Remarkably Bright Creatures

Remarkably Bright Creatures

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Remarkably Bright Creatures 2026 NF WEB H264-EDITH
Comentario por tedi
Retail NF | 1:54:00

Etiquetas

webdl
Publicado el: 2026-05-08
Descargas: 529
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Aku sangat merindukan ketenangan.

Tak ada ketenangan seperti di dasar laut.

Sekarang waktuku hampir habis...

Kucoba mengingat kenangan masa lalu.

Aku pernah mengetahui setiap arus,

setiap jalan menyusuri ganggang.

Juga sensasi kebebasan tanpa batas.

Ada prasmanan makanan lezat,

yang semuanya untukku.

Namun, yang terbaik,

aku bisa sendirian.

Aku sangat merindukan kedamaian dan ketenangan di rumah.

Terutama saat wisata pendidikan yang menyebalkan.

Sudah 1.401 hari aku dikurung.

Sekelompok anak kelas tiga dan gurunya yang tak becus

datang ke sini untuk mempelajari kehidupan laut dan merusak soreku.

Ia bernama Marcellus dan ia adalah gurita Pasifik raksasa.

Kevin, jangan menjilati kaca.

Tak kelihatan. Dia tak ada di sana.

Itu karena aku bermimikri, Kevin.

Baca petunjuknya.

Di akuarium ini,

aku tunduk pada spesies di bawahku dalam segala aspek.

Dikasihani oleh mereka adalah penghinaan.

Satu-satunya kelebihannya adalah mural kecil yang mereka buat di selku.

Masing-masing mural itu unik.

Tiap mural serumit siput bulan.

Dari semua orang, aku paling tak keberatan bersama petugas kebersihan.

Sedang malas bertemu orang malam ini?

Ya. Aku paham rasanya.

Namun, kau tak bisa sembunyi dariku.

Kuharap kau makan kerang segar hari ini.

Sudah kubilang kepada Terry, kau bosan dengan ikan halibut beku itu.

Kau tak tahu.

Tak seperti spesies bodoh lainnya, kami punya beberapa kesamaan.

Kami berdua suka malam hari.

Kami menikmati kesendirian.

Halo, Sayang.

Seperti aku, dia tak suka belut serigala.

Ya ampun!

Juga lantai yang lengket.

Kami berdua memimpikan dasar laut

yang menghilang dari kami.

- Bagaimana alergimu? - Mendingan.

Miranda Downs juga mengeluhkan alerginya.

Yang manjur baginya adalah mengompres kaki dengan kain lap dingin sebelum tidur.

Sesederhana itu.

Itu pilihannya, 'kan?

Memang.

Totalnya lima belas dolar.

Sepuluh dolar. Lima dolar. Baiklah. Ini uangnya.

- Pas. - Selamat malam.

Selamat malam, Tova.

Hati-hati berkendara. Jalanan licin.

Selalu begitu, tapi aku tetap selamat.

Anda menerima satu pesan baru.

Bu Sullivan.

Bruce dari Hunian Lansia Charter Village menelepon lagi.

Kami senang kau bergabung dengan komunitas kami di Bellingham.

Tolong hubungi aku untuk mengambil tempatmu.

Lalu kita bahas langkah selanjutnya untuk pindah.

Telepon balik, ya? Terima kasih.

Tidak!

Astaga. Sial. Tidak!

Yang benar saja!

Tidak.

Sekarang ponselku. Apa-apaan ini?

Bisa kubantu?

Ya, mobil dengan radiator yang berfungsi.

Mungkin hanya itu yang tak ada.

Kalau pengisi daya ponsel?

- Tanner! - Ya?

Bawakan pengisi daya ponsel dan secangkir kopi

bagi teman kita yang sedang sial ini.

Terima kasih.

Kenapa kau pergi ke Sowell Bay?

Hanya mencari seseorang.

- Teman? - Bukan, orang yang berutang padaku.

Orang yang menyenangkan untuk dicari.

Ya, pasti lebih asyik dengan mobil yang tidak mogok.

Tanner, aku tak dengar kau bergerak!

- Ini. - Terima kasih.

- Ya. - Astaga.

Aku suka Friko. Kami hampir buat konser untuk mereka.

Lalu musiknya bertema politis.

- Mereka mau undang kami. - Siapa "kami"?

Band-ku, Sosis Ngengat.

Apa? Tunggu.

- Kau anggota Sosis Ngengat? - Ya.

Bagaimana kau tahu? Dari Bandcamp?

- Kau tahu kami? - Ya.

Aku hanya bercanda.

- Tadi kau bohong? - Ya.

Kini aku merasa bersalah.

Untuk menebusnya, kuberi sarapan gratis.

Kami membuat roti lapis yang lezat. Tanner!

