Jaane Jaan

Jaane Jaan (जाने जां)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗝𝗔𝗔𝗡𝗘 𝗝𝗔𝗔𝗡 (𝟮𝟬𝟮𝟯) 𝗛𝗜𝗡𝗗𝗜 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
ভাষ্য লিখেছেন Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟐:𝟏𝟗:𝟎𝟖 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘚𝘩𝘦𝘪𝘭𝘭𝘢 𝘔𝘢𝘩𝘦𝘳𝘴𝘵𝘢 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ট্যাগ

webdl
official_release
netflix_synced
প্রকাশিত: 2026-05-24
ডাউনলোড: 10
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No
FPS: 25

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

DARI NOVEL THE DEVOTION OF SUSPECT X KARYA KEIGO HIGASHINO

Ibu!

Ibu, cepatlah!

Cepatlah, Ibu. Kita terlambat.

Tara, jangan mengomel.

- Ibu juga mengomeliku. - Karena dia siap…

Tara!

Pemanas kau tinggalkan di air lagi!

Semuanya tak ada yang beres!

- Tara! - Apa, Ibu?

Cepatlah.

Ayolah. Bukankah kau terlambat?

Ibu, kembalikan ponselku.

- Ibu, dengar. - Lihat, kau ketahuan.

Ibu, berikan ponselku.

- Ibu, ponselku! - Ini, ambillah.

Terima kasih.

Ibu tahu usiaku 13 tahun, bukan?

Aku bisa ke sekolah sendiri.

- Benar? - Ya.

- Serius. - Ibu tak tahu kau serius.

Selamat pagi, Pak Guru. Halo!

Pagi, Bu Dsouza. Apa kabar?

Apa kabar?

Selamat pagi, Pak Guru. Selamat pagi.

Selamat pagi, Pak Guru.

Pagi, Bu Dsouza. Apa kabar?

Pagi, Pak Guru!

Selamat pagi, Bu Dsouza!

Apa kegiatanmu nanti malam?

Pagi, Pak Guru!

Selamat pagi!

Tidak, silakan bertanya. Oke!

Tampaknya agak sulit, Bu Dsouza.

- Pagi, Pak Guru. - Pagi.

Ada dojo setelah kelasku.

Tidak. Tak perlu terlalu sopan.

Baiklah.

Tak apa. Aku akan datang.

Tentu.

- Yakin? - Pagi, Pak Guru!

Halo, Pak.

- Pagi, Pak Guru. - Pagi.

Pagi, Pak Guru.

Selamat pagi.

Kau yakin?

Baiklah! Sampai jumpa di sana.

Selamat pagi.

Lihat! Pak Guru datang.

Terima kasih.

Lalu? Dia datang tiap hari.

Apa itu?

Kau tahu? Dia ke sini cuma untukmu.

- Apa kau gila? - Ya, aku gila.

Dan kau buta. Pak Guru datang untukmu.

Kau tak ada kemarin. Dia tak datang.

Kenapa?

Bagaimana dia tahu hari liburku?

- Aku tak tahu. - Dia tetanggamu.

Dia pasti mengawasimu.

Sepert Shah Rukh Khan di Darr.

Jangan katakan itu.

Selamat pagi!

Kalau diajak kencan?

Selamat pagi, Pak Guru.

- Pagi, Bu Dsouza. - Pagi, Pak Guru.

- Kau tak datang kemarin. - Itu…

Kemarin aku…

Aku ada…

Halo.

Aku Maya Dsouza. Aku baru pindah ke apartemen sebelah.

Apa kau kenal tukang leding di sini?

Apartemenku bocor.

Terima kasih.

Ada sesuatu di rumah…

- Nasi goreng telur? - Ya.

Babu, buatkan nasi goreng telur spesial.

Sudah siap!

- Pagi, Pak Guru. - Pagi.

Terima kasih.

Bagaimana bisa?

Jika mencari, Tuhan pun bisa ditemukan.

Kau hanya istriku.

Aku tak mau berurusan denganmu. Pergi.

