Kiadási információk

Drugstore in Another World S01 BST COMPLETE
Kommentár MarBot
Bstation retail. Belum disinkron-kan versi manapun. | Open Donasi https://trakteer.id/botg/tip

Címkék

other
Közzétéve: 2022-02-08
Letöltések: 47
Hallássérülteknek: No

Indonesian felirat előnézete

Az első 200 sor.

Hah?

Oke, selesai juga.

Baunya juga sip.

Reiji Kirio.

Mantan budak korporat. Manusia dari dunia nyata.

Keahlian: menilai dan menciptakan obat.

Tuan!

Ramuan Tuan rasanya lezat! Rasanya lezat!

Noella, manusia serigala.

Maskot toko ini!

Reiji! Noella!

Sudah siap?

Sebentar lagi sudah waktunya.

Oke!

Noella.

Serahkan saja padaku!

Noella, mohon bantuannya.

Mina Fleuret. Hantu yang tinggal di rumah ini.

Tugasnya menjaga toko dan membersihkan rumah.

Hari ini pun cuacanya sungguh baik.

Oke, Toko Obat Kirio hari ini juga akan

buka, buka!

Mari semuanya, kita hari ini juga

bekerja dengan santai!

Ya?

Oke!

Ya!

Panggil saja saya kalau atapmu bocor lagi.

Ya!

Reiji... bukan, Tuan Reiji!

Tolong izinkan toko kami menjual barang ini!

Ramuan intens ini!

Ramuan intens...?

- Maksudmu ramuan itu? - Iya.

Diberi nama seenaknya, ya.

Padahal harusnya itu disebut ramuan energi.

Ramuan Energi.

Ramuan yang memulihkan rasa lelah dan membangkitkan tenaga.

Hasil pemakaian tergantung individu masing-masing.

Ini pertama kalinya aku minum ramuan intens seenak ini!

Aku berterima kasih pada rasa intens ini!

Sampai sebelum ini, yang ada di sini hanyalah ramuan yang rasanya seperti sampah.

Ru?

Ramuan ini harus disebarluaskan ke seluruh pelosok Kalta!

- Mukamu terlalu dekat! - Makanya, kumohon!

Dan juga... Yah, ini cerita antara kita saja.

Aku baru saja punya anak kelima.

Aduh, aduh.

Keadaan finansial kami sedang di ambang jurang.

Wah, repot juga, ya...

Ya.

- Boleh, kok. - Aaaaahh!!

Kalau begini terus bisa-bisa kami tutup toko!

Kumohon! Izinkan aku untuk menjual ramuan intens ini di toko kami!

Karena itu!

- Makanya, kubilang boleh, kok. - Aku mengerti. Aku mengerti sekali.

Ramuan yang seintens ini,

sayang sekali untuk dijual

di toko kecil di tengah desa seperti toko kami.

Makanya aku juga bermaksud untuk memperbaiki lagi tokoku...!

Untuk sekarang, butuh berapa botol?

Untuk sekarang 20... Tidak, 25 botol.

Lho, tunggu, apa artinya... Boleh?

Reiji dari tadi bilang boleh, kok!

Terima kasih banyak!

Dengan ini, aku bisa membesarkan anak kelimaku!

Hm, tidak, artinya aku bisa punya anak lagi sekarang.

Terima kasih, Reiji!

Senang mendengarnya... Mukamu dekat sekali!

Kalau begitu, aku akan mempromosikan ramuan intens ini

dengan intens juga!

Akan kujual dengan intens!

Terima kasih banyak!

Ru!

Seperti biasa, dia benar-benar intens, ya.

Umm...

Satu botol 1.000 rin.

25 botol, jadi 25.000 rin!

Tapi, Reiji...

Apa harganya tidak terlalu murah?

Tidak apa-apa.

Kita banyak berutang budi pada Pak Alf waktu mendirikan toko ini.

Semoga saja dengan ini keadaan finansialnya bisa sedikit membaik.

Pasti! Karena ramuan Reiji...

pasti laris manis!

Ramuan Tuan rasanya lezat!

Terima kasih.

Sepertinya aku baru pertama kali dipuji sampai seperti itu.

Sebelumnya tidak mungkin bisa dipuji begini, hahaha...

Lalu, setelah hari itu,

berita tentang ramuanku

tersebar luas dengan intens di sepenjuru kota Karta.

