Az első 200 sor.
- Selamat pagi, Nona Swallow. - Shh! Shh!
- Ada apa? - Shh!
Dr. Huxley lagi berpikir.
Alice, kupikir yang ini pasti tergolong di ekor.
Bukan. Kau sudah mencobanya di ekor kemarin, dan itu tidak pas.
Oh, ya, benar. Aku sudah coba, kan?
Oh, David! Ini telegram buatmu dari Utah. Ini dari ekspedisi.
Oh! Oh, ekspedisi! Buka. Aku segera turun.
David, mereka menemukannya! Mereka menemukannya, David!
Bukan klavikula interkostal?
- Itu dalam perjalanan. - Mana kulihat.
- Itu akan ada di sini besok. - Oh, baru terpikirkan, Profesor.
Tulang terakhir yang kita butuhkan untuk melengkapi brontosaurusnya.
Tulang paling terakhir... klavikula interkostal.
Itu tiba besok setelah empat tahun bekerja keras.
Selamat, anakku.
Bukankah ini hebat? Aku hampir tak bisa mempercayainya! Oh, Alice!
Hentikan. Sungguh, David, ada waktu dan tempat untuk semuanya.
Apa yang bakal Profesor La Touche pikir?
Mengingat, sayangku, kalian bakal menikah besok.
- Ya, aku tahu kita iya, tapi sungguh! - Oh, ya, benar.
Kita bakal menikah besok.
Bukankah ini tak biasa? Dua kejadian amat penting bakal terjadi di hari yang sama.
Kupikir peristiwa ini panggilan untuk sebuah perayaan.
Oh, jangan kau khawatir, Profesor. Kami bakal merayakannya.
Kami bakal bepergian terus kita menikah.
Bepergian? Apa yang kau pikirkan, David?
- Setelah menerima telegram ini? - Kita sudah merencanakannya.
Begitu kita menikah, kita bakal langsung balik kemari...
- dan kau bakal meneruskan pekerjaanmu. - Oh, Alice.
Sekarang, secara pastinya, David, tak ada yang harus mengganggu pekerjaanmu.
Pernikahan kita harus tak membutuhkan keharusan-keharusan berumah tangga dalam hal apa pun.
- Maksudmu, maksudmu... - Maksudku dalam hal apa pun, David.
Oh, Alice, aku tadinya sedikit berharap...
Maksudmu...maksudmu anak-anak dan segala hal semacam itu?
Tepat.
Ini bakal jadi anak kita.
Huh?
- Ya, David, aku pastikan pernikahan kita... - Oh, itu bagus.
semata-mata sebagai sebuah dedikasi untuk pekerjaanmu.
Alice! Semua orang harus punya bulan madu dan...
- Tapi kita tak punya waktu. - dan...dan...oh.
Bicara soal waktu, kau punya janji bertemu sore ini.
Benarkah? Buat apa?
- Untuk main golf sama Mr. Peabody. - Peabody? Peabody siapa?
Alexander Peabody yang mewakili Mrs. Carleton Random...
- Sekarang biar kuingat. - Yang kemungkinan bakal mendonasikan sejuta dolar ke museum...
- untuk penyelesaian semua grup ini. - Oh, tentu! Mr. Peabody itu.
Ya. Sejuta dolar.
Hey, hey, baik hati sekali Mr. Peabody itu, kan?
- Kau belum mendapatkannya. - Tidak, itu benar.
Dan biar kuingatkan kau...bahwa banyak tergantung kesan yang kau buat terhadapnya.
Oh, tentu. Jangan khawatir.
Setelah menerima ini, aku merasa senang terhadap apa saja.
Aku bakal kagumkan dia. Aku bakal kejutkan dia setengah mampus.
David, tanpa bahasa yang tak pantas.
- Ingat siapa dan apa dirimu. - Oh, ya, itu benar.
Sekarang, lekaslah pergi. Kau jangan buat dia terus menunggu.
- Sampai jumpa, Alice...maksudku Profesor. - Jangan lupa stik golfmu. - Sampai jumpa, nak.
Ingat, biarkan Mr. Peabody menang.
Ya, ya, Alice, aku akan.
Maaf.
Aku tak bisa ungkapkan, Mr. Peabody, betapa sumbangan ini bakal berartinya...
buat museum dan buat aku sendiri.
