Las primeras 200 líneas.
Kau pikir kau tahu semuanya
tentang Woo-seong, kan?
Apa maksudmu?
Aku bertanya
apakah kau siap menghadapi kebenarannya.
Beberapa kebenaran
menimbulkan rasa sakit saat kau ketahui.
Sangat sakit...
sampai kau berharap tak pernah tahu.
Kutanya sekali lagi,
apa kau...
sungguh bisa menghadapi kebenarannya?
Katakan.
Apa yang kau sembunyikan?
Bukan ini yang kau janjikan.
Katamu jika aku membujuk La-ik debut solo,
kau akan memberi kami album grup.
Kenapa La-ik mendapat tur lagi?
Kau pasti juga tahu
solo La-ik tak terlalu sukses.
Tur itu cuma cara agar impas.
Jae-hee dan Young-bin
sudah menantikan album lengkap.
Mereka berlatih tiap hari, ikut gladi resik,
cuma itu yang membuat mereka terus bertahan.
Kenapa kalian harus bertahan?
Makin banyak penghasilan La-ik, makin bagus bagi kalian.
Uang yang dia hasilkan dibagi rata, kalian bisa santai.
Apa masalahnya?
Apa katamu?
Jangan mendatangi La-ik dan mengatakan omong kosong ini.
Belakangan ini kondisinya tak terlalu baik.
Jangan diperburuk.
Tolong berhenti menghubungiku begini.
- Aku tak nyaman... - Kudengar
album lengkapmu ditunda lagi?
Aku sudah bilang,
Goldie tak berniat mengembangkan tim kalian.
Meski memperbarui kontrak,
anggota lain cuma dicadangkan,
selagi La-ik terus didukung. Itu jelas.
Jika kau ke perusahaan kami,
kami bisa membantu membuat musik sungguhan.
Kami bisa menyesuaikan syarat.
Ini tak bisa kuputuskan sendiri.
- Aku harus tanya para anggota... - Bagaimana jika...
CEO Geum tahu?
Jika banyak yang memutuskan, hasilnya jadi tak jelas.
Dari yang kudengar,
La-ik dan yang lain mendengarkanmu.
Sudah waktunya memilih
demi tim.
Mereka pandai menari.
Ya, tapi kurasa kita lebih baik.
Tentu saja.
Kak Woo-seong! Kau bolos gladi resik. Kau dari mana?
Aku mengosongkan jadwalku untuk hari ini.
Jadwal apa?
- Mau mi instan? - Tak usah.
Aku sudah makan.
Mereka payah.
Astaga. Itu dianggap musik?
Mungkin saat kita kembali, aku harus kalahkan mereka.
Benar! Kak Woo-seong, sudah lihat obrolan grup?
Aku mengunggah tantangan tren itu.
Mau coba?
Para penggemar pasti suka.
- Tampaknya bagus. - Benar, kan?
Bagus? Kita punya citra, paham?
Pilih yang lain.
Kita bertiga bisa melakukannya.
Apa maksudmu? Kita Gold Boys, pilih yang lain!
- Ada yang bagus di bawah. Tampak seru. - Jika tak suka, jangan.
La-ik!
La-ik!
Kau tak apa?
Jika begini, La-ik bisa mati.
Dia tampil setiap hari
dan saat libur bersiap untuk konser.
Kita harus kurangi jadwalnya.
Kak.
Jika begini, nanti terjadi sesuatu.
Kenapa tiba-tiba kau begini?
Apa? Dia memberitahumu sesuatu?
- Bukan begitu... - Rahasiakan ini, paham?
Jika perusahaan tahu
aku minum obat, itu akan merepotkan.
Dia...
tampak kelelahan.
Tenang saja. Aku akan menjaganya.
Begitu promonya selesai, dia bisa cuti.
- CEO sudah berjanji. - Janji?
Hei, aku ada rapat. Kita bicara nanti.
PANGGILAN MASUK
Ini tempat yang baru direnovasi.
Ruang mixing di sini dirancang insinyur Jerman
dan semuanya sudah disetel,
jadi semua alat musik terdengar jelas.
Katamu ini dibuat khusus untuk Gold Boys.
