Esimesed 200 rida.
MUSIM SEMI, TAHUN 1549
ISTANA NAGOYA, WILAYAH OWARI
Inuchiyo!
Jangan buat alisku terlalu tebal!
Aduh! Tentu saja!
Perbaiki!
- Katsusaburo. - Ya!
Buat lebih tinggi dan penuh.
- Lebih tinggi! - Ya!
- Runcingkan ujungnya, Bodoh! - Baik!
- Kyosuke. - Ya!
Sabuk ini membosankan.
Talinya.
- Talinya! - Tali!
- Cepat! - Baik!
Bekas luka palsu di pipimu akan tampak heroik.
Tidak.
Baiklah.
Tidak!
Aku mengerti.
Baik.
Kau sangat gagah.
Tampan, Tuanku.
Sangat perkasa.
Bagaimana penampilanku?
Aku akan terpikat.
Itu sangat modern.
Aku merinding.
Aku bisa...
melakukan ini.
Ini!
Aku merasa pusing!
Lututnya akan lemas!
Kau boleh memilikiku!
- Apa itu? - Kau boleh memilikiku.
Ada apa?
Mereka tiba!
Apa?
- Tuan Muda! - Minggir!
Jangan menghalangiku.
Jangan menghalangiku!
Cara muncul yang hebat!
Minumlah segelas sake, Yang Mulia Putri No.
Tak ada orang lain yang tahu ini, Nak.
Aku sakit parah.
Saat aku meninggalkan dunia ini,
itu akan membawa kekacauan di wilayah kita.
Viper akan melihatnya sebagai kesempatan untuk menduduki.
Aku harus menghentikannya selagi aku masih hidup.
Sudah saatnya untuk menegosiasikan gencatan senjata antara wilayah kita.
Nak...
Kau akan menikahi putrinya, Putri No dari Wilayah Mino.
Orang menyebutnya putri Viper , tapi ibunya berasal dari keluarga bangsawan.
Aku yakin dia akan jadi istri yang baik.
Masa depan dari Wilayah Owari
ada di tanganmu, Nak.
Aku melihatnya! Seperti kata ayahmu, dia sangat cantik!
Siapa peduli jika orang menyebutnya putri Viper?
Aku punya firasat dadanya besar!
Inuchiyo!
Ya?
Tenanglah.
- Maaf. - Jangan berisik.
Segera!
Milikmu juga besar, Tuanku!
Cepatlah!
Tuan Putri.
Pastikan...
Pastikan kau selalu ingat perkataan ayahmu.
Cepat atau lambat, kakakmu akan membelot melawanku.
Itu akan mengcaukan wilayah ini.
Tiger yang bersebelahan dengan kita akan memanfaatkan itu.
Putriku.
Suamimu berikutnya adalah putra dari Tuan Owari.
Jangan membantah!
Masa depan wilayah kita ada di tanganmu.
Reputasinya adalah pria paling bodoh di Owari,
tapi aku yakin dia terpelajar dan ahli pedang yang hebat.
Diam. Jangan berkata apa pun.
Tolong tutup mulutmu.
Kau terlalu terus terang tentang pemikiranmu.
Jangan bicara!
Ada apa?
Putri menunggu.
- Tuanku! - Biarkan kami lewat.
Semoga beruntung, Tuanku!
Jangan pelit.
Pijat punggungku.
Jangan begitu. Jangan melakukannya terlalu lembut.
Aduh!
Boleh aku tanya kenapa...
Kenapa aku harus menuangkan minuman serta memijat punggung dan kakimu?
Karena kau adalah istriku.
Apa kau lelah?
Aku? Tidak.
Kau mungkin tidak, tapi aku lelah setelah perjalanan jauh.
Suami yang baik akan menuangkan minuman untukku
dan memijat kakiku yang pegal.
Hanya pecundang yang melakukan itu.
Pengertian bukan berarti pecundang. Kau sangat salah paham.
Jaga bicaramu. Aku benci wanita yang tak tahu tempatnya.
Dan aku benci pria yang bodoh.
