House of David

House of David

Elŝuti Indonesian Subtekston

Sezono 1

Eldonaj informoj

House of David S01E06 Giants Awakened AMZN WEB H264-SuccessfulCrab
Komentaĵo de tedi
Retail AMZN | 53:58

Etikedoj

webdl
Publikigita je: 2025-03-20
Elŝutoj: 156
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

SEBELUMNYA DALAM HOUSE OF DAVID

Hari ini kutawarkan putriku kepada putramu.

- Kau tak boleh lanjutkan. - Ini hidupku, Daud.

Orang tak boleh tahu kau menyukai bocah gembala.

Jika aku menjadi keluarganya, darah tak akan tumpah.

Kau tak akan bicara.

- Kau Ibu Para Raksasa. - Apa penawaranmu?

Balas dendam.

Bunuh singa itu.

Suku kita tak akan bersatu.

Saul, mari kita bahas di pagi hari...

Jangan bujuk aku, Wanita!

Keluar dari rumahku!

Semua bermula pada masa Pemberontakan Besar,

ketika para malaikat surga mendambakan takhta abadi.

Mereka bangkit memberontak, tetapi kalah dan diusir.

Malaikat-malaikat itu jatuh ke bumi.

Entah diusir oleh Tuhan, entah ditugaskan mengawasi anak-anak manusia.

Tak diketahui.

Ada yang bilang itu legenda belaka, ada yang bilang itu sungguh terjadi.

Cerita turun-temurun selama banyak generasi.

Manusia melahirkan anak-anak perempuan yang cantik nan indah,

yang sosoknya membawa citra Tuhan.

Malaikat melihatnya dan merasakan sedikit hasrat.

Pemimpin mereka, Samyaza, berkata pada kawanannya,

"Mari ambil istri dari putri manusia

dan mari lahirkan anak-anak kita sendiri."

Begitulah terjadi.

Dari persatuan itu, lahir sesuatu yang berbeda dari anak manusia.

Raksasa.

Terlahir dari persatuan terlarang,

melahirkan pria-pria berkemampuan besar.

Mereka berjalan sebagai dewa di tengah kita.

Namun, Tuhan menghukum para malaikat itu atas dosa mereka.

Mengasingkan mereka dalam kegelapan abadi,

tak akan berpijak di atas bumi lagi.

Yang tersisa hanyalah pelopor pemberontakan mereka.

Ditakuti dan diburu oleh manusia.

Mereka adalah kalian, Anak-Anakku.

Kalian adalah kaum Nefilim yang terakhir.

Jika itu semua benar...

kenapa kita masih bersembunyi di sini?

KOTA GATH WILAYAH FILISTIN

Ada apa lagi, Akhis?

Aku lelah kau panggil

hanya untuk mendengar kisah fantasi dan legenda.

Mereka nyata. Aku pernah lihat.

Aku percaya ayahmu.

Aku juga percaya kepadamu.

Kau tahu itu.

Namun, kelima pasukan hanya akan bersatu

jika kehebatan itu mereka lihat sendiri.

Bukan mitos atau legenda.

Kau dengar itu?

Kau mau lihat kekuatanku?

Dia akan tiba di gerbang dan berlutut di kakiku.

Sudah berminggu-minggu.

Kukira kau tak akan datang.

Jika bukan karena putraku, aku tak akan datang.

Izinkan pelayanku melayanimu.

Apa pun keinginanmu.

Yang Perkasa, aku punya hal menarik untuk kau lihat.

Panggil raja-raja lainnya untuk berkumpul di Lembah Elah.

Kita akan bertemu di sana bersama pasukan dan para raksasaku.

Inilah saatnya.

Aku menjunjung-Mu, Tuhan

Karena Kau tinggikan aku

Kau tak biarkan musuh-musuhku

Menang dariku

Tuhanku, aku berteriak kepada-Mu

Aku berteriak kepada-Mu

Mikhali.

Kau sedang apa?

Aku mencoba melihat masa depan yang tak terlihat.

Seperti dukun Ibu saja.

Terkadang istana ini terasa begitu...

Sering kali, aku mendapati diriku terduduk di dinding

memandangi cakrawala,

berharap melihat saudara kita, Esybaal, sekali lagi saja.

Namun, aku kehilangannya.

Juga diriku sendiri.

Aku turut sedih Ayah menggagalkan pernikahanmu.

Tidak.

Tugas kita adalah menjadi hamba yang patuh kepada Raja.

Betapa pun labilnya Raja itu.

