Prvních 186 řádků.
(Semua karakter, tempat, peristiwa, dan lain-lain hanyalah fiksi.)
(Anak-anak dan hewan direkam dengan pengawasan ketat.)
Mereka pun mulai!
Han Ye Gyeong dari Korea terjun dengan mulus.
Kini dia di atas permukaan
dan memulai gaya bebasnya.
Putaran lengannya mulus dan ritmenya stabil.
Dia sudah mendekati titik balik.
Dan dia berbalik!
Luar biasa! Sentuhan sempurna di dinding
dan gerakan berbaliknya mulus.
Dia kembali melesat dengan mudah.
Sekarang, memasuki sepuluh meter terakhir.
Han Ye Gyeong!
Dia menyentuhnya! Dia yang pertama!
Dia memenangkan medali emas!
Ini momen yang luar biasa.
Atlet renang wanita Korea akhirnya meraih medali emas lagi.
Kuda hitam baru muncul!
Han Ye Gyeong akhirnya berhasil!
Terima kasih sudah menonton. Kami bangga padamu, Han!
Kini kita telah memasuki era Han Ye Gyeong!
Impian memang bisa terwujud.
(Han Ye Gyeong Memecahkan Rekor Renang Wanita Korea Selatan)
Tapi tentu saja,
impianku belum tentu.
"Ombak yang indah."
Itulah arti nama Parang-ri.
Terkenal dengan kilauan mataharinya,
bahkan di Namhae, yang kaya akan pulaunya.
Ini kota terpencil di seberang laut, satu jam naik kapal dari Tongyeong,
tempat daratan utama berakhir.
Ini...
kampung halamanku.
Beratnya.
Sudah lima tahun.
Kenapa tempat ini sangat bersih?
Aku tak perlu membersihkan semuanya.
Ibuku tak pernah memakai kuali besi.
Dia mengangkut puluhan hasil tangkapan laut seharian,
jadi dia takut membayangkan pulang
dan harus mengangkat kuali yang berat
untuk mencuci dan memasak.
Tapi setahun sekali,
pada hari ulang tahunku, dia memasukkan banyak wakame yang dia panen hari itu
ke dalam kuali ini untuk membuatkanku sup.
Aneh sekali.
Aku baru pulang setelah sekian lama,
tapi dari sekian banyak hal, aku membuat sup wakame di kuali ini.
Seo An Na,
selamat ulang tahun.
Mungkin hidup dalam persembunyian seperti ini
bukan ide yang buruk.
Dia anak itu.
Aku pernah menceritakannya kepadamu.
Ayolah.
(Koperasi Nelayan Parang-ri, Pusat Komunitas)
Di mana, ya?
Ini. Lihat.
Kerja bagus hari ini.
Ada anak yang mencari tempat tinggal.
Bolehkah kusewakan rumah ibumu?
Biarkan dia tinggal di sana secara gratis.
Rumahnya kosong juga. Bagus jika ada orang.
Lihat?
Kau mau tinggal lama, An Na?
Kau sudah berhenti berenang?
Apa maksudmu? Aku belum berhenti.
Kenapa kau marah?
Kalau cuma beberapa hari, kalian berdua bisa tinggal bersama.
Ini bukan era Joseon lagi,
dan di rumahmu ada banyak kamar.
Pak Kepala.
Dia bukan pria yang menakutkan.
Tatapanmu dingin.
Pokoknya, kalian anak-anak muda
harus membicarakannya dan mencapai kesepakatan.
Bagus sekali. Kalian tampak serasi.
Akan ada sesuatu, 'kan?
Karena sudah begini,
ayo tinggal bersama dan coba jalani saja.
Tuan Penyewa, kau di kamar tamu, aku di kamar belakang.
Kita tak akan saling mengganggu.
Kita akan saling pura-pura tak dengar telepon,
dan tak saling melihat yang kita makan.
Kita mungkin tinggal bersama, tapi kita akan seperti tinggal sendiri.
Ada pendapat, Tuan Penyewa?
