पहली 200 पंक्तियाँ।
Ini. Makan selagi panas.
- Aku bersenang-senang semalam. - Aku juga.
Maksudku filmnya, tentu.
Ya, tentu.
MINUM HARI INI PUKUL 19.00
IPAD INI TIDAK DISALIN SELAMA 151 HARI
Jadi…
KATA SANDI ID APPLE
…hari pertama kembali ke rumah sakit. Kau gelisah?
Sedikit.
Hei. Aku bangga kau melakukan ini.
Terima kasih. Aku serius.
Baik. Kita bertemu nanti malam.
Aku ada acara makan malam dengan Caroline.
Benar. Sampaikan salamku.
Kau akan hebat.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Stasiun berikut, Civic Center.
Aku senang kau memutuskan untuk kembali, Sophie.
Sebagian besar istri filantropis kaya
yang ada di sini hanya ingin pamer tentang mereka ikut membantu,
kau selalu ambil waktu berkomunikasi dengan pasien. Mendengarkan kisah mereka.
Mereka merasa mengenalmu, langsung.
Ucapanmu baik sekali.
Tampaknya kau lebih tenang.
Baik, kau bisa masuk ke sini?
Ya. Menyakiti diri sendiri. Nadi lemah dan sulit dilacak.
Pak, kau membawa kita ke arah mana?
Kau harus keluar dari jalur ini.
- Ini jalan terbaik. Jangan cemas. - Tidak, tetapi kau tak paham.
Jalan ini melampaui jembatan. Aku tak bisa melewati air.
Menepilah, kumohon.
Biarkan aku keluar.
- Hei, sedang apa kau? - Keluarkan aku!
Baik. Sudah. Baiklah.
Kunci dibuka. Pergilah.
Keluar dari jalan.
- Jalang, pergilah. - Persetan kau!
…menyingkir!
Aku bermimpi lagi semalam.
Itu kenangan pertamamu.
Kau akan mengingatnya berulang kali,
walau itu sangat menyakitkan.
Jika aku bisa ingat ke satu saat itu.
Sophie, kau tahu cederamu membuatnya mustahil.
Ini bagian dari kondisimu.
Kau harus menerima sebagian besar kenanganmu
tak akan pernah bisa pulih.
Apa kau tahu apa rasanya untuk tak ingat apa-apa?
Ibarat aku terbangun dalam kehidupan orang lain
dan semua orang di sekitarku berkeliaran bagai tak ada yang berubah.
Kau memberi tahu James tentang perasaanmu?
Aku bahkan tak bisa ceritakan kejadian hari ini.
Ada terapi baru, hal yang disebut umpan balik saraf.
Bisa membantu dengan serangan panik ini. Aku bisa atur temu janji untukmu.
Tentu, tak ada ruginya.
Aku ingin mengatakan sesuatu
tetapi aku tak mau kau salah paham.
Baiklah.
Ada banyak cara untuk berusaha bunuh diri.
Kau lompat dari kapal di tengah lautan.
Fakta bahwa kau bertahan hidup itu keajaiban.
Kau bersiap melakukan sesuatu
dan kau melakukannya dengan cara paling intens dan sengaja.
Itu memberi tahu sesuatu tentangmu.
Kau berniat.
Tekad itulah yang akan membantumu
berlanjut dari ini.
Tetapi bagaimana aku bisa berlanjut
saat aku tak bisa ingat membuat pilihan itu?
Ayo coba ini.
Katakanlah, apa yang tak beres dengan situasimu?
Kau punya rumah yang indah, teman, suami yang ingin mencintaimu.
Benar. Itulah yang tak kupahami.
Jika kehidupanku sangat sempurna, kenapa aku berusaha mengakhirinya?
Apa itu botol kedua atau ketiga?
Siapa yang menghitung?
Maksudku, menikah itu bagus, tetapi segalanya agak monoton.
Jika kau paham maksudku.
- Oh, ya. - Ya.
Ya, itu saja. Terima kasih.
Sophie, aku tak percaya kau di sini. Aku senang melihatmu.
- Kau tampak cantik. - Jujur.
Berat badanmu turun?
Dia punya Peloton.
Peloton? Astaga!
Kau punya Peloton, ya?
- Astaga. Aku harus punya. - Ya, mengagumkan.
Jadi, dengan para wanita inikah aku biasa meluangkan waktu?
Ya. Kenapa?
Aku hanya tak merasa ada hubungan. Itu saja.
