প্রথম 181টি লাইন।
ACARA INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN HEWAN.
KEBIJAKAN PENONTON DISARANKAN.
Sebelum mengetahui tragedinya,
Esteban Trueba memimpikan pernikahannya
karena dia akan segera kaya.
Namun, tak pernah terpikirkan olehnya
bahwa Rosa adalah manusia.
Cinta itu berbahaya.
Belajarlah dari Ibu.
Ibu jatuh cinta kepada ayahmu si pemabuk bodoh.
Lihat bagaimana hasilnya.
Kau selalu cengeng sejak kecil.
Apa gunanya menangis?
Apa itu akan mengembalikan kehormatan dan kekayaan yang hilang?
Lalu kau?
Apa itu mengembalikan gadis itu?
- Jangan ikut campur! - Memang!
Ibu mau kau mencari wanita baik dan berkeluarga!
Ibu tak peduli kau mencintainya atau tidak.
Biarkan saja, Ibu.
Esteban sedang patah hati.
Kau tahu apa soal cinta?
Apa kau menyembunyikan sesuatu dari Ibu, Férula?
Hati-hati.
Aku tak mau kembali ke tambang.
Namun, kau harus bekerja, Esteban.
Kita sudah berhemat, tapi obat Ibu mahal.
Aku menafkahi kalian sejak aku 15 tahun.
Selama aku hidup, kalian akan tercukupi.
Mengucapkannya memang mudah.
Kami yang hidup dengan tidak pasti.
Aku mau ke Las Tres Marías.
Di sana cuma reruntuhan, Esteban.
- Aku cuma bahagia di sana. - Bahagia?
Hidup kita selalu berat.
Akan terus berat jika kau hamburkan uang dari tambang.
Seperti yang dilakukan Ayah dengan warisan Ibu.
Ayah adalah orang gagal. Aku tak mau miskin lagi.
Hati-hati, itu menurun.
Jika matamu jeli soal bisnis,
lebih mudah menjadi kaya di kota daripada di desa.
Aku benci kota ini.
Maksudmu benci rumah ini.
Itu juga.
Andai aku seorang pria.
Aku bisa pergi dari sini.
Aku tak akan mau jadi wanita.
RUMAH ARWAH
Ibu!
Dia akan kembali.
Tukang daging tiba sekitar waktu ini.
Dia akan curi sesuatu dan kembali.
Kau menghadap ke arah yang salah.
Clara,
berhenti khawatir.
Kau tak tahu siapa yang akan mati.
Salah itu wajar.
Yang penting kita memercayai hati kita.
SI BODOH
Lalu menghadapi misteri dengan terbuka.
Ini untuk nanti.
Sekarang,
kita semua punya karunia unik.
Saat kita bagikan, itu mencerahkan hidup orang lain
dan hidup kita sendiri.
Percaya pada dirimu, Clara.
Kau lebih kuat daripada yang kau kira.
Gunakan karuniamu, Clara si Peramal.
Jangan lihat, Nn. Clara. Nanti mimpi buruk.
Aku mimpi buruk semalam. Seperti kiriman Setan.
Aku bermimpi ular-ular memanjati kakiku.
Aku membuangnya, tapi mereka terus kembali.
Makhluk terkutuk.
Kau akan dapat banyak uang. Tak bertahan lama. Bertaruh pada 19.
Benarkah?
Ini.
Taruh di sungai agar tetap segar.
Sesuai prediksi nenekku,
tukang kebun itu menang 80 peso di rumah judi,
yang dia habiskan untuk mabuk dua hari
dan boneka porselen untuk si peramal.
JANGAN BERJUDI
Ramalannya mulai diketahui para karyawan.
Sedikit demi sedikit, hobi ini dan kasih sayang ibunya…
KAU AKAN DAPAT TUNANGAN
…mulai meredakan sakitnya.
Yang paling menyiksa Esteban Trueba
adalah tahu dia tak akan bisa menyentuh tubuh Rosa,
mengurai rambut kehijauannya,
atau menyelami kedalaman dirinya.
Namun, dia sadar harus tetap maju
karena diam berarti merasakan kesedihan
yang tak siap dia tahan.
Lebih dari 20 tahun karyawan di Las Tres Marías
tak melihat seorang majikan.
Jadi, mereka menganggap tak ada majikan.
Pada pria itu, tak ada yang melihat
bocah pirang yang bertahun-tahun sebelumnya
biasa bermain di sana dengan ceria.
Di mana yang lain?
Mereka pergi.
Ke mana?
Mencari nafkah.
Pedro Segundo García, Pak.
Namaku Esteban Trueba.
Aku majikan kalian.
Yang bekerja keras akan tercukupi.
Yang tidak, pergi saja. Aku tak mau pemalas. Paham?
Kami sudah tinggal di sini seumur hidup.
Kami tak akan pergi.
Baiklah.
Bagikan kabarnya dengan para pekerja keras.
Siapa itu?
Emilio. Anak dari pertanian lain.
Rapikan kebun, bakar anjingnya.
Kau, bawa masuk barangku.
Suruh anak itu diam.
Kesibukan yang tiba-tiba mengejutkan Las Tres Marías dari tidurnya.
Ayo, lari!
Ayo!
Trueba menerima pria, wanita, tua dan muda,
yang bisa berdiri sendiri,
berusaha memperbaiki yang terbengkalai bertahun-tahun dalam beberapa bulan.
Berat.
Terima kasih, Pak.
Namun,
pekerjaan berat tidak bisa menguras tenaganya
dan nafsunya.
Permisi, Pak Esteban.
Bicara.
Aku mau mengabarkan bengkel jahitnya sudah selesai.
Bagus.
Siapa yang jadi kepalanya?
Harus wanita pekerja keras dan bisa menegakkan ketertiban, Pak.
Pancha.
Dia kandidat yang cocok.
Dengan hormat, Pak,
adikku terlalu muda untuk tugas sebesar itu.
Dia cepat belajar dan berkarakter.
Kau tak setuju?
Aku akan bekerja keras, Pak.
Sudah beres.
Pancha yang mengurus bengkelnya.
Permisi.
Ayo pulang.
Ayah memanggilmu. Dia mau kita semua berkumpul.
Tidak bisa. Aku harus belajar cara memakai ini.
Jangan keras kepala.
Itu perintah Pak Esteban, Pedro.
Hati-hati, Dik.
Jangan berpikir sembarangan.
Kau selalu keluarga García, itu saja.
Jangan lupa.
Aku sudah dewasa.
Aku tahu tugasku.
Bukankah kau harus bekerja?
- Ya. - Lalu apa yang kau tunggu?
Pergilah.
Pak,
aku mau memberitahumu, aku hamil.
Lalu?
Aku mengandung anak.
Anakmu, Pak.
Kau pikir aku bodoh?
Tidak, Pak.
Kau menerima semua pria di sini
dan mau aku membesarkannya?
Aku bersumpah ini anakmu.
Apa aku menyuruh bicara?
Aku tak mau melihatmu di sini lagi.
Para saudariku,
kita tak boleh hidup ditindas oleh para pria lagi.
Kita semua lahir setara, tapi kata mereka kita lebih rendah
dan kita tak pantas mendapat hak yang sama dengan pria.
Suara kita adalah kekuatan.
Hak suara wanita sudah sepantasnya hak kita.
Itu pengakuan akan harga diri kita,
hak kita akan kesetaraan,
dan emansipasi kita.
Jika kita berjuang bersama dan menyatukan suara kita,
percayalah, tak ada yang bisa menghentikan kita.
No comments yet. Be the first to leave one.