Stop! Or My Mom Will Shoot
প্রথম 200টি লাইন।
-Penjahat-penjahat ini selalu terlambat. -Mereka akan datang.
Kapan, Tony? Kita sudah disini 2 jam.
Pertemuan ini sudah lama direncanakan. Mereka akan datang. Bersabarlah
Begitu juga kelinci Paskah dan ulang tahunku!
Coba tebak.
Sudah saatnya!
Bawa uangnya?
-Bukan, kupon makanan. -Aku tak percaya dia.
Aku jual barang curian. Aku tak butuh dipercaya.
-Kalian semua sama. Terlambat dan bertanya hal bodoh. -Harusnya diperiksa. Bisa saja polisi.
Aku bisa jadi Elvis, bisa juga Wizard of Oz. Aku bisa di rumah nonton Lakers. Jadi transaksi atau tidak?
Baik. Tunjukkan barangnya.
Cepat, aku terlambat.
-Keluarkan tanganmu! -Sungguh?
Polisi! Berhenti!
Tak ada yang dengar.
Tony, kemarilah!
Ayo cepat!
Aku tertembak.
-Dimana? /-Kakiku tak bisa kugerakkan. -Bukan kakimu...
...ada pecahan kaca di pantatmu!
Pertama terlambat, lalu bertanya hal bodoh.
Lalu menembak pantat rekanku. Mereka membuatku kesal!
Keberuntungan pemula!
68...
69...
70...
-Joe, ia tak ada. -Ia ada, aku tahu itu.
Lalu kenapa tak dijawab?
Ia tahu ini aku dan dibiarkan telponnya berdering.
Aku bisa merasakannya. Ia mau menekanku.
Kau gila, Joe.
Kau diluar pikiranmu.
80...
81...
-Hei, Detektif Alka-Seltzer! -Jangan hari ini, Ross.
-Terima kasih, Ray. -Benarkah kau pakai pantat Tony untuk berlindung?
Itu baru pantat yang bisa kupakai berlindung.
-Jaga ucapanmu tentang Gwen. -Tentang "Gwen"?
Maaf, Joe. Apa kau dan letnan berpacaran?
Jika aku tahu, aku akan diam.
Joe, letnan mau menemuimu. Suasana hatinya sedang aneh.
Cinta itu penuh cekcok?
-Selamat pagi! -Duduklah, Joe.
Tahu yang kupikirkan?
-Ingat Catalina? /-Tentu. -Akhir pekan yang indah /-Terbaik.
-Penyebabnya aku jatuh cinta. -Aku juga.
Ingat kataku Minggu pagi saat duduk di teras?
-Kau suka menjilat... -Bukan itu.
Aku pria pertama...
Bukan itu. Yang lain.
Oh, masalah perasaan.
Benar.
-Perasaan dan tanggung jawab. -Ayolah, Gwen.
-Kalau ini soal penyergapan... -Aku tak bicara soal itu.
Tapi kau mabuk dengan teman sementara aku mencemaskanmu!
Heran, kau tak telepon!
Sudah larut. Aku tak mau membangunkanmu.
-Pegang ini. -Kenapa?
Seolah kita bicara masalah polisi.
Aku tak mau semua tahu tentang kita.
-Kurasa mereka sudah tahu. -Aku harus berpikir apa?
Katanya ada yang tertembak.
Lalu katanya Tony tertembak dan kau pergi meninggalkannya, minum bir!
Baik, itu benar. Aku minum dan kumpul dengan teman.
-Ya? -Ya.
Lucu. Kata Lou, kau semalam menelpon.
Katakan padaku...
...siapa yang kau telepon? Karena jelas bukan aku!
Aku menelpon ibuku.
Maaf?
Aku menelpon ibuku.
Benar. Kau menelpon ibumu pada jam 2.30 pagi!
Itu alasan terburuk. Katakan saja siapa dia?
Bukan siapa-siapa. Ia ibuku.
Tak masalah. Itu bisa ibumu, atau bisa juga wanita murahan.
-Hubungan kita berakhir! /-Kau tak sungguhan. -Aku sungguh-sungguh.
Ini memalukan pekerjaanku. Kau lari dari tanggung jawab.
-Aku akan mengemasi... /- Aku tak mau dengar ini. -Mau kemana?
Mancing!
Kembali!
Kembali ke kantor ini, Bomowski! Itu perintah!
Aku tahu kau disana. Ayo angkatlah.
Ayolah!
Tuhan, suruh dia angkat.
Sudah cukup. Cukup sudah.
Tamatlah riwayatku.
-Ini penerbangan Newark? -Ya, kini sedang tiba.
Tenang. Tenang saja.
Aku kira itu pasti dia.
Si Joey kecil!
-Kau pasti Joe? -Ya, kenapa?
Aku juga suka ngompol.
Sungguh manis!
Ia ke dapur dan bilang, "Bu, aku tersangkut resleting!"
Joey! Itu dia Joey-ku! Anak kecilku.
Kemarilah!
-Kau berhenti cukur? -Masih.
-Kau sebut itu cukur? -Benar.
Kau pakai pemotong rumput?