Kau tak tahu sopan santun!
Kau juga sama saja!
Apa?
Caramu berpakaian, sangat konyol!
Ini adalah...
Ini modern, dasar kampungan!
Kau sama sekali tak mengerti.
Kau bahkan tak bisa minum sake. Kau hanya anak kecil.
Anak kecil... Itu memalukan.
Kutantang kau untuk membunuhku sekarang juga!
Ayahku akan tiba dengan pasukannya.
Lalu ayahku dan aku akan membunuhnya dan menduduki wilayahnya!
Omong kosong!
Kau lupa bahwa ayahku mengalahkan ayahmu?
Dia kalah bersama dengan egonya.
Ayahmu mengatur pernikahan ini untuk menghentikan serangan kami.
Salah!
Dia mengirimku sebagai bagian dari rencana invasinya.
Ayahku sebentar lagi akan mengalahkan kalian. Ingat kata-kataku.
Sungguh?
Itu pengkhianatan.
Lepaskan!
Sial.
Tunggu!
Sial!
Dasar kau! Sial!
Tuan Hirate.
Apa Tuan Muda selalu sangat vokal dalam situasi ini?
Inuchiyo.
Dia sangat sensitif, Tuan.
Saat dia sedang tak terkendali.
Apa Putri itu... Bagaimana mengatakannya? Apa dia bergairah?
Cukup bergairah.
Tidak, itu sangat sakit!
"Tidak ada"!
Hentikan! Itu akan patah! Kau akan mematahkannya!
Kau membunuhku!
Penjaga!
Penjaga!
Penjaga!
Penjaga!
Sial!
Tuanku!
Aku sedang memijat kakinya. Kau menyukainya?
Kau ingin lebih kuat?
Jangan berdiri saja! Bunuh wanita ini!
Tunggu sebentar!
Lepaskan dia, Putri!
Ini tidak benar!
Selamatkan Tuan!
Coba saja!
- Kagamino! - Tolong maafkan dia!
Tolong jangan!
- Maafkan dia! Kumohon! - Dasar kau...
Dia liar! Kurasa dia memang pembunuh Viper!
Ini pernikahannya yang ketiga. Dua suami sebelumnya
mati tanpa diketahui sebabnya.
Rumor itu benar. Dia membunuh mereka.
Kau sebaiknya menjauh darinya, Tuanku.
- Benar! - Kami kembali.
Kenapa menatapku?
Aku, Tuan? Maafkan aku, Tuanku.
Seperti kata orang, putra pertama adalah pengecut hampa.
Kita akan merebut wilayah ini!
Baik!
Jangan terlalu cepat!
Putri, dengarkan aku.
Saat Ayah memberi perintah, aku akan membunuhnya dalam tidurnya.
Ya!
Ya!
Bisakah kalian diam?
MUSIM SEMI, TAHUN 1551
PEMAKAMAN OWARI NOBUHIDE
Apa kau berencana membunuh seseorang?
Ayo kita lanjutkan, Heisuke.
Lihat ini.
Aku yakin ayahmu tak memiliki elang seindah ini.
Itu benar.
Tak ada yang pernah melihat elang seindah itu.
Akan kuberi kau beberapa mangsanya. Siapkan pancimu.
Tak perlu repot-repot.
Kau tak pernah membawa cukup banyak untuk dibagi.
Apa yang kau katakan?
Kebenaran.
Kau tak pernah berburu dengan elang, Wanita!
Itu benar, aku belum pernah
karena aku tak pernah perlu.
Apa?
Aku habiskan seluruh hidupku di Gunung Inaba, bersama ayahku.
Berburu dengan elang hanyalah permainan.
Aku bisa dapatkan burung sebanyak itu dengan busur dan panah.
Ambilkan busur dan panahku!
Baik!
Apa yang akan kau lakukan, Tuan?
Kau tak mengerti? Ini sebuah rencana.
Membunuhnya akan menyebabkan pergolakan, tapi jika dia jatuh ke jurang...
Dia mungkin akan mati...
Karena kecelakaan!
No comments yet. Be the first to leave one.