Esimesed 160 rida.
Ajari aku
cara mengambil hasil laut.
Apa yang kau lakukan?
Kau mau mengajariku atau tidak?
Kurasa aku tidak bisa.
Hei!
Aku juga bisa!
Kubilang aku bisa!
Bisa-bisanya dia bilang begitu?
Dasar berandal.
Astaga, itu tidur terburukku.
Baiklah. Pergilah dan nikmati menyelammu
sendirian.
Apa? Dia tidak pergi menyelam?
Hei.
Dasar berandal... Maksudku, Pak Haenam?
Kau ada di sini?
Hei.
Tidak?
Sial. Lupakan saja.
Kumohon ada di sini.
Kumohon ada di sini.
Sudah kuduga, hanya ibuku
yang bersedia mendukungku.
Seo An Na, kau pasti bisa!
- Kau pasti bisa! - Ayo!
Semangat!
Ayo!
- Kau pasti bisa! - Semoga berhasil!
- Kau yang terbaik! - Ayo!
- Ayo! - Kau pasti bisa!
Kenapa aku tidak bisa memakainya?
Sial.
Ayolah.
- Kau pasti bisa! - Kau akan menang!
Ayo!
- Kau pasti bisa! - Ayo!
- Semoga berhasil! - Ayo!
Kalahkan mereka!
Kau pasti bisa!
Seo An Na, kau pasti bisa!
- Seo An Na! - An Na, kau bisa! Semoga berhasil!
(Kompetisi Renang Nasional ke-103, 400 meter)
Bersiap. Mulai!
Sejujurnya,
tidak harus memanen hasil laut.
Itu untuk membuktikan bahwa waktuku
yang berhenti bergerak pada hari itu
bisa mulai bergerak lagi.
Hanya itu yang kuinginkan.
Sial.
An Na... An Na!
Di mana aku?
Berandal yang tadi?
Aku tidak tidur.
Apa yang terjadi?
Kau sudah bangun. Ayo pergi.
Tunggu, apa aku boleh pergi begitu saja?
Tentu saja. Kau sudah tidur selama 12 jam.
Begitu rupanya. Terima kasih.
Hei, kau yang membawaku ke sini?
Bagaimana kau bisa menemukanku?
Kau menarikku keluar dari air?
Tunggu, apa kau menarikku dan memberiku
napas buatan...
Lalu aku meninggalkanmu begitu saja?
Bukan itu maksudku.
Hei... Hei!
Seharusnya kutinggalkan saja.
Kau sudah gila, An Na.
Kau sudah punya pacar,
tapi kau membiarkan pria lain menciummu.
Tidak.
Aku bukan membiarkannya.
Pria keji itu yang asal melakukannya.
Ya.
Hei.
Aku sudah memikirkan ini...
- Kau makan abalone? - Ya. Tunggu.
Abalone? Tiba-tiba sekali.
- Kalau hijiki? - Ya.
Aku mau bicara. Kenapa...
Kenapa kau sangat egois?
Kukira dapur adalah area umum.
Tidak, bukan itu.
Maksudmu napas buatan itu?
Ya, itu.
Maksudku, tentu.
Terima kasih sudah menyelamatkanku,
tapi aku punya
pacar.
Lalu kenapa?
Aku sudah punya pacar, jadi kau tak bisa mendatangiku
dan melakukan itu, posisiku jadi sulit.
Seharusnya kau mencari cara lain.
- Aku sedang mencari cara lain. - Apa?
Abalone bagus untuk penyelam bebas, membantu paru-paru dan saluran bronkus.
Hijiki mengisi kembali mineralmu dan menenangkan perutmu.
Mungkinkah
kau merawatku?
Jika tidak, kau akan mencuri makananku atau menyusahkanku
dengan menyelam ke laut.
Apa hanya itu cara bicaramu?
Kalau dipikir-pikir,
ibuku selalu makan hijiki dan abalone pada hari-hari
di mana laut sangat ganas.
Ibu, aku lapar.
Apa makan malamnya?
Ibu harus makan hijiki dan abalone setelah hari yang berat di laut.
Ibu dapat banyak abalone.
Astaga, ini hari yang sangat berat.
Astaga, kedengarannya lezat.
Aku hampir mati tadi.
Astaga.
Baiklah. Ini.
Penyelam bebas harus menyelam di laut dingin seharian,
menelan air asin tanpa henti,
- dan menahan napas berkali-kali. - Tampak enak, 'kan?
Jadi, hijiki dan bubur abalone adalah obat terbaik.
Ini obat terbaik saat tenggelam dan menelan banyak air.
Sudah kubilang jangan sebut itu tenggelam!
Astaga. Ibu senang mendengarmu berteriak.
Makanlah.
Ini jelas sedikit lebih gelap daripada medali emas.
- Ibu. - Apa?
Ibu suka warna yang lebih gelap.
Lihat betapa gelapnya ini. Ibu menyukainya.
Baiklah. Makanlah.
Sesuap abalone yang lembut
memperlambat napas beratku.
Dan sepotong hijiki yang renyah
menenangkan perutku yang sakit.
Hidangan paling bergizi untuk Putri Duyung Parang-ri
benar-benar meluluhkanku,
saat itu,
bahkan sekarang.
Cuci piringmu.
Yang benar saja...
Kenapa dia sangat baik kepadaku?
Kau memacari Pelatih Cha?
Apa maksud Ibu?
Aku tak punya waktu untuk berpacaran.
Hati-hati dengan pria yang baik kepadamu.
Mereka yang licik, bukan orang lain.
Ibu menyuruhku berhati-hati dengan pria baik.
Aku akan berhati-hati jika perlu,
tapi aku tetap harus berterima kasih.
Permisi.
Apa?
Ke mana dia pergi tiap pagi?
Dia juga tidak ada di sini.
Halo, Semuanya. Hari ini, aku akan menyanyikan
lagu favoritku, "Oh My!" untuk kalian.
Dua, tiga.
Astaga, jangan lakukan ini.
Perasaan wanita...
Kenapa kau celingak-celinguk?
Mencari seseorang?
Berandal itu...
Maksudku, penyelam bebas yang tinggal di rumahku.
No comments yet. Be the first to leave one.