La unuaj 200 linioj.
Jangan menahan napas.
Apakah sakit? Namun, ini baru awalnya.
Jangan menyerah.
Ayo!
Siku lurus!
Tetap fokus!
Ayo, jangan menyerah!
Ayo!
Tinju adalah pengulangan dan konsistensi.
- Hei! - Kanan, kiri, menghindar.
- Kiri, kanan, hook, mengelak. - Hei!
Kiri, kanan, uppercut, kanan, mengelak.
Kiri, kanan, hook, mengelak.
Kiri, kanan, kiri,
uppercut, kanan, selesai.
Paham? Ada pertanyaan?
Aku mau kencing.
Kapan selesainya?
- Kau pria atau wanita? - Otot itu asli?
Aku harus pergi. Bisa tolong lanjutkan?
- Ya, Sayang? - Ya, Sayang. Apa kabar?
- Kau tak apa? Kau di mana? Masih kerja? - Aku pulang sekarang.
Yang benar saja!
Aku pulang.
- Itu suara kantor. - Aku pulang.
- Sungguh. - Hentikan.
- Segera tiba. - Kutulis di agandamu.
- Sudah janji. - Aku pulang!
- Jangan dikacaukan! Yang benar saja! - Aku datang! Kau menyebalkan!
Tunggu.
Apa?
Posisinya.
- Aku lihat panduan. - Panduan?
- Sungguh? - Posisi ini salah.
Kau lebih percaya itu?
Kau yakin? Karena Vincenzo suka. Dia siap.
Membiarkan banyak potensi dan keterampilan…
melemah begitu saja
akan disayangkan.
Vincenzo. Ya.
- Tunggu! - Apa?
- Ini ranjang ibumu. - Dia sudah tiada.
Ya. Masih ada jiwa ibumu di dalamnya. Mendengar semuanya.
Ranjang bersekongkol melawan kita, ya?
Benar.
Baiklah.
Enyahlah. Pergilah, Bu!
Ayolah, waktunya kau pergi!
Haruskah kita membuat anak?
Tentu.
- Gelengkan kepalamu untuk memastikan. - Baik.
- Seperti ini? - Ya.
Jangan berdebat.
- Dia begitu. Aku tak paham ucapannya. - Dia mau promosi.
Kau ingin promosi?
Benar.
HARI OVULASI
Aku datang.
Aku datang.
Lihat. Ada bayangan samar. Garis kedua, 'kan?
Itu rambut jenggotmu.
Ya. Hanya satu garis.
Lihat.
TES KEHAMILAN
Entah kapan atau bagaimana, kita akan jadi orang tua.
Paham?
Kau tersenyum. Bagus.
Kau serius?
Apa? Kata panduan, bisa meningkatkan peluang.
Bisa menggandakan peluang kita.
Bicaralah dengan Vincenzo.
Ya.
Akan kuhajar dia.
Vincenzo! Bisakah kau bangun, Bung?
Jika macam-macam, dilarang bercinta.
Gosok perut dengan minyak jarak dan katakan…
Perlu korbankan kambingsebelum tidur juga?
Aku tak keberatan, tapi Vincenzo akan marah.
Siapa Vincenzo itu?
Dia sepupu jauh, Nadia.
Hentikan! Kau mempelajari sihir?
Tidak, bukan sihir.
Ya, itulah dia, Nadia.
- Dia berbahasa Arab? - Abaikan.
Dia cuma tahu dua kata. Tadi Ibu bilang apa?
Kau bisa gosok pakai brokoli juga.
Ibu, nanti kutelepon lagi.
Kemari! Kapan kau tahu kata sihr?
Permisi.
- Aku pulang. Sungguh. - Menyebalkan.
- Salam cium. - Aku muak harus terus menelepon.
Tak berhasil.
Tak berhasil!
Sampai nanti malam.
Sampai jumpa nanti malam.
TAHAP BAYI TABUNG
Ini sederhana. Akan kujelaskan.
Kami akan merangsang ovarium,
kumpulkan oosit dan difertilisasi di lab.
