Az első 200 sor.
"...keluar dari hati Mark Twain ke dalam hati dunia..."
Tom!
Oh, Tom!
Hey, Jim!
Kata pengantar
Bagian dari rencanaku telah berusaha dengan senang hati mengingatkan orang-orang dewasa...
atas apa yang mereka itu sendiri, dan bagaimana mereka merasa, berpikir dan berbicara,
dan usaha-usaha apa yang mereka kadang sertakan.
"...masa lalu indah, masa lalu berharga dan menyedihkan...."
Sialan anak itu.
Dia selalu terlambat.
Aku terkejut, kau tak pernah tahu Tom dan Sid itu bahkan saudara tiri, kan?
Andai dia belajar ayat-ayat Bibel untuk sekolah minggu,
dia mungkin jadi anak lebih baik.
Kita takkan menunggunya. Duduk lalu makan.
Ambil kuenya.
Biar aku membantumu, sepupu Mary.
Nona Polly! Oh, nona Polly!
Ada apa, Jim?
Kau mau kayu ini atau kayu ini?
- Oh, kayu mana saja, Jim. - Mungkin kayu ini lebih baik dari kayu ini!
Oh, baiklah.
Astaga!
Rambutmu kelihatan seperti sarang gagak.
Kau sudah cuci tanganmu dengan baik?
Sudah beri kau sedikit dan janji, aku pantas dihormati. Makan makan malamnya sebelum dingin.
Tuhan, kami berterima kasih atas roti sehari-hari kami. Amin.
Roti, sepupu Mary, tolong.
Tom, itu sangat panas di sekolah hari ini, kan?
Ya, bi.
Kau tak mau pergi berenang, Tom?
Tidak. Tak begitu sangat.
Tapi kau tak terlalu panas sekarang, akan tetapi, kan?
Beberapa dari kami menempelkan kepala kami ke bawah pompa.
Kepalaku basah sekarang, lihat?
Ya.
Andai saja tinggal pompa airnya ke atas kepalamu,
kau tak perlu buka kolar kemejamu di mana aku sudah menjahitnya, kan?
Hmm, aku yakin kau bolos dari sekolah lalu pergi berenang.
Kau tak menjahit kolarnya dengan benang putih, bibi Polly?
Ya, aku iya.
Itu benang hitam.
Tom!
Huh!
Ouch! Itu bisa jadi hitam, kan? Karena sinar matahari?
Kau sudah cukup memberikan santo kerasukan setan.
Ya, bi.
Sekarang, kau jalan langsung ke atas ke tempat tidur dan sekarang juga.
Bolos di hari Jumat,
mengapur di hari Sabtu!
Aku akan, bibi Polly,
- tapi tak ada sama sekali cat kapurnya. - Oh, ya, ada.
Aku sudah campur tiga ember penuh sendiri.
- Itu seluruh pagar yang besar sekali? - Setiap inchinya.
- Dan kau tak mau coretan sama sekali di sana, kan, bibi Polly? - Tak ada satu pun.
Aku akan bilang anak-anak kau tak boleh pergi berenang karena kau harus mengapur pagar lama.
Sampai jumpa, Tom.
Bibi Polly!
Hey, Jim...
- aku akan ambil air bila kau yang mengapur. - Aku tak bisa, master Tom!
Nona Polly bilang untuk pergi buat mengurus urusanku sendiri.
Dan bila aku tidak, dia bakal memukul kepalaku.
Dia? Huh! Dia tak pernah memukul siapa saja.
Cuman memukul mereka di kepala dengan bidal.
Seperti ini.
- Ouch! - Maafkan aku, master Tom.
Aku tak bermaksud menyakitimu.
Jim, aku beritahu apa yang akan kulakukan.
Bila kau mau mengapur sedikit, aku tunjukkan jari kaki pendekku.
Mana lihat.
Bersihkan sungai!
Aku kapal uap besar Missouri.
Yang menuju ke St. Louis dari New Orleans.
Lepaskan! Kecepatan penuh!
Hentikan!
Aku akan pergi berenang.
Tapi tentu saja, kau lebih baik kerja.
Kenapa kau menyebut kerja?
Bukankah ini kerja?
Yang aku tahu ini membanggakan Tom Sawyer.
Hey, biarkan aku mengapur sedikit.
Berpikir aku akan biarkan pesolek mengapur?
Oh, ayo sekarang.
Aku bakal biarkanmu bila kau itu aku.
Tidak. Bila ini yang di dalam, aku takkan keberatan.
Dan bibi Polly takkan.
Tapi dia amat teliti dengan yang di luar.
Oh, sompret.
Aku akan hati-hati.
Aku kasih kau sisa apelku.
Ini...Tidak. Aku takut.
Dan aku kasih kau ini juga.
Bukankah ini bagus sekali?
- Ini apa? - Itu pegangan pengetuk pintu kuningan.
Sepanjang hidupku aku ingin pegangan pengetuk pintu kuningan.
Ini.
Cepat, sebelum aku berubah pikiran.
Jangan bilang bibi Polly.
