প্রথম 200টি লাইন।
MEJA SEONG-JAE, MASAKAN RUMAHAN
MEJA SEONG-JAE
Ayah, aku pulang.
- Seong-jae, kau sudah pulang? - Ya.
Ini aroma apa?
Astaga.
Apa kau membuatkan sup rumput laut untuk ulang tahunku?
- Ini bukan untukmu. Jangan berharap. - Apa?
- Apa ini? Lalu, ini untuk siapa? - Untuk siapa lagi?
Tentu saja untuk orang yang sudah bersusah payah melahirkanmu.
Seong-jae, lihat ini. Isinya banyak, bukan?
Apa kau masih sangat menyukai Ibu?
Kau tahu apa yang kupikirkan saat memasak?
"Hidangan ini harus kumasak enak untuk kuberikan pada Suyeon."
- Aku selalu berpikir seperti itu. - Astaga, menyedihkan sekali.
- Sepertinya aku harus beli sup saja. - Apa boleh buat?
- Mau kuajari resepnya? - Tidak usah. Aku tidak bisa memasak.
Aku tidak berbakat dan tidak tertarik memasak.
Buatlah Sup Rumput Laut Bulu Babi agar kekasihmu mencintaimu.
Saat memasak Sup Rumput Laut Bulu Babi ini
kau tahu apa senjata rahasianya?
Bukankah yang penting hanya bulu babinya segar?
Bukan.
Ini dia.
Jika ini dimasukkan ke dalam Sup Rumput Laut Bulu Babi
sup rumput lautnya akan menjadi
benar-benar luar biasa. Mengerti? Luar biasa.
- Komandan Batalion! - Apa?
- Komandan Batalion! - Komandan Batalion!
EPISODE DUA
Komandan Batalion, jangan begini.
Tanah air masih membutuhkanmu.
Orang-orang gila ini, apa yang mereka masukkan ke supnya?
Cepat bawa dia ke Unit Medis!
Diam!
Ci...
- Ci... - Kusampaikan cintamu ke istrimu.
Rumah sakit sipil.
Bukan Unit Medis, bawa ke rumah sakit sipil terdekat. Cepat!
- Rumah sakit sipil! Cepat! - Cepat!
- Cepat! - Ada apa?
- Komandan Batalion pingsan. - Apa? Kenapa tiba-tiba?
POS JAGA GANGLIM
Kudengar usai makan sup rumput laut buatan juru masak baru itu
dia tiba-tiba tidak bisa bernapas dengan benar.
Menurut hukum militer, apakah ini penyerangan fatal pada atasan?
Atau penyediaan makanan berbahaya?
Sial.
- Apa? - Apa?
KOMUNITAS SETIA YANG MELINDUNGI NEGARA
Kehidupan militermu jadi kacau balau, bukan?
POLISI MILITER
Aku tak ada urusan dengan sup itu! Aku merasa diperlakukan tak adil!
Hei, Kang Seong-jae, katakan sesuatu!
Sepertinya ada kesalahpahaman. Ini tidak mungkin terjadi.
Padahal dia bilang kalau dibuat seperti ini akan luar biasa.
Astaga, aku sudah menduga orang itu akan membuat masalah karena makanan.
Astaga, ya ampun.
Astaga. Ada apa ini sebenarnya?
Benarkah ada sesuatu yang dicampurkan ke makanannya?
Seharusnya kusadari saat dia bilang harus dimasukkan ke sup rumput laut.
Ternyata dia memang memasukkan sesuatu!
Padahal itu bukan sesuatu yang aneh.
Astaga, apa yang kau masukkan, Berengsek?
- Komandan Batalion. - Jangan khawatir, Pak.
Sesuai permintaan
kami membawamu ke rumah sakit sipil, bukan Unit Medis.
Apa kau baik-baik saja?
Kami sangat khawatir, mengira terjadi sesuatu yang serius padamu.
Aku baru saja dari surga.
Apa maksudmu berkata seperti itu?
Kau harus hidup lama dan sehat.
Aku bertemu malaikat
dan melayang di atas awan. Bisakah kalian memercayainya?
- Suster! - Ada orang yang sekarat di sini!
- Suster! Cepat! - Cepat!
Perpaduan fantastis antara rumput laut dan bulu babi.
Inilah yang disebut surga.
Tentu saja, itu sebelum mereka muncul.
Apa?
- Enak sekali. - Apa? Benarkah?
Syukurlah. Terima kasih.
- Apa ini? - Itu bubuk biji perilla.
Ini asfiksia akibat syok anafilaksis karena bubuk biji perilla.
Komandan Batalion!
Komandan Batalion.
Dia hanya sesak napas sejenak karena alergi bubuk biji perilla
lalu pingsan sebentar.
Aku sudah memberikan obat alergi, silakan diminum.
Apa kau tidak tahu Komandan Batalion menghindari bubuk biji perilla?
Maafkan aku, Komandan Batalion.
Seharusnya aku lebih berhati-hati, tapi aku kurang waspada.
Akan kudidik ulang Komandan Pos Jaga dan para Juru Masak Militer.
Seok-ho.
- Ya, Komandan Batalion. - Jangan kerasi Ye-rin dan prajurit.
Jika kita membiarkannya, bagaimana kita yakin takkan terulang?
Kita harus memberi mereka pelajaran kali ini.
Kita
adalah perwira.
