প্রথম 200টি লাইন।
Baik, Semua. Tolong diam.
JAM KESEMBILAN PUKUL 15.00 - 16.00
Bagus. Robby mau katakan hal penting.
Aku tahu ini tak mudah.
Kami akan bantu kalian mengatasi tantangan.
Bila ada pertanyaan, angkat tangan.
Semua akan dicatat.
Dokter Mohan.
Resep obatku belum kelar dari apotek.
Tanya apoteker klinis apa sudah tercantum di PDS.
Jika belum, beri salinan ketiga lembar prosedur kepada dr. Nordt.
- Butuh tenaga lagi. - Kami usahakan. Langdon.
- Formulir pasien tak ada. - Untuk prosedur dan lab di sini.
Caranya mencatat?
Bawa formulir tindakan ke ruang, bukan semua berkas.
Catatan keperawatan sama.
Princess.
Mesin faks rusak. Pesan kesalahan E6.
- Apa maksudnya? - Cari di buku panduan.
Tak ada.
Perlah, ambil ponsel. Jika ada sinyal, cari panduan daring.
Di luar panas. Itu keluhanmu, lakukan sendiri.
Dia suruh Perlah. Minum minuman segar.
Apa lagi? Ogilvie, turunkan tanganmu. Santos.
Beberapa pemindaian CT sudah kelar, tapi rontgen nihil.
Karena semua pakai mesin portabel,
tak sampai radiologi.
- Biar kutangani. - Bersabarlah.
Saling bantu. Terima kasih.
Butuh tenaga tambahan.
- Pukul 15.00 pada hari raya? - Aku kenal orang.
Wanita berusia 32 tahun dengan nyeri perut yang parah.
- Ada ranjang? - Tidak.
Biar kurawat.
- Bagus. - Pasien baru.
Santos, Javadi, tangani.
Trauma 1 kosong.
Jude Augustin, 12 tahun.
Petasan meledak. Tangan kiri tak dominan.
Vital baik. 25 mg fentanil.
- Ada cedera lain? - Tidak. Dua jari hilang.
- Kau bawa? - Sudah hancur.
- Sakit. - Pastinya.
Akan kami redakan.
- Orang tua? - Tak ada di TKP.
Siap? Satu, dua, tiga.
Hei, Jude. Kau tahu nomor telepon ibu atau ayahmu?
Tidak. Aku tahu nomor saudariku.
Baiklah.
- Napas baik. - Perut tidak lunak.
- Denyut 112. - Pasang ini di tangan kiri.
- Itu bagus? - Sangat bagus.
Kuberi 25 mg fentanil lagi sebelum buka perbannya.
Bisa ceritakan kejadiannya?
- Temanku bawa petasan. - 25 fentanil diberikan.
Kunyalakan satu dan terbakar cepat.
Kubuang, tapi...
- Kami akan lepas perbanmu. - Tak mau lihat.
Tak perlu. Lihat aku saja.
Baiklah. Memotong.
Maaf.
Kau hebat.
Ini lebih besar dari petasan.
- Mirip M-80 atau petasan ceri. - Untungnya, kau buang.
- Tanganmu masih tersisa. - Jari empat dan lima hancur.
Metakarpal distal empat dan lima tak ada, tulang terbuka.
Jaringan lunak telapak rusak, punggung tangan lebih baik.
Luka bakar pada tepi luka.
Jude, bisa tekuk jari-jarimu ke atas dan bawah?
Kerja bagus.
Separah apa?
Dua jarimu hilang, tapi jari lain baik-baik saja.
Tidak. Ini celaka!
Bius pergelangan agar tak nyeri.
Cek motorik dan sensorik dahulu.
Kita lanjutkan tes sekarang. Boleh, Jude?
Terima kasih.
ICU bisa rawat usai pemeriksaan neurologis.
ICU?
Agar dia bisa dipantau seharian.
Empat milimeter, reaktif.
Mel, empat milimeter dan reaktif.
- Baik. - Aku mulai bisa lihat tanganmu.
Tutup mata yang sehat.
Ada berapa jari?
Tiga.
Itu kabar baik.
Jadi, obatnya manjur? Dia sudah pulih?
Mungkin. Mari kita...
Tutup matamu lagi.
Baiklah. Apa yang kau lihat?
- Paling atas "E". - Ya, lalu berikutnya?
Tak terlihat.
Baik, visus 6/60.
Apa artinya?
Jarak pandang mata sehat 60 m, dia lihat pada enam meter.
Apa itu bagus?
Ya. Jauh lebih baik.
Bisa terus membaik seiring waktu.
Terima kasih.
Aku mau rehat sejenak sebelum deposisiku.
