نخستین 200 خط.
Kau penari yang keren.
Aku menakjubkan.
Tenang saja.
Kau yakin tidak mau bilang apa pun?
Aku terlalu sering bilang "sialan".
Dia tidak akan peduli.
Tidak.
Oh ayolah.
Aku tidak percaya dia datang.
Baik Maya dan aku menghargai kalian yang meluangkan waktu
untuk membantu kami mengucapkan selamat tinggal pada ibu kami, Laura Welch.
Ibu menjalani hidupnya sebagai seorang perawat,
merawat orang seakan merawat anaknya sendiri.
Hey.
Seperti penganut Buddha yang baik, dia selalu berkata,
"Kebahagiaan tidak akan pernah berkurang meskipun dibagikan."
Hanya sedikit di antara kita yang bisa mengikuti teladan mulianya.
Tapi seperti yang kalian ketahui, adikku Maya hampir bisa,
dia menghabiskan sembilan bulan terakhir merawatnya sepanjang waktu.
Dia menjadi berkah di tahun yang mengerikan ini,
dan untuk itu aku berterima kasih padanya.
Ya. Ini menyebalkan. Dia pasti membenci ini.
Hei kalian. Doug. Apa kabar?
Senang bertemu kau, Pak Welch.
Ini pasti Cleo. Hei, Cleo.
- Sini, biar aku saja. - Kau dari mana?
London. Aku berharap aku datang lebih cepat.
Aku seharusnya ada di sini untuk kalian.
Sudah lama kau tidak datang ke sini untuk kami.
Aku bodoh, aku mengacaukannya,
dan kuharap bisa menebus semuanya.
Saat ini, aku mau mencoba
berbaikan dengan kalian.
Maya. Hei. Apa yang kau lakukan sekarang?
- Pulang ke rumah. - Maksudku kerjamu.
Dengar, mungkin ini adalah hal terakhir
yang mau kau bicarakan sekarang,
tapi aku mungkin punya sesuatu untukmu,
jika kau tertarik.
Aku tidak tahu apa pun tentang real estat.
Oh, tidak perlu tahu. Yang perlu kau lakukan hanyalah bersikap menawan.
Dan di balik sikap luar yang tangguh itu, aku tahu kau akan baik-baik saja.
Pembeli asing, kebanyakan dari Mesir dan India.
Masih muda.
Saat mereka datang dan melihat properti tersebut,
mereka ingin seseorang menemaninya berkeliling kota selama beberapa hari.
- Manjakan mereka. - Seperti pendamping.
Seperti agen.
Seorang yang keren dan bisa diajak bergaul.
Muda, hidup dan menyenangkan.
Baiklah, aku salah satunya.
Seribu dolar sehari, minimal tiga minggu.
Kita lihat saja nanti.
Apa kekurangannya?
Tak ada kekurangannya.
Tapi kau harus bertemu mereka terlebih dulu di Kairo selama beberapa hari,
dan kemudian membawanya ke sini.
Sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu denganmu. Aku bahkan tidak mengenalmu.
Oh, ayolah, Maya.
Kau kenal aku. Kita tim yang bagus.
Selalu kau dan aku.
Tapi kau benar.
Sudah terlalu lama, ini salahku, jadi biarkan aku memperbaikinya.
Kau mengalami tahun yang berat. Kau baru saja kehilangan ibumu.
Biarkan aku...
Biarkan aku menjadi ayahmu.
Aku tak percaya aku harus berkemas
ke tempat ini sendirian.
Bagaimana menurutmu?
Menurutku ini gila.
- Aku tahu. - Tidak. Ini gila.
Biarkan aku melihat matamu.
Aku tidak mabuk. Apa-apaan?
Entahlah.
Dia datang begitu saja, dan kau akan pergi bersamanya.
Kupikir kau bisa mengendalikan hidupmu.
Itu pekerjaan. Oke?
Dia masih berutang pada kita untuk pemakaman dan tempat tidur rumah sakit.
Sudah dibayar. Dia mengirim uangnya. Semuanya sudah diurus.
Semuanya? Aku meragukan itu.
Lihat? Sam Welch. Dikirim kemarin.
Dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.
Beri dia waktu.
Dari sebuah bank di Korea Selatan.
Ya, dia Tuan Pengusaha Internasional.
Aku tidak akan pergi bersamanya, tidak peduli berapa pun bayarannya.
Dialah satu-satunya orangtua yang tersisa bagiku.
Dan ayolah, Jess.
Aku menghabiskan sembilan bulan terakhir terjebak di apartemen ini
menyaksikan Ibu meninggal.
Aku akan melakukan apapun,
pergi ke mana pun untuk keluar dari tempat ini.
- Hei. - Hei, kau datang.
Aku punya sesuatu untukmu.
Seminggu di muka, seperti yang kau minta.
Kau selalu menjadi negosiator yang tangguh
sejak hari kau dilahirkan.
Apa yang kunegosiasikan? Cinta?
