Las primeras 200 líneas.
Sebelum mengoperasi, dokter bedah akan cuci tangan.
Kami mencuci tangan dan lengan kami dengan teliti selama beberapa menit,
lalu mengeringkannya dengan handuk steril.
Secara teknis, ini untuk mencegah infeksi.
Tapi ini juga ritual.
Cara untuk melupakan dunia
dan menyiapkan mental.
Karena sebanyak apa pun pengalaman seorang dokter...
bertanggung jawab atas nyawa seseorang tak pernah jadi mudah.
Bagaimana keadaannya?
Ndugu bilang pompa jantungnya berfungsi,
tapi aku baru akan tenang saat dia sadar.
- Bagaimana keadaanmu? - Baik.
- Catherine sudah tahu? - Dia pulang malam ini.
Sudah bicara dengan urologmu?
Dia ingin aku lakukan tes darah baru, lalu bahas rencana.
Kau punya waktu hari ini? Kau harus lakukan secepat mungkin.
Hasil biopsiku baru keluar kurang dari 24 jam lalu.
Bisa minta waktu untuk mencernanya?
Aku hanya ingin memastikan kau menjaga dirimu.
Maksudku, kau harus cuti sehari.
Aku bisa tangani pasienmu.
Itu bukan ide buruk.
Jika itu caramu berterima kasih, harus kau perbaiki.
Baik, aku harus periksa pasien.
Hei, bisa temani dia sampai Link kembali?
Aku tak mau dia sendirian.
Tentu saja.
Dr. Higgins ke IGD.
Mereka cantik.
Mereka sangat kecil.
Tapi perkasa. Sudah punya nama?
Kami belum memutuskan.
Jika kunamai tanpa persetujuan Jo, pernikahanku akan singkat.
Kau pintar.
Kau tahu kapan mereka diekstubasi?
Bayi A akan jalani percobaan CPAP, tapi kami tak tahu soal adiknya.
Pengaturan ventilasinya belum bisa dikurangi.
Ini bahkan belum 12 jam. Dia pasti bisa.
- Dr. Lincoln, bisa bicara sebentar? - Dr. Kasliwal.
Ini Ben Warren. Salah satu dokter yang bantu persalinan bayiku.
Kerja bagus. Mereka keluar tepat waktu.
Aku memeriksa mereka lagi.
Tak ada kabar tentang Bayi A, itu bagus,
tapi aku mendeteksi murmur jantung pada Bayi B.
Mungkin normal, tapi dia butuh oksigen. Aku mau lakukan ekokardiografi.
Tentu, lakukan saja.
Jika kau ingin temui Jo, nanti kukabari hasilnya.
Bayi satu hariku jalani ekokardiografi.
NICU adalah dunia yang berbeda.
Pengamatan ketat dan maraton di saat bersamaan.
Pelan-pelan saja.
Pesananku yang biasa dan apa pun yang dia mau.
Kopi saja.
Kau yakin? Kau bakar banyak kalori semalam.
Aku pesan kopi ukuran besar.
- Aku juga. - Pesan dua.
- Tentu. - Max berkaraoke lagi?
Tidak, aku hanya bergadang di Joe's.
Aku tak melanggar perjanjian.
Aku hanya minum.
Ini dia. Harganya 5,50.
Kupikir dia membencinya.
- Mereka tidur semalam. - Menjijikkan.
Lalu dia membuatkannya wafel.
- Lihat. - Lihat itu.
Maukah kau menikahi
- Lihat itu? - Apa mereka berubah pikiran?
Tak akan jadi orang pertama.
Millin. Maaf aku tak datang semalam.
Tak masalah.
- Lain kali? - Kurasa itu bukan ide bagus.
Baiklah.
Jika kau berubah pikiran, aku butuh minum malam ini.
Ya.
Kau coba melanggar perjanjian.
Tapi tidak. Perjanjiannya masih utuh.
- Kenapa? Kau mau langgar perjanjian? - Tentu saja tidak.
Bagaimana pasien favoritku?
Aku yakin kau katakan itu kepada semua pasienmu.
Tapi hanya kau
yang kukunjungi di hari pertama uji klinisnya.
Kau siap menyingkirkan kanker...
Aku muntah dua kali hari ini.
Tapi kau di sini.
Dengar, kau masih muda,
kau kuat, dan bisa melakukan ini.
Hasil imunoterapi ini sangat menjanjikan.
- Hai. - Sudah waktunya?
Hampir. Bisa kita bicara?
Tentu.
Ya?
Obatnya sudah kedaluwarsa.
- Tak mungkin. Itu baru tiba. - Entahlah. Salah label?
Tidak, risikonya tak sepadan. Baik, kita pakai rencana B.
- Yaitu? - Kau yang beri tahu.
Aku bisa minta mereka kirim yang baru. Akhir pekan ini.
Sama sekali tidak. Aku ingin perawatannya dimulai hari ini.
Kau ingin masuk tim? Cari tahu solusinya. Hari ini.
