sial!
- Begitu ketat! - Mason.
Hey, teman-teman, ini adikku.
Hei.
Lihat ke sana. Bung, ada Evie Zamora.
- Sepertinya dia tumbuh dewasa di musim panas ini. - Besar sekali.
Apa kabar, cantik?
- Ayo kita sapa. - Hei, jadilah keren, bung.
Apa kabar, Evie? Kemarilah! Kami mau bicara denganmu.
Ada apa denganmu, cantik?
Sial!
Sial!
Sekarang lihat ke arahku.
Oh, tampak hebat. Ya.
Lain kali kita pakai warna oranye saja. Gel rambutnya, Sayang.
Tidak apa-apa, Ibu.
Ibu boleh pinjam punyaku... lagi.
Terima kasih.
Ooh, Rodney, Aku suka warna birumu.
Hey, coba seperti ini.
Kalian lapar? Aku punya masakan Italia malam ini.
Hei, apa yang terjadi?
Hei, di mana kau simpan kejunya?
- Sampai jumpa! - Jangan sampai lidah kalian terbakar!
- Sampai jumpa, Mel. - Oh, terima kasih. Sampai jumpa.
Ya Tuhan. Hanya beri tip dua dolar.
Tapi mereka makan setengah Lasagna.
Ibu terlalu murah hati.
- Apa Ayah mengirim cek bulan ini? - Jangan pikirkan Ayah, Tracy.
Ayah baru saja dapat pekerjaan.
- Kita baik-baik saja. Aku kerja sepanjang minggu. - Apa?
Oh, kau tampak cantik...
…dengan memakai madu pemirang untuk guratan rambut...
…di sekitar sini.
Ini tidak adil. Aku tak bisa marah jika Ibu lakukan itu.
- Ini, bu, dengarkan ini. - Mmm.
"Dia lumpuh, tapi hanya tubuhnya saja yang retak."
- Yoo-hoo! - Tracy!
- Hei! - Hei, Kayla.
Hei. Bus tidak datang, lalu sesuatu terjadi.
Aku harus buang air kecil, dan dia belum makan apa-apa.
Ya, tidak apa-apa. Ada makanan di atas kompor.
Oh, bagus. Baik. Lalu kita akan pergi, kan?
Tracy, maaf. Ibu sudah tak pernah ke pertemuan sepanjang minggu.
Kau tahu aku harus pergi.
- Ibu sungguh ingin dengar puisimu. - Tidak.
- Ayo baca lagi. - Tidak apa-apa, bu.
Tidak, tolonglah, Ibu benar-benar ingin dengar.
"Dia lumpuh, tapi hanya tubuhnya yang retak,
" Ini bukan hal sederhana, juga bukan hal yang mudah untuk dijelaskan.
"Biarkan saja sampai di situ, katanya...
" sambil menutup kitab suci kebohongan.
Dia tutup matanya, menyangkal dirinya sendiri apa yang telah terjadi."
Mmm.
Wow.
Kata-katanya berat.
Dan itu membuat Ibu sedikit takut.
Indah sekali.
Kita bicarakan nanti saat Ibu pulang, Oke?
Hei, bolehkah kami ambil kue ini?
Oh, tidak, tidak, tidak, tidak! Sial!
Itu kuenya Mario! Dia si galau berumur 12 tahun!
- Tracy, aku mau naik kuda-kudaan. - Tunggu.
Eh, Ibu. Ibu, Ibu, Ibu.
Aku sudah bilang tak mau jadi pengasuh. Aku ada proyek penelitian besok.
Sayang, tolong beri Ibu waktu. Kau tahu Ibu harus pergi.
- Jaga sampai kami kembali. - Pasti bisa jika kau mau.
Benar kan, sayang?
- Sampai jumpa, Ibu! - Jadilah anak baik!
Terima kasih lagi!
Evie Zamora. Hei, gadis!
Evie Zamora kulitnya benar-benar cantik.
Dia punya bekas luka ketika coba selamatkan kakaknya dari api.
Kalian ini, dia bukanlah Wonder Woman.
Hei, kalian! Aku pakai lip gloss.
Aku temui kalian nanti.
Dia sangat cerdas.