Bila kau bisa memberiku sedikit jaminan...
Bila kau bisa memberiku sedikit jaminan kau bakal mempertimbangkan kami dulu...
sebelum kau donasikan sejuta itu ke orang lain, aku bakal berterima kasih.
Dr. Huxley, kau sepertinya salah mengira.
Aku tak punya sejuta dolar.
Aku hanya mewakili kemungkinan sang pendonor itu Mrs. Carleton Random,
yang punya penasihat hukum yang kebetulan itu aku.
Oh, ya, ya, tentu saja. Aku lupa.
Oh, Mr. Peabody, berarti aku ingin tahu...
bila kau bisa gunakan pengaruhmu terhadap Mrs. Random, itu bakal bagus, pak.
Dr. Huxley, waktu aku main golf, aku hanya bicara golf,
- dan hanya saat di antara pukulan-pukulan. - Oh, ya, tentu saja. Maafkan aku. Aku...
Tak bisa kita lanjutkan diskusi ini dengan whiskey dan soda...
waktu kita selesaikan pertandingan kita?
- Ya, kita bisa. - Ya.
Sementara itu, aku yakin kau sudah memukul hook bolamu.
- Benarkah? - Ya.
- Oh, ya, benar. Aku sudah. - Ya.
- Aku bersamamu sebentar lagi, Mr. Peabody. - Ya.
Ya. Baiklah. Baiklah.
Dengar! Kau tak bisa...
Hey, itu bolaku. Sebentar!
- Aku bilang... - Mudah-mudahan yang ini.
Aku bilang, sebentar. Maafkan aku.
Kau tak seharusnya lakukan itu, tahu.
Tapi ini...apa yang tak seharusnya aku lakukan?
Bicara selagi seseorang memukul.
Setidaknya, aku maafkan karena aku telah melakukan pukulan yang bagus.
Tapi kau tak mengerti.
- Itu dia, tepat di pin berikutnya. - Tapi itu tak ada kaitannya dengan ini.
- Oh, kau sudah selesai duluan? - Belum, aku baru saja melakukan pukulan yang pertama.
Aku perhatikan kau orang baru di sini. Kau harusnya ke sana.
Ini fairway 18, dan aku sudah tepat di green.
Bila aku melakukan pukulan ini, aku bakal memecahkan rekorku.
Aku bersamamu sebentar lagi!
- Jenis bola apa yang kau gunakan? - PGA.
- Aku menggunakan Kro-Flite. - Aku lebih suka PGA.
Tidak, aku hanya mau berusaha buktikan kau menggunakan bolaku.
Kau tahu, PGA ada dua bintik hitam, sedang Kro-Flite ada sebuah lingkarannya.
Aku tak percaya akan hal-hal seperti itu.
- Itu tak ada kaitannya dengan ini. - Berhentilah bicara sebentar.
Bisa kau keluarkan pin itu?
Oh, astaga. Ini begitu bodoh. Aku belum pernah menjumpai...
- Ini, kau lihat? Ini lingkaran. - Tentu saja itu lingkaran.
Menurutmu itu bakal menggelinding kalau itu kotak?
Tidak, aku punya acuan untuk sebuah tanda pada bolanya.
- Aku tahu. Aku tadi hanya bersikap bodoh. - Ini membuktikan ini Kro-Flite.
- Ini bolaku. - Apakah itu penting?
Ini hanya permainan.
Nyonya mudaku sayang, kau sepertinya tak sadar...
kau telah menempatkanku pada posisi yang sangat memalukan.
Oh, benarkah? Maafkan aku.
Pengacara korporasi terpenting di New York sedang menungguku di fairway pertama.
Berarti bodohnya dirimu untuk bermain di green 18.
Kau tak keberatan bila aku bawa ini bersamaku?
Tidak, tidak sama sekali.
Bilang ke pramugolfnya untuk masukkan ke tasku begitu kau sudah selesai.
Huxley!
Huxley, ayo!
Oh, ya! Aku bersamamu sebentar lagi, Mr. Peabody!
Hey, mister, kupikir itu mobilmu.
Hey! Hey!
Aku bersamamu sebentar lagi, Mr. Peabody!
Hey!
Hey!
Hey! Menurutmu apa yang sedang kau lakukan?
