Physical

Physical

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

Physical S03E09 ATVP WEB-DL DDP5 1 H 264-NTb
A Commentary by tedi
Retail ATVP

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-09-20
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Itu dia!

Kau bersemangat untuk pentasnya?

Jangan tegang. Kau pasti bisa.

Kaubisa menjadi Patung Liberty yang sempurna.

Ayah dan Ibu sangat bangga padamu.

Dan setelah pentas,

ada hal penting yang ingin Ibu bicarakan denganmu.

Perubahan besar akan terjadi.

Perubahan yang baik.

Halo?

Carlos?

Bukan. Maaf, ini aku, bukan Carlos.

Sedang apa kau di sini? Ada apa?

Kita sepakat akan bertemu di sekolah.

Ya, dan kau juga bilang kostumnya ada di tas.

Toganya ada. Mahkotanya ada, tapi obornya tak ada.

- Apa? - Ibu?

Hai, Sayang. Astaga. Kau bersemangat untuk pentasnya?

Tidak.

Jangan tegang. Kau pasti bisa.

Kaubisa menjadi Patung Liberty yang sempurna.

Tidak tanpa oborku.

Astaga. Bagian bawah sofa ini sangat mengganggu.

Kapan terakhir kali kau...

Maya, hei, ayolah. Bisa tolong cari di kamarmu?

Dia tak akan menemukannya di sana

karena sudah kumasukkan semua kostumnya ke dalam tas yang dia bawa ke rumahmu.

Kauhanya perlu menjaganya agar tidak hilang, Danny.

Kita tak punya waktu.

- Ini kacau. - Ya, tekanannya terasa, Sheila.

Sudah kubuat satu jasku basah dengan keringat. Harus kurusak satu lagi?

Aku ingin kau berhenti mengacaukan apa pun yang kau sentuh.

Aku ingin kau berhenti bercinta dengan semua orang, termasuk asistenku.

Baik, aku mencoba membantu Maya sekarang,

dan kau malah membahas masalah lain.

Tapi aku bisa bertanya apa yang kauyakini dengan berganti-ganti pasangan

- seperti yang kaulakukan... - Sudah kutemukan!

Set binatang ternakku.

Maya, kami kira kau menemukan obornya.

Tidak, itu tak ada di sini.

Kita belum tahu pasti.

Bisa aku minta camilan?

Sayang, Ibu rasa tak ada waktu untuk camilan sebelum pentasnya.

Tapi aku lapar.

Baiklah, mungkin Ibu bisa buatkan sesuatu.

Apa yang kira-kira lezat, Sayang?

Ibu tak punya makanan lezat di rumahnya, Sayang,

jadi mungkin coba pikirkan makanan yang tak lezat.

Bagaimana jika Ayah yang membuatkan camilan?

Kau setuju, 'kan, Sayang?

Baiklah.

Jelas ini perubahan besar.

Tapi itulah hidup, penuh perubahan dan tantangan...

Tidak. Tidak! Bagaimana bisa?

Tak ada yang melihatnya. Bahkan tak ada di sana.

Ini bahkan belum selesai. Tak ada waktu untuk memperbaikinya.

Kau sudah melakukannya.

Sekarang tuntaskan.

Ibu punya ide.

Bagaimana jika tampil tanpa memakai obornya?

Pura-pura memakai obor saja.

Maksud Ibu, itulah inti dari pementasan drama.

Ayolah, jangan bohongi dia.

Danny, bisakah tak bicara kasar di depan Maya?

Ya, bukan itu masalah utamanya saat ini.

Bisa kita bicara sebentar?

Baiklah.

Apa?

Aku tak suka tuduhan pasif-agresif yang kaukatakan...

Dengar, aku berhak menjaga kesejahteraan Maya.

Kau sangat delusional.

Kau tak berhak menghinaku seperti itu lagi.

Tidak setelah pengorbanan yang kulakukan.

Memangnya apa yang pernah kaukorbankan?

Aku ingin tahu apa saja pengorbanan yang kaulakukan untuk keluargamu.

- Akan kubuatkan daftarnya untukmu! - Ayah!

- Apa kaupunya pulpen? - Jangan teriak! Kau membuatnya takut!

Aku membuatnya takut? Aku?

- Ya, kau! - Ibu!

Aku muak melihatmu menyalahkanku atas segala hal

yang terjadi di keluarga ini atau di dunia ini.

Tahukah kau? Ya, mungkin aku berbuat kesalahan sesekali,

tapi aku bukan orang jahat!

- Kegilaan... - Orang dewasa!

Maya, tolong keluarkan itu dari mulutmu sekarang juga.

Maya, ini tidak lucu. Keluarkan itu. Sheila?

Sayang, muntahkan itu.

- Muntahkan. - Tak bisa. Sudah kutelan.

Ini serius, Maya. Kauharus muntahkan itu dari mulutmu sekarang juga.

- Hentikan! Kau membuatnya takut. - Dia membuatku takut!

- Dia baik-baik saja. - Kita ke rumah sakit sekarang.

- Tidak perlu. - Tak mau ke rumah sakit!

Kau tak bisa memilih. Kau baru menelan sesuatu yang berbahaya.

Kau panik. Tenanglah.

Ya, tentu aku panik! Karena alasan yang benar! Ikuti omonganku!

Tolong tenang sejenak.

Menunggu selagi putriku mati karena racun dari mainan babi plastik?

Baik. Tahukah kau, Sayang?

Tolong tetap di sini. Ibu akan bicara dengan Ayah sebentar.

