Esimesed 200 rida.
SEBELUMNYA
Di luar hubungan kami...
- Mereka akan merasakan cinta. - Ya.
Saat kau melihatku, kau seperti, "Ini dia."
- Sungguh? - Ya.
- Kau baik hati. - Aku menerimamu apa adanya.
Aku tahu kadang kau tak memikirkannya, tapi aku akan melindungimu.
- Aku boleh menamai anak kita? - Tidak.
- Nama tengah. - Tidak!
- Tujuh anak? - Aku tak setuju.
Kau luar biasa dan sempurna untukku.
Kita seperti sudah lama kenal. Semua akan makin sulit.
Kau akan jadi punter-kicker terbaik.
Astaga. Terima kasih. Aku lebih keren secara langsung.
- Apa aku yang paling dicari di bilik? - Kami mengejekmu.
Aku paling banyak dicari. Aku ingin melihat wanita cantik.
Nick!
Dia cemburu! Jangan cemburu.
Aku cemas.
Kita lihat betapa genit dia di dunia nyata.
Jika aku meminangmu dan ayahmu menolak,
aku takkan salahkan dia. Dia tak tahu aku.
Aku butuh ini agar bisa ke altar dua pekan lagi.
Apa kalian pernah bertengkar?
Aku sering bicara, tapi dia lebih sering lagi.
Hanya memastikan.
- Kau militer. - Ya.
Apa kau benar dari militer?
- Dulu. - Ya.
Aku tak menyesal.
- Oke. - Aku merasa dinilai.
- Kau suka seks dengan kondom? - Ya.
Kita bisa melakukan itu.
Seks harus menyenangkan.
Aku tak kesal membantu pasangan punya anak,
tapi mereka anakmu.
Seharusnya aku tahu sebelum bilang ya.
Aku tak mau kisah kita sepert ini...
atau berakhir.
13 HARI SAMPAI PERNIKAHAN
Tiga, dua, satu...
Sempurna! Cincin yang indah. Siapa yang pilih?
- Nick. - Dia menunjukkan yang benar.
Sempurna.
Bagus! Pegangan tangan.
- Tidak? Seperti ini? - Oke.
Luar biasa.
Kurasa lenganku lebih panjang.
Biar kuambil...
Aku yakin kau lebih tinggi sekarang.
- Matamu indah. - Sungguh?
Ya. Sepatuku dibuat lebih tinggi.
- Kebetulan. - Ya.
Lingkarkan lenganmu di pinggangnya.
- Dia lebih tinggi? - Seperti di pesta.
Bukan di bokong.
Kalau kau mau. Ini foto kalian.
Lagi...
Sempurna!
- Oke, itu fotomu. - Keren!
Kau pilih hari yang baik untuk pakai hak.
Kukira kau aman.
Kurasa keren untuk foto tunangan.
Kita bisa ingat kembali, "Ingat saat kita masih seksi?"
AGEN REAL ESTAT
- "Nick, ingat saat kau masih tampan?" - Ya!
Tunjukkan ke anak-anak.
Baiklah. Aku punya foto kalian.
- Ini punyamu. - Terima kasih.
- Ini punyamu. - Terima kasih.
Ya.
Ambil ini. Aku yang itu karena aku suka baca buku.
- Kau tak mau... - Aku mau yang ini untuk pembatas buku.
Ini foto kita.
Kau tak suka baca. Kau tak butuh. Kita bingkai nanti.
Bingkai emas.
Ini bagus.
- Lihat. - Coba lihat.
- Aku pilih yang terbaik. - Lihat itu.
- Yang di atas mantel. - Ya.
Lihat.
Ini untuk di atas toilet. Ya.
Karena ini paling romantis, 'kan?
Toilet adalah tempat paling romantis di rumah.
Kita sering di sana, jadi...
12 HARI SAMPAI PERNIKAHAN
- Apa yang ada di benakmu? - Tidak ada.
- Tidak ada? - Tidak ada.
Kau khawatir?
- Ya. - Ya.
Membuatku cemas kita tak mengobrol semalam
dan itu membuatmu kepikiran.
Ada yang kita bicarakan di bilik.
Semalam, semua rasanya berubah.
Bisa lebih spesifik?
Kau sekarang berubah
dari tiga sampai lima yang kita bicarakan lebih awal.
Jadi, aku berpikir, "Apa ada hal lain yang akan..."
Aku bisa membayangkan keadaan akan berubah seiring waktu.
Ya, pasti.
Tapi...
hal besar, hal-hal penting
itu yang harus kita pikirkan.
Itu baik-baik saja.
