The first 200 lines.
"Missing Crown Prince"
"SUHO"
"Hong Ye Ji"
"Myung Se Bin"
"Kim Ju Hun"
"Kim Min Kyu"
"Missing Crown Prince"
"Semua karakter, lokasi, organisasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini tidak relevan dalam sejarah dan fiktif"
"Panduan produksi diikuti dengan ketat"
"Saat syuting dengan anak-anak dan hewan"
"Episode 6"
Aku berjanji
bahwa aku akan menjaga keselamatan Yang Mulia.
Jawab pertanyaannya.
Kamu dijebak
atau tidak?
Aku...
Saat itu, aku...
Aku berada di luar dinding istana.
Namun,
jika Ratu membicarakan keterlibatanku,
dia juga pasti benar.
Kamu mengakui kesalahanmu?
Saat itu, aku berada
di luar dinding istana.
Kamu mengaku bersalah atau tidak?
Aku berada di luar dinding istana.
Sepertinya
kita tidak akan mendapatkan hal lain darinya.
Apa perlu kita menyiksanya?
"Goshin: Penyiksaan"
Silakan sampaikan pendapatmu.
Dia mungkin melakukan pengkhianatan besar,
tapi dia pernah menjadi Putra Mahkota bangsa ini.
"Gukbon: Ahli waris raja"
Mungkin kita harus menyudahinya.
Apa ini
tidak akan menimbulkan masalah nantinya?
Tidak menyangkal kejahatannya
harus dianggap sebagai pengakuan bersalah.
Kita harus mempertimbangkan bimbingan Inspektur Jenderal Choi.
Bagaimana jika kita menumpahkan darah
dan Yang Mulia mempertanyakan kejadian hari ini?
Siapa yang bisa menangani konsekuensinya?
"Hugwa: Hasil atau efek tindakan yang tidak menyenangkan"
Bagaimana kondisinya?
Dia sudah membaik?
Maafkan aku karena mengatakan ini,
tapi kecuali Yang Mulia salah,
sepertinya
dia melihatnya bereaksi sementara terhadap pengobatannya.
Tidak.
Aku melihatnya sendiri.
Aku tahu yang kulihat.
Jari-jari Yang Mulia bergerak
seperti ini.
Tolong tenanglah, Ibu.
Apa Ibu bisa tidur semalam?
Tidak, dia terjaga semalaman.
Ibu harus istirahat.
Kamu juga tidak memercayai ibu?
Bukan itu maksudku.
Kalian boleh pergi.
- Ibu! - Ibu ingin sendirian.
Kubilang pergi sekarang juga!
Tunggu.
Apa Ratu sungguh ingin menemuiku secara terpisah?
- Ya. - Namun,
ini bukan jalan ke Istana Ratu.
Ikuti aku dan Anda akan tahu.
Kamu membawaku ke Kantor Kerajaan.
Kenapa Ratu ada di sini?
"Pyeonjeon: Istana tempat raja biasanya tinggal"
Silakan masuk.
Apa yang membuatmu terkejut?
Kamu pasti tahu
bahwa aku akan segera menduduki kursi ini.
Benar, Yang Mulia.
Aku sudah memikirkannya,
dan terpikir olehku
bahwa saat akhirnya aku naik takhta dan memerintah Joseon,
aku butuh seseorang yang bisa kupercaya
untuk membantuku di sisiku.
Serta pikiran-pikiran itu
membuat seseorang penasaran.
Begini...
Pertanyaan cenderung membuatku terjaga di malam hari.
Hakim Yoon,
aku ingin bertemu denganmu untuk menyelesaikan rasa penasaranku.
Silakan tanyakan
apa saja.
Hakim Yoon,
kamu setia kepadaku
atau setia
kepada kakekku?
Aku, Yoon Jung Dae,
bersumpah setia dan berbakti kepadamu.
"Gyeonmajiro: Sesetia anjing dan kuda kepada pemiliknya"
Bisakah aku memercayai
kesetiaanmu kepadaku?
Aku akan mati jika itu perintahmu
dan hidup jika itu keinginanmu.
