نخستین 200 خط.
Pensil, penghapus, gunting untuk orang kidal...
Ada orang kidal di kelasmu.
-Sebenarnya ada banyak... -Jacob?
Kumohon. Aku hanya mencatat kebutuhanku.
Ini pekan daftar keinginan di SD Abbott.
Kota ini tak selalu memberi dana yang dibutuhkan untuk persediaan.
Aku tahu aku terus mengatakan itu, tapi itu terus benar.
Kami bukannya tidak punya apa-apa.
Kami membuat kliping foto lama dari majalah
dari tempat pangkas rambut di ujung jalan.
Seluruh daftar keinginan membuatnya sangat mudah
bagi masyarakat untuk membantu.
-Halo. -Hai.
Aku mendengar tentang kebutuhanmu di sini,
jadi, aku ingin menyumbangkan ini ke sekolah.
Terima kasih, tapi kami menaruh hal-hal tertentu
di daftar keinginan daring kami, yang bisa kau temukan...
Aku tak tahu apa itu. Ini. Yang terbaik. Selamat menikmati.
Baiklah. Kau tahu?
Ini sebenarnya sangat bagus, setelah aku melihatnya.
Ya. Aku menyukainya.
Terkadang kau harus mencabutnya, lalu memasangnya kembali.
Aku tak bisa menemukan kabelnya.
Baiklah.
Itu juga berasap.
Baiklah.
-Sampah? -Ya.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Hai, Semuanya. Namaku Bu Kerman. Aku guru kelas tiga
di SD Marshall di Louisville, Kentucky,
dan ini beberapa hal yang kami butuhkan untuk kelas kami.
Jadi, aku tak mendapatkan banyak hal dari daftar keinginan kami tahun lalu,
tapi tahun ini akan berbeda, karena aku akan membuat video.
-Krayon dan stapler... -Hei.
Kau akan meminta sepasang penyuara telinga di daftar keinginanmu?
Karena aku tak bisa lagi mendengar suara melengking memohon pensil.
Jika kau lihat berapa banyak barang yang didapat para guru ini,
-kau juga akan membuatnya. -Ya, tidak. Aku baik-baik saja.
Aku punya banyak persediaan kelas untuk memenuhi kebutuhanku.
Bukan salahku kalian tak mau.
Baik, agar adil, tidak ada yang menolak. Kami hanya punya beberapa pertanyaan.
Kubilang itu terlalu banyak pertanyaan.
Hei, Barbara, kau harus membuat salah satu video ini.
Aku tahu kelasmu kekurangan sumber daya. Ini bisa sangat membantu.
Kau tahu, aku sebenarnya menyerahkan daftar.
Kuketik sendiri, dan kutinggalkan pada pemuda di meja depan
dengan anting di pipinya.
Ya, tapi itu bisa sangat mudah.
Hanya butuh sepuluh detik, dan itu sangat efektif.
Kau hanya perlu bilang,
"Hai. Aku guru, dan aku butuh pena, kertas, dan..."
Sepertinya kau butuh stapler baru?
Kami bertahan di kelasku, dan anak-anakku baik-baik saja,
dan staplerku tak bermasalah.
Aku pinjam granola guru.
Mencoba memberi kalian ruang
untuk membicarakan Honda kecil kalian atau apa pun itu,
tapi aku kehabisan gandum di kotak peralatan gempa bumiku.
-Tidak ada gempa bumi. -Itu yang dikatakan semua orang,
sampai mereka bangun dan dapur mereka ada di seberang jalan.
Beberapa dari kalian harus membuka mata
pada ancaman bencana global yang sangat nyata dan konstan.
-Kau punya TikTok? -Ya.
Kau lihat videoku tentang melembutkan siku?
Aku membuatnya dengan lagu "Black and Yellow". Itu meledak.
Melembutkan siku
Cukup pintar.
Aku hanya melihat video daftar keinginan guru di mana-mana.
Beberapa di antaranya sangat manis.
Kau tak akan membuang itu, 'kan?
Tisu berdarah atau majalah Hustler ?
Astaga. Ada di tempat sampah.
Ini bukan sampah.
Ya, ini sampah.
Kita sangat cepat membuang barang, selalu mencari,
atau meminta yang baru.
Aku akan membuat benda ini bekerja
dan menunjukkan kepadamu, seperti kepada murid-murid kita,
kau tak bisa menyerah pada sesuatu hanya karena itu mudah.
Maksudku, ini sempurna.
Aku tak bisa menemukan mereknya, tapi...
Aku tahu namanya.
Namanya sampah.
Jangan taruh itu di sana.
Tok, tok.
Entah kenapa aku mengatakan itu. Kalau dipikir-pikir, itu aneh.
Kau tidak bilang "tarik" saat membuka pintu.
Aku hanya ingin tahu apa aku bisa meminjam proyektormu
untuk proyek kecil yang kulakukan.
Membuat video daftar keinginan untuk persediaan kelasku,
yang, dari kelihatannya, bisa kau gunakan.
Apa yang terjadi dengan dindingmu?
Aku membongkar semua barang guru lama. Rasanya tidak seperti diriku.
Aku tahu jika ini terasa seperti dirimu, kau mungkin pembunuh berantai.
Menurutku ini bagus. Ini bersih. Aku suka bersih.
Ya, bersih itu bagus.