Semua baik-baik saja.
Ayo masuk.
Aku mau pakai kamar mandi.
- Kau butuh waktu? - Aku mau pakai kamar mandi.
- Oke. - Ya.
Baiklah. Kau mau buat apa?
Telur dengan feta, enak.
Oke.
Aku kita punya anggur.
Kenapa kau menatapku?
Kau payah dalam menyembunyikan kecemasanmu.
Tidak! Aku tak marah.
- Aku tak bilang kau marah. Oke. - Aku tak marah.
Berat. Aku tahu.
Terutama masalah seks.
Aku mengerti kecemasanmu, itu valid,
tapi pada saat yang sama, aku mual.
Aku kekurangan vitamin D dan sedang haid.
Lalu fakta bahwa aku akan bolak-balik dari Baltimore...
Aku merasa payah.
Aku tak mau kau tak puas
karena aku mual.
Aku ingin membicarakan ini denganmu.
Ya, aku anggap jika kau mual...
Kuharap aku tak perlu menjelaskan.
Alasan aku membahasnya sekarang adalah
kita tak punya banyak waktu sebelum pernikahan.
Aku tak bilang itu akan jadi masalah.
Aku tak pernah mencoba memosisikanmu saat kau terpaksa.
Aku tak mau kau tertekan mencoba membuktikan sesuatu.
Sebelum berjalan ke lorong, apa kau berharap melihat sesuatu?
Bagian eksperimen ini sangat penting bagiku
karena ini saat kita memastikan kita punya keintiman fisik,
kasih sayang, dan semua yang kuinginkan dalam pernikahan...
Kau ragu.
Tak terlalu.
Ini keputusan besar.
Jika kita menikah, selesai.
Itu seperti, "Aku menginginkanmu."
Aku tak mau melalui ini lagi dengan orang lain.
Aku hanya memastikan kau 100%, oke?
Tidak ada...
Sesuatu yang sebesar keintiman fisik, aku mau memastikan itu benar.
- Dan itu tak benar - Itu dimulai di Cabo.
Itu luar biasa. Lalu kau... Kita menghadapi banyak masalah.
Dan kadang kau tak mau disentuh atau tak mau jadi...
tapi lagi, itu baik-baik saja.
Aku hanya ingin memastikan, jangka panjang...
Itu tak seperti ini.
Aku sangat menyayangimu.
Mungkin sudah tiga kali aku seperti,
"Berhenti mengelusku" atau apa pun.
Aku menyebutnya mengelus karena itu terlalu menstimulasi.
Ya. Dan aku mengerti. Tidak apa-apa, Sayang.
Tapi itu tidak baik-baik saja karena kau bilang itu tidak.
Aku tak bilang tak baik-baik saja.
Maksudku, jangka panjang, jika itu masalah bagiku.
- Kau mengerti? - Oke. Ya.
Aku mengerti.
Aku merasa sudah menyayangimu, jadi...
Tidak, kau sudah menyayangiku.
Aku tak bilang belum.
Saat aku menunjukkan kasih sayang dan ada "tidak" atau...
Kau merasakan penolakan?
Ya, sedikit.
Tapi aku ingin menghormatimu dan perasaanmu.
Jika bukan itu yang kauinginkan...
Aku tak mau bicara seolah-olah hanya ingin seks.
Aku mencintaimu, memedulikanmu, dan menginginkanmu, tapi aku...
Ini keputusan besar.
Oke.
Boleh aku... Maaf, aku tahu, jika kau tidak...
Ya. Tidak apa-apa.
Aku masih ingin kau menikahiku.
Aku menginginkanmu.
Aku ingin kau seperti...
paham, oke?
Apa kau tahu pria selalu...
Sebagian besar pria,
saat istri mereka kena kanker, mereka selingkuh?
Kesehatanmu jadi masalah dan aku akan pergi?
Itu akan jadi masalah bagimu.
Tidak seekstrem itu.
Pascamelahirkan, saat kau punya anak,
ada masa sebelum kau punya anak, kau takkan jadi penyayang,
dan mungkin setelah punya anak.
Ini mungkin terjadi beberapa kali dalam hubungan kita.
Ini akan jadi masalah bagimu sampai...
Itu pertanyaan bagus. Ya...
Itu...
Itu masalah besar. Ya.
Baiklah. Tidak apa-apa.
Aku tak bisa mengendalikan perasaan dan tubuhku.
Aku tak berharap kau berubah atau mengendalikan apa pun.
Aku hanya...
Aku hanya ingin punya gagasan tentang masa depan kita.
No comments yet. Be the first to leave one.