Mendekatlah.
Aku punya permintaan.
Permintaan?
Itu benar-benar tidak masuk akal.
Perintahmu akan menjadi perintahku.
Aku akan menghormatinya
dengan nyawaku.
Begitu Pangeran Dosung diangkat sebagai Putra Mahkota,
Penasihat Negara Kiri Yoon akan membunuh ayahku lebih dahulu.
Setelah dia,
Anda dan Choi Sang Rok.
Seharusnya Anda bilang
tidak tahu soal ini.
Sekarang apa lagi?
Anda mungkin diperintahkan untuk minum racun besok.
Tapi dia tetap Putra Mahkota.
Aku ragu mereka akan membunuhnya.
Hal terburuk yang akan mereka lakukan adalah mengasingkannya.
Setelah semua yang kamu lalui,
kamu masih tidak melihat siapa para monster itu?
Mereka menjebak Putra Mahkota
agar bisa mengakhiri hidupnya.
Mereka merencanakan pengkhianatan dengan tujuan membunuhnya,
jadi, kenapa mereka membiarkannya hidup?
Yang Mulia,
begitu fajar tiba,
panggil Penasihat Negara Kiri Yoon atau Tabib Kerajaan Choi
dan katakan Anda tidak tahu soal ini.
Anda mendengarku?
- Bagaimana dengan ayahku? - Untuk tetap hidup,
Ibu Suri akan melindunginya.
Dia bisa.
Namun,
aku tidak bisa bertaruh saat nyawa ayahku dipertaruhkan.
Kak Gun, Kakak harus pergi.
Bawa Sang Soo dahulu.
Kakak harus bergegas.
Kamu masih gegabah.
Bagaimana kamu akan menangani akibatnya
setelah kakak kabur dari penjara?
Menurut Kakak, kenapa aku memakai topeng?
Bukan itu maksud kakak.
Lalu apa...
Jika kakak kembali ke istana,
kita akan bertemu sebagai musuh
dan bukan saudara.
Entah mau atau tidak,
kita akan saling mengarahkan pedang.
Kamu masih mau membantu kakak kabur meski mengetahui itu?
Membiarkan Kakak mati di sini bukan pilihan.
Mari kita pertimbangkan akibatnya saat menyeberangi jembatan itu.
Dasar orang bodoh berhati lembut.
Mengataiku dengan menyakitkan
tidak akan membuatku berubah pikiran.
Ayo cepat. Kita akan ketahuan jika terus begini.
Kakak bertanya
sekali lagi.
Kamu tidak akan menyesali ini?
Kakak selalu rewel soal detail.
Tentu.
Aku mungkin akan menyesalinya.
Tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi keluargaku.
Ada lagi yang ingin kakak tanyakan,
tapi itu akan kakak tanyakan pada hari kakak kembali.
Perbuatanmu sangat berbahaya.
- Saat mereka bicara... - Hakim Yoon
akan memastikan mereka tidak bicara.
Jangan mengkhawatirkan Sang Soo.
Aku akan menjaganya dengan baik
sampai dia benar-benar sembuh.
Tentu. Jaga dia untuk kakak.
Dosung.
Tolong pergi.
- Dosung. - Apa?
Kamu pria yang tampan,
- Adik. - Kak Gun.
Ini bukan saatnya bercanda.
Sulit mengetahui kapan kita akan bertemu lagi,
jadi, kakak tidak ingin
mengucapkan perpisahan
di belakang kepalamu.
Tetaplah sehat dan baik-baik saja,
Kak Gun.
Kamu juga.
Jaga dirimu.
Ada apa?
Apa barang bawannya terlalu berat untukmu?
Tentu saja tidak.
Bukan begitu.
Aku tidak tahu kita harus ke mana.
Aku juga tidak tahu.
Mari kita cari tahu.
Tapi kita tidak punya waktu.
Begitu mereka tahu kita pergi, mereka akan mengirim petugas
untuk menangkap kita.
Tuan Choi.
Tuan Choi.
No comments yet. Be the first to leave one.