Kami menyiapkan
satu tim khusus untuk Gold Boys.
Produser, teknisi, penata artistik, semua.
Kami akan menyiapkannya
persis seperti cara kerja yang kalian mau.
Kalian cuma perlu terima.
Aku mau.
Aku akan menerima kontraknya.
Keputusan bagus.
Namun,
kami mau Gold Boys lengkap.
Karena Do La-ik vokalis utama,
kita harus membawanya juga...
Kau tak perlu cemas soal itu.
Dia pasti juga mau.
Anggota lain juga sama.
Baiklah.
Do La-ik sialan.
Dia sudah menerima kontrak rahasia dengan perusahaan lain.
Dari mana kau dengar itu?
Temanku bekerja di tim pendukung perusahaan itu.
Itu sudah dipastikan.
Dia sudah menerima uang muka yang besar.
Aku akan membocorkan ini kepada media besok.
Dia sama saja disuap.
- Setelah ini tersebar, dia akan tamat. - Tidak.
Apa?
Itu belum dipastikan.
Aku akan memastikannya dengan La-ik besok.
Jadi, jangan beri tahu siapa pun. Paham?
Apa yang kau lakukan?
Kenapa pembicaraan kita bisa bocor?
Lalu kapan aku tanda tangan kontrak?
Aku baru menyetujuinya!
Kau memang mengatakannya.
Katamu mau terima
dan anggota lain termasuk La-ik juga akan ikut.
Aku merekam semua ucapanmu.
Maksudku bukan sekarang,
- aku cuma... - Woo-seong.
Persetujuan verbal tetap sebuah kontrak.
Kau sudah berjanji.
Jika kau terus mundur begini, aku terpaksa memublikasikannya.
Bayangkan apa kata orang saat ini bocor.
Tentangmu dan tentang La-ik.
Mereka akan menganggap kalian berkhianat.
Kau tak mau itu terjadi, kan?
Pak!
Kau tak kuat minum miras,
kenapa minum secepat itu?
Aku kuat minum miras.
Ini karena obatnya.
Kau masih minum obat?
Tapi kau tetap minum miras?
Aku tidak mabuk.
Katamu kau mau bicara denganku.
Ada apa?
Tak apa-apa.
Besok saja. Tidurlah.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau bertemu Achi Entertainment?
Aku tak melanggar kontrak.
Pembaruan kontraknya sudah dekat,
- bicara dengan perusahaan lain... - Ya.
Umumnya, itu sudah wajar.
Tapi hukum berbeda.
Kau belum memberi jawaban jelas
- tentang pembaruan kami, jadi... - Jadi, kau melibatkan ibu La-ik
dan mau untung besar?
- Apa? - Ibu La-ik menerima kontrak
atas namanya.
Berkat persetujuan verbalmu,
situasinya jadi merugikan La-ik secara hukum!
- Aku tak berniat begitu... - "Niat"?
Niatmu tak penting. Yang penting,
jika ini tersebar,
biaya penaltinya ditanggung kalian berdua.
Lalu karena biaya kontrak La-ik jauh lebih tinggi,
bayaranku juga lebih tinggi.
Menurutmu apa yang terjadi jika La-ik tahu?
Jika jadi dia,
aku pasti mau membunuhmu.
Woo-seong, kau menyebabkan masalah besar.
Kau tahu, kan?
- Aku tahu. - Meski tahu, kau masih melakukannya?
Kau pikir La-ik akan diam saja?
- La-ik... - Dia akan memercayaiku.
Lalu mencoba memperbaikinya sendirian.
Itu yang aku takuti.
Dia selalu mengorbankan diri demi aku. Aku takut dia melakukannya lagi.
Itu yang kutakuti.
Kenapa kau melakukan ini?
- Jika kau memberitahuku... - Aku sudah memberitahumu.
Kau yang tak mau dengar.
Tapi setelah seperti ini,
aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatanku.
Aku akan keluar dari perusahaanmu apa pun caranya.
Cuma itu caranya kami bisa hidup bebas.
Maka, cobalah.
Pertempurannya akan hebat.
Bersiaplah.
No comments yet. Be the first to leave one.