Aku berusaha mengeluarkan mobilku.
- Oh, halo. - Ini mobilku!
Oh, sip. Berarti akankah kau keberatan memindahkannya?
- Tidak. Tidak. Ini mobilku. - Ya, aku paham itu.
Bila kau memindahkannya sekitar empat kaki, aku bakal bisa keluar.
Aku takut kau telah berbuat kesalahan. Mungkin ini mobil...
Apa kau bilang?
Aku bilang bila kau memindahkannya sekitar empat kaki, aku bakal bisa keluar.
Aku amat buru-buru, dan aku tak bisa bergerak sekarang.
- Oh, kau mau aku pindahkan mobilmu? - Akankah kau keberatan sangat?
- Ya, aku akan, tapi... - Baik sekali dirimu.
- Lakukan dengan sangat kalem terhadap mobil itu. - Ya, aku akan jalan pelan-pelan.
Tidak... Tidak!
Apa yang kau lakukan?
Aku harus berpindah tempat.
Tolong hati-hati.
Aku akan. Sekarang, kau bilanglah kapan.
- Ya, baiklah. - Aku aman?
- Ya, kau aman sekarang. - Aman?
- Ya. - Oke.
Sekarang lihat apa yang sudah kau perbuat.
Oh, tak apa. Aku sudah asuransikan.
Aku tak peduli apa kau sudah asuransikan atau tidak!
Dengar. Biar aku yang kendarai mobil ini.
Oh, tenanglah. Ini mobil tua. Ini tak masalah.
Kau tak mengerti. Ini mobilku!
- Maksudmu ini mobilmu? - Tentu saja.
Bola golfmu, mobilmu?
Adakah di dunia yang bukan kepunyaanmu?
Ya, terima kasih Tuhan. Kau!
Sekarang, jangan marah-marah.
Nyonya mudaku sayang, aku tidak marah-marah.
Aku hanya berusaha untuk main golf.
Kau memilih tempat yang sangat aneh. Ini tempat parkir.
Bisa kau keluar dari mobilku!
- Bisa kau turun dari pijakan kakiku? - Ini pijakan kakiku!
- Baiklah, manis, tetaplah di sana kalau begitu. - Oh, oh!
Oh! Oh! Oh! Oh, Mr...
Kau pikir semuanya kepunyaanmu. Ini mobilku...
- Bila kau mau ikut aku, silakan saja. - Nyonya mudaku sayang...
Huxley! Huxley!
Aku bersamamu sebentar lagi, Mr. Peabody!
Oh, selamat malam, tuan.
Maaf. Aku lagi mencari Mr. Peabody, Alexander Peabody.
- Aku yakin dia lagi makan malam di sini. - Mr. Peabody belum tiba.
Oh, seperti itu? Aku akan tunggu saja.
Ya, tuan.
- Selamat malam, Louis. - Selamat malam, Mr. Brown.
- Sebelah sini, silakan. - Terima kasih.
Boleh aku titipkan topimu, tuan?
- Maaf? - Titipkan topimu?
Oh, tidak, sebaiknya aku, mungkin kau...
- Maafkan aku. - Maafkan aku. Aku...
Aku menjatuhkan topiku. Sebaiknya aku terus membawanya.
- Sekarang perhatikan baik-baik. - Aku perhatikan.
Aku ambil zaitun, lihat? Lalu aku lemparkan ke gelas ini.
Tapi ini dia.
- Sekarang aku lemparkan ke yang ini. - Tunggu sebentar. Tidak, tapi aku...
- Tidak, teruskan, teruskan, teruskan. - Perhatikan.
Sekarang, aku tahu apa yang terjadi. Itu mengagumkan.
- Kau ambil tiga, kan? - Mm-hmm.
Hanya saja kau curang. Kau bisa lihat aku ambil tiga. Sekarang...
kau lemparkan ke gelas. Ambil satu lagi.
- Lemparkan ke gelas. - Sip!
Kemudian kau lakukan ini.
Oh, aku...
Oh, aku sungguh minta maaf! Oh, halo.
- Kau menduduki topimu. - Hmm.
- Aku tahu itu. - Bodohnya. Bangun.
Aku benar-benar minta maaf. Aku tak bisa lebih dari permintaan maaf. Sungguh.
No comments yet. Be the first to leave one.