Dia fasih berbahasa Jerman.
Kaus kaki yang bagus!
Ini Tracy dari kelas Kimia.
Siapa yang biarkan dia keluar dari rumah sakit jiwa?
Puji Tuhan kau mau bersihkan kamarmu.
Kau lapar, bayiku sayang?
Ibu, aku bukan bayi ibu lagi.
Oke.
- Hei, kenapa kaus kakinya dibuang? - Tidak apa-apa.
Lalu kenapa ada di tempat sampah?
Aku takkan memakainya lagi. Aku perlu pakaian baru.
- Kenapa? - Karena aku terlihat bodoh! Halo?
Sylvia!
Sylvia! Hentikan!
Kumohon!
Darurat!
Ibu, yang ini bagus!
- Ini bagus. - Ya.
Coba lihat, Ibu.
Oh...
Sekarang, Aku tahu punya seperempat dolar lagi di dalam sini.
Hey! Apa ini cukup? Kuletakkan di sini.
Lumayan.
Oke, untuk proyeknya aku kerjakan J-Lo. Bagaimana denganmu?
- Aku kerjakan Usher. - Aku harus ke kamar mandi.
Jadi, bagaimanapun, aku akan coba, seperti…
Bajunya bagus.
Terima kasih. Sabukmu bagus.
Telepon aku sepulang sekolah. Kita bisa pergi belanja ke Melrose.
Oke. Um...
Tulis nomor teleponmu di sini.
Oh, Tuhan!
- Kau mendapatkannya? - Oh! Ya, tunggu. Aku sudah dengar.
Ya, bagus sekali.
Oh, sial. Aku harus senam hari ini.
- Oh. Baiklah. - Oke.
- Baiklah. Nanti kutemui. - Telepon aku, oke?
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa. Aku sayang padamu.
Entahlah. Aku hanya berharap dia menyukaiku.
- Aku pernah ke sana. - Hei, Tracy!
- Ibu minta bersihkan kamarmu. - Baik.
Nomor yang anda panggil sedang tidak aktif.
Nomor yang anda panggil sedang tidak aktif.
Apa yang terjadi di sini, Cockroachio?
Tidak ada apa-apa, anak penjaga pantai.
Hei, bersihkan dulu kekacauan ini, Trace.
Benar-benar menjijikkan.
Tidak, serius, meskipun, celana tanpa saku membuatmu terlihat lebih baik.
Hei. Aku coba meneleponmu, jadi aku datang saja ke sini, jadi...
Oh...
Teleponku tidak berdering.
Bon appétit, Sayang.
Sial. Hei kalian, aku hanya bawa 10 dolar.
Apa?
Aku mau ambil air minum.
Pecundang.
Apa? Kau bicara apa?
Tidak! Tidak, tunggu sebentar.
Aku akan tulis nomornya untukmu. Ya benar. Tunggu sebentar.
Seharusnya aku tidak perlu berikan nomornya. Kau seharusnya punya.
Bukan. Namanya Alberto.
Entahlah. Ini semacam, eh, nomor 553.
Alberto. Entahlah. Sesuatu seperti itu..
Tidak, kau hanya perlu ingat kau bekerja padaku.
35 orang akan datang malam ini. Ini tak bisa diterima.
Aku harus siapkan mesin pemanasnya.
Aku harus kerjakan segala sesuatu di sana.
Tidak, ini tidak benar. Kita lihat, uh... tunggu sebentar.
Nomernya 553...
Tidak buruk untuk sekitar, 30 menit.
- Pegawai toko tidak lihat apa pun. - Kalian!
- Teman... - Tunggu, tunggu. Perhatikan.
Teman, Aku benar-benar Baru saja mencuri dompet ini.
- Tidak mungkin! - Dari seorang wanita di sana.
- Ayo kita lihat berapa isinya… - Sudah kau lihat isinya?
- Sial! - Astaga.
Tak terpikir pernah lihat uang sebanyak ini selama hidupku.
- Ayo pergi belanja! - Yeah!
Satu.
Dos, tres.
Beberapa pasang.
Ini uang pembayarannya. Ambil saja kembaliannya.
Aah!
- Lepaskan! - Yeah!
No comments yet. Be the first to leave one.