Prvních 200 řádků.
"PANGERAN SEHARUSNYA TAK PUNYA TUJUAN ATAU PEMIKIRAN LAIN,
SELAIN PERANG, ATURANNYA, DAN DISIPLIN."
Hanne Holm, kau sudah bertahun-tahun di Christansborg.
Melihat dua lawan politik kita,
Lars Hesselboe dari Partai Liberal dan Michael Laugesen dari Partai Buruh,
taktiknya apa tiga hari sebelum pemilihan umum?
Ini seperti catur.
Tujuan akhir pemilu adalah membuat dunia tampak sederhana.
Tetaplah pada beberapa poin pembicaraan, dan buat lawanmu tampak bodoh.
Ya.
Tidak. Kami tak mau membahas Uni Eropa.
Itu tak berguna dalam pemilu.
Menurutmu siapa yang akan jadi perdana menteri berikutnya?
Laugesen atau Hesselboe?
Tampaknya itu mungkin pemimpin oposisi, Michael Laugesen.
Berdasarkan apa?
Dia yang memprakarsai kampanye pemilu.
Dia penantangnya.
Hesselboe berusaha mempertahankan status quo.
Tapi aku merasa rakyat Denmark menginginkan hal baru.
Perubahan.
Bahkan jika mereka tak tahu.
Laugesen itu lebih mirip iklan daripada politikus.
Kau mengoleksi autograf ?
Tidak, itu putriku.
PEMILU DI TV1
- Dia terobsesi dengan mereka. - Dia tak minta autograf Birgitte Nyborg?
Kebanyakan selebritas.
Kau tahu... Seperti bintang film...
dan bintang rok.
- Semua siap? - Ya. Kau siaran delapan menit lagi.
Alasanmu memilih Laugesen akan ditanya,
dan kau bilang ke mereka betapa kerennya oposisi.
Lihat ke atas.
Pastikan dia tak terlihat belum tidur selama 14 hari.
Menurutku dia cantik.
Kau bergerak menuju fase kritis pemilu.
Saat ini, semuanya tergantung pada ketegaran.
Seperti yang kita lihat, kau masih unggul dalam mengendalikan media Denmark.
Di sisi lain, kau tak boleh tampak pasif.
Penting untuk tampak kuat di babak final...
pemilihan.
Ya ampun, Lars.
Maaf. Ini berita utama baru di Denmark yang menyatakan kekalahanku.
Mari buktikan mereka salah.
Mari kembali ke pembicaraan kita.
Kami punya beberapa contoh.
- Kau masih minum pil ini? - Kita dalam kampanye pemilu.
Kukira kau tak punya jantung.
- Hai. - Selamat pagi.
- Kita lakukan di sana. - Benar.
Dengan Borgen di belakang.
Dan kau hanya bertanya tentang pencari suaka, oke?
Ya.
Seperti biasa, di tengah adalah pertempuran dalam politik Denmark,
terutama aliansi denga Partai Moderat
membantu pihak oposisi dan Michael Laugesen maju.
Jadi, kami mengundang...
ketua Partai Moderat, Birgitte Nyborg Christensen. Selamat datang.
Terima kasih.
Kasper.
Tidak, sama seperti biasa.
- Ya. - Kita harus menghadapi pola lama...
Sedikit lebih besar, Katrine, 3.
Dunia ini tempat yang berbeda...
CHRISTIANSBORG
- Saluran mana Christiansborg? - Nomor empat.
Dua siap. Dua, dua shot , empat?
- Di hitungan keempat? - 1 aktif.
Pegang bahunya, 3, bagus.
Terlihat bagus.
Super.
- Siaran langsung dari Christiansborg? - Ya.
Tiga menyala.
Bisa kita beri aba-aba?
Christiansborg, bisa bersiap?
- Kita terlambat. - Kita potong empat segmen pendek.
Bisa siapkan?
Katrine, ada pernyataan dari Michael Laugesen,
kami ingin gambar Birgitte Nyborg.
Tapi pukul 11:00 dia ada di Lundtofte Gymnasium
dengan beberapa redneck dari Partai Buruh.
Betul! Ya, tepat.
Dia akan menyeka lantai dengannya.
Tapi kau yakin kau setuju dengan visi rekan aliansimu
untuk Denmark yang kau bayangkan?
Itulah dasar untuk kerja sama pemilu kami.
Aku ingin komentarmu soal wawancara kami
dengan Michael Laugesen di Christiansborg.
Banyak orang Denmark mencemaskan jumlah pencari suaka
yang datang ke sini setelah perang Irak, misalnya.
Pertama, aku ingin berkata bahwa sebagian besar akan dipulangkan, kedua,
mereka akan ditahan di pusat suaka
dan tak dibiarkan lepas di Denmark.
- Dan yang punya izin kerja? - Apa-apaan ini?
Satu hal yang pasti.
Mereka tak boleh mencuri pekerjaan di Denmark.
Pasti gila jika buronan mengakibatkan masalah pengangguran,
yang sudah menjadi beban masyarakat.
Jadi, boleh mereka bekerja? Ya atau tidak?
- Tidak boleh. - Terima kasih.
Birgitte Nyborg, bukankah Laugesen melanggar kesepakatan?
