Las primeras 200 líneas.
Jangan takut, Sayangku.
Kita akan bertemu lagi.
Saat tubuh kita mati,
jiwa kita hidup selamanya bersama Luxon.
Aku tak sabar melihatmu akan jadi siapa, Cintaku,
dan aku janji akan menunggu.
Apa itu?
Ada yang menerobos.
Bawa suarnya ke brankas. Kunci sekarang juga!
Ambil suarnya.
Apa-apaan?
Hei!
-Aku lihat mereka! Kejar! -Kejar!
Mereka kabur!
Hei! Di bawah sana!
Cepat!
-Itu mereka! -Cepat!
Bergegaslah!
-Sebelah sana! -Cepat!
Tutup gerbangnya!
Dain.
Ya, aku mengerti.
Katanya kuda-kuda kita akan siap. Mengapa sunyi sekali?
Tetap di sini. Eadwulf, ikut aku.
Astaga.
Kryn ada di sini.
-Ini jebakan. -Lari!
Lari!
Tidak.
Kau mau sumbangan, Gelandangan?
Mengalami hari yang buruk?
-Dasar pecundang. -Ya.
Hei.
Hei. Apa yang kau lakukan? Hentikan, Orang Aneh.
Dia gila. Ayo pergi!
-Dor! -Apa-apaan?
FLETCHING DAN MOONDROP
BANSHEE MISTIS
Benda sialan ini...
Kantong uangku. Hei!
Tunggu!
Hati-hati!
Apa-apaan?
Baiklah, kembalikan, Anak Nakal.
Berikan kantongnya, Nak.
Maju lagi dan aku akan melukaimu!
-Lepaskan atau kutikam kau! -Hei...
Kembalikan kantong uangnya!
Goblin.
Kumohon!
Kumohon.
Isinya hanya sampah.
Tidak bagiku.
Terima kasih.
Kalau membobol lagi, kau bakal ketahuan.
Belum lagi pintunya banyak jebakan.
Apa maumu?
Siapa? Aku? Tidak ada.
Isi ulang botolku di kedai, nanti kubantu membobolnya.
Bukankah kau terlalu muda untuk minum?
Bukankah kau terlalu tua untuk bau?
Itu saja? Tambah miras?
Lebih mudah bagi manusia untuk membelinya
daripada orang sepertiku.
Dengar. Kubawa kau ke tempat aneh itu dan kau penuhi kebutuhanku.
Baiklah.
Kalau begitu...
Kau mahir sekali mencopet.
Jadi, jebakan macam apa?
Rasa takut adalah kelemahan semua makhluk hidup,
karena mengingatkan kita...
bahwa kita bisa mati.
Makhluk hidup akan lakukan apa pun untuk menghindari maut.
Rela berbohong, mencuri, berkhianat,
bahkan membunuh,
demi bertahan hidup.
Pusat rasa takut ditemukan pada bagian otak di belakang telinga.
Jika dimatikan,
rasa sakit pun tak terasa.
Sebagai penyihir yang melayani Kekaisaran,
kalian harus berdamai dengan rasa takut kalian,
karena kalian baru benar-benar kebal...
saat tidak takut mati.
Kelas dibubarkan.
Master Ikithon, Raja memanggilmu.
Terima kasih, Owelia.
Siapkan simbol magis ke Rexxentrum.
Para monster itu menyerang Rockguard Garrison.
-Kusarankan untuk membalas. -Tenang.
Pasti ada solusi diplomatik.
-Tak cukup diplomasi. -Tangkap simpatisan.
-Wildemount bisa terpecah... -Raja.
...tetapi stabil dan tetap begitu.
Yang Mulia memanggilku?
Trent Ikithon, akhirnya.
Sebagai Penyihir Agung Urusan Sipil,
apa pendapat rakyatku soal perang?
Tergantung Anda berperang dengan siapa, Yang Mulia.
Axiom.
Bright Queen.
Raja Dwendal.
Kemarin, agen Kekaisaranmu melewati perbatasan Dinasti Kryn,
merusak salah satu kuil tersuci kami dan mencuri relikui dari brankas.
Salah satunya bisa dianggap tindakan perang.
Pesan ini sekadar formalitas, Bertrand.
Peringatan terakhir.
