Az első 200 sor.
Aku berangkat.
Jika kita pergi sekarang, kita masih sempat ke jam pelajaran keempat.
Aku tidak pergi.
Hanya karena kau cerdas, bukan berarti kau akan lulus.
Kurang lebih begitu.
Lalu kenapa kau membawa tasmu?
"Kenapa kau membawa tas".
Hanya bertanya. Tapi baiklah.
Sial!
Dia tak pandai dalam melupakannya. Kau tak ingat?
Itu sebabnya Sheri seharusnya didepan,
Dia yang paling mengintimidasi.
Kau sebut itu intimidasi?
Maksudku, aku hampir menumbangkanmu...
...saat latihan beberapa minggu lalu, atau kau tak ingat itu?
Lebih tepatnya, dia di lantai selama 5 menit,
Jadi itu masuk akal jika dia tak ingat.
Setidaknya aku bisa tertawakan itu sekarang.
Kita harus lihat dia tanding.
Siapa?/ Serius?
Kau masih melakukan itu?
Maksudku, dia takkan pernah menjadi sesuatu.
Kau bisa berbuat jauh lebih baik.
Tapi dia tampan.
Serius? Kau mengatakan itu kepadaku sekarang?
Maksudku, dia sangat tampan. Apa masalahnya?
Aku hanya bilang, kau cukup lama dibiarkan menggantung.
Kalian mencium itu
Baunya seperti rawa.
Kau lupa gosok gigi pagi ini?
Dia begitu khayal.
Siap?
Ya.
"Aku seorang anak dan dia seorang anak,"
"Di kerajaan tepi laut ini."
"Namun kami dicintai dengan cinta, yang lebih dari cinta,"
"Aku dan Annabel Lee-ku."
"Dengan cinta yang didambakan malaikat surga bersayap,"
"Dia dan aku."
Kau sedang apa?
Kelihatannya sedang apa?
Kenapa?
Karena aku menyukainya.
Fokus pada urusanmu sendiri.
Oke, apa lagi?
Cinta?
Benar, tapi cinta seperti apa?
Tak bersyarat?/ Itu dia.
Kelas dimulai 15 menit lalu.
Aku memiliki surat izin.
Palsu.
Diam.
Apa aku satu-satunya orang yang memikirkan soal ini?
Aku mengingatnya, tapi...
Tapi mereka lebih tua, dan.../ Apa artinya itu?
Itu artinya mereka lebih menarik.
Mereka punya banyak hal untuk dibicarakan.
Mereka punya banyak hal untuk dilakukan.
Oke./ Mereka dewasa.
Aku suka yang dewasa.
Minum?/ Aku ikut.
Benar? Ya!
Kau mudah dipengaruhi.
Apa? Aku tidak mudah terpengaruh./ Ya, itu terlalu mudah.
Astaga.
Aku takkan menyentuh itu.
Harus mulai di suatu tempat, bukan?
Tidak.
Kau bagus.
Terima kasih.
Sudah berapa lama kau kembali?
Enam bulan.
Tempat tinggalku tak jauh darimu.
Apa?/ Tempat tinggalku tak jauh darimu.
Benar.
Tak jauh dari Bramwood.
Bagus.
Terima kasih.
Rose.
Rose!
Lihatlah ini.
Mana makalahmu?
Itu di atas sini.
"Musim panas".
Apa yang aku tahu tentang musim panas?
Menara Eiffel berkembang 6 inci setiap tahun,
Karena besinya melebar akibat hawa panas.
Frisbee ditemukan tahun 1800,
Itu sebenarnya berawal dari piring pai kosong,
Lalu mereka melanjutkan itu selama 60 tahun.
Membuatmu bertanya-tanya hal meragukan lain apa...
...yang kita lakukan saat ini.
Itu terbukti secara ilmiah,
Jika bayi lahir di musim panas menderita perubahan suasana hati.
Dan itu mungkin menjelaskan beberapa hal.
Dan aku baru ingat, kalian tak ucapkan selamat ultah padaku,
Tapi aku tidak menyimpan dendam terhadap kalian.
Hanya itu yang bisa aku katakan tentang musim panas.
Oke. Ada pertanyaan?
Roy?
