Only Murders in the Building

Only Murders in the Building

Indonesian felirat letöltése

3. évad

Kiadási információk

Only Murders in the Building S03E01 1080p WEB h264-ETHEL
Kommentár IrpanHz
Durasi 00:37:24. Retail Disney Hotstar

Címkék

web
1080
Közzétéve: 2023-08-09
Letöltések: 100
Hallássérülteknek: No

Indonesian felirat előnézete

Az első 200 sor.

Selamat datang di pesta pengungkapan pembunuh Bunny.

Kami sudah mencurigaimu sejak siang ini.

Aku hanya ingin Cinda memerhatikanku.

Dan dengan itu, misteri lainnya terpecahkan.

- Dua pembunuhan, berkelanjutan. - Ya.

Kau benar-benar merenovasi.

Memang sudah saatnya.

Hei, Joy.

Kau mengajakku berkencan?

Ya.

Broadway!

Kurasa aku pas sekali untuk itu.

Siapa bintangnya?

Ben! Semua pasti gugup di malam pembukaan.

KAMAR GANTI

Aku baik-baik saja.

Bersiaplah.

Apa yang mengubahku menjadi makhluk malam?

- Siapa saja tolong! - Dia tak bergerak!

Ben! Telepon 911.

Kau pasti bercanda.

Seluruh dunia adalah panggung.

Teater Goosebury 1962, Broadway

Dan semua bla, bla, bla. Kita tahu kelanjutannya.

Namun, jika kau penggemar teater,

kemungkinan besar kau telah terpikat sejak masih kecil.

Menatap keindahan dunia yang kelak jadi bagian dirimu.

Penuh kisah dan pengalaman

yang hanya bisa kau mimpikan dari baris ke delapan.

Di balik dua tatanan rambut tinggi di baris tujuh.

Namun, begitu terpikat, kerja keras pun menanti.

Kursus dan pelatihan.

Pidato dan teknik.

Mengasah keahlian

seiring langkahmu di trotoar New York City,

mengikuti audisi untuk apa saja.

Semuanya demi mengejar momen di bawah lampu sorot,

di mana kau berharap ada yang melihatmu.

Sungguh melihatmu.

Dan mengucapkan kata-kata ajaib:

"Ke mana saja kau?"

Namun, bagaimana jika kata-kata ajaib itu tak pernah datang?"

Dan hanya penolakan yang datang berkali-kali.

Tahun demi tahun, dan nyaris berhasil terus terjadi.

Hingga kau sadar bahwa hidupmu dipenuhi "nyaris berhasil".

Bagaimana kau mampu terus berharap?

TEATER GOOSEBURY

Terima kasih. Bagus sekali.

Jadi, ada peserta datang yang tak masuk daftar.

Peserta yang mendadak datang.

Aku kenal dia.

Dia bagus, sedikit standar,

tapi ada waktu sepuluh menit sebelum makan siang.

Ya, tentu.

- Loretta Durkin, masih di sana? - Ya.

Ya. Hai. Maafkan aku.

Kukira… Agenku menjamin aku masuk daftar.

Tak apa-apa. Ada naskah untuk peran pengasuh?

Ya. Hanya satu adegan?

Benar. Silakan mulai.

Cukup.

Cukup pertanyaannya, Detektif.

Dengan senang hati kuceritakan siapa dan apa pekerjaanku

tanpa kau perlu mendesak.

Aku pengurus anak-anak yang dipercayakan kepadaku.

Apakah aku pengganti ibu kandung anak itu?

Sebagian orang lebih suka aku jawab tidak, tapi aku meyakini itu benar.

Aku pasti ibu mereka karena hanya aku yang bersama mereka.

Karena seorang anak harus selalu merasa aman.

Mereka harus merasa dilindungi

dengan kegarangan yang hanya dimiliki seorang ibu.

Tak peduli mereka bukan darah dagingku sendiri.

Mampukah aku membunuh demi melindungi anak dalam perawatanku?

Kurasa itu pertanyaanmu untukku, Detektif?

Akan tegas kujawab, tanpa berkedip,

tanpa keraguan, aku sanggup membunuh.

Demi nyawa dan keselamatan anak mana pun dalam perawatanku.

Jadi, kini kau telah mendapat jawabannya.

Ke mana saja kau?

Namun, kala impianmu sungguh terwujud, momenmu di bawah sorot lampu…

Aku bilang, "Ke mana saja kau?"

Seberapa jauh kau rela mempertahankannya?

Terima kasih. Astaga.

Episode Satu - Musim Ketiga Pertunjukan Harus…

Siapa saja!

Dia tak bergerak.

- Telepon 911! - Aku tak merasakan denyut nadi.

Aku sendiri berusaha memahaminya.

PEMBUKAAN MALAM INI

Tidak.

Tidak, dia dinyatakan meninggal.

Dia dinyatakan meninggal.

Apa ada buih di mulutnya?

Buih bisa menandakan keracunan.

Aku hanya melihat darah.

Mabel, sedang apa kau?

Mungkin karena sebab alami atau pembuluh darah pecah.

Charles, ayolah. Ini malam pembukaan,

dan bintang besar di masa keemasannya meninggal mendadak di panggung?

Astaga.

Dia meninggal. Ben meninggal. Pemeran utamaku meninggal.

Hei, ini bukan salahmu, Oliver.