Padahal ini ramuan, tapi rasanya tidak seperti sampah!

Rasanya super lezat!

Sangat lezat!

Benar-benar lezat!

Lezatnya berintensitas!

Rasa lezat yang tidak dapat diukur.

Toko Kelontong Pak Alf

kedatangan banyak sekali pengunjung yang mencari ramuan itu.

Semuanya, mohon mengantri.

Satu orang hanya bisa beli satu botol.

- Oke, pelanggan selanjutnya. - Ini pertama kalinya toko kita seramai ini.

Hebat juga kau, Sayang!

Begitulah.

Sampai-sampai toko kami pun...

Maaf menunggu lama.

Ru!

Semoga sehat selalu.

Terima kasih, aku akan datang lagi!

Sampai nanti!

Pelanggan selanjutnya, silakan.

Ya, kami.

Mama, aku capek...

Aku mau pulang!

Sebentar lagi, ya?

Pulang! Pulang!

Maafkan kami, ya.

Tidak apa-apa. Kamu pasti capek menunggu, ya.

Maaf, ya.

Pulang! Pulang! Pulang! Pulang!

Tuan kesulitan!

Aku capek!

Pulang! Pulang!

Ru, ru, ru!

Rurururu!

Baik, ini pesanan Anda. Mohon diperiksa kembali.

Terima kasih banyak.

Ekor empuk! Empuk!

Ah, gawat!

Kalau orang lain memegang ekor Noella...!

Maaf, Noella.

Halo, Kakak Empuk.

Apakah selalu ada di sini?

Tuan menyelamatkan nyawa Noella.

Karena itu... Noella selalu di sini membantu Tuan.

Tuan...?

Sudah selesai. Ayo kita pulang.

Mohon maaf telah menunggu.

Mama! Ayo kapan-kapan ketemu Kakak Empuk lagi!

Oke. Kapan-kapan kita datang lagi, ya.

Dadah!

Ru!

Noella, kamu sudah berusaha bertahan, ya.

Terima kasih. Aku benar-benar terbantu.

Aku dipuji Tuan! Dipuji Tuan!

Tuan Reiji, apakah pelanggan selanjutnya boleh masuk?

Ya, tolong.

Mohon maaf telah menunggu! Pelanggan selanjutnya, silakan.

Reiji, kau sudah bekerja keras hari ini.

Terima kasih.

Kak Noella juga apa mau teh... Lho?

Noella!

Lagi-lagi kamu minum ramuan diam-diam!

Ramuan Tuan... Rasanya lezat.

Walaupun begitu, tidak boleh minum kebanyakan!

Aku akan tutup ini.

Ini demi dirimu sendiri.

Oh, iya, Reiji.

Apa bisa minta tolong untuk belanja nanti?

Sebentar lagi bahan makanan akan habis.

Ya, oke.

Apa pergi sekarang saja, ya?

Oh, bisakah?

Aku sudah menulis daftarnya, mohon bantuannya.

Oke!

Noella, kamu mau ikut juga?

Ru!

Selamat jalan!

Hati-hati di jalan.

Kami pasti akan pulang!

Memangnya kita mau pergi ke mana?

Tuan! Tuan!

Hmm?

Ini bisa dipakai?

Oh, itu rumput St. Wort.

Bisa dipakai, lho.

- Ru! - Terima kasih, Noella.

Tuan, ini apa?

Itu akar flaks.

Akarnya bisa jadi obat.

Tuan, ini apa, ini apa?

Itu...

Benar juga.

Pada saat seperti ini, Noella bergerak dengan instingnya.

Pada waktu aku pertama kali bertemu Noella pun....

Hei! Hei! Kamu tidak apa-apa?!

Waktu itu dia seekor serigala...

Ah, omong-omong, apa saja pesanan belanja dari Mina, ya?

Apa-apaan ini!?

Celana dalam berbahan bulu?!

A-aku disuruh beli celana dalam?!

Dan lagi...

Hantu juga pakai celana dalam bahan bulu, ya...

Hangat sekali!

Untuk hantu memang harus celana dalam berbahan bulu,

ya!

- Ngg... - Tuan, ada apa?

Wajahnya merah.

Ahh! Tidak ada apa-apa!

Hozzászólások

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left