Esimesed 189 rida.
ENAM TAHUN LALU
Kini saatnya berita selebritas.
TenTen si pemain bas tiba-tiba mengumumkan pernikahannya dengan wanita nonselebritas.
TenTen adalah pemain bas ternama di dunia, jadi seperti apakah wanita itu?
SURAT PENERIMAAN
Seorang gadis yang cinta pertamanya adalah seorang pemain bas
terjerumus ke dalam jurang keputusasaan.
Baginya, yang tak memiliki teman bicara seusianya kecuali kakaknya,
pemain bas itu adalah satu-satunya harapan di hidupnya dan alasannya pindah ke Tokyo.
Tapi kini, pemain bas itu jadi milik orang lain.
Ironisnya, itu terjadi tepat setelah dia diterima di universitas.
Apa gunanya aku pindah ke Tokyo?
Untuk gadis yang lahir dengan imajinasi yang terlalu aktif
dan berpikir bahwa TenTen suatu hari akan menjadi miliknya,
hal tersebut seperti sebuah pengkhianatan.
Gadis itu masih belum terlalu dewasa untuk memahami bahwa ini adalah hasil
dari ekspektasi dan ketergantungan berlebihan kepada orang lain.
Merasakan kehampaan akibat frustrasi,
dia memberikan basnya kepada satu-satunya teman sejatinya, seorang anak SD,
dan pindah ke Tokyo.
Ketika dia mulai berkuliah,
dia tak bisa bersosialisasi.
Tak ada motivasi untuk belajar. Tak ada dorongan untuk menikmati apa pun.
Tak ada makna dalam hidupnya.
Di kota besar ini, dengan segala hal yang ada,
hati Tanaka kering kerontang.
SENGOKU KOI EMAKI
Kepada siapa kau tersenyum?
Maju kalian semua!
Hari itu, Tanaka memainkan gim otome untuk pertama kali dalam hidupnya.
Hati sensitif di balik keanehan Hitotose,
perilaku bak badut yang dia gunakan untuk melindungi diri dari kelemahannya,
membuat hati Tanaka membara.
Lalu terlebih lagi...
Aku mencintaimu, Kucing Kecil.
Meski kita hidup di dunia yang berbeda, aku tak akan pernah melupakanmu.
Dia mengungkapkan cintanya dan menerimanya meskipun Tanaka memiliki kekurangan.
Untuk pertama kalinya sejak pindah ke Tokyo, Tanaka merasa dimanusiakan.
Tanaka menemukan harapan untuk hidup lagi.
Berkat imajinasinya yang terlalu aktif,
dia berhasil memindahkan tempat tinggal Hitotose ke dalam otaknya.
Saat mereka mulai menjalin hubungan, dia memulai hidupnya sebagai otaku.
Meskipun dia akhirnya mengulang satu tahun,
Hitotose menyelamatkan hidupnya.
Hitotose adalah kekasihnya. Baginya, keberadaannya adalah mutlak.
Tapi apa benar seperti itu?
Maafkan aku. Aku sangat menyesal.
Aku ketinggalan bus dan mengalami situasi tak biasa lainnya.
Hei, kau tak boleh masuk begitu saja.
Maaf. Kenapa kau pakai celana dalam?
Itu kadang kulakukan.
Lupakan masalah bus.
Tapi kau perlu lebih menyadari posisimu sebagai guru.
Baik!
Apa kau paham yang kukatakan?
Ya?
Baik, silakan duduk.
Ini hidupmu, jadi kau bisa lakukan sesuai maumu.
Tapi jangan buat pilihan yang salah yang akan hancurkan hidupmu.
Aku khawatir kepadamu.
Apa maksudmu?
Kau bilang kau sudah bertindak kelewatan, ingat?
Kau cukup mabuk saat itu, tapi kau tak bercanda, kan?
KEBAHAGIAAN
Tunggu. Hari itu...
Begini, aku akhirnya bertindak kelewatan.
Serius? Matilah saja kau, Diriku Waktu Itu.
Membuat pilihan salah? Menghancurkan hidupku? Itu berlebihan sekali, bukan?
Aku perlu memberimu nasihat yang pantas untuk orang dewasa.
"Nasihat untuk orang dewasa"?
Apa pun yang kulakukan atau apa pun yang kupuja, itu bukan urusanmu.
Kau puja?
Kau akan beri tahu penganut agama lain bahwa mereka salah
cuma karena kau tak setuju pada keyakinan mereka?
Bukan itu yang kumaksudkan di sini.
Hubunganmu dengannya akan mengucilkanmu dari masyarakat.
Dunia takkan membiarkanmu begitu saja
dengan sikap tak peduli itu.
Mengucilkan aku? Aku sangat menyadari hal itu.
Itulah sebabnya kulakukan secara rahasia.
Aku mengetahuinya, berarti rahasiamu tak terjaga dengan baik.
Apa yang terjadi kalau kabar tentang kalian tersebar di sekolah?
Kau tak akan bisa tetap di sana.
Aku tak ingin menghalangimu. Aku hanya ingin kau menjaga dirimu.
Itu agak berlebihan, bukan?
Meskipun orang tahu aku otaku Hitotose,
aku ragu akan kehilangan pekerjaan!
Apa maksudmu?
Kenapa kau tiba-tiba bahas hal ini?
