Prvních 200 řádků.
Stadion Olahraga Nasional New Delhi.. Stadion ini dipenuhi penonton.
Hanya tersisa waktu 2 menit dalam Kejuaraan Dunia Hoki Putra..
India tertinggal satu gol dari Pakistan.
Vijay, oper ke sini!
Kapten tim India Kabir Khan, penyerang tengah terbaik di Asia memimpin timnya.
Ayo! Ayo!
Penonton terlihat tegang.
Ketegangan terlihat di wajah para pejabat..
Sama seperti di setiap pertandingan antara lndia dan Pakistan,
pertandingan ini sangat berarti melebihi permainan itu sendiri.
Hanya tersisa satu setengah menit sekarang..
.. dan India harus berbuat sesuatu secepatnya untuk bertahan.
Bola dikuasai bek Pakistan Waseem.. umpan lambung!
Tapi bek India Uttam Singh mencurinya.. India sekarang menyerang!
Dan tembakan penalti untuk India..
Sebuah harapan yang sangat mereka butuhkan...
Tapi siapa yang akan melakukan tembakan ini..
Bola! Bola!
Saini memegang bolanya, tapi kapten Kabir yang akan melakukan tembakan ini..
Mungkin ini keputusan yang tepat.
Pemain terbaik India adalah harapan terakhir..
Pelatih, apakah ini tim yang sama yang mengalahkan Pakistan tahun lalu?
Tidak ada komentar.
Apakah kau tidak berpikir kalau tim kita terlalu menganggap remeh?
Tolong, tolong, tidak ada komentar.
- Hei, lihat, itu Kabir! - Kabir!
- Dia di sini! - Kabir.. Kabir.. Kabir,
Apakah kau ada yang ingin dikatakan tentang kekalahan yang memalukan ini?
Apakah kau benar-benar yakin performa tim Pakistan lebih baik?
- Mungkin. - Mengapa kau yg melakukan tembakan penaltinya?
Aku melakukan kesalahan.
Ada desas-desus yang mengatakan kalau para pemain Pakistan adalah teman baikmu..
Hanya kau satu-satunya India yang mengucapkan selamat kepada mereka setelah pertandingan..
Permisi!
Orang-orang mengatakan.. ada rumor kalau kau..
.. atau orang lain di tim India sengaja mengalah dalam pertandingan ini?
Permisi!
Apakah kau pikir kita kalah karena seseorang telah berkhianat?
Apa! Apa yang kau katakan?
Kabir Khan, apakah ada yang mengkhianati timnya?
Berkhianat! Dasar kau..
Beraninya kau..
Bagaimana bisa kau tidak menghargai media!
Tidak menghargai media! Dasar kau.. kemari.
Kau tidak tahu bagaimana cara memperlakukan wartawan!
Dasar kau... berkhianat
.. kembali ke sini!
Anda baru saja menyaksikan seorang kapten yang frustrasi..
.. dari tim yang kalah telah menyerang media.
Kemarahannya tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ada..
... kepastian sesuatu yang mencurigakan telah terjadi.
Kami memperoleh jawaban dari pertanyaan kami.
Tetapi sekarang terserah anda untuk memutuskan apakah..
.. Kabir Khan telah mengkhianati negara atau tidak.
Satyavrat Yadav, Stadion Nasional, New Delhi..
Berita dari dunia olahraga.
Pakistan menjadi Juara Dunia Hoki yang baru..
.. setelah mengalahkan India dengan satu gol.
Hari ini ketua Asosiasi Hoki mencela..
.. Kabir Khan, dengan menyatakan dia telah berbuat kesalahan terhadap negaranya.
Dan semua ini adalah berkat anda.. rakyat India.
Kita kedatangan dua tamu istimewa..
Jatuhkan Kabir!
Bagaimana menurut anda? Apakah Kabir Khan berbuat curang di pertandingan tersebut?
