Az első 200 sor.
Merokok menyebabkan kanker. Merokok membunuhmu.
Konsumsi minuman alkohol dapat merusak kesehatan.
TAK ADA HEWAN LUKA SAAT SYUTING.
SEMUA INSIDEN DAN KARAKTER DALAM FILM INI FIKSI.
200 tahun silam, penerapan sistem kasta dan penyiksaan mencapai puncak di India.
Siapa pun yang memprotes kaum yang dominan
secara brutal akan disiksa, dibunuh dan dikubur.
Di era ini, di Tamil Nadu,
terutama di Nagercoil dan Kanyakumari, juga di Kerala,
banyak Undang-undang dan hukuman kejam yang dipraktikkan.
Salah satu hukum kejam ini dipraktikkan di Kerajaan Travancore.
Yaitu Sistem Pajak Payudara.
Wanita yang bukan berasal dari kasta tinggi
dikenai pajak jika mereka menutupi dada mereka.
Artinya, mereka tak perlu bayar pajak jika tak menutupi dada mereka.
Seorang wanita dari kasta rendah
seorang diri memprotes hukum ini.
Nama wanita ini adalah Nangeli.
Untuk membungkamnya, Pemerintah memberlakukan pajak ganda pada Nangeli.
Dia bersikap keras kepala dan menolak membayarnya.
Satu hari, petugas pemerintah datang ke rumahnya untuk menagih pajak ini.
Dengan penuh amarah, Nangeli melawan.
Petugas memerintahkan kaki tangannya untuk melecehkan Nangeli.
Nangeli yang malu lari ke dalam rumah
dan keluar dengan membawa arit tajam.
"Jika payudaraku jadi alasan dari pajak ini, ambil saja," seru Nangeli
Dia potong payudaranya dan dia letakkan di atas sehelai daun pisang.
Kesakitan, Nangeli yang bersimbah darah, jatuh pingsan
dan tewas dalam dekapan suaminya.
Tak kuat didera kesedihan,
suaminya bunuh diri dengan melompat ke api pemakaman Nangeli.
Pemerintah yang terkejut dengan kejadian ini mengakhiri aturan ini.
Nangeli memimpikan kebebasan berpakaian.
Yang dia dapat adalah terbebas dari hidup di dunia ini.
Kebebasan berekspresi, pemberdayaan,
semua kebebasan di hari ini adalah buah dari pengorbanan.
Walau peristiwa ini tersembunyi atau dihapus dari sejarah,
mereka yang tinggal di daerah itu tetap ingat pengorbanan ini.
- Di mana? Sudah turun? - Baru keluar dari taksi.
Jalanan cukup sepi hari ini.
Dan, ada anjing melolong.
Apa? Jalanannya kosong?
Kau juga bisa dengar anjing melolong.
Hati-hati ada hantu.
Kata siapa?
Anjing itu lapar. Katamu karena hantu?
Hantu tak lebih daripada mitos.
Permisi.
Siapa itu?
Bangun bangunlah Kau memberiku doa
Bangun bangunlah Kubuat kau jahat
Kemari dan berceritalah
Sial.
Bangun bangunlah Kau memberiku doa
POOJA KARNA BE, MBA
SOSIAL 24
Dia jadi sasaran kita. Bersiaplah.
- Lihat ke sana. Lihat kamera itu? - Lihat?
Tenanglah. Tenang.
Tenang. Ini acara kelakar.
Ini acara #TAG TV, "Gotcha! Gotcha!"
Dan kau korban pertama yang beruntung.
Beri salam.
- Ini kelakar. Semua palsu. - Kena.
"Gotcha! Gotcha!"
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Lima, 6, 7, 8.
Lihat ke sana.
Gotcha! Gotcha!
Astaga.
Hei, ini keahlian kami
Menakuti orang dan bermain kelakar
Sementara semuanya menyaksikan.
Kami di sini untuk menghiburmu
- Minggir. Beri jalan. - Beri jalan, manusia rendah.
- Hei. - Kami menggoda orang-orang
Kami menghiasi topi kami dan mencari sasaran
Berdiri.
Kau menculik dia?
Siapa kau?
Pak, periksa dia.
- Ada apa? - Kalian mau apa?
Pak, kau ingat tentang warga kami dan penipu ini?
Dia meyakinkanmu? Kau bersama wanita lain minggu lalu.
Hema, kemarilah.
Ya, Pak. Ini orangnya.
- Kenapa kau? - Kau menipuku.
- Kita bersama. - Siapa dia?
Jangan percaya dia.
Wanita itu mulai menangis.
