Ang unang 200 linya.
AGENT KIM REACTIVATED
EPISODE 1
Yang benar saja.
Pindahkan mobilmu! Kau menghalangi jalan!
Ya ampun.
Jalan saja jika kau buru-buru.
Aku lapar. Kapan makanannya siap?
Aku tahu. Ini lama sekali.
Kapan makanan kami siap?
Kau mabuk!
Apa itu?
Sialan. Apa-apaan?
Hei, kau. Kemari.
Sialan, ini jadi rusak.
Sialan. Kemari.
Hei, kubilang kemari!
Kau mau ke mana?
Hei!
Kau pikir dirimu siapa?
Apa kau mau melakukan penipuan asuransi?
Jika kau menabrak mobil seseorang,
kau seharusnya berlutut untuk memohon maaf.
Ini harus diganti seutuhnya.
Kira-kira berapa ongkosnya?
Kurasa tanganku baik-baik saja,
jadi kau bisa pergi.
Astaga, kau yang benar saja.
Aku sungguh tak apa-apa, kau bisa pergi.
Apa kau serius?
Apa kau sudah gila?
Apa kau ingin mati?
Apa?
Kau lihat apa?
Maaf.
Aku minta maaf.
Itu sudah telat.
Coba saja mengoceh lagi.
Ayo pergi. Kita sudah telat.
Ayo.
Yah, pergilah.
Maafmu kuterima.
Anggap impas dengan ini.
Apa kau sering latihan belakangan ini?
- Pukulan yang bagus. - Dia mati?
- Perlu ditutupi koran? - Sialan!
AGENT KIM REACTIVATED
Selamat pagi!
Kancingmu ada yang hilang.
- Tidak. - Yakin?
Biar kusapu untukmu.
Tidak usah.
- Biar aku saja. - Terima kasih.
MASA PEMBERONTAKAN ANAK ANDA
KIM MIN-JI
AREA TERLARANG
Min-ji, bangunlah.
MASUK TANPA IZIN BERARTI MATI!
Min-ji.
Kim Min-ji, kau sudah telat!
- Ayo sarapan… - Tak usah suruh sarapan!
Apa ada yang marah jika aku tak sarapan?
Tak usah senyum!
Kau adalah anak sekolah,
jadi perlu makan yang cukup sebelum sekolah.
Kim Min-ji!
PENGUMUMAN SEKOLAH FORMULIR KONTAK DARURAT
IBU: X SAUDARA KANDUNG: X
Hei, Min-ji.
Ayah butuh nama teman dekatmu
dan nomor teleponnya.
Kim Min-ji!
Kang Hye-ryeong.
Nomornya 010-0610-6003.
Ayah sudah isi formulirnya. Sarapanlah.
Aku telat.
- Rapormu… - Jangan dilihat!
- Level delapan? Apa yang terjadi? - Makin tinggi angkanya makin baik.
- Begitu? - Aturannya sudah berubah.
Aku sudah beri tahu.
- Jangan terlalu memaksakan diri. - Ya.
Kang…
Hye…
ryeong.
PENATU
Min-ji!
Min-ji!
- Halo. - Hei.
Bagaimana kondisi ayahmu?
- Apa maksudmu? - Para preman itu…
Bukan apa-apa.
Omong-omong, kenapa tak memermak seragammu?
Aku ahli permak, tahu?
Tak usah. Aku tak tahu kapan akan pindah lagi.
Itu busku.
Apa?
Hati-hati di jalan.
Seragamnya selalu disetrika sampai licin.
Tn. Kim!
Kau tak apa?
Kau sepertinya tak apa.
Kulihat preman itu mengganggumu semalam.
Maaf aku tak bisa bantu.
Aku seorang penakut.
Aku pun sama jika jadi dirimu.
Ya ampun, Tn. kim.
Jasmu harus dipres.
Itulah gunanya penatu.
Ayolah, kau tinggal di atas penatu.
Harga diriku terluka.
Ya, mungkin lain kali.
Aku akan pres sebentar. Ayo ke dalam.