Kau di situ rupanya. Astaga.

Buat roti lapis spesial untuk…

Kau main alat musik apa?

Gitar.

- Gitaris utama di Sosis Nyamuk. - Baiklah.

Lalu kami akan menghubungkanmu dengan Peter di bengkel mobil.

- Tidak enak, ya? - Benar.

Roti lapis terakhirnya berasa seperti kaus kaki.

Harriet bertemu Carol di ruang tunggu.

Mereka mulai mengobrol dan sadar gejala mereka sama.

Sehingga mereka tahu Fred Murphy meniduri mereka berdua.

- Tidak! - Astaga.

Seperti Ruth, Ruth Hitam, dan Charlie Simpson.

Barb, jangan sebut "Ruth putih" dan "Ruth Hitam".

Itu warna rambut mereka. Kalau tidak, bisa membingungkan.

Tak ada yang bawa benang lagi?

Baru keluar dari oven?

Kalian tahu Ethan dari Shop-Way?

Dia merokok ganja.

Aku mencium baunya saat ke sana beli keju cottage.

Mary Ann, semua merokok ganja.

Ganja ada dalam mentega, permen kenyal…

Ada di permen kenyal?

Tova, kau pendiam hari ini.

Kau baik-baik saja?

Dia tak perlu kerja malam.

Bahkan, kau tak perlu kerja.

Aku tak suka kau berurusan dengan semua bahan kimia itu.

Aku hanya merajut. Tak suka gosip.

Carol dan Harriet mengencani pria yang sama.

Tentu saja.

Mereka berdua pakai kertas dinding yang sama selama 30 tahun.

Kertas dinding bisa dimaklumi, tapi Fred?

Sowell Bay adalah tangki ikan.

Itu yang sering dikatakan Will.

Dia sering bilang tak bisa beli satu stoples selai kacang

tanpa diketahui seisi kota sejam kemudian.

Will…

Dia salah satu dari orang yang terdaftar

pada hunian lansia itu, Charter Village.

Mereka terus meneleponku, ingin tahu rencanaku.

Sebelum dia sakit, dia mendaftarkan kami.

Kurasa dia hanya tak ingin aku berada di rumah itu sendirian.

Will ingin menjual rumah itu.

Tiga puluh tahun lalu, setelah Erik…

Setelah dia wafat.

"Lanjutkan hidup," katanya.

"Lanjutkan hidup. Jual rumah itu."

Aku tak bisa.

Mungkin dia benar.

Mungkin aku harus melanjutkan hidup.

Meski dia tinggal di tangki yang lebih besar dari tangkiku,

aku tahu petugas kebersihan itu juga ingin bebas.

Kecerdasanku yang tinggi membuatku sangat peka

terhadap perilaku semua makhluk.

Dugaanku, dia ingin bersembunyi di suatu tempat yang lebih dalam.

Astaga.

Ya ampun.

Yang benar saja.

Ini menjijikkan.

Sudah beres.

Baiklah.

Astaga.

Marcellus?

Bagaimana kau bisa sampai di sini?

Tidak. Tak apa.

Tak apa. Lihat.

Tentakelmu kusut. Sebentar…

Baiklah. Aku bisa. Tak apa.

Sudah. Ini akan baik-baik saja. Ini akan…

Marcellus.

Astaga.

Konon, gurita pernah punya cangkang.

Tanpa cangkang bisa berbahaya.

Kami jadi rentan terhadap pemangsa, tapi itu juga memberi kami kebebasan

menyelinap melalui celah dan retakan.

Untuk menjelajah dan berburu.

Bila perlu, untuk kabur.

Di penjara ini,

kepuasan kulinerku tergantung padanya.

- Apa? - Namun, keberanianku ada risikonya.

Tiap menit keluar dari air, kulitku kering dan denyut tiga jantungku melambat.

Malam ini, nyawaku hampir melayang.

Marcellus.

Dia menyelamatkanku.

Kau membuatku takut setengah mati.

Aku tak berniat membuatnya jatuh.

Sentakanku itu naluriah.

Karena aku merasakan kekosongan hatinya.

Penyakit tersembunyinya.

Hati petugas kebersihan itu.

Aku harus mencari cara untuk menyembuhkannya.

Setidaknya, itu balas budi yang bisa kulakukan karena menyelamatkan nyawaku.

Astaga.

Tova!

Aku tak ingat kapan terakhir melihatmu siang hari.

Mau sarapan roti lapis?

Tanner!

Buatkan roti lapis.

Ada isi sosis biasa, telur, dan keju, tapi rahasiaku adalah moster gandum murni.

Tidak, aku cuma mau beli pereda nyeri.

Kenapa? Apa yang sakit?

Tak serius. Pergelangan kakiku terkilir.

Pergelangan kaki itu serius.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left