Missing Crown Prince

Missing Crown Prince (세자가 사라졌다)

Lataa Indonesian -tekstitys

Specials

Julkaisutiedot

세자가사라졌다-Missing-Crown-Prince-E05-NEXT-VIU
Kommentaari Anangkaswandi

Tunnisteet

other
Julkaistu: 2024-04-27
Lataukset: 97
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

"Semua karakter, lokasi, organisasi, dan kejadian"

"Dalam drama ini tidak relevan dalam sejarah dan fiktif"

"Panduan produksi diikuti dengan ketat"

"Saat syuting dengan anak-anak dan hewan"

Jalan!

"Episode Lima"

Tidak!

Yang Mulia.

Pangeran Dosung.

Yang Mulia...

Yang Mulia...

Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi kepada Ayah?

Aku bertanya apa yang terjadi!

Tolong bunuh kami.

- Tolong bunuh kami. - Tolong bunuh kami.

Ibu.

Tolong tenang.

Tenanglah.

dan katakan kepadaku apa yang terjadi.

Pangeran Dosung.

Pangeran Dosung.

Ya, Ibu.

Aku mendengarkan.

Bukan ibu.

Ibu tidak melakukan ini.

Ibu tidak melakukan apa pun.

Ibu mengatakan yang sebenarnya.

Tolong tenang dan bicaralah perlahan.

Tolong jelaskan apa yang terjadi.

Saat sedang makan, Yang Mulia tiba-tiba...

"Sura: Makanan Raja"

Dia tiba-tiba...

Jadi, Ibu bersamanya saat itu terjadi?

Apa Ibu yang menyiapkan makanan?

Ya.

Tidak.

Bukan ibu. Itu disiapkan oleh Ibu Suri.

Apa Ibu

baru saja bilang Ibu Suri?

Ibu tidak tahu apa-apa soal ini.

Sumpah, ibu tidak tahu apa-apa soal itu.

Ibu Suri...

Itu Ibu Suri.

Apa yang kamu lakukan? Hentikan dia!

- Yang Mulia. - Minggir!

Buka pintunya!

Suruh mereka keluar sekarang juga.

Sebelum aku membunuh mereka semua.

Anda pantas mati ribuan kali

untuk membayar perbuatan Anda kepada Putra Mahkota.

Beraninya Anda menyakiti Yang Mulia

dan menjebak ibuku

hanya untuk menutupi dosa tercela Anda?

Lalu?

Kamu akan

membunuhku dengan pedangmu?

Tutup mulutmu!

Saat Anda melakukan pertemuan rahasia dengan Choi,

Anda kehilangan martabat Anda sebagai Ibu Suri

dan menjadi penyihir yang tergila-gila dengan seorang pria.

Anda pikir aku tidak bisa membunuh Anda?

Kalau begitu, silakan bunuh aku.

Ambil nyawaku.

Tapi

jika aku mati, Paduka Raja tidak akan pernah bangun lagi.

Ratu akan menjadi pengkhianat yang membunuh Paduka Raja.

Dan kamu, Pangeran Dosung. Karena membunuhku, Ibu Suri,

kamu juga akan menghadapi kematianmu.

Jika itu tidak penting bagimu,

kamu bisa membunuhku.

Kamu bersungguh-sungguh?

Aku bertanya apa kamu masih memihak kakak.

Karena kakekku mengkhianati Kakak,

Kakak ingin tahu apa kini aku juga memihak Ibu Suri?

Begitukah?

Kenapa Kakak ingin menemuiku jika tidak bisa memercayaiku?

Untuk melihat apa aku akan menyerahkan Kakak kepada mereka?

Kakak ingin memeriksa dan mencari tahu sendiri?

Aku memberi Raja kesempatan

untuk memilih antara takhta dan Putra Mahkota.

Sayangnya, dia memilih Putra Mahkota.

Dan sekarang, kamu menyaksikan konsekuensi dari pilihannya.

Aku akan memberimu kesempatan

untuk menyelamatkan salah satu dari mereka.

Tentukan pilihanmu.

Kamu akan memilih ibumu

atau kakak tirimu?

Ini dia Lee Gun, si pengkhianat. Ikat dia!

Kamu percaya kepada kakak?

Ya.

Tidak seperti Kakak, aku percaya.

Aku perlu bicara dengan Pangeran Dosung.

Minggir.

Apa terjadi sesuatu

di istana?

Ayah

kolaps.