Hanya saja, dinding adalah jiwa dari kelas.
Kau harus menaruh sesuatu di sana.
-Kau tahu? -Ya. Baiklah.
Aku akan memikirkannya.
-Baiklah. -Ya.
Ingat dindingnya.
Biarkan mereka berbicara darimu kepada anak-anakmu.
Guru macam apa kau?
Siapa Gregory?
Gregory adalah penggemar Baltimore Ravens,
penggemar Grape Nuts, meskipun mereka bisa menjadi sedikit manis,
dan guru sementara.
Aku membuat ini untukmu, Pak Eddie.
Terima kasih.
ANDREW
Sampah itu?
Tidak. Tidak. Terima kasih.
Aku mengeluarkan semua kabel lama dari ruang komputer.
Salah satunya pasti cocok.
Hei, boleh kutunjukkan yang kubuat sejauh ini? Videoku?
Aku tahu kau keberatan secara etis untuk semuanya,
tapi kau lebih melek Internet daripada aku.
-Ya. -Baiklah. Baik.
Biar kumulai dari awal.
Hai. Aku Janine Teagues, dan aku mengajar...
Lihat bagaimana aku mengeja namaku di belakang pada proyektor di dinding?
...anak-anak butuh peralatan sekolah. Apa yang kami butuhkan?
Selotip, gunting tangan kanan...
Jadi, aku akan menaruh barangnya di atas kepalaku, foto,
dan begitu aku belajar cara melakukannya.
-Kau mengerti idenya. -Semudah satu, dua, tiga.
Jadi, terima kasih, dariku.
Kau menyadari bagian terakhir itu?
-Itu berima? -Ya.
-Itu menyenangkan, 'kan? -Aku menyukainya.
Aku tidak yakin itu akan menembus keramaian.
Internet sangat sibuk.
Kau bersaing dengan konspirasi alien,
,hewan yang bisa menyanyi, dan videomu kekurangan hal itu.
-Hal apa? -Kau tahu, hal itu,
saat kau melihat sesuatu dan berkata, "Itu bagus."
Aku menambahkan filter yang memberi hujan glitter, jadi...
Itu tak bisa menandingi nyanyian burung beo.
Hanya butuh sedikit kecakapan.
Aku bukan penampil.
Ya!
Siapa yang melakukan hal Yang dia bilang akan lakukan?
Apa itu tipe Eropa atau...
-Ya, aku bisa membantumu membuat videomu. -Benarkah?
Ya. Ini pekerjaanku.
Kau juga kepala sekolah.
Ya, tapi ini seniku.
Aku menulis, menyunting, menyutradarai,
membuat musik, melakukan sinkronisasi bibir.
Karena aku, saat orang bilang sutradara favorit mereka adalah Nona Ava,
orang lain pasti berkata, "Yang mana?"
Mungkin kau bisa memberiku beberapa kiat.
Mungkin membantu membangun apa yang sudah kumiliki?
Coba kulihat ponselmu.
Apa ini? iPhone 9?
Ini seperti Walkman. Aku tak tahu apa pun soal ini.
Itu sebelum masaku.
Hai. Aku Janine Teagues, dan aku mengajar kelas dua.
Aku tak di media sosial seperti itu, jadi, aku tak punya banyak pengalaman dengan...
Kontrol kualitas?
Aku bercanda. Dia tahu aku bercanda.
Itu sebabnya aku, atau yang lebih penting, kita.
Aku bisa memberimu banyak penayangan,
dan itu akan berarti banyak persediaan.
Tapi aku butuh kendali kreatif penuh.
Apa maksudnya?
Aku akan memotret, membuat video,
lalu akan kuunggah.
Kau bisa twerk ?
Kau tidak terlihat bisa, tapi aku bisa saja salah.
SAAT KAU TAK MENDAPATKAN APA PUN DI DAFTAR KEINGINANMU
SEBARKAN KEBAIKAN
@JANINETEAGUES LALU PAHLAWAN DATANG...
Dengan bantuanmu, aku bisa menjadi pahlawan yang pantas untuk SD Abbott.
-Baiklah, itu sebenarnya sangat bagus. -Benar?
-Seperti film Marvel. -Ya, itu keren.
Tunggu. Berapa penayanganmu?
Dua puluh ribu, dan baru saja naik kemarin.
Daftar keinginanku hampir penuh.
-Janine, aku bahagia untukmu. -Terima kasih.
Juga, Taye Diggs membagikannya.
-Aku yakin itu hal bagus. -Bagus sekali.
Hei, Barbara.
Kau sudah dapat sesuatu di daftarmu?
Kurasa tidak.
Namun, hari terus berjalan.
Terkadang Tuhan memberi banyak, dan terkadang tidak.
Ya.
Kau tahu, aku akan punya banyak barang ekstra,
jika kau butuh sesuatu, seandainya Tuhan pelit.
Selain itu, belum terlambat untuk membuat video. Hanya saja...
-Janine, aku baik-baik saja. -Baiklah.
Permisi, aku harus menilai bentuk.
-Lihat. Aku menggambarmu. -Astaga.
-Baik, aku ini apa? Aku koboi? -Bukan.
Ini fotomu bermain bisbol.
Benar. Ya, aku bisa melihatnya berlari di base .
Tidak, kau mencetak home run .
Tentu saja. Ya. Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.