Tidak tahu apakah dia berbuat curang, tapi kita kalah karena dia.
Dan apa yang akan anda katakan?
Orang-orang ini seharusnya digantung.
Dan anda?
Orang-orang seperti ini harus pindah ke Pakistan pada masa pemisahan.
Jatuhkan Kabir!
Masyarakat marah dengan performa tim.
Dan Kabir Khan telah menghilang.
Dia tidak ada di stadion hoki, atau di "Sports Authority of India kampus".
Dimana Kabir Khan?
Jangan melihat ke belakang, Ibu. Ayo kita pergi.
Bagaimana tidak, Kabir..
Kakekmu mengumpulkan uang untuk membangun rumah ini..
Gaji pertama ayahmu digunakan untuk membuat jendela ini..
Aku memasuki rumah ini sebagai mempelai wanita muda..
Apapun yang terjadi, aku tahu orang-orang ini akan mendukung kita, percayalah.
Tuanku..
PENGKHIANAT
Jangan kau lihat, anakku.
Kau bisa menutup matamu kalau kau tidak sanggup melihatnya..
Aku mau melihat semuanya.
PENGKHIANAT
Ayo, nak. Ayo kita pergi!
Tiga warna dari wujudmu, itulah aku..
Papa, papa, aku mau lihat seperti apa pengkhianat.
Sini, lihatlah!
Nadamu adalah irama hidupku..
Hanya sedikit makanan untuk perjalanan mereka..
Apakah kau mau diusir juga dari lingkungan ini?
Tuanku yang agung, kau adalah kebanggaanku..
Tuanku, hidupku adalah milikmu..
Jadi, apa yang menjadi keputusan kalian?
Uttam-ji, kau selalu membicarakan hal yang sama.
Apa yang harus kami lakukan tentang pelatihnya?
Hei, kenapa tidak kau saja yang menjadi pelatih mereka?
Kejuaraan Dunia Hoki Putri tinggal tiga bulan lagi.
Tim ini tidak bisa pergi begitu saja tanpa adanya pelatihan..
Tidak peduli berapa banyak kau melatih mereka, mereka akan kalah..
Tim Hoki Putri India tidak pernah mencapai apapun..
.. dan tidak akan pernah.
Ini cuma jalan-jalan yang dibiayai pemerintah.
Kenapa bukan kau yang pergi sebagai pelatih mereka?
Tim akan keluar dari kejuaraan dalam 2 pertandingan. Keluar!
Kau dan istrimu bisa menikmati liburan.
Aku tidak mengerti.. mengapa kalian tidak menganggap hoki putri dengan serius.
Dan kami tidak mengerti mengapa kau menganggapnya dengan serius.
Uttam-ji, wanita India terlahir untuk memasak dan membersihkan rumah.
Mereka tidak bisa berlari dengan mengenakan rok pendek.
Bagaimana bisa seorang anggota asosiasi mengatakan hal-hal seperti itu?
Itu karena kami berada di dalam asosiasi ini..
.. dan telah berkeliling dunia, sehingga kami bisa mengatakan hal-hal seperti itu.
Dengar, kau telah melakukan tugasmu dengan menyeleksi 16 pemain India.
Punjab, Tamil Nadu, Jharkand, Andhra, Railways.
Kau bahkan telah memilih pemain dari Manipur dan Mizoram yang terpencil.
Tapi sekarang di mana kau akan menemukan seorang pelatih? Dari bulan?
Apakah ini juga kesalahan gadis-gadis ini?
Bukan, ini bukan kesalahan mereka.
Ini adalah kesalahan orang-orang sepertimu yang berharap banyak dari mereka.
Tidak ada sponsor.. tidak ada penonton.. tidak ada liputan TV, atau media..
Sekarang, pelatih mana yang mau terjun ke dalam kekacauan ini dan merusak karirnya?
Apakah ada? Tidak ada.
Ada satu orang.
Siapa?
Kabir.
Siapa?