Segera kembalikan relikuinya atau saksikan perang pembalasan
yang bahkan tak bisa dibayangkan leluhurmu di masa Bencana.
Waktumu dua hari untuk menjawab.
Kita tak akan pernah kirim agen ke Dinasti Kryn.
Sama saja dengan perang.
Alasannya apa?
Relikui apa ini?
Mungkin maksudnya Suar Luxon,
artefak yang amat penting bagi Kryn.
Kenapa tak jujur saja?
Suarnya tak ada pada kita.
Masalahnya bukan kita memilikinya atau tidak.
Intinya adalah mereka yakin kita memilikinya.
Suar ini,
penting bagi kepercayaan mereka?
Itu fondasi seluruh masyarakat mereka.
Jadi, kekaisaran jahat mencuri relikui penting
yang membentuk jati diri mereka.
Itu adalah narasi yang rela diperjuangkan oleh Kryn.
Selama puluhan tahun, kita berperang dingin dengan Dinasti Kryn,
menderita serangan, balas dendam serupa,
tetapi Bright Queen sabar menanti.
Dia hanya tak memiliki seruan untuk bangkit.
Suar ini adalah seruan untuk bangkit?
Rakyat akan mengikuti Anda, Tuan,
karena kami akan buat mereka takut akan konsekuensinya jika tak patuh.
Aku yakin itu, Master Ikithon.
Kita semua punya tugas.
Bersiaplah berperang.
Kepercayaan bukanlah kata yang terlintas saat memikirkanmu.
Penyihir Agung DeRogna.
Raja meminta Cobalt Soul menyelidiki pencurian suar.
Akankah ditemukan sesuatu?
Aku meragukannya.
Aneh.
Kuda ini bagai sudah mati beberapa pekan,
bukan sehari.
Jelas serangan monster Kryn.
Ini bukan monster.
Ini adalah sesuatu yang lain.
Begitukah?
Mungkin Zeenoth membiarkanmu menyelidiki di perpustakaan Rexxentrum,
tapi di sini, kau tak tahu apa pun.
Baiklah.
Menurutmu apa yang terjadi?
"Menurutmu apa yang terjadi, Pak?"
Itu ulah Cricks sialan dan sihir aneh mereka.
Mereka tidak seperti kita, Lionett.
Mereka pergi dalam kawanan, seperti belalang.
Mereka adalah iblis. Orang biadab.
Untuk merebut tempat ini setidaknya butuh 100 orang.
Aku cuma lihat lima pasang jejak kaki.
Selicik itulah mereka.
Mereka berhenti di sini.
Lari!
Lari!
Mereka tidak ke dalam.
-Berapa banyak? -Dua dari pohon.
-Dua lagi di belakang kita. -Amankan suarnya.
Aku menemukannya.
Sudah kubilang. Orang-orang biadab.
Pembusukan ini... Seolah-olah waktu dipercepat.
Namun, hanya sepanjang jalan ini.
Kata-kata yang bagus.
Mengutip buku kuno?
Tanpa rasa hormat sama sekali, Ruzimir,
kau mengarang fakta agar sesuai dengan teori konyolmu.
Dengan bermaksud menyinggung,
kau sebaiknya membaca buku, Pak.
Apa kau baru terkena strok, Bodoh?
Kita lihat apa kata Kurator soal mulutmu itu.
Sekarang enyahlah dari hadapanku.
Apa ini?
Prajurit Kryn tewas, serangan Kryn.
Jangan coba mengajariku.
Baiklah. Kau sudah dapat miras. Lalu?
Ya. Kini kita curi barangmu.
Mungkin kita butuh pengalih perhatian.
Aku sangat setuju.
Pergi lebih jauh.
Lebih jauh.
Baiklah. Sekarang, muntah.
Sepertinya itu bukan pengalih perhatian.
Percayalah padaku.
Aku menyebutnya Jurus Muntah.
Selalu berhasil.
Payah sekali.
Ayah! Tidak!
Kau tahu akibatnya kalau makan kambing.
Sedang apa kau? Suaramu seperti kambing sakit.
-Lakukan dengan serius. -Bagaimana caranya?
Lebih menjiwai.
Mungkin menangis sedikit.
Ayah! Tidak!
No comments yet. Be the first to leave one.