Las primeras 200 líneas.
SEMUA TOKOH, TEMPAT, DAN KEJADIAN DALAM SERIAL INI ADALAH FIKTIF
SELURUH PEMERAN DI BAWAH UMUR DIREKAM SESUAI PEDOMAN PRODUKSI STANDAR
Katanya pendengaran Ayah bisa kembali
jika kami punya uang.
Peri Salju Sugar.
Tolong ubah salju yang turun begitu lebat ini menjadi uang
seperti di film kartun.
Bantu ayahku dioperasi.
Jaraknya sekitar 7km dari Plaza Cheonggye ke sini.
Memangnya kita sedang berkencan?
Kalau begini, kita bisa makin intim!
Berhentilah merengek. Kita hampir sampai.
Trik apa lagi ini?
Kau menginginkan proposal dokumenter.
Ikuti saja aku.
Yang benar saja.
Awas saja kalau tidak ada proposal.
Kau yang membuat J beraksi
dan membuat Supernote.
Dan
kau sudah tahu uang 100 dolar palsu dijejalkan
ke mulut jasad Choi Do-sik.
Ya, kau tahu terlalu banyak.
Karena itulah kau hampir terbunuh.
Tapi begini
kau tak tahu apa pun
soal distribusi Supernote.
Ada yang harus kulaporkan.
Kembalilah nanti jika tidak mendesak.
Hasil autopsi sudah keluar.
Kasus pembunuhan Incheon.
Ayo keluar.
EPISODE 5
Kami menemukan serpihan peluru
dari paha korban di gudang miras.
Itu 9mm Major.
Peluru yang dikembangkan melalui celah hukum di Eropa
untuk penggunaan pistol sipil.
Sersan Jung?
Ya.
Itu tertulis di laporan. Tunggu sebentar.
Hei, apa tadi?
Peluru pada jasad Choi Do-sik. Tipe apa itu?
- Tipe 9mm Major. - Baiklah.
Peluru 9mm Major.
Itu bukan peluru yang lazim di Korea.
JEMBATAN KERETA API SINDAP CHEONGGYECHEON
Di bawah Park Chung-hee, mereka menutupi Cheonggyecheon
dengan beton untuk membangun Jalan Layang Cheonggye
dan merestorasinya pada awal tahun 2000-an.
Lalu kenapa?
Dari Plaza Cheonggye, titik awal kita
sampai ke bawah Jembatan Kereta Api Sindap yang kau lihat di sana.
Itu area yang mereka tutupi.
Apa hubungannya dengan proposalmu?
Astaga, perangaimu ini...
Kenapa kau begitu tidak sabar?
Yang benar saja.
Baiklah. Ini inti dari presentasi dokumenter yang sebenarnya
jadi, dengarkan baik-baik.
Seoul pada tahun 1960-an.
Mereka bilang akan membangun
Jalan Layang Cheonggye untuk mengatasi kemacetan.
Tapi alasan sebenarnya adalah bersiap untuk perang.
Mereka menutupi Cheonggyecheon untuk membangun
terowongan pelarian dan bungker di bawah tanah.
Maksudmu, ada terowongan di bawah Cheonggyecheon?
Kira-kira 30m.
Masuk ke bawah tanah 30m
maju 7km
lalu naik 30m ke permukaan
maka kita akan berada di Cheonggye-ro.
Tidak sampai 10m dari sana
ada kantor pusat Bank KC.
Gedung di sana adalah tempat kita bertemu dua jam lalu
dan target kita.
Bank KC dijadwalkan pindah ke kantor pusat baru dalam dua pekan.
Sebelum itu
mereka akan memindahkan uang tunai 2,25 triliun won
dan kotak deposit VIP ke gedung baru.
Akan ada tiga operasi pemindahan uang tunai.
Rabu depan jadwalnya pengiriman pertama mereka.
Berapa yang kita akan ambil?
Jumlahnya 500 miliar won.
Sebelum pemindahan dimulai
kita keluar dengan 500 miliar won
dan meninggalkan uang palsu di tempat mereka.
Maksudmu uang palsunya
tidak akan dikenali?
Ini.
Ini karya anak buahku.
Apa ini?
Kau yakin ini palsu?
Uang palsu berpresisi tinggi.
Supernote.
Gila.
Aku akan menyimpan ini sebagai suvenir.