Kebahagiaan dan kehendak bebas adalah ilusi belaka.

Lalu kau.

Kencan-kencan rahasiamu itu?

Hampir sama populernya dengan penyakit Ayah.

Kau jatuh cinta?

Tidak.

Tadinya.

Tadinya.

Kini aku bingung.

Betapa tulus dan lugu hatimu.

Dibanding hatimu yang keras?

Jangan menghindar.

Kenapa kau bingung?

Ibu memberitahuku beberapa hal baru.

Kini aku melihat sisi dirinya yang lain.

Dia rakyat jelata. Kau tak akan diizinkan menikahinya.

Kau akan mengerti nanti.

Kita adalah tangga yang dinaiki pria demi mencapai ambisi mereka.

Makin cepat kau pahami itu, makin ringan langkah mereka menginjakmu.

Tuhan telah memberkatimu dengan bakat.

Terima kasih, Rajaku.

Aku iri kepadamu.

Kehidupanmu yang dahulu.

Kepolosan itu.

Mengawasi ternak, peternakan.

Aku merindukannya.

Anda besar di sana?

Aku tak terlahir sebagai raja.

Aku menjadi raja.

Sepertimu, aku merawat ternak.

Keledai.

Hewan keras kepala.

Lebih daripada domba.

Namun, kurasa itu persiapan yang bagus untuk memimpin manusia.

Jadi manusia seperti keledai?

Kadang lebih buruk.

Dari gembala menjadi raja.

Apa pun bisa terjadi.

Kau bisa menjadi apa pun.

Dari mana pun kau berasal.

Jangan biarkan perkataan siapa pun merebut takdir darimu.

Takdir itu milikmu.

Genggamlah yang erat.

Ada pengunjung.

Bagus sekali.

Dia tak pernah kemari.

Jika Ratu tahu...

Kita saling menjaga rahasia, seperti biasa.

Kau boleh pergi sekarang.

Jangan takut, Ruben.

Kezia menceritakan hal-hal baik tentangmu.

Betapa pintarnya kau, betapa penurutnya kau.

Katanya kau pernah bersama Raja, pada satu malam istimewa.

Di medan perang.

Ketika seseorang mengunjungi Raja.

- Samuel? - Ya.

Samuel. Apa katanya?

Apa akhirnya kau bunuh?

Hewan-hewan ini.

Kau korbankan mereka?

Aku bukan penilik, Ruben.

Lantas kenapa mereka dilukai?

Kenapa?

Aku bisa belajar dari mereka.

Banyak hal di dalam yang ingin kuketahui.

Apa kau pernah melihat jantung dari dekat?

Tidak?

Kau mau lihat?

Katakan yang kau dengar.

Sebagai imbalan, kutunjukkan banyak hal hebat di sini.

Suara mereka keras dan Raja berteriak.

Katanya, Tuhan jadikan dia raja.

Tuhan telah merebut Kerajaan darimu.

Dia diurap...

- Diurapi? - Diurapi.

Terima kasih, Ruben.

Penempaan logam pertama kali dipelajari manusia dari para dewa.

Pada akhir Zaman Besar lalu, rahasia seni mistis menghilang.

Begitu pula banyak elemen berharga lain yang diperlukan.

Perunggu, besi.

Juga kehendak untuk menempanya.

Zirah lengkap.

Istimewa.

Karya pandai besi Mycenae terbaik.

Tak ada duanya.

Ya.

Ini bagus.

Hei. Lihat.

Kalian ingin bermain?

Tenang. Mereka tak akan melukainya.

Dia mungkin melukai mereka.

Lihat ini apa.

Siapa mau bertarung?

Kemari!

Mau ke mana?

Kembali!

Bersekutulah denganku, bantu kemenanganku.

Kau dan putra-putramu akan hidup bagai raja.

Raja?

Mereka adalah dewa.

Kau bermain orang-orangan di atas peta,

berdebat dan bertengkar soal kepemilikan tanah,

dewa mana yang lebih kuat.

Seolah kau mengendalikan semua itu.

Jadi, bagaimana tawaranku?

Kita bisa membalaskan dendam bersama.

Biar Goliat membunuh raja mereka, memperbudak rakyatnya.

Harta rampasan akan cukup untuk kita bagikan setelah menang.

Balas dendam adalah impianku selama ini.

Jadi...

Ini tawaran balasanku.

Putra-putraku akan mendukungmu, dengan satu syarat.

Katakan.

Takhtamu.

Aku tak mengerti.

More Indonesian subtitles for House of David

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left