Kabir Khan.
Kabir Khan yang itu?
Ya, dia.
Sejak kapan dia memiliki minat di hoki putri?
Dia bahkan meninggalkan dunia hoki pria bertahun-tahun yang lalu.
Tidak ada yang melihatnya selama enam-tujuh tahun.
Kalian bisa melihatnya sekarang.
Di mana?
Di luar. Di ruang resepsionis.
Jangan menyerang ke arah gol tim lawan tapi serang pikiran mereka.
Kau akan mendapatkan golnya secara otomatis.
- Tuan - Hmm?
Anda dipanggil ke dalam.
- Tuan - Kabir.
Sudah berapa tahun..
Tujuh tahun, tiga bulan.. sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas..
7 tahun, 3 bulan, 14 hari.
Apa .. apa yang kau lakukan selama ini?
Aku mempersiapkan diri untuk pertemuan ini.
Dia ingin menjadi pelatih Tim Hoki Putri India.
Kau bukan anak-anak, tuan Kabir Khan.
Kau tahu, di negara seperti negara kita,
.. keberadaan Tim Putri hanyalah formalitas, bukan realitas.
Reputasimu bahkan sudah..
Dan kau ingin membersihkan namamu dengan melatih tim ini.
Sebuah tim yang tidak fit untuk bermain melawan tim SMA di Eropa.
Tim seperti inilah yang aku inginkan.
Aku tidak mengerti..
Aku tidak berpikir kau akan mengerti.
Jadi bisakah aku beranggapan kalau aku diterima?
Lagi pula, sepertinya kalian tidak memiliki pelatih lain.
Aku telah melakukan semua yang aku bisa..
.. tetapi kau harus memikirkannya.
Sudah kupikirkan.
Kabir, ini bukan sebuah tim. Ini adalah kuburan.
Mengapa kau mau terkubur di dalamnya?
Tim ini takkan pernah mendapatkan pelatih yang lebih baik darimu.
Tapi pikirkan tentang dirimu sendiri.
Aku memang berpikir tentang diriku sendiri.
Kau telah berubah. Kau telah banyak berubah.
Aku tidak berubah. Tidak ada yang berubah.
Kau tahu kita kalah dalam pertandingan itu bukan karena kau.
Kau telah melakukan semua yang kau bisa untuk mencetak gol melawan Pakistan.
Tapi mereka telah mencetak gol melawanku, timku, negaraku.. dan keluargaku.
Semua orang diperbolehkan memiliki kesalahan.
Semua orang?
Kabir, mengapa kau kembali?
Untuk membantu tim ini memenangkan Kejuaraan Dunia.
Yang mana tidak mungkin terjadi..
Itulah yang harus dilakukan.
Kapan ke-16 gadismu itu datang?
Mereka harus tiba di sini besok pagi dari negara bagian masing-masing.
Negara bagian.. tidak ada yang berubah.
Dulu negara bagian, sekarang negara bagian..
Ini dia..
Nah bu, sekali lagi sepertinya..
.. pihak Asosiasi telah melimpahkan seluruh India kepada kita.
Jadi mereka ini yang terbaik?
Itulah yang mereka katakan.
Bukankah dia yang penjaga gawang tim Railways?
Siapa namanya?
Vidya.. Vidya Sharma.
Aku dengar dia sudah menikah dan berhenti bermain hoki?
Nah dia ada di sini..
100 rupee? 100 rupee kakiku! Apa meterannya cuma hiasan?
Meterannya rusak, kau harus membayar 100 rupee.
- Aku akan memberimu 100 tamparan! - Apa yang kau bicarakan?
Sesuatu yang bisa kau mengerti! Terima 50 atau aku akan menghajarmu dengan tongkat hoki!
Jangan marah.
Kepalamu akan meledak suatu hari nanti.
Tapi nenek, kau tidak mengatakan apa-apa kepadanya.
No comments yet. Be the first to leave one.