نخستین 200 خط.
Ryujiro Uenmatsu (59) -Bagaimana menurutmu, Nona Kobayashi?
Kau sudah membuat keputusan?
Ya, ini kesempatan langka.
Jika aku terpilih jadi hakim awam, aku akan menerimanya.
Begitu, ya. Jika saatnya tiba,
jangan khawatir soal kelas it
dan fokus saja pada tugasmu sebagai hakim awam.
Terima kasih atas perhatiannya.
Itu lukisan baru, ya?
Ketua PTA menyumbangkannya untuk kita.
Ada sesuatu yang aneh tentang lukisan itu.
Maaf, ya.
Aku pergi dulu.
"Ruangan Kepala Sekolah"
Guru Kobayashi!
Apa benar kau terpilih jadi hakim awam?
Kau tahu dari mana?
Berkat jaringan Kelompok Detektif Cilik.
Jenis kasus seperti apa yang sedang diadili?
Ini adalah tugas rahsia.
Aku tidak boleh membicarakan soal kasus ini!
Kalau cuma sedikit tidak ada salahnya, kan?
Kau bisa mempercayai Kelompok Detektif Cilik.
Aku bilang tidak, jadi artinya tidak boleh.
Tunggu, Guru Kobayashi! -Ayolah katakan pada kami.
Apa Guru Kobayashi bisa melakukan pekerjaannya sebagai hakim awam?
Kita bisa mengkhawatirkan itu setelah dia benar-benar dipilih.
Kau benar.
Mata yang membengkak menyentuh hati.
Tangisan adalah pencetus drama.
Guru Kobayashi menjadi hakim awam?
Sebenarnya kasus apa ini?
Dia melihat satu-satunya kebenaran.
Memiliki penampilan seorang anak kecil dengan kepintaran orang dewasa.
Tidak ada kasus yang tak terpecahkan dengan Detektif Conan.
"Pertempuran Di Ruang Sidang IV Hakim Awam Sumiko Kobayashi (Bagian 1)"
"Pusat Penahanan Tokyo"
Sidang akan segera dimulai.
Dan kau belum mengubah tekadmu dan mengaku tidak bersalah?
Toshio Iwamatsu (35) -Aku bersumpah aku tidak melakukannya!
Lalu mengapa kau mengaku melakukan kejahatan itu?
Aku sudah bilang pada polisi bahwa aku tidak melakukannya!
Tapi mereka mendesakku untuk mengaku karena ada darah menempel di bajuku.
Maksudmu darah korban
ditemukan di bajumu setelah kau ditangkap?
Ya. Selain rambut dan yang lainnya.
Rambut dan jejak kaki tertinggal di tempat kejadian perkara.
Mereka bersikeras bahwa mereka memiliki semua bukti!
Makanya kau menandatangani surat pengakuan?
Tapi aku hanya masuk ke dalam rumah.
Saat itu pria jahat itu sudah mati.
Pria jahat itu?
Kau memanggil korban Pak Ishigaki dengan panggilan "pria jahat".
Apa sebelumnya kau pernah mengenalnya?
Tidak... tentu saja tidak...
Aku di sini untuk membelamu.
Tolong katakan padaku semua kebenarannya
bahkan jika kau merasa itu akan membuatmu susah.
Sudah kubilang, aku tidak melakukannya!
Halo. Pengacara Kisaki.
Jaksa Kujo.
Aku dengar kau memutuskan untuk membela kasus Toshio Iwamatsu.
Ya, aku baru saja bertemunya.
"Reiko Kujo (33)" -Aku sangat menantikan untuk melawanmu
di pengadilan untuk memutuskan yang benar dari yang salah
di bawah sistem hakim awam.
Lakukanlah yang terbaik.
Kau juga.
"Pengadilan Distrik Tokyo"
Apa ini kepala sekolah? Ini Kobayashi.
Ya. Aku terpilih!
Ya, seperti yang kita diskusikan sebelumnya,
tolong uruskan kelasku...
Aku akan mengurusnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal itu.
Apa? -Mengagumkan, Guru Kobayashi!
Kenapa kalian di sini?
Mereka punya kelas bebas sekarang,
tapi anak-anak berkata bahwa mereka ingin pergi
dan mendukungmu sebagai bagian dari kelas pelajaran sosial mereka.
Aku sangat yakin kau akan terpilih!
Lalu kasus apa yang akan kau adili?
Tugas rahasia!
Apa?
Aku harus mendengarkan penjelasan tentang persidangan. Selamat tinggal.
Kau adalah hakim awam pertama
yang dipilih dari SD Teitan kita,
jadi lakukanlah yang terbaik.
Baik, pak.
Hidup Guru Kobayashi! Hidup Guru Kobayashi!
Guru Kobayashi akan menjadi hakim awam untuk sidang mana?
Sepertinya yang itu...
Conan, Ai!
Kak Ran!
Jadi kau ke sini untuk melihat persidangan ibu juga?
Apa? Jangan-jangan...
Ini pengadilan pertama
ibu yang melibatkan hakim awam.
Kami ingin menyaksikannya karena kami khawatir.
Benar, kan, ayah?
