প্রথম 200টি লাইন।
Kau yang kulihat sebagai calon pasangan.
HIKARU (23) HOSTES
TAI-CHAN (22) PENATA GAYA
Tentu saja.
Aku sudah mempersempit pilihannya antara kau dan Tai-chan.
ARI (29) RAPER/MODEL
Bo kucoret dari daftar pilihanku.
Aku ingin menyampaikannya kepada Bo hari ini.
Ya…
Aku menyadari kau punya daya tarik tersendiri
yang tak dimiliki Ari atau Tai-chan.
Ya.
Tadinya kukira kau menolakku.
BO (27) PENGECAT
Aku ingin jujur soal itu.
Aku ingin sendirian.
Apa sulit karena kepopulerannya?
Ini sulit.
SAATNYA JATUH CINTA
Ini sulit.
Bagaimana denganmu?
Apa dia juga tak tegas denganmu?
Dia tak memberimu jawaban jelas?
Dia juga bilang,
"Aku tadi ingin memintamu tak mendekatiku lagi."
Benar.
Katanya, "Aku ingin kau tak mendekatiku,
dekati orang lain saja."
Lalu dia agak bimbang,
dan itu membuatku kesal.
- Bimbang? - Ya.
- Tidak tegas. - Benar.
Dia mungkin mencoba mempermainkanmu dan Ari…
Tapi pada akhirnya, dia harus menentukan pilihan.
Ya.
Tapi itu juga tidak mudah baginya.
- Kenapa? - Karena dia populer.
Benar.
Kita harus mencoba menempatkan diri di posisinya.
Aku tak tahu karena tak populer.
Aku juga sama sekali tidak tahu.
Tapi mempermainkan kita semua juga tak baik.
Jika belum memutuskan, dia bisa meminta maaf dan beri tahu kita.
Kenapa dia tak jujur?
Aku akan minta penjelasannya.
RUANG MEROKOK
Bo dan aku bertanya-tanya,
dan aku yakin Ari juga.
Kau penuh misteri.
Kami ingin tahu perasaanmu sebenarnya.
Lagi pula, kita tidak punya banyak waktu.
Sulit bagimu memberi jawaban dalam waktu sesingkat ini.
Aku mengerti.
Tapi tentu, Ari dan aku akan ragu.
Misalnya, bagaimana jika peran kita dibalik?
Rasanya kau mencoba mempermainkan kami berdua sekaligus.
Ingat, aku bilang kau yang paling kulihat sebagai calon pasangan?
Aku cuma bilang itu kepadamu.
Aku pikir sebaiknya
aku memikirkannya baik-baik selama di sini.
Benar.
Tapi jika jawabannya "tidak" untukku, kau bisa mengatakannya sekarang.
Jika kau lebih menyukai Ari…
Tidak, setiap kata yang kuucapkan serius.
Mari kita bahas dengan Ari juga. Kita bertiga sekarang.
Baiklah.
KEDAI CINTA
Mari kita bicara, Maririn.
Ya, mari bicara.
Kurasa kita bisa cocok.
Ya.
- Bersulang. - Ya, bagus.
Jadi…
Aku juga merasa kita cocok.
Aku juga merasa begitu.
Katakan semua yang ada di pikiranmu.
- Baiklah. - Bagus.
Mau berpegangan tangan?
Ada apa? Kau sakit hati?
Jadi…
Aku laki-laki, jadi, aku tak boleh plin-plan.
Aku ingin berkomitmen penuh kepada satu orang.
Tidak semudah itu mengubah orang yang kau sukai.
Ya.
Jadi…
Aku sudah berkomitmen penuh pada Hikaru, kan?
Ya.
Sudah kutunjukkan perasaanku.
Ya, aku mengerti.
Tapi jika dia tidak menangkap sinyal itu,
hubungan ini mungkin tak berhasil.
Itu wajar.
Begitulah perasaanku…
Karena itu…
Ada waktu?
Bisa beri kami waktu sebentar lagi?
Ini sangat penting.
Menakutkan.
- Menakutkan. - Bos marah.
Tunggu beberapa menit.
Tunggu saja.
Apakah penting?
Ya.
Sangat penting?
Kurasa begitu.