Tunggu apa lagi?

Ikat pengkhianat itu sekarang juga!

Astaga.

Berhenti, sudah cukup.

Yang Mulia.

Tidak apa-apa.

Ayo.

Di mana ayahku?

Tidak.

- Apa yang baru saja terjadi? - Apa?

Ayah menculik cendekiawan itu.

Kenapa Kementerian Kehakiman membawanya?

"Euigeumbu: Kementerian Kehakiman"

Ayah tidak bisa menyelesaikan situasinya sendiri,

jadi, dia melibatkan Kementerian Kehakiman?

Inikah alasanku tiba-tiba dikirim untuk mengunjungi pasien?

Agar aku tidak melihat ini?

Nona, ini tidak seperti yang kamu pikirkan.

Lalu kenapa kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku?

Jika aku salah, katakan saja.

Kenapa kamu diam saja?

Apa yang dia lakukan?

Kenapa mereka menangkapnya? Setidaknya beri tahu aku itu.

Maafkan aku.

- Tuan Choi... - Apa? Dia melakukannya demi aku?

Apa tidak apa-apa

menginjak-injak orang tidak bersalah demi anaknya?

Di mana ayahku sekarang?

Apa dia di dalam?

Aku

melakukan persis seperti yang kalian perintahkan.

Beri ayahku penawar agar dia bisa sadar kembali...

Yang Mulia akan segera sadar.

Kusarankan kamu segera kembali ke istana.

Kamu harus tetap di sisi Ratu di saat kritis ini.

Kenapa? Kamu berencana melakukan hal lain untuk menjatuhkannya?

Atau ada alasan aku harus bergegas kembali untuk melindunginya?

Tentu saja bukan begitu.

Jika hal lain terjadi kepada Ayah,

atau jika kamu mencoba membunuh kakakku,

aku akan membunuhmu.

Ibu Suri juga, yang sangat kamu cintai.

Aku akan membunuh kalian berdua.

Beri salam.

Ini Pangeran Dosung.

Pangeran Dosung?

"Pangeran"?

"Apotek Publik"

Omong-omong, apa kamu menyukai Myung Yoon?

Maksudku putriku.

Apa yang kamu lakukan? Minggir sekarang juga.

Aku butuh jawaban Ayah.

Dia bahkan tidak tahu Ayah yang menculiknya,

jadi, kenapa Ayah melakukan ini?

Aku terus berpikir, tapi tidak bisa memahaminya.

Kenapa Ayah harus membunuhnya?

Aku tidak mengerti.

Tolong beri tahu aku.

Kenapa ini harus terjadi? Jelaskan agar aku bisa mengerti.

Berhentilah menghindariku. Tolong bantu aku memahami Ayah.

Ayah tidak pernah meminta

pengertianmu.

Ayah.

Ayah tidak pernah seperti ini.

Kenapa Ayah banyak berubah?

Seumur hidup, Ayah berdedikasi menyelamatkan nyawa sebagai tabib.

Ayah merenungkan ide untuk membunuh seseorang...

Moo Baek, kamu di luar?

Bawa dia pulang sekarang juga.

Jika Ayah sungguh tidak berhubungan dengan kejadian hari ini,

tolong selamatkan dia.

Begitu kamu pulang, kunci dia di kamarnya

dan pastikan

dia tidak meninggalkan kamarnya sampai kamu mendapat izinku.

- Ayah. - Tunggu apa lagi?

Seret dia keluar sekarang juga!

Tolong ikut denganku.

Apa

yang Ayah sembunyikan?

Astaga. Mereka pasti menyiksanya habis-habisan.

Para bedebah hina itu.

Mereka pantas dilempari batu sampai mati!

Astaga.

Astaga.

Yang Mulia, biar aku saja.

Tidak, biar aku saja.

Kamu baik-baik saja?

Yang Mulia.

Ya, ini aku.

Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu bangun.

Karena kebodohanku,

"Miuk: Bodoh"

aku mencela Yang Mulia lagi.

Kamu terluka parah.

Bagaimana kamu bisa bertahan?

Mereka juga menuduhmu berkhianat?

Mereka menuduhku mengantarkan ikan gulama kuning kering beracun

yang kamu berikan kepadaku

kepada Ratu.

Yang Mulia.

Kementerian Kehakiman telah menangkap Putra Mahkota.

Itu artinya Ayah...

More Indonesian subtitles for Missing Crown Prince

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left