Physical

Physical

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

ㅡPhysical S01E08 GLHF RT-00:29:03
ناشر DD_Movie
dongdotmovie.my.id

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2021-07-23
تعداد دانلود: 15
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Halo. Ada siapa di luar?

John!

John!

John, berhenti!

- Maafkan aku. Maafkan aku. - Tak apa.

- Tak apa. Berhenti bilang itu. - Maafkan aku.

Berhenti bilang itu. Berhenti.

Kau tak apa.

Aku tak baik-baik saja.

Terima kasih sudah datang.

- Itu yang terakhir? - Ya.

Ya.

Aku terkejut semuanya pulang lebih cepat.

Yah, kau tahu, mereka semua punya kerjaan.

Di hari Minggu?

Apa yang kau mau, Danny?

Kau lempar ini padaku tiba-tiba, membuatkan pesta untukmu.

Kulakukan yang terbaik. Maaf ini tak seperti Woodstock, Bung.

Tak apa. Ini pesta kehamilan, 'kan? Jangan khawatir.

Kau tahu, ada banyak tekanan padaku.

Aku…

Kau tulis satu buku, kau buat satu video,

dan langsung saja, mereka memintamu melakukan yang berikutnya.

"Sebaiknya kau berusaha, sebelum orang lain datang dan…"

Mendahuluimu?

Kau mau minum?

Ya. Ada minuman apa?

Macallan berusia 40 tahun.

Baiklah.

Kecuali jika aku terlalu kapitalis elitis.

Harus kusimpan barang bagusnya sampai semua orang pergi.

- Bukankah itu yang kau bilang? - Ya. Mari mulai.

- Itukah aku? Seburuk Reagan? - Lebih parah dari Reagan.

Lebih parah dari Reagan. Itu benar.

- Silakan… Ya, tidak. Sungguh. - Sungguh?

Ini, ambil saja.

Kau selalu lebih bisa mengkritik daripada menerima kritikan,

Kau tahu itu?

Aku tahu.

Situasimu di sini cukup bagus.

Ya.

Akan kukatakan karena harus dikatakan,

tapi kurasa kau tak perlu terlalu kritis pada diri sendiri dan nikmati saja.

Tak bisa. Hanya saja… Aku tak dididik begitu.

Lagi pula, aku cemburu dengan apa yang kau punya, kau tahu itu.

- Jangan mulai dengan omong kosong itu. - Kenapa tidak? Itu benar.

Kau hidup nyaman di sini di Puncak Hollywood

dan entah kenapa kau iri pada kesetiaanku yang menawan

pada ideologi masa muda kita.

Dia memilihmu.

Pada akhirnya, dia memilihmu, jadi…

Sayang, kau akan ke kamar?

Sayang, aku akan segera ke sana.

Aku merindukanmu.

- Ia sangat terangsang. - Ya.

Aku tak bisa mengikutinya.

Dan suara-suara yang ia keluarkan, seperti binatang.

Ya, kami mendengarnya semalam.

- Kau dengar itu? - Semuanya. Ya.

Rumah ruang terbuka sialan.

Sayang?

Sayang, kubilang aku akan ke sana, oke?

Kutuntaskan minumku dulu, selesaikan kerjaanku, menyetel alarm.

- Ayolah. - Alarm?

Ada alarm maling di atas sini di surga ini?

Ya, semua orang di tebing ini punya. Setelah kejadian Manson.

- Baiklah. - Antara itu atau senapan.

Tanya tak mengizinkanku membeli senapan…

Kau tak bisa menyetel alarmnya dulu. Sheila belum kembali.

Apa? Dia tak sedang tidur di kamar?

- Tidak, dia pergi. Mobilmu tak ada. - Apa?

Kau baik-baik saja?

Kau masih tampak baik-baik saja.

Dan kau masih tampak kurus.

Aku baik-baik saja. Agak lelah.

Maya sudah empat tahun. Ia sangat aktif.

Dan apakah kau ingin punya anak lagi?

Atau itu tak cocok dengan gaya hidupmu?

Baiklah, Sayang, cukup…

Apa kau setidaknya membawa foto untuk kami lihat?

Ya, harusnya ada di dompetku. Mungkin fotonya sudah agak lama.

Dia manis sekali. Manis sekali. Ya.

Dan pipinya itu.

Dan matanya.

Kau tahu, aku merajut topi untuknya.

Tentu sekarang mungkin sudah tak muat.

Ya, dia punya kepala yang besar.

Ia tampak manis di sini, 'kan?

Anak yang cantik.

Aku tahu betapa marahnya kau,

tapi jika kami bisa menemuinya… bahkan jika hanya sebentar,

itu akan sangat berarti bagi kami.

Kau tahu ia tak akan mengizinkannya.

Sudah ia perjelas itu selama ini, dan kita harus menerimanya.

Baiklah, tapi sekarang ia di sini.

Maksudku, pasti ada alasannya ia kemari, 'kan?