Tidak bisakah kalian melakukannya dengan benar?
Apa kalian tahu apa yang telah kalian perbuat?
Kalian seharusnya memasak seolah ini adalah pertempuran sungguhan.
Wakil Komandan, ayo kita sudahi.
Memarahi para prajurit tidak akan membuat Komandan Batalion membaik.
Komandan, jika kita biarkan, seluruh unit akan menjadi kacau.
Sersan itu pergi beristirahat sendiri sebelum jam makan selesai.
Lalu, Tamtama memasak pakai bahan luar sesuka hatinya.
Aku mengerti maksudmu
tapi saat dia memasak sup rumput laut itu
aku yang melihat di sampingnya juga bersalah.
Apa?
Jika ingin menyalahkan seseorang, salahkan aku.
- Kalian berdua, bangun. - Bangun!
Bukan orang lain, tapi Komandan Batalion, astaga.
- Ini soal kekuatan Republik Korea... - Prajurit.
Kau telah berhasil menyelesaikan Misi.
Levelmu naik, kau bisa menggunakan Resep Baru dan Cek Tingkat Kesukaan.
MENATA BAHAN MAKANAN
MATA KOKI, CEK TINGKAT KESUKAAN LEVEL SATU
CEK TINGKAT KESUKAAN
LEVEL KETIDAKSUKAAN 40 PERSEN
Suasana di sini sudah kacau, dan kau malah memperburuknya?
WASPADA SEPENUHNYA, MISI SEMPURNA
LEVEL KETIDAKSUKAAN 60 PERSEN
Hei, Kang Seong-jae. Kau melihat ke mana?
Tamtama Kang Seong-jae! Tidak, Pak!
Hormat.
Ya, Komandan Kompi. Kita kirim saja bedebah ini ke pengadilan militer?
Apa?
KARTU CATATAN PERSONEL RAHASIA
Komandan Kompi sangat kecewa.
Apa masuk akal orang yang memasak tidak berhati-hati memilih bahan?
Terlebih lagi, ini untuk makanan Komandan Batalion!
LEVEL KETIDAKSUKAAN 50 PERSEN
Tamtama Kang Seong-jae.
Tamtama Kang Seong-jae!
Benarkah kau yang membuat sup rumput laut bulu babi?
- Benar sekali! - Sersan Yun Dong-hyeon.
Sersan Yun Dong-hyeon.
Apa diizinkan memasak dengan bahan yang bukan dari pasokan militer?
- Tidak diizinkan. - Itu dia.
Jadi
dari mana kau mendapatkan bulu babi itu?
Aku tahu itu produk dalam negeri.
Apa aku...
Apa aku menanyakan negara asalnya?
Sepertinya Sersan Satu yang menyimpannya.
SARAPAN, MAKAN SIANG, MAKAN MALAM
Jangan sembarangan memasukkan bahan. Astaga, lagi-lagi begitu.
Apa itu?
Kalau bulu babi bertelur, jadinya?
Telur bulu babi.
Astaga.
Itu bukan kulkas pribadi. Apa-apaan dia?
- Buang semuanya. - Baik.
Untungnya, Komandan Batalion memutuskan untuk memaklumi kalian.
Namun
jika hal seperti ini terjadi lagi
tidak akan ada ampun dariku, Hwang Seok-ho.
- Keluar. - Siap.
Beri hormat. Hormat!
- Tegak. - Tegak.
Pergi.
Cepat pergi.
Keamanan Komunikasi. Ini Hwang Seok-ho.
Bolehkah aku melihat catatan personel Kang Seong-jae lagi?
Hei.
- Hei, Kang Seong-jae. - Tamtama Kang Seong-jae!
Bukankah sudah kubilang diam saja?
Aku minta maaf.
Telur bulu babi dengan bubuk biji perilla?
Anak ini keterlaluan.
Ini bukan main-main.
Keamanan Komunikasi.
Ini Juru Masak, Sersan Yun Dong-hyeon.
Hormat. Ini Prajurit Satu Tak Mun-ik dari regu administrasi.
Ada apa?
Komandan Kompi akan berpatroli bersama Prajurit Baru.
Sekarang? Aku bersih-bersih sendiri?
- Begitu? - Sersan Satu.
Sersan Yun Dong-hyeon bertanya
apa dia harus bersih-bersih sendiri. Aku harus bagaimana?
Ya, dia harus bersih-bersih sendiri!
Memang aku harus membantunya? Dasar.
Hei, Yun Dong-hyeon!
Siapa suruh meninggalkan juniormu dan tidur di barak?
Sudah berapa kali kubilang untuk waspada pada Kang Seong-jae?
LEVEL KETIDAKSUKAAN 70 PERSEN
- Tamtama Kang Seong-jae. - Tamtama Kang Seong-jae.
Kau tahu kenapa tempat ini disebut "Tangga menuju Surga"?
Salah sedikit, kau bisa langsung ke surga.
Jadi, kau harus berhati-hati.
Ayo, mari ke surga.
Baik, Pak.
- Tamtama Kang Seong-jae. - Tamtama Kang Seong-jae.
Bagaimana setelah penempatan unit?
- Sulit, bukan? - Tidak, Pak.
Bukan begitu. Komandan Kompi tahu segalanya.
Kau tidak perlu berbohong.
Aku baik-baik saja. Para senior dan Komandan Pos Jaga baik padaku.
No comments yet. Be the first to leave one.