Az első 200 sor.
Sial.
AMBULANS DARURAT
Sudah kubilang Rachel mengajakmu berenang hari Selasa.
Entahlah.
Ya, di kantong merah.
Entahlah, Sayang. Kau tidak menjemurnya. Masih basah.
Tidak, akan kulihat di akhir pekan, ya?
Aku akan di sana setiap akhir pekan.
Biar kubantu.
- Terima kasih. - Mari.
Ayolah.
Kau pasti bisa.
- Ayo. - Ellie.
- Jimmy. - Hai.
- Kau juga di sini. - Ya.
Aku belum melihatmu sejak...
Tahun lalu. Kau baik?
Secara medis, ya, jika itu maksudmu.
Bukan itu. Kau seperti menangis di mobil.
Tidak.
Baiklah. Bagus.
Sebab jika tujuannya sama, kita telat.
Sial.
Ellie, ayo.
Aku datang.
RUMAH SAKIT PINES
Baiklah, Semuanya.
Selamat datang di Pines.
Aku tak perlu beri tahu kalian ini peluang terakhir
untuk menyelesaikan magang medis dan memenuhi syarat sebagai dokter.
Percobaan pertama kalian semua gagal dengan berbagai alasan
dan mengingat pengalaman sebelumnya
seperempat dari kalian akan pergi dalam tiga bulan ke depan.
Maaf!
- Lihat langkahmu. - Maaf.
Enam, tujuh tahun sekolah dokter
dan persiapan untuk menjadi dokter.
Semuanya mengerucut di sini.
Di mana dua orang lagi?
Jadi, kalian akan ditugaskan setiap hari oleh kami
Anita, CEO kami
aku di Bedah Umum
dan dr. Parker di IGD
dan terkadang Penyakit Dalam, tergantung kebutuhan staf.
Mengingat kita kekurangan 13 FTE, selalu ada kebutuhan.
Maaf, apa kami sungguh butuh stiker?
Ya, kau butuh stiker itu, kecuali kau lebih suka pelat L.
Pasienmu berhak tahu kau sedang dalam pelatihan.
Tapi kini kalian bekerja sebagai dokter junior
dan diharapkan bersikap selayaknya. Jadi, tak ada alasan.
Apa pun yang kalian lakukan, akuilah.
Ini peluang terakhir kalian. Jangan mengacau.
- Maaf. Maaf kami terlambat. - Ya. Maaf.
- Dokter Wall. - Dokter Wall.
- Ellie O'Neill. - Jimmy.
Seufale.
Kalian telat. Keluar.
Kau serius?
Kau serius?
Hari pertama, peluang terakhir, tapi kalian telat? Keluar.
Ayo.
RUANG PERTEMUAN
Kurasa itu berjalan lancar.
BANGSAL F
RUMAH SAKIT PINES DISTRIK KESEHATAN AREA UTARA
Dokter Andrews...
Kalian berdua terlambat? Dia tak akan menyukainya.
- Kau registrar programnya. Ellie. - Curtis.
- Jimmy. - Curtis.
- Curtis, haruskah kami pergi... - Tidak. Jangan.
Ikut denganku. Kalian saling kenal?
- Kami bukan teman. - Tidak sopan.
Ya, kami berdua magang di RPA tahun lalu.
Kami pernah kencan sekali.
- Berciuman, lalu dia hilang. - Maaf.
- Menarik. - Ya.
Jadi, kau mau lakukan apa?
- Sebagai dokter. Mau di mana? - Trauma dan Bedah Umum.
Ya, sama. Tapi aku ingin melakukannya sebelum dia.
Dokter bedah hanya memotong nanah dan kanker.
Dokter umum adalah insinyur sistem.
Mereka memperhitungkan seluruh tubuh.
Mereka pemikir lateral kreatif
dan cuma mereka yang bicara dengan pasien.
Kalian mau bicara pada pasien?
- Ya. - Ya. Mau.
Bagus sekali. Masih ada harapan.
Baik, masuklah.
Pakai baju operasi. Bertemu di lapangan.
Selalu buat dokumentasi yang akurat dan kontemporer.
Tapi aku tak rekomendasi
mencuri COW ners.
Balas dendam mereka akan brutal dan abadi.
- COW? - Komputer beroda.
Itu masuk akal.
Maaf, kau punya pertanyaan, Yosef?
- Tidak. - Aku ada.
Dukungan apa dari program ini untuk kesehatan mental JMO?
Aku mengidap ADHD berulang.
Baik, kurasa itu tidak nyata, bukan, Ava?
Ini area penelitian baru
dan kurasa kita semua pantas merasa aman.