Itu bukan benar-benar syair.
Maksudku, itu hanya fakta yang disebutkan dengan cara berbeda.
Rose?
Aku tak tahu bagaimana mendebat itu.
Itu bukan pertanyaan,
Hanya kata-kata yang disebutkan dengan cara berbeda.
Lagi pula, siapa yang menentukan bagaimana syair dijelaskan?
Roy.
Rose?
Tunggu sebentar.
Nilai ujianmu tertinggi di kelas.
Kau mungkin bisa lulus dengan itu...
...di mata pelajaran lain, tapi tidak di mata pelajaranku.
Jika kau tak melakukannya secara serius,
Aku terpaksa menggagalkanmu. Kau mengerti?
Kau berusaha agar diterima di Rhodes, 'kan?
Oke.
Dasar jalang.
Dia mungkin suka denganmu.
Menurutku dia manis, dalam artian guru yang aneh.
Itu pilihanmu?/ Jelas bukan. Pak Hall.
Jorok.
Kau lihat dadanya?
Itu seperti menyembul keluar dari kemejanya.
Bu Perez jelas sangat seksi.
Ya. Aku ambil kelas keramik karena dia.
Dia bisa kerjakan potku seharian./ Ya.
Ya, tolong./ Tidak, aku tak apa.
Bisa kau berikan aku $10 untuk bir?
Tidak./ Lihat ini.
Ini bagus.
Kau sudah lihat KTP dia?
Biar aku lihat./ Itu tak mirip dia.
Bagaimana bisa mereka membiarkan itu?
Aku tak bisa memberitahumu.
Tyler.
Apa itu?
Tak ada yang mau mengambil itu?
Kau hanya akan melihatnya?
Biar aku tunjukkan caranya. Lihatlah sang master.
Itu dia.
22 tahun?
Ya, 24 tahun, saat kau tumbuhkan kumis.
Aku akan terlihat begitu tampan dengan kumis.
Aku ragukan itu.
Astaga. Aku akan melakukan waxing ,
Membuatnya sedikit ikal.
Segelnya rusak.
Kalian biarkan aku keliling dengan lipstik di gigiku.
Itu hampir saja. Apa itu?
Baiklah, biar kutunjukkan padamu.
Mari bawa ini kembali.
Apa?
Tak apa. Aku akan biarkan kalian menang.
Itu juga tak dihitung./ Apa?
Ayo, Tyler!
Jangan khawatir. Aku akan bawa itu kembali.
Tiup.
Tiup.
Bagaimana dia menurutmu?
Tidak./ Dia cantik.
Benar?
Begitu pilih-pilih. Terlalu bagus untuk semua orang.
Kau lompat kelas di Inggris atau di sini?
Saat aku mengikuti ujian penempatan di sini.
Wow. Itu gila.
Aku rasa begitu.
Aku selalu merasa sudah pelajari semua yang diajarkan kepadaku.
Itu perasaan yang bagus, bukan? Mengetahui semuanya.
Tidak terlalu.
Kenapa tidak? Kau tak harus berusaha keras seperti kami.
Ya, tapi aku tak belajar hal baru.
Tyler, giliranmu.
Baiklah, mari lakukan ini./ Ayo, ayo.
Kau bisa.
Hampir saja.
Trish?/ Ya.
Bukan tipeku.
Seperti apa tipemu?
Entahlah.
Bermain sok jual mahal?
Tidak.
Aku akan ambil minum lagi
Baiklah. Ya.
Ya!
Kita menang?/ Ya!
Kita menang!
Kau payah, kau payah,
Kau payah, dan kau payah!
Ayah menyayangimu. Ayah.
Dia selalu bilang padaku jika aku memiliki warna tidur.
Tapi aku tak pernah mendengarkan.
Dan warna pada akhirnya memudar.
Kenapa kita tak tahu apa yang kita miliki hingga itu hilang?
Apa itu bagian dari pelajaran hidup?
Atau apakah takdir kebohongan lain...
...yang dikatakan kepada kita saat kita muda,
Agar hidup kita tak menjadi tanpa arti?
Jika takdir memang ada,
Dia akan melihat seluruh kegelisahanku,
No comments yet. Be the first to leave one.