Sepertinya fraktur Monteggia. Kita hubungi ortopedi agar dia dirawat.
"Kita" maksudnya "kau".
- Hei. - Hei.
Bisa menunggu? Kami sibuk.
Link tak bisa dan Webber memberi semua kasusnya kepada Bailey.
Aku akan cepat.
Sound Science Magazine ingin wawancara.
Selamat.
Tentang aorta ventral, ini wawancara gabungan dengan Nora.
Kau tak butuh izinku untuk melakukan wawancara.
Bukan minta izin, cuma mau transparan.
Ya.
- Trauma datang. - Aku harus pergi.
DARURAT
Baik, ada apa?
Graham Clayton, pria 26 tahun, kecelakaan pesawat kecil.
SKG 15, takikardia, sistolik 90-an.
Ada fraktur kaki kanan
dan luka bakar di sisi kiri tubuh bawah dan atas, dada dan punggung.
Tak tampak bagus. Akan kuhubungi tim luka bakar.
Katakan ini 911. Bawa dia ke Trauma 3.
Mengerti? Ayo.
- Wah. - Apa yang...
Dilarang parkir di sini.
Graham. Itu temanku. Dia selamat? Kau harus selamat.
Dia meminjam pesawat pamanku untuk melamar pacarnya.
- Pacarnya juga naik? - Tidak, kerja.
Jadi, Graham si pelamar itu?
Dia punya SIM pilot, tapi itu percobaan loop pertamanya.
Pak, pindahkan mobilmu.
Ambillah. Aku tak peduli.
Sayangnya, ekokardiografinya tak menunjukkan peningkatan EF.
- Katamu pompanya berfungsi. - Memang berfungsi.
Membuatnya tetap hidup dan memberi jantungnya
kesempatan untuk pulih setelah kardiomiopati.
Tapi kita hanya bisa memantaunya
dan terus mengawasi EF-nya, melihat kontraktilitasnya.
Jadi, cuma menunggu?
Apa yang terjadi jika tak pulih?
Jangan bahas itu dulu.
Apa yang akan terjadi?
Kita harus pertimbangkan solusi yang lebih permanen,
transplantasi jantung.
Bisa minta waktu sebentar?
Ya, tapi seperti kata Warren, jangan bahas skenario terburuk.
Ini baru beberapa jam.
Aku butuh waktu berdua dengan istriku.
Dr. Bailey?
Aku terlambat untuk konsultasi, jadi cepatlah.
Harbor General di Tacoma.
Ada uji klinis yang sama dengan yang Katie ikuti.
Aku suka ide ini.
Ya, mereka punya obatnya, tapi obatnya...
Selalu ada "tapi".
Ya, obatnya sudah dicampur, jadi tak stabil untuk dipindahkan.
Katie harus ke sana.
Tak terdengar seperti masalah bagiku.
Hati-hati di jalan.
Tunggu, kau ingin aku mengantarnya?
Katie tak bisa mengemudi.
Jika kau pikir kau akan memesankan taksi,
kau jelas tak mengerti tugasmu.
Kenapa tak mengirimnya dengan transportasi medis?
Aku punya pasien lain.
Dokter magangmu bisa menggantikanmu. Untuk itulah mereka di sini.
Katie adalah pasien berharga.
Perlakukan dia seperti itu.
Dr. Brasington ke Onkologi. Dr. R. E. Brasington ke Onkologi.
Ada yang bagus?
Kecelakaan pesawat, luka bakar, kemungkinan pendarahan dalam.
Diam.
Dia dokter magang.
Tak ada apa-apa.
Mencoba meyakinkanku atau kau?
Aku belajar untuk tak kencani rekan kerja, tak seperti seseorang.
Kenapa tak jawab pesanku?
- Kau kirim pesan dua menit lalu. - Benar.
Kudengar kalian terlambat memeriksa.
Millin juga.
Mengorbankan sesama residen dan terlambat.
Selamat. Kalian berdua akan melepas selang ureter.
Seharian?
Enam transplantasi ginjal masing-masing satu jam, ditambah dokumentasi.
Kecuali ingin melakukannya di portal waktu, ya.
Kau tak butuh bantuan dengan operasi yang lebih sulit?
Atau tak membosankan?
Pasien kecelakaan pesawat itu boleh?
Apa warna seragamku?
- Biru tua. - Benar.
Aku dokter senior yang membantu kepala residen kalian
yang menemani temannya yang koma.
Kalian tak suka tugas kalian? Bicaralah dengannya atau Bailey.
Ingin bicara dengan dr. Bailey?
- Tak perlu. - Kami suka selang.
Kusarankan datang tepat waktu besok.
Permisi. Apa kasusnya?
Luka bakar tebal di kiri, atas, dan bawah.
Sebagian melingkar.
Luka bakar tebal sebagian di dada dan perut.
Tambah LR. Hitung formula Parkland yang dimodifikasi.
Graham, aku di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.