প্রথম 200টি লাইন।
Eui-ju!
KAU BEDA DARI YANG LAIN
Apa kau kesakitan, Nona?
Anda wali Nn. Yeo?
Ya.
Sudah berapa lama dia berkeringat seperti ini?
- Sekitar 30 menit. - Apa dia sering sakit perut?
- Entahlah. - Baiklah.
Silakan menunggu di ruang tunggu.
Sakitnya parah?
- Tunggu dulu, ya. - Baiklah.
Dokter, ini darurat.
Saya periksa dulu, ya.
Sakit.
- Di sini sakit? - Ya.
Kalau di sini? Apa sangat sakit?
Ayo bawa dia ke IGD.
Ayo.
IGD AKSES TERBATAS
Yang masuk ke sana cuma terbagi dalam dua kategori.
Sakitnya pasti parah.
Kasihan.
"Parah"?
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HANA
Apa wali Yeo Eui-ju ada di sini?
Ya, saya.
Pak Ga.
Aku harus bagaimana, Pak Ga?
Aku lalai.
Aku memang sempat heran
kenapa selera makanku hilang dan sering mulas.
Ada kasus sepertiku di TV.
Leukemia akut.
Orang yang tampak sehat pun bisa kena seperti ini.
Tapi jika tiba-tiba pingsan begini, berarti hidupku takkan lama lagi.
Usiaku…
Usiaku baru 18 tahun.
Saat dewasa nanti,
aku mau beli novel dewasa atas namaku sendiri
dan mengisi saldo 100.000 won sekaligus dan membaca apa pun yang kumau.
Pak Ga.
Aku…
Aku punya firasat buruk soal ini.
Aku sungguh berpikir…
Kau sudah mendingan?
Dia kenapa?
Ini, Dokter.
Ya ampun.
Baiklah. Mari kita lihat hasil rontgen-mu.
Kau bisa lihat di sini. Ini sudah menumpuk cukup lama.
Ini tidak baik sama sekali.
Kenapa tak ke sini lebih awal?
Pak Ga, aku harus bagaimana?
Astaga.
Tenang. Pasti tak separah itu.
Pak Ga, aku tak mau mati.
Sudah, tenanglah.
- Bagaimana ini? - Nanti diobati.
Tolong hubungi ibuku.
Nanti diobati. Kau pasti sembuh!
Tolong hubungi ibuku.
Apa penyakitnya parah?
Dia sembelit.
Apa?
Tapi…
Apa sembelit bisa membuat pingsan?
Bukannya perlu tes lagi?
Perutnya kepenuhan.
Warna putih ini adalah feses.
Kami memberinya enema.
Begini kondisimu sekarang.
Bagus dan bersih, bukan?
Saat kau pulang,
coba timbang berat badanmu.
Kau boleh pulang.
Bapak pergi saja.
Aku akan pulang sendiri.
Pergi saja, tak usah bicara lagi.
Kumohon.
Kenapa Bapak tak pergi?
Tolong pergi.
Sekarang.
Saya tak pernah paham…
Kenapa kau…
Selalu bisa…
Membuktikan kau beda dari yang lain.
Saya pamit, ya.
Apa aku pindah saja?
Astaga.
Eui-ju!
- Di mana dia? - Eui-ju!
- Eui-ju! - Eui-ju!
- Eui-ju! - Aku tak apa-apa.
- Eui-ju! - Sakit sekali, ya?
Ibu, aku ingin pindah sekolah.
Pindah?
EPISODE 8
Menurut kalian, kenapa Woo-su berubah pikiran soal syuting itu?
Dia pasti diperas.
Kepsek, 'kan, menyeramkan.
Ekspresinya bisa sekejap berubah.
Woo-su bukan tipe yang mudah diperas.
- Benar. - Ya.
- Ya. - Kau benar.
Kepsek tahu aib apa tentang dia?
Dia sudah pulang. Minta maaf yang benar.
Baiklah.