Tidak, itu benar. Ini bukan… Apa? Tentu ini bukan salahku.

Baiklah, Howard, beri tahu semua orang segalanya akan baik-baik saja.

Katakan kita akan berkumpul di rumahku

untuk pesta malam pembukaan yang kubuat, dan kita bahas semuanya.

Kurasa orang tak mau berpesta saat ini.

Lakukan saja, Howard. Lakukan.

- Hei, Oliver. - Kau tak apa-apa, Kawan?

Astaga. Apa ini sungguh terjadi?

Bagaimana aku bisa ada di sini?

Empat Bulan Lalu

- Ini sungguh terjadi? - Selamat Hari Pertama Pembacaan Skrip.

- Aku sungguh kembali ke Broadway? - Semoga saja. Untuk apa lagi aku ke sini?

Mendukung. Beri saran. Menerjemahkan omongan anak muda kepada Charles.

- Agar bisa bertemu kau lagi? - Benar. Senang bertemu kau.

Kalian tahu, kita sama-sama sibuk,

dan kalian tahu, siapa kita tanpa pembunuhan?

Oliver, aku tahu kau gugup.

Aku tahu pertunjukan Broadway terakhirmu kacau.

- Semua tahu. Seluruh dunia tahu. - Katakan saja intinya.

Namun, kau adalah pemuda berbakat. Kau punya bakat memimpin.

Dan saat kau mengajakku dalam produksi ini,

- aku… - Mohon tunggu.

- Aku mengajakmu? - Ya.

- Tahukah kau? Lupakan saja. - Tidak.

Ceritakan secara berpuitis caraku mengemis kepadamu ikut dramaku.

Meski kau tak pernah tampil sejak pria harus memerankan wanita.

- Tak perlu jelaskan… - Di era Shakespeare,

pria harus memerankan wanita.

- Wanita dilarang tampil. - Lelucon usia.

- Juga lelucon karier. - Dan aku menyukainya.

Bisa bicarakan aku sekarang,

dan betapa aku tak percaya ada seruangan dengan Ben Glenroy.

Rambut diikat atau digerai? Menurut kalian dia suka telinga?

Mabel, aktor hanya manusia biasa.

Ingat betapa gugupnya kau bertemu aku awalnya?

- Aku tak mungkin ingat itu. - Ya, tapi kini lihat kita.

Hei, setibanya di sana, bagaimana kau mau masuk?

- Perkenalkan aku sebelum aku masuk? - Perkenalkan?

Ini pembacaan naskah, Charles. Bukan acara The Donna Reed .

- Donna Reed adalah… - Percuma.

Baiklah, tolong jangan mulai perjalanan dengan mengasingkan semua kolega

dengan harapan tampil mencolok.

Jangan mencolok.

- Oliver Putnam datang! - Astaga.

Aku punya pertanyaan.

- Siapa mau pergi ke Broadway? - Aku!

Terima kasih atas perhatianmu.

Anekdot singkat. Aku ingat saat ikut audisi

sebagai Tn. Oliver Putnam untuk drama ini.

Benar.

Ingat katamu kepadaku, Oliver?

Ingat. Aku bilang, "Bagaimana kalau kau menjadi asisten aku saja?"

Benar. Kata demi kata.

Silakan.

Terima kasih, Howard.

Jadi, bintang utama kita terlambat.

Namun, mari kita mulai.

Selamat datang ke dunia Death Rattle.

Astaga.

Ya.

Sebuah kisah kematian,

yang terjadi di mercusuar di bagian atas Nova Scotia yang berkabut.

Satu-satunya orang di ruangan itu, saat kematian terjadi,

adalah seorang bayi.

Ada yang bilang kisah lama ini tidak menarik.

Namun, tentu saja, jujur aku sendiri sering dijuluki seperti itu.

Saat Donna DeMeo, produser kita yang luar biasa, pertama memanggilku…

Dengan Clifford.

Putraku, Cliff, yang membuat produksi solo pertamanya di sini.

Namun, bersamaku.

Terima kasih, Ibu. Terima kasih.

Aku senang sekali karena

seperti karakter kalian yang terjebak dalam badai di mercusuar berbahaya,

kita juga akan sukses di Broadway.

Hebat, 'kan?

Aku sangat bangga dengan putraku.

Sangat…

Bangga.

Dia gay, jadi aku bisa menciumnya begitu.

Baiklah.

Jadi, kupikir…

Apa?

Aku hanya suka melakukan ini.

Tidak. Jika aku boleh bicara.

Kita ada dalam ruangan kecil,

dan aku ingin mengutarakan isi pikiran semua orang di sini.

Dan pikiran itu tentang aku.

- Astaga. - Benar,

aku memerankan Aristotle Brazzos dalam 224 episode serial TV yang dramatis.

- Aristotle? - Aku tak percaya ini.

Juga di versi barunya, yang saat ini sedang dihentikan

karena produsernya mendapat tuntutan pelecehan.

Aku juga membintangi tiga film untuk TV.

Juga serangkaian iklan TV untuk Kampanye Dukakis.

Meski begitu, aku juga seperti kalian, aku bukan orang istimewa.

Aku tak istimewa karena kita semua…

Kurasa Gandhi yang mengatakan,

- "Bukankah semuanya…" - Terima kasih, Charles.

Hozzászólások

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left