Wanita malang. Kita sudahi.
Kau menipuku, bukan? Pak, memang dia orangnya.
Suruh mereka diam dan lanjutkan.
Lanjutkan, Teman-teman.
Apa yang terjadi?
Sasaran dari acara kamera tersembunyi kami
Inilah keahlian kami
Haruskah kusiram? Harus?
Hanya hiburan.
Berpacaran boleh saja. Menikah tidak.
Lalu kau mau apa?
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
Gotcha! Gotcha!
- Akash, berapa total durasinya? - Tunggu sebentar.
22 menit dan 15 detik.
Bagus. Kunci saja.
Dicampakkan, cek editnya.
Berapa kali kubilang jangan sebut itu.
- Kutampar kau. - Baik, tenang.
- Semua ada batasnya. - Tenang.
- Bagaimana hasil editnya? - Bagus.
Bagian dicampakkan itu...
Bagian "dicampakkan"?
Berhenti tertawa.
Kelakar hantu itu bisa diperpanjang. Itu bagus.
Sasaran kita menangis ketakutan.
Setelah diberi tahu, dia marah dan nyaris memukul kita.
Tetapi dia memang malang. Kalian agak keterlaluan.
Akash, kau iba pada pemuda itu, tetapi lalu Kamini?
- Astaga. - Siapa itu?
Apa?
Oh ya, kau masih baru.
Belum lihat episode Kamini?
Wanita yang berakting pingsan. Itu Kamini.
Dia Kamini kita?
Kamini "kita"?
Editor baru kita tertarik.
Tidak, aku sudah tahu dia, itu sebabnya.
Tak apa. Goda saja.
Aku hanya mau tahu tentang aktingnya.
Akting? Dia tak mau berhenti jika sudah mulai.
Kami pernah minta dia berhenti karena kasihan pada sasaran. Dia tak mau.
Bahkan aku akan tertawa. Dia?
Dia cukup spontan, tajam dan berani.
Seorang yang sadis.
Ingat insiden dicampakkan itu?
Dicampakkan apa?
Hari ketika Tn. Dicampakkan dicampakkan
dan disaksikan oleh teman-temannya.
Dia bertanya. Adil jika kami menjawab.
- Sunny Leone? - Ya. Film sejarah.
Ada adu pedang.
Sejarah film apa?
Dia pemain film porno
yang kita hapus setelah tonton.
- Hai, selamat pagi. - Halo, Pak.
- Gowri, semua sudah dikemasi? - Sedikit lagi. Sedang kami kerjakan.
Apa itu?
Koreksi kecil di episode terakhir.
Ayolah. Kita sedang sibuk pindah kantor seminggu ini.
Apa ini koreksi di saat akhir?
Ini hari terakhir.
Sore harus beres.
- Itu perintah. - Sedikit lagi.
Bos kita spesifik. Ini prestise.
Jika sore belum pindah,
saluran TV lain akan merusak reputasi kita.
- Ya, Pak. - Paham?
Kenapa sedih? Sudah rindu tempat ini?
Hari dia dicampakkan
dan disaksikan teman-temannya.
Diamlah, Gowri.
Di mana Kamini?
O dewi pelindung kami O dewi yang perkasa
O dewi pelindung kami O dewi yang perkasa
Apa yang terjadi?
- Kau bermimpi buruk? - Ya, Bu.
- Mimpi buruk. - Tentang apa?
Aku memakai banyak gelang di tangan dan bunga di kepala
dan hiasan pacar di tanganku
dan bergaun merah.
Baju warna merah?
Ada kerbau marah menyerbumu?
- Kerbau? - Lalu apa?
Ibu kira apa lagi yang terjadi?
Hanya itu, lalu aku bangun.
Sial, sudah pukul 11:00.
Jadi, memakai gaun itu mimpi buruk?
Kenapa tak bangunkan aku?
Lihat kamar ini.
Walau berulang tahun, dia bangun pukul 11.
Itupun karena alarm.
Berpakaian tradisional dan pergi ke kuil
Siapa bilang itu mimpi buruk?
Bukannya menikah dan mengurus suami dan anak,
kau kerja di stasiun TV dan mengerjai orang tak bersalah.
Aku membelikanmu baju untuk hari ini.
Tetapi kau? Kau memilih pakaian sirkus yang sama itu lagi.
Namamu Sudhandira (Jiwa Bebas),
kau pakai alias Kamini .
Entah kapan kau akan membuatku bangga.
Ibu, pindah saluran. Programku sedang tayang.
Jadi, ucapanku tak kau indahkan?
No comments yet. Be the first to leave one.