Siapa yang mau menikahimu...
...jika terus terluka setiap mendekatimu?
-Jadi ini Joey kecil? -Jauh berbeda jika berpakaian.
Terima kasih telah menunjukkan foto.
Kau tampak seksi dengan popok.
Sally, jika gagal dengan dokter, jangan lupa, Joey bujangan!
Aku selalu suka pria yang memakai popok!
Apa?
-Aku tak percaya kau menyetir. -Aku sudah menyetir selama 20 tahun!
Kau selalu Joey kecilku.
Kemana saja kau belakangan ini?
-Di rumah, New Jersey. Kemana lagi? -Aku menelponmu 50 kali.
-Itu kau? Kau tak pernah telpon. -Itu aku. Kenapa tak dijawab?
Selama 5 tahun, tiap aku mau datang, katamu waktunya tidak tepat.
Kali ini kuputuskan tak jawab telepon, kalau-kalau kau telepon.
-Itu konyol.. -Awas!
-Gila! -Brengsek kau!
-Maaf. -Mau aku yang menyetir?
Tidak, bu.
Aku baik.
Itu nyaris. Benar, Pixie?
Semua mobil di Fourth harap menuju Main Street 486, kode 2.
-Ada apa? -Ada orang mau loncat.
-Dokter jiwa sudah datang? -Belum.
Ibu tetap tinggal disini.
-Kau mau kemana? -Keatas.
Kau gila? ini berbahaya.
Ini selalu kulakukan.
Aku ingin ibu tetap disini, biar kuurus ini.
Hati-hati! Jangan berbuat bodoh!
-Maaf, apa masalah orang itu? -Ia mau bicara pada ibunya.
Mereka sedang ada masalah.
Masa?
Biar aku yang urus ini.
-Apa kabar? Kau baik? -Pergilah, jangan sentuh aku!
-Mundur, atau akan kulakukan! -Aku cuma mau bicara.
Jangan perintah aku!
-Diam! sumpah, akan kulakukan! -Hei, anak muda!
Di bawah sini! Memang aku bukan ibumu...
Tapi aku seorang ibu. Bicaralah padaku...
- ...jika boleh. /- Opsir, keadaan disini serius. - Biarkan ia bicara.
Apa maumu?
Aku mau kau tahu, pria disebelahmu putraku.
-Dia ibumu? -Bu, jangan ikut campur.
-Joe, lambaikan tangan. -Demi Tuhan!
Jangan menyumpahi ibumu!
-Diam! Dia ibuku, tenang! -Dia ibumu, turuti perintahnya!
Mulailah lambaikan tanganmu, atau aku lompat!
Lambaikan tangan! Lambaikan tangan atau aku lompat!
Aku melambaikan tangan. Lihat? Hai, bu!
Omong-omong, Joe masih bujangan. Kau suka itu?
-Ia anak baik. Luarnya kasar, tapi bisa dilembutkan. -Polisi, ambil megaphonenya.
Waktu kecil, kami selalu bertengkar. Ia kecil untuk anak seusianya.
Tidak! Tinggiku rata-rata! Apa masalahnya?
-Benar. Ia pasti bawa foto. -Aku bawa foto. Tunggu.
-Ia bawa foto. -Bu, tolong singkirkan fotonya!
Dia lucu, kan?
-Kukira nasibku yang buruk. -Jauh.
Aku siap masuk.
-Maaf, telah merepotkan. -Tak apa.
Orang itu butuh bantuan.
Ini Lesley Carnel, dari kanal berita 8. Kami ada di 4th dan Main,...
...ada pria di pinggir gedung...
-... yang tampak sedih akan ibunya. -Suruh berhenti!
Sudah sampai?
Itu rumahmu?
Apa?
-Ini sangat bagus. -Kenapa? /-Tak apa.
Aku melihat ibu mengendus.
Tak apa. Hanya...
Hanya apa?
Bagaimana mau dapat pacar jika tak bersihkan rumah?
Aku bersihkan rumah ini tiap pagi.
Masih kotor. Penuh debu. Lihat atasnya!
Jamur bisa tumbuh disini.
Apa barang dibawah ini? Itu lemarinya?
-Jangan! -Apa?
Ada masalah sejak pembantu pergi.
Mungkin tidak. Mungkin ia tersesat didalam.
-Kue nanas? -Kesukaanmu!
Di California sini juga ada kue nanas.
-Rasanya lain. -Ini kue nanas kalengan. Rasanya sama.
Anakku seorang koki? Ha, ha. Naiklah, sayang.
Oh Tuhan, suruh dia berhenti!
Terima kasih, Tuhan.
Aku berutang padamu.
Apa ini?
Oh, pistol Joe.
Ini berminyak dan kotor.
Coba lihat...
Ini dia. pertama ini, lalu itu...
Ini...
Coba... sedikit ini...
Ini akan bagus!
Sekarang, dimana pelurunya?
Oh, bukan disitu.
Apa benda kecil ini?
Oh, syukurlah. Ya, ini dia.
Baik, kita akan cuci juga.
Ini caranya mencuci pistol...
No comments yet. Be the first to leave one.