Bahkan jika Perdana Menteri menyebutku pengkhianat,
ini hal yang takkan kulepaskan!
Apa?
Apa?
Apa?
Tunggu sebentar... Siapa Hitotose?
- Bukankah yang kau maksud Hitotose? - Bukankah yang kau maksud Murai?
Hari berikutnya.
Astaga. Mereka benar-benar mirip.
Aku tak yakin aku paham, tapi saat Murai, yang menyukai Tanaka, jadi pirang,
dia berubah menjadi karakter gim video favorit Tanaka?
Deduksi yang brilian.
Apa berarti perasaan Murai kepadanya bertepuk sebelah tangan
dan Tanaka hanyalah wanita malang
yang berjuang mempertahankan etikanya sebagai seorang guru?
Aku jadi agak lega.
Tunggu, lega soal apa?
Ini menyebalkan.
Sulit dipercaya aku mengekspos diriku sebagai seorang otaku.
Tapi lantas kenapa?
Aku tak peduli! Jangan remehkan mentalitas otaku -ku!
Semua akan mati suatu hari nanti!
Aku akan mati dan semua orang yang terkait denganku juga akan mati!
- Bu Tanaka. - Apa?
Ibu baik-baik saja? Ibu terlihat tidak sehat.
Ini hari keduaku... Bukan apa-apa.
Apa Ibu mau kubelikan Madvil?
Tidak. Apa? Aku baik-baik saja... Jangan bilang itu dengan wajah serius!
- Silakan jika Ibu mau. - Apa itu?
Aku lebih suka Trylenol.
Aku sering sakit kepala kronis, jadi aku selalu membawanya.
Terima kasih.
Siapa orang ini?
Kalian ada waktu bebas seharian, kan? Tak pergi ke suatu tempat?
Kami akan ke pesisir untuk mencoba membuat kari boga bahari legendaris,
tapi Hirai tidak ada, jadi kurang satu orang.
Apa Bu Tanaka ingin ikut dengan kami?
Memasak boga bahari dalam kondisiku saat ini sama saja dengan bunuh diri.
Tidak, aku tak pandai memasak.
Aku akan memasak untuk Ibu.
- Kami tak bisa melakukannya tanpa Ibu! - Bohong.
Aku tak boleh membuat kari dengan Murai setelah menjelaskan masalah ke Yamakado.
Itu hanya akan membuatnya curiga lagi.
Lihat, ada Pak Yamakado. Dia tampaknya tak punya kegiatan!
Pak Yamakado,
mereka kurang orang untuk membuat kari legendaris.
Legendaris?
Tapi kau tampaknya tipe orang yang alergi boga bahari.
Aku suka boga bahari.
Ada risiko tentakel gurita menempel padamu saat memasak
dan tak akan lepas seumur hidup.
Itu tidak mungkin.
Namanya saja yang "legendaris", tapi itu hanya kari biasa!
Maka kita akan menjadikannya legendaris.
Mereka pulang dengan kenangan indah dan suasana di antara mereka mencair.
Tapi rintangan tak biasa untuk Murai akan berlanjut sedikit lebih lama.
Tidurlah dengan tenang selagi bisa.
Tak lama lagi kau akan gemetar, wahai Pemuda 17 Tahun.
Murai in Love.
- Kiriyama, ayo main Daifugo . - Ya.
Ini hari terakhir. Ayo bersenang-senang.
Aku sedang sibuk sekarang. Waktunya sudah mendesak.
Kau hanya main HP.
HUJAN METEOR NANTI! TANJUNG KEKASIH
Murai!
Kiri, ada apa? Waktunya sarapan?
Belum, Murai. Maaf membangunkanmu.
Kudengar ada hujan meteor di sekitar daerah ini malam ini.
Aku belum pernah melihatnya. Kau juga suka meteor, bukan?
Apa kau tak mau melihat laju dan terangnya meteor
serta mempelajari tekniknya?
Aku mau.
Ini hari terakhir widyawisata kita. Mau keluar diam-diam?
Ayo kita lakukan hal yang menyenangkan.
Kiri, kau mengajariku cara membolos pelajaran olahraga yang kubenci.
Bersamamu aku pertama kali mencoba mi instan dan makanan cepat saji.
Kau sungguh pandai menikmati hidup.
Aku mengagumimu dan aku bangga padamu.
Kau setengah tertidur? Kau menggemaskan.
Bukan denganku kau harus bersikap sentimental!
Jangan lupa.
Kita akan bertemu di Tanjung Kasihan tengah malam.
Baik.
Jangan sampai ketahuan.
Permisi!
Kiriyama, apa kau tahu artinya jam malam?
Kau tak boleh masuk.
Kudengar ada hujan meteor malam ini, jadi aku mengintip keluar
dan melihat pasangan yang tampak seperti pelajar berjalan menuju tanjung.
Kurasa aku perlu memberitahumu.
Sial! Yang benar saja!
Ketua Guru! Kebetulan sekali!
Kau mau ke minimarket? Belikan aku camilan.
Sebenarnya...
Peluang melempar tanggung jawab.
Biarkan saja. Aku mengantuk.
Jangan bilang begitu.
Bercanda, aku akan pergi.
Kita akan kehilangan waktu tidur karena memarahi mereka.
Selalu seperti itu.
No comments yet. Be the first to leave one.