Esimesed 200 rida.
4 KESATRIA EMMALY
Ratusan tahun yang lalu,
daratan Asia Tenggara berlimpah dengan kehidupan dan kekayaan.
Meenanakarin,
Thavichmetha,
Assavadevathin,
dan Phuchongphisut
hidup berdampingan dengan damai
sampai seorang musuh datang tanpa diundang,
dan keempat kerajaan itu diserang.
Raja Meenanakarin menyerukan persatuan, dan keempat kerajaan itu pun bersatu
sebagai bangsa Emmaly.
Tahun-tahun berlalu,
dinasti-dinasti itu bergantian menduduki takhta,
dan kini takhta itu diduduki oleh Raja Thipokbowon dari Assavadevathin.
Sebab saat kita berdiri bersama, kita tak akan tumbang.
4 KESATRIA EMMALY
KOTA DAVIN
Tn. Charan.
Baginda telah mengeluarkan titah untukmu
agar kau menghadap beliau dalam 30 menit ke depan.
Dimengerti.
Hentikan, Charan.
Keterampilanmu masih setajam dahulu.
Ini instruktur kombat paling unggul yang melatih para pengawal kerajaan.
Perannya tetap dirahasiakan.
Kau pasti penasaran kenapa aku mengujimu, bukan?
Aku yakin kau punya alasan, Baginda.
Tonggeret mulai menanggalkan kulitnya.
Artinya, musim panas akan segera tiba.
Menyenangkan jika orang yang memahamiku sudi menemaniku menikmati teh.
Satu hal lagi, aku sering menyebutkan ini.
Saat kita hanya berdua saja, tak perlu formalitas.
Kau masih kuanggap cucu yang kubesarkan sejak kecil.
Bangunlah.
Mohon maaf, Baginda.
Duduklah.
Ayo duduk.
Kau satu-satunya cucu yang bisa kuajak bicara bebas.
Bagaimana kabarmu?
Aku telah layu seiring berlalunya hari,
tetapi aku kesepian.
Itu sebabnya kuminta kau menemaniku.
Teh apa yang mau diminum?
Kamomil atau oolong?
Keduanya tak lagi bisa memuaskanku,
sebab aku tahu ada yang lebih baik lagi.
Kau harus mencoba Earl Grey,
teh yang diimpor dari UK.
Rasanya bertahan lama,
membangkitkan kenangan masa lalu.
Namun, kini usiaku terlalu renta untuk mengambilnya sendiri
dan tak ada yang cukup kupercayai untuk aku meminta ini.
Jika kau memercayaiku,
akan kubawakan kepadamu.
Jika begitu, bergegaslah.
Hanya kau yang bisa kupercayai.
Pergilah kepada Thatdanai, teman lamaku.
Dia akan menyiapkan teh terbaik untukmu.
Jika kau tunggu lebih lama, bisa jadi terlambat.
Siap laksanakan, Baginda.
SEKOLAH BISNIS BAYES
KEJUARAAN ANGGAR PRESTISIUS KE-25
Bersedia.
Siap?
Mulai.
Tahan.
Serangan bersama.
Bersedia.
Siap?
Mulai.
Tahan.
Ayo.
Kau pasti bisa.
Mulai.
Tahan.
Ya.
- Bagus. - Tahan.
- Bagus. - Ya, ayo.
Kena, poin.
Mulai.
Tahan.
Rehat satu menit.
Bersedia.
Siap?
Mulai.
Tahan.
- Ya. - Serang.
- Bagus. - Kena.
- Bagus. - Poin.
Siap?
Mulai.
Tahan.
Mulai.
Tahan.
Siap?
Mulai.
Tahan.
Relaks saja. Ayo.
Mulai.
Tahan.
Tahan.
Tahan.
- Ya, bagus. - Bagus.
Tahan.
Tahan.
Tahan.
Serangan bersama.
Bersedia.
Siap?
Mulai.
Tahan.
Ya.
- Ya. - Bagus.
Serangan bagus.
Ayo!
Yang terakhir bagus.
Ya.
- Bagus. - Ya, ayo. Hore.
Selamat kepada juara Grup A, Kenneth.
Kudengar Kenneth adalah keturunan Emmaly,
salah satu negara anggar terbaik sedunia.
Dia juga yang terbaik dalam klub anggar di universitasnya.
Tak mengherankan.
Mohon beri dukungan kepada Kenneth dalam babak Final.
Kenneth.
Sial.
Aku hanya main-main, Kawan.
Omong-omong, selamat.
KLUB ANGGAR VICTORIA
MRT
Hei,
kenapa kau membuntutiku?
Apa kau perekrut atlet?
Apa?
Tak bisa bicara?
Apa maumu?
Kenapa?
Tak mengerti bahasaku?
Tampaknya kau bukan perekrut atlet.
Aku mengerti.
Kau berusaha merayuku?
Astaga.
Tak pernah diberi tahu bahwa membuntuti orang yang kau sukai
adalah tindakan menyeramkan?
Aku juga tak berminat.
Buang waktu saja.
Mohon maaf.
Jangan langsung berasumsi.
Tunggu…
- Kau fasih… - Tak pernah diberi tahu
bahwa tiap kali kau menerkam, bahumu berkedut dahulu?
Kebiasaan kecilmu itu
bisa menjadi alasan kau kelak kalah.
Hanya ini kemampuan atlet anggar paling top
di klub ini?
Kau masih butuh banyak perbaikan.
Siapa kau?
- Pikirmu kau begitu mengenalku… - Bukan bahumu saja.
Kau juga tergesa-gesa.
Kukatakan dengan maksud baik.
Jika kau terus begini,
kau tak akan pernah menang.
Baik.
Ini.
Duduklah.
Kau tahu? Hari ini…
Aku berhasil masuk babak final.
Sungguh?
Selamat.
Jangan besar kepala dahulu.
Untuk standar Emmaly…
Untuk standar Emmaly,
aku belum cukup kuat untuk menjadi atlet anggar profesional.
Selalu saja soal Emmaly.
Makanan ini khas Emmaly.
Rumah ini seperti dari Emmaly.
Kenapa tak menamaiku Emmaly saja sekalian?
Baguslah kau tahu itu.
Makanlah.
Setelah ini, kau berlatih denganku.
Astaga, Ayah.
Apa tak bisa memberiku rehat?
Khanin…
Ya, baiklah.
Nin,
ingat tata krama saat makan.
Aku tahu.
Aku tak hendak memakainya.
Hanya dikeluarkan saja.
Andai tak menjadi penulis,
kau pasti cocok menjadi prajurit.
Tiap kali kau menerkam, bahumu berkedut dahulu.
Hanya ini kemampuan atlet anggar top di klub ini?
Ada apa ini?
Kau tampak tak fokus hari ini.
Apa ada masalah?
Aku…
Bukan apa-apa, Ayah.
Ayo kita coba lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.