Lalu kami akan mengambil embrio yang layak.
Lalu…
Langkah ketiga ini, kapan dilakukan?
Sampel sprema?
Kita lakukan sekarang.
Lakukanlah.
Perawat akan menjemputmu, lalu…
- Ini pukul 08.00. - Lantas?
- Tak ada perawat. - Pagi pun tak apa. Hentikan.
Kau tak masturbasi pukul 08.00?
Bukan kau yang menentukan.
- Lantas? - Semua beres?
- Ya. - Ya. Dia akan melakukannya.
- Tak apa. - Tidak.
- Ya. - Aku tak mau.
Dia akan melakukannya.
Dia akan lakukan dengan baik.
Akan kulakukan. Tentu. Aku…
Berusahalah.
- Ya, baiklah. - Keluarkan semuanya.
Ya, ini tak sama.
Jadi, doktermu ke sini tadi.
Di antara tabung itu, bisa ambilkan yoghurt? Terima kasih.
Jika kau mencariku, aku akan berjaga di bawah tangga.
Terima kasih sudah melakukannya. Aku sudah muak.
Ayo lakukan.
Kau siap?
Kau tak bisa lakukan itu, ya?
Aku takut. Tak sanggup.
- Kau bisa. - Ya, aku bisa.
Ada satu embrio layak.
Mau lanjut mentransfernya?
Spekulumnya kukeluarkan.
Sudah selesai?
Bagus, kau bisa bangun.
Ayo, Sayang. Semua baik-baik saja.
Ya, aku takut.
Aku mau berbaring saja.
LAB
Jawablah.
Halo?
Dengan Ny. Belkacem? Ini dr. Saada.
Ya?
Kami mendapatkan hasilnya.
Embrionya tak terbuahi.
Apa karena aku?
Bukan.
- Karena aku? - Bukan.
Kalian berdua tak bisa.
Kini tersisa dua pilihan.
Donasi embrio atau adopsi.
Apa itu donasi embrio?
Pasangan yang punya anak
dan tak butuh embrio lagi bisa disumbangkan. Pendonornya anonim.
Aku tak mengerti.
Apa yang ada di rahimnya? Bayi pasangan lain?
Kau mengandung anak yang tak punya DNA kalian,
tetapi kau akan melahirkan dan membesarkan dia.
Dia menjadi anak kalian.
Silakan pikirkan dahulu.
Mau lakukan apa? Menonton film yang ringan?
Film?
Ya, film yang ringan. Untuk mengalihkan pikiran.
Tidak. Aku tak bisa memikirkan hal lain.
Kau sudah putus asa, ya?
Kau tahu?
Aku berusaha sebisaku.
Selamat tidur.
Selamat tidur.
10 TAHUN KEMUDIAN
Tinju bukan permainan. Bukan gim video, kartun, atau semacamnya.
Paham?
Itu keberanian untuk berusaha dalam ketakutan.
Kalian bertinju dengan tangan, kaki, dan keberanian.
Aku melatih kalian
agar kalian memahami diri sendiri dan merasa istimewa.
Ibu?
Ibu?
Ya?
Apa kita akan menang?
Kita sudah menang.
Kalian bagai singa. Singa tak mengeong, tapi…
Mengaum!
- Kalian siap? - Ya, Pelatih!
Apa kekuatan kita?
Berani, bukan amarah!
- Apa kita menyerah? - Tak pernah, Pelatih!
- Kapan kita menangis? - Setelahnya, bukan sekarang!
Satu, dua, tiga!
Ayo!
Semangat!
Kerahkan kemampuanmu. Kau tahu skornya.
Seperti saat latihan.
- Konsentrasi. - Ibu.
Paham? Konsentrasi!
Ibu!
Ayo. Lihat dia. Tubuhnya pendek.
- Kau pasti bisa! - Ibu tak tahu.
Semangat!
Katakan ukuran tubuh tak penting.
Itu tak penting.
No comments yet. Be the first to leave one.