Esimesed 200 rida.
Ayo!
DESEMBER 1989
Kylie Minogue telah memamerkan pacar barunya,
vokalis INXS, Michael Hutchence.
Akhirnya pasangan itu mengumumkan hubungan mereka.
Timku khawatir. Mereka berpikir, "Aduh."
Aduh!
Kylie terlalu imut dan baik untuknya.
Michael terlalu buruk dan seksi untuknya.
Ya, kurasa orang-orang akan sedikit terkejut.
Kylie Minogue mengaku tak pernah memakai narkoba.
Apa kau pernah mencoba membujuknya untuk mencoba narkoba?
Bagaimana malam-malamnya?
- Menyenangkan. - Bagus.
Kylie bisa melakukan apa pun.
Aku tak pernah menggoda siapa pun. Dia sudah sangat bahagia.
Dia tak butuh apa pun.
Seberapa seru?
Sangat seru.
Seberapa seru?
Menurut beberapa koran, kau menemukan seks.
- Kau mau aku berkomentar lebih lanjut? - Ya.
Tidak bisa. Maaf.
Apa yang kau coba dapatkan?
Seberapa nakalnya aku?
Aku cukup nakal.
Mari kita bahas saudarimu sebentar. Apa dia jatuh cinta?
Michael adalah dewa rock seksi yang membuat pria dan wanita…
Dia memancarkan kepercayaan diri, dan itu seksi.
Di dunianya saat itu, kepercayaan diri adalah segalanya.
Namun, aku ingat
Kylie sangat tergila-gila.
Itu sudah pasti.
BAGIAN II
- Ya. - Oke, tak apa.
Kini kami berada di Orient Express pada 26 Juni.
Ini pasangan Amerika yang merekam pasangan muda Australia ini,
yang datang untuk bersenang-senang.
- Kalian sedang direkam. - Ya.
Ya, dia pria yang liar,
tapi niatnya baik, meski tingkah laku kami tak begitu baik.
Semuanya dilakukan dengan penuh cinta.
Mereka menghabiskan semua sampanye.
- Cut. - Cut.
Cut.
Banyak hal pertama yang kulakukan dengannya.
Kylie.
Hai.
Aku tak pernah merasa dibutakan,
tapi dia membuka mataku.
Aku di usia yang tepat. Aku berusia 21.
Bagus.
Dia lucu…
AKU MENCINTAIMU, KYLIE
…terpelajar,
dan lembut.
Aku suka melihat foto-foto yang spontan.
Momen yang terjadi di sekitar pemotretan.
Aku hanya merasa orang yang kusayangi ada di sana.
Bolehkah aku merekammu?
Aku benar-benar merasa begitu.
Bintang film.
Bintang film di Italia.
Di Italia.
Kau bisa melihatnya di foto-foto dari masa itu.
Mungkin hidup tak berjalan cepat untuk sesaat,
karena aku ingat semuanya.
Seperti berada di kapal di Hong Kong dengan perasaan penuh harapan.
Rasanya seperti permata.
Jika kau jatuhkan, itu akan hancur, tapi jika kau melindunginya,
itu bisa bersinar.
Kau akan menikah dengannya?
Akan menyenangkan jika dilamar, tapi entahlah, kita lihat saja.
Saat itu, aku melihat INXS rekaman di studio
dan aku menyukainya.
Aku suka berada di antara mereka.
Aku merasa menemukan suku.
Menurutku luar biasa melihat mereka menulis lagu bersama
dan memiliki hak atas hasil akhirnya.
Kami setara. Kami cenderung berdiskusi.
Aku bilang, "Menurutku ini," dan jika mereka bilang,
"Ya, kami setuju," itu akan masuk ke lagu.
Harus begitu.
Kau harus jujur kepada diri sendiri.
Lalu, muncul semacam ide.
Aku ingin lebih mengekspresikan diri
dan aku belum pernah melakukannya.
Aku tahu ini titik baliknya.
Dia punya pacar bintang rock.
Michael memberinya kepercayaan diri.
Apa pun yang kulakukan, aku tahu Kylie tak akan suka.
Snare drum masuk.
Gitarnya.
Tambah gitar.
Ini hi-hat.
Aku mulai bersuara.
Aku punya ide. Bagaimana kalau begini dan begitu?
Kami tak punya waktu untuk berdiskusi
karena kami tak punya waktu.
Aku jadi sangat frustrasi.
Rasanya seperti melawan sistem.
Lima belas lagu nomor satu lagi.
Aku tahu kami punya 142 lagu yang masuk 20 besar.
Aku lupa jumlahnya.
Aku ingin mengeksplorasi ide berbeda, terbuka untuk perubahan.
Itu bukan yang diinginkan publik.
