প্রথম 200টি লাইন।
(Kim Jung Nan, Kim Do Hyun, Kim Hyun, Seo Jae Hee)
Pak Pimpinan datang.
Selamat datang.
Selamat, Pak.
Selamat.
Selamat.
Selamat.
Selamat. - Halo.
Selamat, Pak. - Selamat, Pak.
Pendiri Soonyang.
Itu dia. Pimpinan Jin Yang Cheol.
Ini mimpi. Ini tidak mungkin kenyataan.
Dia meninggal 20 tahun lalu.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Do Jun.
Maafkan aku, Ayah.
Do Jun. Kamu harus menjaga sikapmu saat berada di dekat Kakek.
Dia masih muda. Itu terjadi saat kamu kewalahan.
Ibu akan mengawasi Do Jun. Kamu bisa pergi lebih dahulu.
Baiklah.
Anak manis.
Seperti itulah kakekmu.
Tidak ada yang menyenangkan dalam hidupnya.
Akankah ada duri di tangannya
jika dia membelai kepalamu?
Do Jun. Ikutlah dengan nenek.
"Nenek?" - Ya, Sayang.
Siapa...
Siapa aku?
Kamu konyol sekali.
Pertanyaan macam apa itu? Kamu Jin Do Jun,
cucu bungsu keluarga Soonyang.
"Upacara Penghargaan Medali Bisnis Hari Perdagangan ke-24"
Tahun 1987?
Aku anggota keluarga Pimpinan Jin Yang Cheol?
Yang termuda?
Tidak mungkin.
"Olimpiade Seoul ke-24"
"Reborn Rich"
"Episode Dua"
Hyeong Jun, Do Jun, ini kunjungan pertama kalian, bukan?
Ini rumah Kakek.
Astaga. Apa ini pintu masuk utamanya?
Besar sekali.
Sama saja.
Jeongsimjae, kediaman Soonyang milik mereka selama beberapa generasi.
Biksu yang pandai geomansi
memilih tempat baik untuk rumah dan memberi tahu Pimpinan Jin
selama mereka baik hati, uang tidak akan pernah kering.
Nama "Jeongsimjae"
secara harfiah berarti "hati yang benar".
Ini luar biasa.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Astaga. Ada berapa kamar?
Tiga belas.
Apa? Bagaimana kamu tahu?
Kamu pernah ke sini tanpa kakak?
Jangan konyol.
Hyeong Jun, kamu berjanji kepada ibu.
Bahwa kamu akan menjadi anak baik hari ini.
Ya.
Do Jun, kamu juga.
Jangan terlalu gugup.
Sepertinya kamu gugup.
Apa?
Ayo. Nenek dan Kakek akan menunggu.
Ayo.
"Lonceng berbunyi dan bunga bermekaran"
"Burung bernyanyi dan orang tersenyum"
"Aku merindukanmu, cintaku"
"Tolong jangan tinggalkan aku"
"Tempat kita pertama bertemu dan jatuh cinta"
"Jalan manis yang kuberikan hatiku"
"Di Seoul yang indah"
"Aku ingin tinggal di Seoul"
Sesibuk apa pun kamu, daging dan ikan tidak boleh dingin.
Panaskan dan simpan kembali sesekali.
Jangan pelit garam. - Aku mengerti.
Orang zaman sekarang makan lebih sedikit garam agar tetap sehat,
tapi makanan harus dibumbui dengan cukup.
Jangan mengkhawatirkan itu, Ibu.
Menantu pertama Ibu bisa mengendalikannya.
Aku akan mengajari adik iparku.
Jangan khawatir, ya?
Suamiku memilih sendiri
koki dan pelayan terbaik Hotel Soonyang.
Jangan mengkhawatirkan apa pun dan tetaplah di sisi Ayah.
Ibu tamu kehormatan.
Ini hari ulang tahun ayah mertuamu, dan dia yang dapat medali.
Kenapa ibu tamu kehormatan?
Jangan bilang begitu.
Soonyang berutang pertumbuhan besar kepada Ibu.
Siapa yang tidak tahu itu?
Itu cara yang manis untuk menyuruh ibu berhenti mengomel
dan keluar dari dapur.
Halo, Hae In.
Apa yang harus kulakukan, Ibu?
Jangan berpikir untuk melakukan apa pun.
Tetaplah bersama Yoon Ki dan anak-anak.
Ibu, serahkan kepada kami. - Baiklah.
Ayo.