Aku benci mengungkapkannya, tetapi kau tak punya teman lain.
Tak ada yang menyukaimu. Kau sangat cantik.
Baik, ada pria di bar ini
yang telah menatapmu sepanjang malam.
Kau konyol.
Kurasa tidak.
Kau pikir kau kenal dia?
Tidak.
Kau bangun awal.
Tak bisa tidur.
Apa itu?
Entahlah.
Ada di belakang.
Kau suka?
Aku hanya tak terbiasa melihatmu memakai baju yang berani.
Aku selalu senang…
yang ini.
Sangat cocok untukmu.
Ini untuk apa?
Acara investor di firma.
Aku temukan undangannya.
Kukira kau tak mau pergi.
Ayo pergi.
Sungguh?
Ya. Kau benar. Aku harus kembali membaur.
Ini akan menyenangkan, aku berjanji.
Kau mungkin tak ingat ini
tetapi, aku penari hebat.
Kau mau melihat?
Seperti tari bahu.
Pakai gaun berbunga, ya?
Sampai nanti malam.
Sophie.
Maaf. Aku mengenalmu?
Ya.
Kau ada di restoran.
Kita harus bicara.
Siapa kau?
Suamimu datang.
Begini, dia bukan seperti perkiraanmu, ya?
Dia tak memberi tahu segalanya.
Apa maksudmu?
Kau pernah berpikir ada lebih lagi dari kejadian di kapal hari itu?
Belok kiri di Freemont Street, ya? Terima kasih.
Siapa itu?
Soph, kau bicara kepada siapa?
Hanya orang yang menanyakan jalan.
Baik. Ayo.
Kau baik-baik saja?
Ya. Kenapa?
Kau tampak agak kesal.
Aku baik-baik saja.
- Ya? - Ayo pergi.
Kau mau minum? Mau sampanye?
James. Sophie. Kalian datang.
Sudah lama.
Tempat ini indah.
Ya. Tentu.
Ide yang indah untuk berpesta di sini. Aku tak pernah memikirkannya.
Aku permisi dahulu.
Aku yakin kalian juga mau membicarakan pekerjaan.
Kau baik-baik saja?
Bukankah kalian menikah di sini?
Ya.
Tak percaya kau datang.
Bagaimana kau bertahan?
Baik. Aku tahu ini terdengar gila, tetapi…
kadang aku merasa seluruh hal ini peluang kedua kami.
- Paham? - Ya.
Kami bisa menciptakan ulang diri kami.
Melupakan semua kesalahan kami dan memulai lagi, itu…
Entahlah.
Aku akan sudah bercerai sejak lama, tetapi…
- Ya… - Hei, aku bajingan.
Ya.
Hei.
Sophie. Oh, aku suka gaunnya.
Kau melihatku secara aneh. Apa perbuatanku?
Apa? Aku tak begitu.
Sampanyemu. Maaf.
Permisi.
Apa yang terjadi?
Kau lompat, Sayang. Kau lompat.
Sophie, kudengar kau kembali. Bagaimana keadaanmu?
Baik, terima kasih.
744. 602.
Malam melelahkan?
Giliran kerja ganda berurutan. Aku zombi.
Hening di sini. Ambillah kopi. Aku akan mengawasi meja.
Terima kasih.
ARSIP PASIEN
MENCARI PASIEN
NAMA DEPAN SOPHIE
UGD/ICU/KESIMPULAN RAWATAN PASCATRAUMA UGD/PASIEN RAWAT JALAN
CEDERA PASIEN KONSISTEN DENGAN PERCOBAAN BUNUH DIRI.
ELLIS, SOPHIE - F KONTAK DARURAT JAMES ELLIS
PASIEN DIRAWAT DENGAN PATAH TULANG DI ULNA KANAN
SEBAB PATAH TULANG TIDAK JELAS ATAU DIUNGKAPKAN OLEH PASIEN.
POTENSI KEKERASAN RUMAH TANGGA .
TINDAK LANJUT JIKA MUNGKIN.
Astaga, Sophie. Kau tak lihat lampu panggilan menyala?
Astaga. Maafkan aku.
Jangan cemaskan itu.
Mungkin hanya Tn. Greene minta jus lagi.
Akan kuperiksa dia. Maaf sekali lagi.
Bagaimana di rumah sakit?
Baik.
Membosankan, sebenarnya. Hari lamban.
No comments yet. Be the first to leave one.