Aku menemukanmu setelah 14 tahun.

Bagaimana mungkin aku pergi tanpa mengobrol?

- Tak ada yang perlu dibahas. - Ada.

Banyak yang harus dibahas.

Jika mulai kuhitung,

mungkin ada

setidaknya 1.500.000 hal yang harus dibahas.

Maya! Kemarilah.

Maya?

Kau ganti namamu?

Dan profesimu.

Aku tak bisa bicara. Setelah pukul 14.00.

- Mau aku kembali? - Tidak!

Tidak di sini.

Kau harus datang.

"Maya."

Pagi, Pak Guru.

Selamat pagi, Pak.

SEKOLAH GUNUNG HERMON

- Pagi. - Pak!

- Tidak. Bapak sibuk. - Pak!

- Dipok, tidak! - Saya mohon!

- Ayo. - Saya akan mengalahkan Bapak.

Menanglah agar Bapak bisa bebas.

Bapak mau kalah?

Guru ingin kalah dari muridnya.

Ayo.

- Siap? - Siap, Pak.

Satu, dua, tiga!

Berhasil.

Saya menang.

Bagaimana caranya?

Perhatikanlah apa yang penting.

Tujuanmu menjaga koin, bukan mengalahkan Bapak.

Karan!

Hei! Pelan-pelan!

Itu pelan!

- Ya? - Komisaris mencarimu.

- Sekarang? - Ya.

Maaf. Aku harus pergi. Bos memanggil.

Anak beruntung!

- Bos menyelamatkanmu. - Dari apa?

Kelembutanku!

Karan!

- Kabur. Itu isyaratmu. - Kita telat. Ayo.

Pergilah.

Bisa minta waktu sebentar? Hitung waktuku.

30 detik.

20 detik.

Ayo.

Waktunya?

58 detik.

Ayo! Ayo pergi.

- Kukira kau akan dihajar. - Aku juga!

Semua pelaku pencucian uang besar menyebut Ajit.

Dia mengurus uang gelap mereka.

Temukan dia. Hanya dia mata rantainya.

Pak.

Kau pikir kau siapa?

Orang akan menunggumu?

Sekali lagi!

Lagi!

Berputar!

Kau siapa?

- Polisi. - Enyahlah.

Bulan ini sudah bayar.

"Enyahlah?"

Aku diperlakukan bak pengemis.

Hei! Kau belum pernah dengar?

Dengar apa?

Suara tulang patah!

Ya. Aku pernah dengar.

Mithun da! Ashanti! Benar, bukan?

Itu bagus. Aku juga penggemar Mithun.

"Kau ragu?"

Terlalu bagus!

Kecilkan perutmu!

Apa maumu?

Kau

dan temanmu ini…

Tak berteman?

Di mana Ajit?

Entahlah.

Terus berlatih. Jangan berdiri saja.

Pikirkanlah.

Jika Ajit ditemukan, kau tak perlu memberinya apa pun lagi.

Apa pun pemberianmu.

Yang tak kuketahui!

Dia datang minggu lalu. Mabuk berat. Dia terus mengoceh.

Dia menang lotre di Kalimpong.

Lotre?

Soniya!

Sayangku, Soniya…

Jangan.

Kau tak senang bertemu denganku.

Aku sudah berubah.

Aku sudah tak seperti dulu lagi.

- Apa maumu? - Dengarkan.

Aku

keluar dari kepolisian.

Juga dari bisnis sampingan.

Aku ingin hidup jujur sekarang.

Kau ambil uangku saat pergi.

Atau malah mencuri.

Entahlah. Aku sudah lupa.

Masa lalu sudah kulupakan.

Kau juga harus!

Apa maumu?

Jangan sentuh aku!

Aku hanya ingin kau mendampingiku.

Tak bisakah kita jadi keluarga lagi? Kau, aku,

dan putri kita.

Dari mana kau tahu soal Tara?

Tara.

Nama yang manis.

Kelak dia akan jadi bintang.

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left