Kau tahu apa yang kau inginkan, kau tahu cara mendapatkannya.
Jadi bukan cinta.
Kau bersedia mengambil risiko. Kau menyelesaikan semuanya.
Itu adalah sesuatu yang kita miliki.
Kau belum pernah mengatakan hal seperti itu sebelumnya.
Nona Welch,
kau mau hal lain sebelum kita pergi?
- Aku baik-baik saja, terima kasih. - Pak Robertson?
Tidak. Terima kasih.
Robertson?
Dia pasti lelah.
Untuk bisnis baru.
Ini menara kaca 42 lantai, lobi tiga lantai,
dua kolam renang, atap, basement.
Siapa yang membelinya?
Konsorsium individu-individu kaya.
Yang satu di bidang telekomunikasi, yang lain punya perusahaan mobil di India.
Jadi kau membantu orang kaya mencuci uang mereka.
Uh, tidak.
Yah, bukankah itu yang disebut kelas atas
real estate di New York?
- Bukan itu klienku. - Bagaimana kau tahu?
Karena jika seperti itu, aku akan menghasilkan lebih banyak uang.
Permisi.
- Sam! - Khalil!
- Apa kabar? - Baik, temanku.
- Senang bertemu kau. - Selamat datang kembali.
Terima kasih. Wah. Apa?
Ini cerutu termurah yang bisa kau temukan?
Kau kenal aku, Sam. Aku tidak suka cerutu.
Jadi ini dia.
Maya, ini Khalil Ibrahim, rekan bisnis dan teman.
Untukmu Nona Maya, kecantikan kecil untuk kecantikan luar biasa.
Terima kasih.
Selamat datang di Mesir.
Kau di sini.
- Hei. - Hei.
Lihat apa yang kutemukan.
- Ya Tuhan. - Kau berapa tahun, 6?
Ingat perjalanan itu?
- Yeah? - Sedikit.
Saat itu, kau mirip ibumu.
Tidak, semua orang bilang aku mirip kau.
Kita bagaikan dua kacang dalam satu kulit, membuat masalah, dan bersenang-senang.
Mereka berdiri di sini, meletakkan tangan mereka di sini,
meletakkan batu-batu besar ini pada tempatnya.
Mereka budak, kan?
Tidak seorang pun tahu nama mereka atau apa pun tentang mereka.
Kita bahkan hampir tidak mengingat rajanya.
Pernah dengar Rahotep, Intef, Thutmose?
- Tidak. - Bagaimana dengan Hatshepsut,
firaun perempuan yang paling lama memerintah?
Dia adalah seorang penguasa yang baik di masa-masa sulit.
Akhenaten tidak efektif. Seti brutal.
Mereka semua menganggap drama kecil mereka penting,
tapi pada akhirnya, mereka hanyalah butiran pasir.
Sama seperti orang-orang yang meletakkan batu-batu ini.
Tidak penting.
Itu menyedihkan.
Atau membebaskan.
Kau siap pergi?
Tentu.
Ceritakan tentang Robertson.
Apa?
Aku melihat paspor Robertson di pesawat.
Nama penaku.
Kau bukan seorang penulis.
Jangan berbohong.
Setidaknya yang bisa kau lakukan adalah mengatakan yang sebenarnya.
Aku menjual real estate. Itu pekerjaanku. Tapi dulu,
klienku kadang-kadang sedikit mencurigakan.
Lebih baik menggunakan nama yang berbeda,
Agar tidak terlacak ke ibumu dan anak-anakmu.
Bagaimana mereka bisa mencurigakan?
Ada yang sedang berperang,
membuat mereka putus asa, terkadang berbahaya.
- Apa yang kau lakukan pada mereka? - Ya. Tidak lagi.
Oke, apa yang kau lakukan?
Aku mencuci uang mereka melalui real estat.
Tentu saja. Ke mana perginya uang itu?
Membeli informasi atau influence.
Atau senjata?
Dalam beberapa kasus, ya.
Jadi, diktator, teroris?
Tidak. Tidak. Aku mendukung suku Kurdi di Suriah, aktivis LGBT di Rusia.
Aku membantu mendanai Musim Semi Arab.
Hal itu pasti membuat orang di Mesir marah,
tapi aku memilih klienku sama seperti mereka memilihku.
Bagaimana pun, itu semua sudah berlalu, tahu?
Dan aku terjebak dengan Robertson.
Apa pekerjaanmu saat tinggal di Turki?
Bekerja di Departemen Luar Negeri.
Bekerja apa?
Terhubung dengan penduduk setempat, mengumpulkan informasi.
Kau seorang mata-mata.
Ibu tahu?
Tentu saja dia tahu.
Itu sebabnya kita pulang?
Tidak, aku...
Dia hanya lelah pindah setiap beberapa tahun.
Dia tidak mau membesarkan dua anak dengan cara seperti itu,
dan dia benar.
No comments yet. Be the first to leave one.