Beri waktu sebentar.
Dia panik.
Ayolah.
Dia terdiam.
- Para gadis dominan. - Kenapa mereka yang bicara?
Tenanglah, Ari.
Kau tak apa-apa?
Aku tak apa, maaf.
- Hanya… - Tak apa-apa.
Menurutku, inilah Ari yang sebenarnya.
Jika heboh, terkesan dibuat-buat.
Jangan memaksakan diri, ya?
Sungguh. Jangan paksa dirimu untuk tersenyum dan tertawa.
ACARA REALITAS KENCAN YANKII SAAT CINTA DIPERTARUHKAN
RAPER DARI SAGAMIHARA MELANTUNKAN LIRIK CINTA
ARI
HOSTES DARI KAWASAKI MENCARI PRIA SEJATI
HIKARU
PEMILIK BAR KYOTO BERJUANG DEMI WANITANYA
PEKERJA BAR NANIWA MENCARI CINTA SEJATI
MARIRIN
YANKII KURUME BESAR DI SEL
BO
PETARUNG MMA EKS YAKUZA MENCARI JODOH
MA-KUN
HOSTES NO. 1 NAGOYA PENAKLUK PARA PRIA
ASSUN
PENATA GAYA YANG TULUS MENCINTAI
TAI-CHAN
MODEL JUJUR MENCARI CINTA
RURU
SAATNYA BERJUANG SAATNYA JATUH CINTA
KICKBOXER BLAK-BLAKAN DARI MIYAGI
HA-CHAN
EKS HOST NO. 1 MENCARI CINTA
KAZU-KUN
MABUK CINTA
Maaf, Ari.
Aku beri tahu Hikaru tadi
kita bertiga sudah bicara dan omongannya tak masuk akal.
Memang tidak masuk akal, kan?
Saat ini, kupikir lebih baik dengar langsung darinya.
- Baiklah. - Ayo.
- Tentu. - Bicara dari hati ke hati.
Kau bilang kepada kami satu per satu
kau tak keberatan jika kami membicarakannya.
Katamu ucapanmu kepada kami konsisten.
Saat kami membahasnya, ternyata ucapanmu kepada kami berbeda.
Jadi, Ari, Bo, dan aku meragukan semua perkataanmu.
Benar.
Dia menginterogasinya dengan lembut.
- Ya, kan? - Beda saat para gadis melabraknya.
Ya, kan?
Kau bilang Bo dicoret dari daftarmu,
dan kau memilih antara Taisei dan aku.
Ingat?
Kau bilang kau cukup yakin soal itu.
Tapi saat aku bicara dengan Bo, perkataannya berbeda.
Benar.
Katanya, "Dia tak bilang begitu."
Benar.
Dia tidak tahu…
Aku tak bisa bilang.
Cuma bisa, "Baiklah."
Dia minta kesempatan dan aku setuju.
Aku ingin mempertimbangkannya sehari.
Aku tak bisa langsung menolak saat itu.
Saat itu,
kupikir, "Bukan itu yang kau bilang."
Lalu, kau bilang kepada Taisei
hanya dia yang kau lihat sebagai pasangan.
Kurasa kau tak tertarik kepadaku.
Lalu soal kukis semalam.
Kau datang kepadaku dahulu.
Apa artinya kau mengambil cokelat
dari orang yang tidak kau sukai?
Tak masuk akal.
Sepertinya kau hanya menyukai Taisei.
Ya.
Begitulah perasaanku.
Dan aku mulai merasa ragu.
Aku tak mengerti apa maumu.
Aku bilang aku ragu kepada kalian, kan?
- Ya. - Kalian.
Kekerasan Bo.
Denganmu, aku khawatir kita hanya akan jadi teman saja.
Dengan Tai-chan, cara bicaranya yang lembut.
Itu membaik, jadi kau tak punya masalah lagi dengannya, kan?
Ya, sudah kubilang.
Kau paling menyukainya, kan?
Aku tak bilang paling tertarik.
Secara romantis.
Dia berpotensi jadi pasangan.
Kau tidak melihatku begitu?
Sekali lagi, aku sedang berusaha, dan memang ingin.
No comments yet. Be the first to leave one.