Tapi dari sini ke Bank KC
setidaknya berjarak 20-30m.
Kami mempekerjakan tim ekskavasi tambang emas dari Tiongkok
dengan pengalaman 30 tahun
dan mereka sudah menggali selama sebulan.
Jalurnya sudah ditemukan.
Mari kita periksa.
Kau tidak memercayaiku?
Aku? Memercayaimu?
Aku harus melihatnya untuk percaya.
Terutama jika itu darimu.
GRUP KEUANGAN KC
Hati-hati.
Bagaimana?
Dasar gila!
Inilah yang namanya proposal dokumenter, dasar berengsek!
Kau benar-benar gila!
Dasar bedebah lihai.
Bedebah manisku!
Bagus!
J membunuh Do-sik, kan?
Entahlah.
Kami memastikan
J mengambil uang palsu dan menemui Do-sik.
Ya, pernah sekali waktu
dia membawa 25 miliar won uang palsu
dan kembali dengan tangan kosong.
Sekitar lima hari sebelum aku memberikan informasi
kepada NIS
aku dan J pergi bersama setelah sekian lama.
LIMA HARI SEBELUM LAPORAN
Dia belum datang. Sudah dua jam.
Dia menelepon dan bilang akan menjadwalkan ulang untuk besok.
Dia tidak serius soal kesepakatan ini.
- Panas! - Maaf.
- Panas sekali! - Maaf.
Matamu melihat ke mana?
Ya, mataku juling.
Apa?
Polisi mengejar kita.
Dengarkan aku.
Keluarlah
naik taksi komersial pelat nomor 8508
dan bilang kau minta diantar ke Arena Jangchung.
Kami sudah bertemu dengan Choi Do-sik.
Penumpang yang disambut setelah dua jam.
Tolong antar ke Arena Jangchung.
Astaga.
Leherku hampir kaku menunggumu, Pak.
Dua jam tidaklah sebentar.
Kau bisa keluar sedikit lebih cepat.
Kau membuatku menunggu selama dua jam.
Mari bicara biasa saja, Pak.
J?
Sabu-sabu 97 persen murni
yang ingin kubeli seharga 50 miliar won.
Itu produk Joong-hyuk, 'kan?
Bagaimana bisa...
Aku kenal si berengsek Joong-hyuk itu.
Dia makin arogan.
Dia menghancurkan semua etika industri.
Bajingan bermuka dua itu.
Aku datang karena kau bilang akan berinvestasi 50 miliar.
Aku datang bukan untuk mendengarmu menjelek-jelekkan orang.
Kau benar.
Kita harus membahas bisnis.
Ada pabrik produksi sabu-sabu 97 persen murni di Incheon.
Dari proses produksi hingga pengiriman
tempat itu terkunci rapat hingga kamera pengawas pun
tidak bisa merekam apa pun.
Saat ini
mereka sudah membuat barang senilai 100 miliar won.
Kau ambil semuanya
kau ambil 50 miliar won yang kau janjikan
dan kita bagi produknya 50-50.
Kau sungguh berpikir itu mungkin?
Baiklah.
Dengarkan baik-baik mulai sekarang.
Joong-hyuk punya rute bawah tanah rahasia
ke pabrik narkobanya.
Karena asap beracun bernama formalin
yang muncul saat proses produksi
mereka harus mengeluarkannya setiap hari.
Jadi, dari pukul 03.00 hingga 06.00
pabrik ditutup.
Ada terowongan saluran air 6m di bawah tanah
dan itu rute drainase yang dibangun untuk mencegah banjir di musim hujan.
Sangat aman hingga tidak ada yang tahu
kecuali tikus dan kucing di sana.
Itu sebabnya Joong-hyuk
tidak terlalu memperhatikan keamanan di sana.
Kau pengedar narkoba paling andal di negara ini
jadi, menjual sabu-sabu terbaik yang kau bawa
bukan masalah bagimu.
Dan kau mendapatkan
50 miliar yang kujanjikan.
Sampai kapan kau mau terus hidup
diremehkan oleh pria sepertinya?
Sepakat.
Mari kita lakukan.
Di hari J seharusnya bertemu dengan Do-sik
setelah dia mencuri narkoba
J memberi tahu Joong-hyuk bahwa Do-sik mencuri stoknya.
No comments yet. Be the first to leave one.