Akan kuberi tahu Robby bahwa aku tak bertugas saat ini.
- Sukses. - Terima kasih.
- Mel. - Hai.
- Ada tamu di ruang tunggu. - Apa? Siapa?
- Katanya, dia saudarimu. - Becca?
Ya. Kelelahan akibat panas.
Biasanya membaik dengan Aleve, tapi hari ini sangat parah.
Sakit seperti sebelumnya? Karena kista?
Kurasa begitu.
Aku mengalami PCOS.
Nyerinya selalu di sisi kiri?
Hari ini di sisi kiri.
Kami akan melakukan tes urine untuk kehamilan dan infeksi,
lalu kuberi suntikan Toradol.
Itu obat pereda nyeri yang lebih kuat.
Aku tidak hamil.
Harus dilakukan. Itu kebijakan rumah sakit.
Kalian masih pakai kertas?
Hari ini saja.
Kau dokter? Aku menunggu lama untuk diperiksa.
Mau tanya.
- Tanya mau apa. - Ini tak berguna.
Maaf, kami sangat sibuk. Nanti kalian akan diperiksa.
- Becca. - Hai, Mel.
- Kau tak apa? - Ya, aku sakit perut.
Sudah diperiksa perawat rumah?
Dia cuti tanggal Empat Juli, tapi sudah kutelepon.
Dia suruh kemari. Geri mengantarku.
- Terima kasih. - Ya.
- Kutunggu di sini. - Baik.
Baik. Lewat sini.
- Lewat sini saja. - Selalu seramai ini?
Ya, kurang lebih.
Wah. Banyak orang yang bau.
- Ya. - Kau akan rawat mereka semua?
- Ya, tapi kami rawat kau dahulu. - Baik.
Masih sakit?
Tanganku mati rasa.
Ancef siap.
Kami akan bersihkan tanganmu dengan saline, air garam.
Baiklah.
Ada apa?
Tangan terkena M-80.
Aku heran baru ada satu.
Hari masih panjang. Kehilangan metakarpal keempat,
- tengah kelima. - Kasihan.
- Aku dr. Garcia, dokter bedah. - Aku mau dioperasi?
Ya, operasi pertama adalah bersihkan semuanya
dan tutup kulit yang hilang.
Namun, ibu jari dan jari penting masih ada.
- Beri apa untuk pereda nyeri? - Bius lokal.
Bedah tangan selalu ingin dokumentasikan pemeriksaan saraf.
Ada sensasi sentuhan dan tusukan di jari yang tersisa.
Ya, FDS, FTP, dan fungsi ekstensor normal.
- Butuh persetujuan orang tua. - Sedang diusahakan.
Dokter Robby?
Napasnya bau alkohol.
Dia dioperasi berikutnya. Harus tunggu.
Tim ortopedi tangani dislokasi bahu terbuka
- dari Westbridge. - Masih dioperasi?
Dia tunggu sejam dari ahli anestesi.
Asuransi tanggung biaya operasi?
Ya. Westbridge belum beroperasi.
Bagus. Penundaan itu tingkatkan kemungkinan infeksi pascaoperasi.
Perusahaan asuransi buat keputusan medis. Menggelikan.
- Hei. - Ada apa?
Perlu ganti waktu melihat kembang api malam ini?
Kukira kau akan hadir.
Aku punya rencana lain.
Baiklah.
Kucoba menghubungimu besok. Tak masalah, bukan?
Tentu saja.
Ya, terima kasih.
Ya, dah.
Hei. Aku baru hubungi saudari
pasien gemuk yang dibawa Abbot ke Presby.
Dia tinggal di Arizona, tapi dia mau bicara dengannya nanti.
Itu kabar baik.
Kapan dia kembali?
Tergantung sesibuk apa di Presby.
- Jika mirip di sini, entah. - Ya.
Sudah dapat bantuan?
Dasar pesimis. Ada karet gelang?
Terima kasih. Selalu lupa.
Tak ada habisnya.
Kukira aku bisa pergi dengan lancar.
Tuhan beri pertempuran terberat kepada prajurit terkuat.
Dana, ada ruang kosong? Ini saudariku.
Dia kesakitan. Butuh ranjang secepatnya.
Namaku Becca, bukan "saudariku".
Maaf, ya. Dana, dr. Robby, ini Becca.
- Salam kenal. - Kau dr. Robby?
Keren.
Tengah 7 baru dibersihkan. Ada yang bisa kubantu?
Tidak usah.
Becca, kemari.
Ke sini. Kita akan masuk ke sini.
Kau harus melepas pakaian dan mengenakan baju pasien,
biasanya ada di ranjang.
No comments yet. Be the first to leave one.