Kamu ingin aku
menyiapkan buah? - Pak Ko, ambilkan buahnya.
Baik, Bu.
Mereka bernyali.
Dia memutuskan kontak untuk menikahi wanita yang tidak direstui.
Lalu mereka muncul setelah 10 tahun
untuk tertawa, tersenyum, dan menikmati memiliki keluarga.
Aku tidak bisa berpura-pura seperti itu.
Dia sama sekali tidak seperti kita.
Dia seorang aktris.
Dia tidak cocok dengan keluarga ini.
Tempatnya di panggung.
Benar, bukan?
Apa kamu dirundung sekarang karena tidak bersekolah?
Keriput di matamu terlalu banyak.
Nona Ye Jun. - Apa yang kamu lakukan?
Saat ada banyak orang?
Nona Lee.
Jangan mencoba menjadi menantu
dan tetaplah pada apa yang kamu lakukan.
Berdiri diam seperti potret dan tersenyum dengan cantik.
Kamu pandai melakukan itu.
Selamat ulang tahun, Pak.
Selamat ulang tahun, Pak.
Mari kita minum.
Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun, Pak.
Dia belajar di Tokyo
dan bekerja sebagai master di restoran sushi di Ginza.
Orang Jepang menolak melepaskannya,
tapi aku menculik dan membawanya
dalam penerbangan pagi agar dia bisa melayani Ayah hari ini.
Enak, bukan?
Ya.
Sudah kuduga.
Bahan lokal masih tidak bisa dibandingkan dengan Jepang.
Berapa banyak?
Butiran beras. Ada berapa banyak?
Berat ideal ikan dan nasi adalah 15 gram...
Jadi, berapa banyak?
Maaf, Pak. - Ada 320.
Master sushi terlatih
biasanya mengambil 320 butir nasi untuk membuat satu potong.
Sebanyak itu mungkin cocok untuk makan siang,
tapi di hari seperti ini, atau saat disajikan dengan alkohol,
gunakan 280 butir nasi saja, ya?
Agar tidak terlalu mengenyangkan.
Aku akan melakukannya, Pak.
Cheongwadae mengirim utusan, Pak.
Rumah Biru? - Ya.
Pak.
Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
Terima kasih. Makanlah sepuasnya.
Terima kasih. - Terima kasih.
Ayah. Bagaimana Ayah tahu jumlah butiran nasinya?
Apa ada restoran Jepang di Hotel Soonyang, ya atau tidak?
Tentu saja...
Itu dia. Haruskah ayah bicara lagi?
Hei, kamu.
Wakil CEO Soonyang Electronics. Katakan.
Berapa penjualan tahun ini?
Itu 2,3 miliar dolar.
Naik 15 persen... - Lalu orang Jepang?
H menghasilkan 26,5 miliar dolar, dan T menghasilkan 20 miliar dolar.
Keduanya lebih dari sepuluh kali keuntungan kita.
Lantas, Wakil CEO kita benar.
Kita masih tidak bisa dibandingkan dengan Jepang.
Benarkah itu?
Tetap saja, kita nomor satu di negara kita.
Kita tidak pernah kehilangan
posisi terbaik di Korea di pasar barang putih.
Posisi teratas di Korea.
Posisi teratas di Korea?
Kamu berkompetisi dalam kompetisi nasional?
Ayah.
Yoon Ki ingin menyapa.
Selamat telah meraih medali dan selamat ulang tahun, Ayah.
Dia membuka perusahaan distribusi film.
Film pertamanya akan ditayangkan tahun ini.
Tidakkah kamu bangga kepadanya?
Dia melakukan semuanya tanpa bantuanmu.
Dia akan baik-baik saja. Dia putramu.
Dia bilang akan berkunjung tiap akhir pekan seperti yang lain.
Jika Ayah mengizinkannya.
Dia membesarkan kedua anak itu dengan baik.
Hyeong Jun, Do Jun, kemarilah dan temui kakek kalian.
Beri hormat.
Ya, Ayah.
Jangan terlalu marah kepadanya.
Apa film menghasilkan uang, Pak?
Sesuatu yang lebih berharga daripada uang...
Apa itu akan membantu Soonyang?
Ayah. - Itu tidak menghasilkan uang
dan tidak akan membantu Soonyang.
Kenapa kamu putraku?
Sayang. - Para tamu akan pergi.
Lempari mereka dengan garam.
Ini benar-benar pesta.
Ada pengemis di mana-mana.
Dia tidak serius dengan ucapannya.
No comments yet. Be the first to leave one.