Hei, kenapa kau diam saja?
Kau mau bekerja sama atau tidak?
Kau akan tinggal lama?
Kenapa pertanyaanmu dan Pak Kepala sama?
Kenapa kau perlu tahu berapa lama aku akan tinggal?
Aku akan tinggal untuk waktu yang sangat lama,
sampai aku mati.
Kuharap begitu.
Dia mengabaikanku?
Hei! Kau!
Hei!
An Na!
Kau An Na, 'kan?
Kau siapa?
Ternyata benar kau!
Putri Duyung Parang-ri, Seo An Na!
Sudah lama sekali!
Putri... Apa?
Apa kau mengenaliku?
Ini aku, Dewi Trot Parang-ri,
Baek Su Jeong.
Astaga, jangan lakukan ini
Perasaan wanita mudah berubah
Tidak, jangan begini, dan jangan tanya
Kau tidak bisa meminta lebih dariku
Ini kali pertama aku bertemu denganmu
Dewi Trot Parang-ri sedang tampil.
Beraninya kau mencoba kabur.
Maaf.
Aku harus pergi ke latihan renangku.
Aku tak bisa mencegah Putri Duyung Parang-ri berlatih renang.
Selamat berlatih. Semangat!
Baiklah. Dah.
Sekarang, fokus. Aku mulai dari awal.
Astaga, jangan lakukan ini
Astaga. Selesai sudah.
Selesai sudah kehidupan sendirianku.
Seperti kata orang, suara adalah jati diri seorang penyanyi.
Kau langsung ingat begitu mendengarku bernyanyi.
Sudah kuduga akan seperti itu.
Selesai sudah kehidupanku yang tenang.
Omong-omong,
kupikir kau jadi perenang di Seoul.
Kenapa kau tiba-tiba kembali?
Begini, masalahnya...
Sebenarnya, Putri Duyung Parang-ri yang pergi
untuk menjadi perenang di Seoul...
Hei.
Kau tampak kelelahan belakangan ini.
Pacarmu pasti jago di malam hari.
-Apa? -Pacarmu pasti cukup intens.
Teruslah bersih-bersih.
Putri duyung apanya?
Aku bukan lagi
Putri Duyung Parang-ri.
Hei, berhenti. Di sana. Jangan bergerak.
Hei, jangan bergerak.
Kau tahu?
Bokongmu tampak bagus hari ini.
Siapa pun yang melewatimu dan menyenggolnya
pasti langsung terangsang.
Berengsek!
Hei, kau menyebutku berengsek?
Ya, aku memanggilmu berengsek. Memangnya kenapa, Mesum?
-Aku akan membunuhmu! -An Na!
Aku akan membiarkanmu lolos hari ini.
Sial. Aku sudah muak!
Aku mimisan!
Lihat ini!
Hei, Seo An Na!
Jangan datang mulai besok!
Kau dipecat!
Sudah lama aku tak berenang.
Aku kerja di kolam renang, tapi dipecat.
Tak perlu menceritakan kisah ini kepada Su Jeong,
tukang gosip terbesar di desa ini.
Jadi, kenapa kau ada di sini?
Kenapa kau kembali?
Tidak apa-apa.
-Rasanya tak adil saja. -Tak adil?
Apa yang tak adil?
Omong-omong,
soal pria yang tinggal di rumahku.
Maksudmu Duk Hyun?
"Duk Hyun"?
Omong-omong, apa pekerjaannya?
Dia seorang haenam.
-Haenam? Penyelam bebas? -Ya.
Dia menyelam bebas untuk memanen hasil laut.
Dia membuatnya terlihat sangat keren.
Bagus, Duk Hyun!
Tempat ini agak menanjak,
tapi kamarnya cukup bagus.
Astaga. Bagus sekali. Ini bagus.
Tempat ini memiliki
pemandangan yang indah.
Namanya Yoon Duk Hyun.
Usia, pekerjaan, dan masa lalunya
tak diketahui.
No comments yet. Be the first to leave one.