Soulmates

Soulmates

Descargar subtítulo en Indonesian

Temporada 1

Información de lanzamiento

Soulmates 2020 S01 WEB-DL NF
Comentario por tedi
Murni Retail NF | 6 eps Belum sinkron versi apapun

Etiquetas

webdl
Publicado el: 2026-01-03
Descargas: 21
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

- Kau sudah pulang. - Kau sudah pulang.

- Apa dia lucu? - Tidak, dia sama sekali tidak lucu.

Dia cukup gugup.

- Dia banyak bertanya tentang kau. - Apa yang kau katakan?

Bagaimana Sarah?

Dia masih muda, bersemangat.

Entahlah.

- Tapi dia cantik, bukan? - Tidak.

- Dia cantik. Aku melihatnya. - Maksudku, dia…

Tentu, tapi basa-basi

yang dia coba lakukan agak buruk.

- Kami lakukan beberapa hal. - Benarkah?

Ya, itu aneh, gerakannya berbeda.

Seperti apa?

Entahlah, dia mencoba mengeja namaku.

Elizabeth itu sembilan huruf, itu cukup besar dalam Scrabble.

- Baguslah. - Lalu dia taruh tangannya…

Tidak perlu semendetail itu, terima kasih.

Selamat malam.

- Kau memakai kondom? - Ayolah.

Aku harus bertanya.

Ya, tapi aku tidak memasukkannya.

Dia tidak mengizinkanmu setelah kau bilang "masukkan"?

Begitukah?

Kau baik-baik saja?

Ya.

- Aku mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.

- Apa itu aneh? - Ya, sedikit. Tapi itu menyenangkan.

Tapi aku senang kembali ke sini bersamamu.

Aku juga.

Selamat pagi, warga Los Angeles.

Ini pukul 08.07 dan suhunya 25 derajat Celsius.

Jalan tol tampak lancar

dan jujur saja, LA,

astaga, aku akan mengatakannya, aku merasa optimistis.

Kau tahu hari-hari saat kau merasa, "Ya, aku bisa.

Aku menjalani hidup yang baik. Aku bahagia, sehat,

sukses, dan yang terpenting, aku memegang kendali."

Hari ini, Los Angeles, itulah aku.

Hubungi aku jika pagimu menyenangkan di 8188336000.

- Hei, Ralph. - Apa kabar, Kawan?

- Hei. - Hei, Pria Kecil.

- Hei, Pak. - Mikey!

- Hei. Kau memanggilku "Pak"? - Ya.

- Aku seperti kesatria bagimu? - Ya.

- Begitukah? Baiklah. - Ya.

Kau mau

bermain denganku dan Nyonya Libby sebentar karena datang pagi-pagi? Mau?

- Maukah kau bermain denganku? - Ya, bisa saja.

Aku harus bekerja, jadi, aku tak mau

kau terlalu asyik bermain tapi aku harus pergi sebelum kita selesai,

dan kau merasa ditinggalkan…

Nyonya Libby tak tahu cara bicara dengan kesatria seusiamu.

Tapi aku akan bermain denganmu.

Tos. Bum! Pergilah.

Aku selalu takjub akan betapa buruknya kau dengan anak-anak.

- Ayo, kita akan terlambat. - Pergilah dengan pasangan kerjamu.

- Jaga dia untukku, ya? - Aku selalu menjaganya.

- Hei, apa kabar? - Hei.

- Baik. - Baiklah.

Aku menyarankannya kepada suamiku. Kami membahasnya.

Katanya jika aku tidur dengan orang lain, dia akan membunuhku.

Kata-kata persisnya adalah, "Akan kutusuk kau dengan pisau favoritmu."

Adam pasti senang sekali.

- Itu ideku. - Kau membuatku muak.

Tidak, kami akan bersama selamanya,

dan aku tak mau tumbuh membencinya.

Kalau kau jatuh cinta dengan orang lain?

Tidak akan. Dan dia tidak akan.

Kami punya peraturan.

Satu, hanya dari aplikasi. Dua, hanya semalam.

Ini hanya pertualangan kecil, dan itu membuat kami saling tertarik.

Sejujurnya, kurasa kami sudah mendobrak monogami.

Tentu saja. Teruskan.

Ya. Masih mencintaimu.

Cium aku.

Menciummu?

- Sial. - Apa?

Ada yang ingin bercinta?

Tidak, ini bukan dari aplikasi. Bukan aplikasi itu.

SOUL CONNEX, ADA KECOCOKAN

- Kau marah? - Kenapa kau bilang begitu?

Kita tak punya rahasia.

- Itu tak sengaja. - Benarkah?

Seperti tergelincir, jatuh, dan menemukan belahan jiwamu?

- Itu bertahun-tahun lalu, Adam. - Saat usiamu 12 tahun?

Saat kita putus, ingat?

Putus apa? Kapan?

Saat kubilang aku mungkin tak mau punya anak.

Kau takut anak-anak, tak apa-apa, kita sudah usahakan,

dan apa pun keputusanmu, tak masalah. Aku sudah lupakan.

Aku tahu, tapi kupikir itu satu-satunya saat kita mungkin putus,

jadi, aku mengikuti tes.