- Ayo. - Aku harus mengejar bus.
Biar kupres untukmu.
Tunggu.
Tn. Kim.
Tn. Kim!
Ya ampun. Ayah-anak sama saja.
Mereka persis sama.
Tawaranku tak pernah berhasil pada mereka.
Tunggu!
Terima kasih.
Maaf, permisi.
Jangan mendorong!
Jangan lari, bisa jatuh.
PERUNDUNGAN DI SEKOLAH JANGAN DIAM SAJA, LINDUNGI KORBAN!
- Kau sudah sarapan? - Sudah, Pak.
- Selamat pagi, Pak. - Hei.
- Harus sapa seperti ini. - Ya.
BANK TABUNGAN SANGSAENG
Halo, Manajer Kim. Selalu datang pertama.
Halo.
BANK TABUNGAN PENGAJUAN & INFORMASI PINJAMAN
Silakan nasabah nomor 155.
TAGIHAN KARTU PERUSAHAAN
PT. SEOREUNG / RESTORAN TIONGKOK
PEMOHON: KANG HAK-SU DIVISI: KEUANGAN
PENGAJUAN CUTI
Aku sudah melihat asetmu, dan…
Pak.
Ada apa?
Ini adalah tagihan kartu perusahaan.
Kau punya tagihan 95.000 won di restoran Tiongkok Rabu dua pekan lalu.
Lalu?
Kau sedang cuti pada hari itu untuk hari jadi pernikahanmu.
Bonnya juga tidak ada, jadi apa ada yang terlewat?
Kim, kau suka makan ikan untuk nutrisi otakmu?
Apa?
Ingatanmu bagus sekali.
Aku berusaha untuk sering makan ikan. Aku paling suka makerel.
Jangan makan makerel dan conor terus,
belajarlah untuk lebih fleksibel dengan peraturan.
Jadilah fleksibel.
Tulis saja sebagai pengeluaran makan kantor.
Baik, Pak.
Akan kutulis pengeluaran makan kantor.
Terima kasih sudah ingat hari jadi pernikahanku.
Tak masalah.
Sungguh menyebalkan.
SILAKAN KE KONTER BERIKUTNYA
Anggap impas dengan ini.
ALAT PERTAHANAN DIRI
Aku harus prapesan dan mengantre cuma untuk makanan manis?
Kapan ini dimulainya?
- Tn. Kim. - Kau mengagetkanku!
Ada apa, Sang-a?
Ada masalah? Kenapa mencari alat pertahanan diri?
Bukan apa-apa.
Tunggu, apa kau mau pakai saat malam hari…
pada Tn. Kang?
Tn. Kang?
Tentu saja tidak.
Bukan untuk itu.
Lingkunganku agak tidak aman belakangan ini.
Hei, Sang-a.
Ini sepertinya berguna, 'kan?
Ini mudah dibawa dan terlihat efektif.
Apakah untukmu?
Kurasa ini untuk wanita.
Sebentar lagi ulang tahun Min-ji.
Oh, untuk ulang tahun putrimu.
Berapa usianya?
Dia kelas 11.
Alat pertahanan diri untuk gadis SMA…
Kenapa tak kau tanyakan saja apa yang dia inginkan?
Aku mau saja bertanya,
tapi belakangan ini dia tak mau bicara denganku.
Dia terus menghindariku.
Sepertinya dia sedang fase pemberontak.
Tenang saja. Pada usia itu, semua orang begitu.
Mungkin semua akan lebih baik jika ada ibunya.
Aku akan membantumu pilihkan hadiah.
- Benarkah? - Aku juga mau ke toserba.
Mau ke sana sepulang kerja?
Tidak, kau tak perlu…
Kita berangkat pukul 18.00 tepat.
Hei, Kim Min-ji.
Min-ji.
Pinjam baju olahragamu.
Hye-ryeong, sebelumnya tak kau kembalikan, jadi aku harus mencarimu.
Ayolah, kita adalah teman. Kumohon.
No comments yet. Be the first to leave one.