- Ini mungkin di luar konteks. - Segmen belum disunting.
Dia hanya menjawab pertanyaan.
- Ada banyak sekali... - Tekan dia, Katrine.
Kita membicarakan imigrasi.
Itu masalah utama bagimu dan Partai Moderat.
Jadi, jika Laugesen mengingkari janjinya,
maukah kau mendukungnya sebagai perdana menteri?
Ya. Tentu saja bisa.
Kita harus lihat apa maksud Laugesen sebenarnya...
Ganti topik!
Ganti!
Sekutumu tak menepati kesepakatanmu.
Kau masih bisa mendukungnya? Ya atau tidak?
Ya.
Tidak bisa.
Jika ini kebijakan Partai Buruh, kita tak bisa mendukung Michael Laugesen.
Terima kasih, Birgitte Nyborg.
Ini luar biasa! Kebijakan baru tiga hari sebelum pemilu.
Skandal rel kereta TD5 berlanjut...
EPISODE 1 THE VIRTUE OF THE MIDDLE
Permisi, Nyonya.
Ada yang bisa saya bantu?
Enyahlah.
Kau sukses dalam semua topik utama pemilu ini.
Kau sukses soal kesejahteraan, reformasi pajak.
Dan dalam imigrasi karena kau tangguh.
Mari kita berasumsi bahwa strategi Partai Buruh dalam tiga hari terakhir...
Maaf, aku baru saja menerima pesan.
Partai Moderat tidak lagi mendukung pemimpin oposisi
setelah ucapannya yang kasar tentang imigrasi di Denmark.
Astaga!
Itu ada di berita semenit yang lalu.
Birgittte Nyborg telah menolak Michael Laugesen.
Tampaknya kau beruntung, Perdana Menteri.
Sebentar.
- Ya? - Lars.
Mereka gila. Aku sudah membeli beberapa barang, tapi aku tak boleh pergi.
- Sayang, ini saat yang tak tepat. - Kau harus bayar, kartuku ditolak.
Aku tidak akan pergi tanpa tas itu.
Ya, aku sedang bicara dengan suamiku sekarang!
Di mana kau?
Mulberry. Di Burlington Arcade.
Ini tak akan terjadi jika kau tak selalu meninggalkanku, Lars.
- Sayang, - Kau berengsek!
Sayang, bukankah sebaiknya kau naik taksi ke hotel?
Enak saja.
Aku tak akan pergi tanpa tas itu.
Tenang, Sayang.
Aku juga berhak mendapatkan sedikit perlakuan baik, paham?
Aku takut Perdana Menteri harus pergi sekarang. Aku ambil alih dari sini.
Bisa kita percepat sedikit?
Aku akan coba terbang dalam beberapa jam.
Benar. Sampai jumpa di rumah.
Tetap di sini, akan kuurus.
Sayang, ada apa?
Aku muak dengan tempat ini. Aku mau barang-barang itu.
Kartu kredit istrimu bermasalah.
Terima kasih.
- Ayo kembali lain waktu. - Tidak!
- Sayang, nilainya 70.000 kroner! - Jangan katakan itu!
Aku sabar menerima banyak masalah darimu!
Kau bisa membalas sedikit!
Dia Perdana Menteri!
- Maukah kau... - Mengapa kau tidak baik padaku? Hah?
Kenapa kau tak bisa sekali saja bersikap baik padaku?
- Aku lupa dompetku. - Oh, diamlah!
KANTOR PERDANA MENTERI
Terima kasih.
- Apa kau rasa itu jurnalisme yang bagus? - Ya.
Ahli hasut Birgitte Nyborg akan menendang pantatmu
Itu bagian dari pekerjaan, Ulrik?
- Ya. - Ya.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Itu melanggar kesepakatan kita untuk wawancara.
- Kesepakatan apa? - Beri tahu kami pertanyaan dan sudutnya.
- Ada yang namanya kebebasan pers. - Oh, diam.
- Kau tahu cara kerjanya. - Kita membuat berita, Kasper. Itu saja.
Kapan kita akan bertemu?
- Segera. - Kau tak pernah meneleponku lagi.
Apa rencanamu? Kau memiliki kekasih?
Apa Birgitte Nyborg sangat marah?
- Tentu tidak, dia profesional. - Itu tidak baik!
Kau tak ubah wawancara seperti itu tiga hari sebelum pemilu.
Kejar Cavling Prize-mu di lain waktu.
- Maaf kau merasa begitu. - Apa ada cara lain?
Kami meliput pemilu, bukan kampanyemu.
Benar.
Kau ubah kebijakan di siaran langsung tiga hari sebelum pemilu.
Kita butuh rapat strategi baru.
Aku punya 20 menit sebelum pertemuan pemilih di Lundtofts Gymnasium.
- Kita lakukan sore ini di Borgen. - Ya.
- Mobilnya sudah siap di bawah? - Ya.
Aku bicara dengan kepala berita sekarang.
Itu terakhir kali Katrine Fønsmark mewawancaraimu.
Bagus.
Hai Torben, ini Kasper Juul dari Partai Moderat.
Kenapa tak bertemu di kantor Perdana Menteri?
Ada insiden di London.
No comments yet. Be the first to leave one.