Kau pulang larut. Sudah makan malam?
Akan kuambilkan nasi. Kau bisa ambil sup.
Kau hebat hari ini.
Begitukah?
Bukankah ada yang mau kau bilang padanya?
Maaf soal tadi, ya.
Soal apa?
Terima saja permintaan maafku.
Yah…
Kau tahulah.
Maaf aku diam-diam
merekammu, padahal aku tahu kau membencinya
dan menyepelekan trauma masa lalumu.
Setidaknya kau tahu.
Mana alat makannya?
Oh, ya. Akan kuambilkan.
Kau keren sekali.
Kau tak mau bilang sesuatu?
Kau takkan kupanggil kalong buah sebulan ini.
Jangan memanggilku begitu.
- Memang bisa? - Bisa, Monyet Berkacamata!
- Dasar kalong buah. - Hei!
Dengar tidak? Dia mengejekku!
Dia janji tak begitu!
Aku tak pernah berjanji.
Aku mogok makan.
- Kenapa aku kalong buah? - Terserah.
Kukira aku takkan mempermalukan diriku lagi.
Eui-ju!
Bidang sekali,
begitu hangat…
Dan nyaman.
Menurut studi sembelit pada remaja
dan faktor-faktor terkait,
tiga penyebab utama sembelit adalah
kurang aktivitas fisik 43%, konsumsi makanan instan berlebihan 24,6%,
dan pola tidur tak teratur 16%.
Tampaknya semua ini yang memicu insiden kemarin.
Aku akan mengingatnya.
Terima kasih untuk kemarin.
Saya tak religius, tapi rasanya agak aneh.
Saya memaafkan murid yang mengkhianati saya.
Separah apa sembelitmu sampai harus ke IGD?
Itu karena kau kurang minum air.
Kotoranmu mengeras seperti batu dan tak mau keluar.
Apa? Tunggu, tidak.
Kau baik-baik saja, Eui-ju?
Katanya kau dibawa ke IGD.
Kok, bisa kau tahan sampai separah itu?
Kau memang agak lemot, ya.
Terima kasih untuk kemarin.
Pak Noh.
Kemarin itu soal apa? Bapak bilang tahu sesuatu.
Apa?
Bapak bilang tahu rahasiaku.
Mana saya tahu?
Perubahanmu kelihatan.
Kau tampak mendingan hari ini.
Apa-apaan?
Dia menipuku, ya?
Jadi, guru matematika itu belum membocorkan novelku?
Hei, Eui-ju! Kau masuk IGD karena sembelit?
Santai saja!
Tak perlu malu!
Jangan lupa BAB dengan benar!
Semangat, Eui-ju!
Sembelit bukan hal sepele!
Ya sudah. Sampai jumpa!
- Oh A-rin. - Hadir.
SEPERTI KUCING, PERLAHAN-LAHAN
- Choi Yu-mi. - Hadir.
- Yeo Eui-ju. - Hadir.
- Choi Go-ya. - Hadir.
Choi Ji-a.
- Hong Su-min. - Hadir.
- Jeon Chae-won. - Hadir.
- Im Su-yeon. - Hadir.
- Jenny. - Hadir.
Semangat di kelas hari ini, ya. Selamat siang.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Eui-ju, ikut saya.
Kenapa Ji-a absen?
Aku tak tahu.
Waktu saya tanya soal Ji-a di hari pertama, cuma kau yang jawab.
Mau tebak apa artinya itu?
Saya pikir dengan bantuanmu, dia jadi lebih nyaman dengan sekolah.
Mungkin dia bisa berubah. Makanya saya memercayaimu.
Tolong lebih sungguh-sungguh membantunya.
Bayangkan kau tahu ada yang menunggumu di sekolah.
Meski kau tak suka,
kau pasti tetap ke sini, 'kan?
Masalahnya, Pak, menurutku,
Ji-a bukan tipe yang gampang didekati.
No comments yet. Be the first to leave one.