Ikuti aku.

Astaga! Bisakah berhenti menyakitiku?

- Astaga. - Kauharus tenang.

Kita bahkan tak tahu mainan babi itu terbuat dari apa.

Bisa saja itu dari timah atau merkuri atau barium!

Kita tak tahu pasti.

Aku punya harapan tinggi untuk kematian Maya nantinya.

Aku ingin dia hidup sampai berumur 90-an tahun.

Aku ingin dia dikelilingi oleh teman-teman dan keluarganya.

Bukan di usia enam tahun, dikelilingi oleh binatang ternak beracun.

- Jadi, ya, jelas aku takut. - Baik. Aku paham.

Kau menganggap ini serius karena situasinya memang serius.

Ya. Dan aku ingin barang itu segera dikeluarkan dari tubuhnya.

Kita ingin hal yang sama. Kita hanya...

- Bernapaslah bersamaku. - Apa?

Hirup melalui hidung. Embuskan...

melalui mulut. Hirup.

Tahan sejenak.

Apa kita masih punya set ensiklopedia yang ayahmu suruh aku membelinya?

Masih punya.

Baik. Cek perutnya setiap lima menit. Bagaimana perutmu sekarang, Maya?

Masih sama. Baik-baik saja.

Baik, dan beri tahu kami jika terasa berbeda, ya?

Baik, barium, info apa yang kaupunya? Baik. "Jika ditelan bisa berujung

pada kerusakan organ dan masalah perkembangan."

Baik, kita tak tahu apakah itu mengandung barium.

Dan risikonya lebih tinggi untuk anak-anak karena metabolisme mereka cepat,

dan barium bisa terbakar secara spontan. Itu menyenangkan.

Aku benci negara ini. Aku benci semua negara.

Bisa tolong bawa ini kembali ke kamar Maya?

Menurutku jika kita bisa cari tahu dari mana kita dapat mainannya,

kita bisa tahu mereknya dan cari kotaknya dan membaca labelnya,

dan aku bisa merasa... kita bisa merasa tak begitu takut.

Kurasa itu hadiah dari orang lain.

Sepertinya aku tak akan membelikan mainan bertema ternak untuknya.

Nenek Lolli!

Nenek Lolli membelikanku set ternak saat aku berulang tahun.

Sungguh? Apa kauyakin, Sayang?

Dia bilang, "Ibumu tak akan pernah membelikanmu ini."

Itu memang terdengar seperti Nenek Lolli.

Bagus sekali. Kerja bagus, Maya. Baiklah.

Biar kuhubungi. Aku tak punya masalah dengannya.

Aku saja.

Baik.

Ayah, kemarilah!

Ya, dia di sini sekarang.

Mereka membicarakan Ayah.

Karena dia masih ayahnya, dan aku...

Mungkin ini membingungkan baginya. Entahlah. Aku...

Ibu, bisakah tak membahas itu?

Aku hanya butuh Ibu mengingat di mana Ibu membeli mainannya karena...

karena Maya sangat menyukainya,

dan aku berencana menghadiahkan itu untuk ulang tahun temannya.

Teman yang mana? Jenny S.? Jenny G.? Jenny...

Jangan ganggu Ibu saat dia sedang berbohong pada Lolli, ya?

Bagaimana perutmu?

Rasanya aku ingin buang air besar.

Baik, waktunya ke kamar mandi. Ayah butuh dengar itu saja.

Naiklah.

Aku sungguh...

Aku tak paham kenapa itu...

Apa maksud Ibu?

Kumohon, Ibu, jangan. Jangan tutup teleponnya.

Ini sepuluh dolar.

Ini jumlah uang yang besar.

Dan ini akan jadi milikmu jika kau ke kamar mandi.

Akan ada di sini menunggumu.

Ada info dari Cruella?

- Banyak, sebenarnya. - Baiklah.

Dia menemukan cek yang dia gunakan untuk membeli mainannya.

Kabar baik.

Jadi dia menghubungi Clemson's Toys,

- yang, tentu saja, sudah tutup. - Kabar tak begitu baik.

Tapi dia kenal Ny. Clemson dari klub berkebunnya,

- jadi dia hubungi rumah mereka. - Baik.

Dan dia mengobrol langsung dengan Tn. Clemson.

Set mainan Ternak dan Ladang Keystone Collectibles.

Nenek Lolli ternyata membantu.

- Maaf. - Tidak.

- Bagus. Ya. - Tak masalah. Ya, tidak.

Apa yang kaulakukan?

Akan kuhubungi nona tua di meja referensi di perpustakaan,

jadi doakan aku.

- Tapi ini jam sembilan. - Mereka ada di sana.

Mereka ada di sana sepanjang malam.

Hei.

Bagaimana kabarmu?

Saat putriku akhirnya keluar dari toilet,

kami sekeluarga akan ke sana.

Camilan manis untuk nona di meja referensi, aku janji.

Baik, Joyce. Terima kasih. Dah.

Aku tak peduli apa kata orang, perpustakaan itu keren.

Baik. Ada kabar bagus?

- Mereka mencari set mainannya. - Ya?

Mereka melihat setiap bahan yang terdaftar. Tak ada yang beracun.

- Baik! Tak ada barium? - Tak ada barium!

Dan dengan begitu,

aku kembali mencintai negara ini.

- Astaga. - Astaga.

Aku tak tahu apa yang terjadi dengan ciuman itu.

Kurasa untuk sesaat aku lupa seperti apa hidupku.

More Indonesian subtitles for Physical

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left