প্রথম 200টি লাইন।
Di tempat ini,
kehidupan dan kematian ada bersama-sama.
Keduanya berdampingan.
Waktu juga demikian.
Di Tanah Orang Mati, lampau dan esok,
melebur menjadi satu.
Inikah Surga?
KEDATANGANNYA
Kau.
Hei, Kau.
Pikirmu ini di mana?
Tempat ini adalah…
Tanah Orang Mati.
Benar. Aku sudah mati.
Aku gagal membalas dendam kepada musuhku
dan mati.
AKHIR ABAD KE-16 KERAJAAN DENMARK
Ayah!
Scarlet!
Ibu! Ayah sudah kembali.
Ayah!
- Scarlet! - Aku rindu Ayah!
Doamu telah membawa kami pulang.
Kerahkan pasukanmu, Amleth.
Claudius…
Mereka atau kita yang mati.
Tenanglah, Saudaraku.
Perang merugikan kedua belah pihak.
Kita harus cari keseimbangan lewat perundingan,
bangun kepercayaan, bukan permusuhan.
Inilah cara kita bertahan hidup.
Kau bodoh!
Raja Amleth adalah penguasa yang baik.
Dikagumi oleh rakyatnya
dan dipercaya negeri-negeri sekitarnya.
Scarlet. Apa hal yang penting?
Persahabatan di atas permusuhan.
Aku akan jadi putri seperti yang Ayah mau!
Sebelum itu, kau seorang gadis muda.
Kau harus tumbuh tanpa rasa takut.
Selesai!
Ayah terlihat tampan. Senangnya.
Ibu, aku akan menjadi…
Tanganmu kotor sekali.
Suamiku terlalu sayang putrinya…
Dia pengecut yang sembunyi di balik topeng kebajikan.
Suamiku punya segalanya,
kau tidak.
- Bukankah kalian bersaudara? - Benar.
Sudah lama aku ingin
menuangkan racun di telinganya.
Tak akan kubiarkan dia menghinaku.
Pegang kata-kataku.
Aku milik siapa pun yang menjadi raja.
Jika kau bertekad jadi raja,
buktikanlah.
Berita buruk!
Ada pengkhianat di kastel!
Tangkap mereka! Jangan sampai lolos!
Dengarkan!
Jangan sampai mereka lolos!
Berhenti.
Naiklah.
Amleth, saudaraku.
Kau bersekongkol dengan bangsa lain
untuk mengkhianati negaramu.
Kau tidak mengerti, Saudaraku?
Keserakahanmu akan kekuasaan
akan menjadikanmu pembunuh.
Diam!
Oh, rakyat yang setia!
Pengkhianat ini harus dihukum!
Dengan begitu,
atas izin Tuhan, aku akan menjadi raja yang baru!
Raja tak akan mengkhianati kami!
Ini tidak benar!
Eksekusi dia!
- Ayah! - Scarlet!
Ini tidak mungkin!
Ayah berkata apa?
Apa? Ayah berkata apa?
Tunggu!
Ayah!
Tuhan memberkati raja yang baru.
Kemuliaan bagi Raja Claudius!
Kemuliaan baginya!
Utus pasukan untuk hentikan pemberontakan.
- Cepat! - Jangan lambat.
Konon, tindakan ini untuk menghentikan pemberontakan.
Namun, mereka menyiksa orang-orang yang tak bersalah.
"Pesan untuk Tuan Putri."
Rakyatmu menderita karena kelaparan.
"Namun, Raja tak memberikan bantuan."
Tuan Putri.
Hentikanlah studimu di Wittenberg,
agar kami bisa melihat kecantikanmu.
Tuan Putri.
Tidak terpikirkah olehmu kemungkinan kau diracuni?
Naif seperti bayi.
Tak akan kumaafkan!
Pegang kata-kataku!
Tuan Putri?
- Tak mungkin! - Tuan Putri?
- Bagaimana ini? - Tuan Putri!
Jika ini adalah alam baka,
apa aku akan bertemu ayahku?
Tidak.
Siapa kau?
Ayahmu sudah menjadi ketiadaan.
Ketiadaan?
Kau akan bernasib sama jika kau lemah.
Hidupku hanya berisi penyesalan.
Aku ingin lenyap saat ini juga.
Hidupku tidak bermakna.
Paman Claudius hidup,
dan dendam Ayah tidak terbalaskan.
Tunggu.
- Claudius ada di Tanah Orang Mati. - Apa?
Dia belum menjadi ketiadaan.
Dia di suatu tempat, tertawa.
Aku bersumpah…
Aku akan menemukannya.
Dan membalaskan dendam ayahku!
Betapa bodohnya manusia.
Kau punya lambang Elsinore.
Di mana Claudius?
Jangan bunuh aku!
- Di mana dia? - Aku tak mau mati!
Mereka sudah mati,
tetapi masih berharap untuk hidup.
- Kumohon. Tunggu! - Apa?
Kami adalah kawan, Yang Mulia.
Apa?
Percayalah dan ikut kami.
Mereka saling membenci
dan saling membunuh,
bahkan di Tanah Orang Mati.
Claudius sungguh di sini?
Kawan apanya!
Seorang putri yang kumal…
Tidak pantas diselamatkan!
Tangkap dia!
Kini aku bisa masuk Tempat Tak Berujung!
Dia bertekad untuk membalas dendam.
Kau adalah wanita yang lemah.
Apa itu?
Dia menghilang? Cari dia!
Lihat.
Lihat dia penuh dengan semangat!
Seolah-olah dia di dunia orang hidup!
Apa artinya menjadi manusia?
Apa artinya mati?
Apa itu hidup?
Sakit…
Aku tak bisa…
Aku ingin tahu Ajarilah aku tentang cinta.
Keajaiban dalam dirimu.
Yang kami lihat.
Warnailah hatiku hari ini juga.
Tunjukkan kepadaku…
Kau tak apa-apa? Sekujur tubuhmu terluka!
Hentikan!
Jangan sentuh aku!
Apa yang terjadi?
- Kau biksu? - Aku seorang paramedis.
Pergilah ke biara!
Kubilang aku paramedis.
Kau paham?
Kami merawat orang agar kembali sehat.
Namun, kau sudah mati?
- Aku tidak mati. - Kau salah.
Kelak aku akan mati. Namun, sekarang aku punya denyut nadi.
Kalau begitu, kau tak mungkin di sini.
"Di sini" di mana?
Panah bersiul.
Ini medan pertempuran?
"Tinggalkan harapan bagi yang masuk."
"Gerbang Neraka"?
Ini Neraka? Jangan buat aku tertawa.
Kecewa kau tidak di Surga?
Percaya diri sekali.
Semua mengira akan masuk Surga
atau Neraka saat kita meninggal.
Namun, kita semua kemari tanpa terkecuali.
Ini bukan alam baka yang kita bayangkan.
Tunggu!
Sumpah, aku tidak mati!
Kami menerima panggilan darurat…
Jadi, aku meninggalkan rumah sakit dan…
Apa aku bermimpi?
Jika masih hidup, kenapa aku di sini?
Ini pasti salah!
Kenapa aku bisa di sini?
Aku seorang paramedis! Kenapa?
Siapa yang tahu.
Tunggu, berarti kau juga sudah mati?
Benar.
Kau sungguh sudah mati?
Ya.
Tidak terlihat mati.
No comments yet. Be the first to leave one.