Ini bukan ruang aman. Ini rumah sakit.
Lampu dan listrik tidak dijamin.
Tak akan pernah ada cukup staf, waktu, atau sumber daya.
Bekerja dengan yang ada, pasti bertahan.
Kau mungkin berkembang, Ava.
Apa listrik akan menyala kembali?
Kuharap begitu. Ya, Yosef.
Ini rumah sakit. Ada generator cadangan.
Itu dia. Bagus.
Baiklah, kita berangkat.
Dan tolong jangan membunuh siapa pun.
Astaga.
Di mana kau saat rapat pemagang?
Kau seharusnya jadi asistenku.
Mencuri perhatian? Tidak, Bu Dokter Bedah.
Bicaramu seperti Yoda. Kau terkena strok?
Ini dingin. Kau ketiduran?
Aku dapat sif ganda, selesai larut. Maaf.
Kau sudah mengusir dua orang?
- Menegaskan. Nic? - Hari ini memelonco bangsal gagal.
- Jangan sebut begitu. - Di depan mereka.
Mereka bangsal kacau
dan mereka ke tempat yang bisa merusak paling sedikit.
- Ke IGD. - IGD.
- Pagi, Omar. - Pagi, Dokter.
- Harus cemaskan ini? - Mungkin.
- Tapi ada sedikit kebocoran. - Daftarmu.
Astaga, ini semua hanya hari ini?
- Cari dokter magang untukmu. - Ya.
- Tolong perhatikan langkahmu. - Sampai nanti, Omar.
- Ada apa dengannya? - Terlalu lama di Pines.
Kenapa begitu?
Dokter Wall terkenal di lingkaran Trauma DCS.
Ya, lingkaran besar.
Aku juga tak paham kenapa dia tetap di sini.
- Dia tidur dengan dokter yang salah. - Itu situasi Me Too.
Dia mengadukan dokter senior.
Benarkah? Dia tak bicara keras, ya?
Jadi, kenapa kalian di sini?
- Aku muntah pada pasien. - Kau juga?
Sayang. Aku bercanda. Benarkah?
Aku penasaran.
Bagaimana peraih medali universitas berakhir... Itu dia.
Itu bukan urusanmu.
Josh Wilson.
Kau masukkan kanula ke vena jugularis, kan?
Seperti film jagal.
Tidak. Bukan itu yang terjadi.
Baiklah, Semuanya.
Hei, Nic.
- Hai. - Hei.
- Senang bertemu. - Senang kau kembali.
Dokter Wall akan bawa dua orang untuk bantu di ruang operasi.
Tumben. Biasanya pemagang ingin jadi dokter bedah.
- Sebenarnya aku mau jadi psikiater. - Ya.
Kalau begitu, kalian berdua. Sisanya melapor ke IGD. Ayo.
Ini dia.
Aku beruntung. Mau repot-repot datang kali ini?
- Semangat. - Ya.
Baiklah, Tim. Ini dokter junior sementara kita yang baru.
Ellie dan...
Jimmy Seufale.
Aku akan mencoba mengingatnya.
Pelindung wajah di sana.
Ellie O'Neill.
- RPA? - Ya.
Kush Prasad. Dokter Kush Prasad.
Mantanku mengerjakan penyelidikan itu.
Kupikir itu rahasia?
Ya, jangan khawatir. Rahasiamu aman denganku.
Lalu Johnny, 'kan?
- Jimmy. - Jimmy.
Kenapa kau di sini?
Atau peraturan penjara? Jangan tanya, jangan bilang?
- Menyelamatkan nyawa seseorang. - Tentu saja, Kawan.
- Bertemu di sana. - Ya.
Jika ada yang ingin bekerja
ada daftar panjang untuk dikerjakan.
Mari kita mulai sebelum keadaan memburuk.
Jadi, biarkan aku melihatmu bersiap.
Ivanovic?
Permisi. Hai. Kami dokter baru...
Umpan meriam.
Benar. Ada 27 menunggu.
Ada lima yang kategori 3, Curtis tangani itu.
Kalian urus kasus yang menyita waktu secepat mungkin.
Ini akan memburuk.
- Karena badai? - Karena selalu begitu.
- Maaf. - Triase perut.
- Berkas? - Sistem mati. Selalu terjadi.
Semoga kau bisa pakai pena.
- Kau dulu ners? - Ya.
Luar biasa. Seseorang yang paham.
Maaf.
Maaf. Hei, Sayang.
Tidak.
- Ya, karena... - Atau tidak.
Ranjang 5, luka bernanah. Bau kaki seperti isi perut.
No comments yet. Be the first to leave one.