Dan tak ada yang muncul,

kuanggap itu pertanda kaulah belahan jiwaku.

Dan aku harus melupakannya.

Siapa dia?

Siapa dia?

Hentikan!

Berhenti!

Ini aneh sekali.

- Aneh sekali. - Ini gila.

Kau sungguh bukan biseksual atau gay?

Aku pernah mencium beberapa gadis di kampus.

Lebih untuk mengesankan pria fraternitas. Aku feminis yang sangat buruk saat itu.

Aku jauh lebih baik sekarang.

Senang kau datang ke sini.

Aku sedang berlibur.

Aku guru pengganti, jadi, ada banyak waktu luang.

Kau bercanda. Adam juga seorang guru.

- Sungguh? - Ya.

- Pelajaran apa? - SD Montessori, Kelas 1 dan 2. Kau?

Apa itu "mengikuti kebahagiaanmu"?

Apa yang kau ajarkan?

Semuanya di tingkat yang sangat rendah.

Aku efisien di kelas satu untuk semuanya.

Baiklah.

Kurasa kita harus pergi minum.

- Ya. - Itu ide bagus.

Tidak, maksudku kami berdua. Jika boleh?

Ya, tentu saja.

Ya, kalian berdua harus saling mengenal.

Aku akan buatkan makan malam.

Tidak. Tidak perlu, aku sudah makan. Jangan mencemaskanku.

- Aku akan makan di suatu tempat saja. - Baiklah.

Aku mencari beberapa karya senimu.

Apa? Tidak, kenapa?

- Itu jelas bukan seni. - Tidak.

Itu perusahaan, apa pun yang diinginkan klien, jadi…

- Itu bagus, aku… - Tidak, diamlah.

Ya. Tapi kurasa itu pasti sangat membuat frustrasi.

Harus selalu melawan mereka.

Tidak, aku sudah lama menyerah.

Hanya ikuti perintah, lalu pulang.

Aku jauh lebih bahagia seperti ini.

Aku bersama pria ini selama hampir setahun.

Itu hubungan terlama yang pernah kumiliki.

Aku memergokinya berbelanja cincin…

- Tidak mungkin. Sial. - Ya, jadi, aku panik dan berteriak,

"Kurasa kita belahan jiwa, dan kita harus tes untuk buktikan!"

Jadi, pada dasarnya, kau ikut tes

karena tak tahu cara putus dengan seseorang?

- Bagus sekali. - Ya. Aku tidak bisa membantahnya.

Apa kau kesal saat tahu itu aku?

Entahlah. Aku…

Kurasa memiliki satu orang untuk semuanya,

itu membuatku merinding, jadi, saat kulihat itu kau,

dan kau sudah menikah, aku berpikir, "Ya, itu masuk akal."

Karena belahan jiwaku akan seperti sahabatku.

Bukan pasangan.

- Adam sangat lega. - Aku yakin begitu.

Ya, benar.

Menurutku dia sangat hebat.

Astaga. Dia sangat tampan.

Matt ingin tinggal bersama setelah sebulan.

Kurasa dia tak tahu perbedaan cinta dan ketergantungan.

Itu sangat menyedihkan.

Aku pindah ke apartemen Adam setelah dua pekan.

Astaga.

Aku menyebutnya cinta.

Ya. Aku yakin begitu.

- Maafkan aku. - Tidak perlu.

Dia sangat tampan, kau gila.

Berhenti. Kau akan membuatku menyesal.

- Apa ini? - Tunggu. Tidak.

Tunggu.

- Kau yang membuat ini? - Tidak, aku seorang guru.

- Kau seniman? - Tidak, bukan apa-apa. Itu…

Kau seorang seniman. Kenapa kau tidak memberitahuku?

Aku merasa sangat bodoh sekarang.

Kenapa tak jadikan ini pekerjaan?

Ini ajaib.

Hei. Adam, dia hebat.

Dia seperti seniman sungguhan.

Aku merasa kami sudah lama saling mengenal.

- Sangat mudah bicara dengannya. - Sayang, haruskah aku khawatir?

- Apa? - Haruskah aku khawatir, sungguh?

Tidak. Kami akan seperti sahabat.

Kalian berdua harus bergaul. Kau akan sangat menyukai dia.

Kau tak boleh tidur dengannya.

- Apa? - Aku serius.

Aku tak bilang akan lakukan itu, tapi kita sudah sering lakukan.

Ya, tapi ini berbeda.

Jika kau tidur dengannya, itu akan berarti sesuatu.

- Tidak, kau tak perlu khawatir. - Berjanjilah.

Itu akan menghancurkan kita.

- Kau bersikap dramatis. - Benar. Kau tak lihat itu?

Kau paranoid. Dengar…

Dengar, bagus sekali dia ada di sini.

Kau harus mengenalnya, karena tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Mengerti?

Mengerti?

- Ayo. - Astaga.

Tiga belas, 14, 15…

- Dorong… 16… - Itu dia.

- Tujuh belas, 18… - Aku bisa melakukan lebih darimu.

Baik, teruskan. 19, 20.

Dua puluh satu. Astaga, 22… Lumayan.

Tunggu, aku belum selesai.

Dua puluh tiga, 24, 25…

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left