Publik ingin "I Should Be So Lucky".
Yah…
Aku lelah bermain aman.
Aku harus diizinkan bicara.
Aku harus diizinkan memberi masukan
agar aku bisa terlibat dalam pekerjaanku.
Bukan hanya jadi wajahnya.
Seperti ada yang mencekik semua kreativitas yang kumiliki.
Dengan dipaksa untuk diam,
tutup mulut, dan mendengarkan, aku belajar banyak dengan cara itu.
Jadi, jika keadaannya tak berubah,
aku takkan di sini lagi.
Kecuali aku bisa melakukannya dengan caraku.
Dengar, aku punya dua putri
dan pada titik tertentu, ayah mereka tak tahu sebanyak mereka.
Itu namanya tumbuh dewasa.
Dulu aku tak bisa bilang "tidak".
Sekarang bisa.
Sekarang aku bisa. Ya, aku bisa.
Aku mendapatkan kembali jati diriku.
Saat itulah aku menemukan bahwa ada lebih banyak Kylie di luar sana.
Tiba saatnya untuk hadir di tengah kalian dan memukau kalian
dengan suara luar biasa yang tak ada duanya.
Lihatlah. Ini dia.
Kurasa manajerku bilang,
"Ada malam Kylie." Aku belum pernah dengar itu.
Aku bingung.
"Ada penampil drag yang berdandan seperti dirimu.
Kau mau ikut?"
"Ya."
Rasanya, "Wow."
Versi supersonik diriku.
Banyak orang yang tak menyukaiku pada saat itu.
Aku akhirnya di atas panggung.
Di bar drag ini.
Aku merasa menjadi orang yang paling tidak mirip Kylie di sana.
Ya, kupikir, "Aku harus berusaha.
Aku harus pakai bulu mata dan eyeliner ."
Pete Waterman sudah cukup terdesak hingga berkata,
"Baiklah, Nak. Apa maumu?
Musik seperti apa yang ingin kau buat?" Mungkin itu pertama kalinya dia bertanya.
Aku sudah muak.
Dia pergi ke klub.
Dia kini bagian dari dunia klub.
Jika kau ada di sana, kau ingin rekamanmu terdengar seperti itu.
Kenapa orang menggambarkanmu sebagai gadis bodoh?
Karena itu mudah dan aku bukan ancaman bagi mereka.
Ada sesuatu yang luar biasa tentang Kylie Minogue muda.
Kolumnis gosip menulisnya sebagai "Burung Parkit Bernyanyi".
Bulu burung parkitnya meremang.
Senin, 29 Januari. Tepat pukul 22.30.
Aku ingat pertunjukan itu.
BURUNG PARKIT BERNYANYI
Kami menyebut diri kami "burung parkit bernyanyi".
Aku ingat pakaianku.
Celana ketat mengilapku yang menakjubkan
yang sangat kusukai.
Aku ingat Michael berada di tengah kerumunan.
Kylie punya citra yang manis dan polos.
Kylie sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan orang.
Dia sangat kuat.
"Burung Parkit Bernyanyi" itu julukan buruk.
Siapa pun yang menulis itu mungkin gemuk, botak, usianya 50, tapi tampak seperti 70,
lalu bau mulut, serta tak bisa mengendalikan diri.
Mereka mungkin cemburu.
Kami beralih dari "I Should Be So Lucky" ke Kylie sang diva dalam sekejap.
Dia ingin bertemu pembuat videonya.
Dia ingin penata gaya sendiri.
Orang-orang yang sudah lama bekerja dengan kami,
Kylie bilang, "Aku tak mau sama mereka lagi."
Entah itu penata gaya, fotografer, atau siapa pun,
aku bekerja sama dengan mereka, bukan dipaksa menerima ide mereka.
Aku lari dari era '80-an.
Kilauannya. Eranya.
Dikendalikan layaknya boneka atau tidak memiliki substansi.
Begitu aku bisa mengendalikan citra diriku sendiri,
kupikir aku akan jadi gila.
Beberapa bar yang kita dengar
adalah singel barumu yang pertama.
- Ya, benar. - Juga rekaman video.
Ya, itu akan dikirim besok, dan itu cukup berbeda.
Benarkah?
Astaga.
- Dia memegangnya. - Ini dia. Ini saatnya.
Lihat rambutnya.
Astaga.
Kurasa aku mengambil kembali kekuatanku.
Ya, hanya berkata, "Baiklah.
Ayo."
Baiklah, pendapat kalian?
Astaga, pers akan melarangnya. Kurasa akan dilarang. Aku tahu itu.
- Terry? - Sempurna. Mereka akan membencinya.
- Ibu? - Apa kata ayahmu nanti?
Ini akan dilarang.
No comments yet. Be the first to leave one.