Kita berdua tahu alasannya.

Benar, 'kan?

Situasiku… Ya, sedang tak cukup baik…

secara finansial.

Bagaimana bisa?

Kami sedang butuh dukungan.

Danny bukan orang yang buruk.

- Kami tak pernah mengira begitu. - Satu, dua, tiga.

Ia hanya naif. Kami tahu itu menawan, tapi itu tak stabil.

- Satu, dua, tiga. - Baiklah. Cukup, Sayang.

Berapa banyak dukungan yang kau butuhkan?

- Satu, dua, tiga. - Ya.

Berapa banyak?

Jangan mundur. Jangan coba-coba.

Lima ribu dolar.

Itu jumlah yang banyak.

Yang kau punya di rekeningmu.

Kami akan mendiskusikannya, 'kan, Vaughn? Dan akan kami beri tahu.

Harus malam ini atau kalian tak akan bisa bertemu cucu kalian.

Jangan… Jangan…

Apa mereka masih bercinta?

Apa ia masih bisa dapatkan yang ia mau dengan mengambil itu darinya?

Bagus, Bu. Bagus.

- Terima kasih. - Tak masalah.

Tidak, tak begitu.

Kau baik sekali… sudah mengurus aku.

Mengurus kita semua.

Bisa kau beri tahu aku apa yang terjadi?

Aku hanya ingin berenang.

Terkena sedikit masalah, itu saja.

Oke.

Tapi kau tak bisa berenang.

Itu tak benar.

Aku tak sering berenang…

tapi tak benar kalau aku tak bisa sama sekali.

Oke, kukira itu…

Tapi tak apa.

Tapi kau tak begitu pandai berenang, John. Jika tadi aku tak dengar…

Saat kecil aku berenang di danau dekat pondok.

Cukup besar sampai ada arus yang kuat.

Saudara-saudaraku dan aku, kami sering berlomba.

Aku masih ingat rasanya tiba di tengah danau.

Titik di mana kau tak bisa kembali.

Di mana saat kembali rasanya sama susahnya dengan maju.

Aku akan terus maju.

Dan aku akan menang.

Tuhan bersamaku waktu itu.

Ia masih bersamamu.

Lihat apa yang kita punya bersama-sama, semua berkat yang kita punya.

Seringkali aku merasa begitu.

Sungguh.

Tapi tak setiap saat.

Banyak hal di pikiranmu mulai dari pemilu, lalu pengembangan.

Mari kita tidur dengan nyenyak, dan nanti pagi, kau akan lebih baik.

Aku tak bahagia.

Wah. Serius?

Kau tak akan beri penalti? Itu bukan pelanggaran? Ayolah.

Ayolah.

Hei, Ernie, kau sedang menonton apa?

Sepak bola.

Salah satu pertandingan Eropamu?

Harusnya begitu. Ini tengah malam.

Kubilang apakah itu salah satu pertandingan Eropamu?

Ya. Italia.

Aku hanya ingin dijawab.

Sakit rasanya bertanya dan tak dapat jawaban.

Maafkan aku. Ini pertandingan kualifikasi yang penting.

Tak apa. Aku tak peduli apa yang kau tonton.

Aku hanya ingin kau berkomunikasi denganku.

- Aku ini istrimu. - Dari penjuru.

Ya, oper, oper, oper. Ya. Ya. Ayo cetak gol.

Oper, oper, oper. Ayolah! Kau tepat di depan…

Kenapa… Kenapa kau lakukan itu?

Kau ingat saat kita melihat rumah ini?

Dan kita punya momen saat kita tahu kalau ini rumah kita, 'kan?

Seperti, bagiku, adalah saat di dapur itu.

Semua ruang itu untuk bersiap dan memasak.

Dan untukmu, momen itu adalah rubanah ini.

Semua privasi ini untuk apa?

Untuk apa Ernie?

Untuk menonton pertandingan.

- Itu saja? - Bisa kembalikan remotnya?

Apa yang kau lakukan? Apa yang kau…

Apa yang terjadi pada… Siapa yang melakukannya?

Aku sendiri.

Hei, Bung.

Ini Bunny. Lagi.

Kau sudah dengar kabar dari Tyler?

TELEPON

Ya, ya, aku menelepon lagi.

Karena aku masih tak punya jawaban ataupun pacar.

Ya, oke. Kau tahu?

Kau juga orang gila.

Bung, harusnya kau santai saja.

Dan begitu juga dengan ibumu!

Kabari aku jika kau dengar sesuatu, kumohon.

Kau butuh sesuatu?

Tidak.

Tampaknya kau butuh bantuan.

Yah, coba tebak, Bodoh? Aku tak butuh bantuan.

Pacarku mencampakkan diriku.

Aku turut prihatin. Pria itu pasti gila.

Ya, begitulah adanya, 'kan?

Lalu aku tak bisa menelepon siapa pun

More Indonesian subtitles for Physical

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left