Lawannya adalah Madonna.
Aku hanya berharap dia tidak mempermalukan dirinya sendiri.
Jadi Guru Kobayashi akan mengadili
konfrontasi antara ratu yang selalu menang,
Pengacara Kisaki dan Madonna, Jaksa Kujo.
Sepertinya ini adalah persidangan yang tidak akan bisa kau lewatkan.
Kenapa kau tidak ikut masuk?
Aku akan mencari alasan pada kepala sekolah untukmu.
Terima kasih.
"Sidang publik pertama kasus pembunuhan presiden perusahaan properti"
Pengadilan akan dimulai.
Saudara terdakwa, silakan maju.
Sekarang, jaksa dipersilakan membaca tuntutan.
Baik, Yang Mulia.
Terdakwa, Toshio Iwamatsu
masuk ke kediaman Pak Tadashi Ishigaki,
presiden perusahaan properti yang berlokasi
di Kota Akebono, jalan 4, blok 5 dengan memecahkan jendela ruang bacaan.
Sementara mencari barang berharga di rumah itu,
Pak Ishigaki yang pulang melihat Iwamatsu, lalu terjadi perkelahian.
Iwamatsu kemudian menusuk perut korban
dengan pisau miliknya. -Bantahan!
Anda bilang "pisau miliknya".
Tapi apakah senjata pembunuhan sudah terindentifikasi?
Tidak, itu belum ditemukan.
Hapuskan pernyataan itu.
Setuju.
Seperti yang diharapkan dari ibu.
Tenang dulu. Ini baru permulaan.
Keberadaan senjata pembunuhan tidak diketahui.
Terdakwa ditemukan berkeliaran di sekitar TKP,
mengenakan pakaian berlumuran darah.
Setelah diinterogasi,
dia mengakui kejahatannya.
Tuduhan dan undang-undang pidana yang berlaku adalah pembunuhan,
Pasal 199 Hukum Pidana.
Apa saudara terdakwa setuju dengan tuntutan itu?
Aku bukan pelakunya. Aku tidak bersalah!
Mungkin saudara jaksa mau berpendapat?
Aku mengaku tidak bersalah bagi pihak terdakwa
berkaitan dengan tuduhan pembunuhan.
Tidak bersalah...
Pengadilan sekarang akan melanjutkan ke pemeriksaan bukti.
Sebelumnya, bisa perhatikan laporan otopsi?
Para hakim awam,
silakan memeriksanya melalui monitor anda.
Apa yang mereka lihat?
Mungkin beberapa foto mayat korban.
Apa?
Apa Guru Kobayashi baik-baik saja?
Mungkin sulit bagi orang awam untuk bertahan,
tapi itu tugas para hakim awam untuk melihat faktanya.
Penyebab kematian adalah eksanguinasi
melalui luka tikaman pada perut.
Sepertinya senjata yang digunakan adalah objek tajam.
Panjang pisau diperkirakan 15 cm.
Sidang dilanjutkan dengan keterangan saksi.
"Sachie Hara (66)"
Anda adalah pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah korban, benar?
Ya. Aku sudah bekerja selama lima tahun.
Tolong ceritakan apa yang terjadi saat kejadian berlangsung.
Saat itu aku sedang membersihkan kamar di lantai dua seperti biasanya.
Aku mendengar sesuatu dari lantai bawah.
Karena Pak Ishigaki bilang
dia akan makan di luar setelah bermain golf,
aku pikir itu hanya bayanganku.
Setelah membersihkan lantai, aku pergi ke lantai bawah.
Bapak sudah pulang?
Kenapa jendelanya terbuka?
Pak?
Tidak ada pertanyaan lagi.
Apa ada pertanyaan dari pembela?
Saat anda tiba di kamar di mana kejahatan terjadi,
pelakunya tidak terlihat di manapun, benar?
Ya. Aku hanya melihat Pak Ishigaki yang berdarah dan tergeletak di lantai.
Para hakim awam harus mencatat bahwa
saksi hanyalah orang pertama yang menemukan mayat
dan dia tidak melihat pertengkaran
antara terdakwa dan korban
seperti yang dikatakan oleh jaksa.
"Toru Tsukano (46)"
Kau adalah adik dari istri korban,
apa itu benar?
Ya. Aku bekerja dengan Pak Ishigaki sebagai direktur pengatur.
Tampaknya pada hari itu, anda mengunjungi korban karena urusan pekerjaan
dan melihat insiden itu, benar?
Aku harus cepat memperoleh
keputusan presiden mengenai transaksi bisnis.
Ada apa, Nyonya Hara?
Apa sesuatu terjadi?
Pak Tsukano! Pak Ishigaki...
Presiden...
Presiden!
Nyonya Hara, cepat panggil ambulans!
Baik!
Para hakim awam yang terhormat, sejak kakakku meninggal,
presiden adalah satu-satunya keluargaku
yang bisa aku andalkan.
Tolong berikan hukuman yang seberat-beratnya
pada pelaku yang telah merenggut nyawanya!
Para hakim awam bebas menanyakan klarifikasi
No comments yet. Be the first to leave one.