Aku tak lihat apa-apa, master Tom.
Hey, bibi Polly!
Bibi Polly!
Ini bibi Polly itu.
Bibi Polly di sini, bibi Polly di sana.
Ada apa sekarang?
Tak bisa kau urus pekerjaan dan tak mengganggu siapa saja?
Boleh aku pergi sekarang, bibi Polly?
- Berapa banyak yang kau selesaikan? - Semuanya sudah selesai. Tiga lapisan juga.
Sekarang, dengar ini, Tom,
jangan bohongi aku. Aku tak bisa menolerirnya.
Lihat.
Aku takjub!
Tak ada yang terlewatkan.
Kau boleh kerja ketika kau punya pikiran begitu.
Pergilah dan mainlah.
Kebajikan itu hadiah sendiri seperti yang Bibel katakan.
Bibi Polly!
- Bibi Polly! - Oh, astaga naga!
Sudah, jangan khawatir, Sidney, sayang.
Kau boleh kenakan setelan minggumu.
Tunggu sampai aku dapati tanganku pada anak nakal itu waktu dia pulang.
Sana, sana. Oh, sayang.
Yoo-hoo!
Halo, Amy.
Halo, Tom.
Sayang, aku punya sesuatu untukmu.
Kau ke mana saja selama ini?
Aku tak melihatmu sejak kita jadi bertunangan.
Aku terkena cacar air.
- Kau tak mengalaminya sekarang, kan? - Tidak, bodoh.
Berpikir mama bakal biarkanku keluar bila aku tak sepenuhnya sembuh?
Siapa yang baru menempati rumah seberang jalan?
Aku dengar mama bilang itu hakim baru.
Oh, itu gadis kecil bodoh mereka.
Dia menakutkan!
Ma menyuruhku ke sana untuk main dengannya, tapi aku tak mau.
Dia terlalu jelek. Tak ada di sini yang bakal menyukainya.
Mmm. Hey, Amy?
- Kau yakin kau sudah pulih dari cacar air? - Ya.
Benar-benar yakin?
- Ya. Ada apa? - Kau kelihatan sangat kurang sehat.
Benarkah?
Apa itu dua bintik merah muda di pipimu?
Bintik merah muda? Di mana?
Tentu saja, mungkin ini hanya ruam karena jelatang.
Ya. Mungkin itu iya.
Tapi aku sudah tak keluar rumah.
Ma! Ma!
- Becky! Becky! - Ya, mama?
Tom punya gadis, Tom punya gadis.
Bibi Polly!
Hey, Ben!
Mau beli kodokmu kembali?
- Apa yang kau inginkan untuknya? - Tiket Bibel.
Enam biru dan enam kuning.
Kau gila.
- Kasih kau empat biru dan lima kuning. - Serahkan.
Dan kau tahu, hakim, kapan pun salah satu murid kami mempelajari...
dua ayat tulisan suci, dia atau dia menerima tiket biru.
Sekarang, 100 tiket biru...
membuat dia berhak atau dia untuk satu tiket kuning.
Dan 10 tiket kuning mendatangkan hadiah sebuah Bibel yang cantik.
Perhatian! Perhatian!
Perhatian.
Hari ini kita punya keistimewaan langka atas para pengunjung terkemuka.
Hakim Thatcher,
baru saja terpilih jadi hakim di daerah kita...
telah diperkenankan menyampaikan presentasi tentang hadiah Bibel pada Sidney Sawyer.
Kemari, Sidney.
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8...
Maafkan aku, Sidney, tapi aku takut kau harus menunggu minggu depan. Kau kekurangan dua tiket.
Aku tak kekurangan waktu aku masuk kemari.
Ayo.
Aku tak berpikir ada lagi yang lain yang telah mempelajari 2,000 ayat penting?
Oh, kupikir tidak.
Mr. Walters! Aku siap untuk Bibel.
Aku punya cukup tiket.
Baiklah. Silakan duduk di platform selagi aku menghitungnya.
1, 2, 3, 4, 5,
5, 6,
7, 8,
9, 10.
10.
Ya, ini benar sekali.
Ini jumlah tiket yang dibutuhkan.
- Berarti anak muda ini pastinya berhak untuk hadiahnya? - Ya.
Berarti bila kau bersedia berbaik hati, hakim.
Orang kecil baikku, namamu siapa?
- Tom. - Oh, bukan.
Itu...
Thomas?
Tapi kau punya nama lain, aku berani mengatakan.
Bilang ke orang ini namamu yang lainnya, Thomas, lalu bilang, pak.
Pak Thomas Sawyer.
2,000 ayat itu sangat banyak.
Dan kau tak pernah bisa menyesal atas kesulitan kau mempelajarinya.
Tak diragukan kau tahu semua nama 12 rasul?
Siapa yang pertama dan kedua?
Jawab hakim, Thomas. Jangan takut.
Dia ketakutan, anak malang. Tapi aku tahu dia bakal memberitahuku.
Sekarang, nama pertama dan kedua rasul adalah? Adalah?
No comments yet. Be the first to leave one.