About Fate

About Fate

Indonesian felirat letöltése

Kiadási információk

About Fate 2022 WEBRip x264 AAC5 1-[YTS MX]
Kommentár tedi
Retail AMZN | 1h 39m Resync for WEBRip

Címkék

webdl
Közzétéve: 2025-12-27
Letöltések: 38
Hallássérülteknek: No

Indonesian felirat előnézete

Az első 200 sor.

Ini harinya.

07.30 - KAMIS - 30 DESEMBER ALARM - TUNDA - STOP

Ini harinya.

Apa? Jangan menatapku begitu.

Bisa saja terjadi.

KAU PASTI BISA.

Ya.

Ya!

Akan kupikirkan.

Itu wajah yang pantas untuk dilamar. Benar?

Aku akan mau menikahimu.

Hei. Teddy? Ayo.

Apa? Kau menjilat bokongmu sendiri.

Aku merasa lebih baik, terima kasih kau tanya.

RESERVASI PUKUL 19.30 SAMPAI NANTI MALAM.

YA! AKU ANTUSIAS!

HALO

- Kapan cincinnya kita ambil? - Pagi, Ibu.

Sudah kubilang cincinnya akan kuambil pada jam makan siang.

- Aku tak butuh bantuan. - Ya, aku tahu.

- Terima kasih. - Kau tahu kau pelupa.

Obat flu itu membuatmu aneh.

Ya, entahlah,

aku tak akan melupakan cincin pertunanganku, bahkan saat flu.

Namun, kuhargai itu.

Jangan berhenti minum obatnya.

Tak ada wanita yang mau jika hidungmu kotor.

Ingat, kau hanya punya satu hari dalam setahun untuk melamar tanggal 30 Desember.

Tiga generasi Reed tak mungkin salah.

Ya, aku tahu persis. Tidak, aku tahu. Sudah dahulu. Kutelepon nanti.

Siapa yang mengira, putraku, Siswa Baik Bulan Ini dua kali,

bertunangan dengan wanita yang punya bangku taman sendiri? Hebat...

Aku tahu. Baiklah. Aku sayang Ibu, ya? Sudah dahulu. Sampai jumpa.

- Satu hal lagi... - Sial!

Ayah melamarmu setelah seminggu.

Itu masa yang berbeda. Ayahmu juga menginginkan seks.

Kebetulan, dia sedang menuju pulang.

- Kami di kamar hotel... - Baik. Terlalu banyak info, Ibu.

Dia membuat reservasi makan malam dan bilang mau bicara.

Semoga bukan kanker.

Bagaimana jika saat pertama bertemu pacarku,

kau sebetulnya bertemu tunanganku?

Baik. Ini pernah kita alami dan tak pernah berakhir baik.

Kau punya teman kencan ke pernikahan, nikmati saja.

Terlambat untuk semprotan penggelap kulit?

Kakakmu akan membunuhmu, ini pernikahan musim dingin.

Mungkin aku mau kulitku gelap untuk lamaran musim dinginku.

Sampai jumpa di toko gaun nanti. Jangan telat lagi. Aku sayang kau.

HH REAL ESTAT

Pagi, Doris. Kopi susu dobel ukuran kecil.

Kau pengacara termanis di gedung ini.

Hentikan.

Ini bukan yang kau duga.

Itu terlihat seperti kopi.

Memang sesuai dugaanmu, Doris.

- Itu dia. Hei, Kawan. - Hei!

Malam yang penting.

- Ya. Kau agak gugup? - Jelas. Sial. Bagus.

Aku paham. Tak setiap hari orang melamar cewek terseksi di kota ini.

Jangan sebut calon istriku cewek.

Maaf. Yang Mulia.

- Duchess. Simpanan. - Tidak.

- Dia tak begitu. - Kau pakai sikat giginya lagi?

Tidak, itu salahku. Seharusnya kutanya.

Ada daftar hal-hal yang tak terucap yang pasangan bisa gunakan bersama.

Ya? Ada pornografi, alat cukur, sikat gigi.

Pornografi.

Jangan cemaskan pacarku, berfokuslah cari pacarmu sendiri.

Sedang kuusahakan.

"I am Sam" ada di Hinge dan Tinder.

Itu film tentang pria dengan disabilitas mental.

- Sial. - Aku hanya bilang.

Tak heran kecocokanku sedikit.

Astaga, kau melewatkan pesta terbaik. Seharusnya kau datang.

Tadinya mau, tetapi kau kirim pesan foto samping gedung dan nama "Paco".

Paco! Astaga. Manis sekali.

- Ayo minum saat makan siang. - Tak bisa. Ada jadwal pengepasan gaun.

Kakakku cemas berat badanku naik dan aku merusak estetikanya yang sempurna.

Setelah kerja.

Berhenti pura-pura tak tahu apa yang mungkin terjadi malam ini.

Kenapa kau akan bertunangan dengan pria yang sembunyi dari teman-temanmu?

Bukan sembunyi. Sedang mengusahakan sabuk hitam tingkat tiga.

Itu memakan waktu.

Dia juga sedang flu berat.

Selama tiga bulan?

Kau tak bisa mendukungku saja?

Ya? Kurasa aku akhirnya menemukan cinta sejatiku.

Aku mendukungmu.

Aku hanya berpikir cinta sejati bukan yang menelepon sambil menduduki wajahmu.

Wajahku ada di bangku taman. Harus diduduki lalu telepon.

Jika mereka mau beli rumah, bukan vagina.

Katanya itu takdir.

Bukan! Itu iklan.

Takdir itu bersifat ajaib.

Takdir itu supernatural.

Takdir itu bertemu Calvin Harris di Coachella,

kehilangan dia di keramaian, lalu bangun di Joshua Tree

melihat dia membuat s'mores di api unggun.

Tanpa pakai atasan.

Itu akhir pekan yang seru.

- Aku harus bekerja. Tolong. - Astaga.

- Astaga. - Astaga, kau membosankan sekali.

- Sampai jumpa. - Dah.

- Kau yakin dia akan datang? - Ya, dia akan datang.

Kenapa kau terus bertanya?

Karena belum ada yang bertemu dia. Kau juga punya riwayat pacar palsu.

Baik, itu hanya satu kali.

Kip nyata. Dia teman kencanku. Kalian akan menyukainya.

- Sepiring 40 dolar. - Lalu?

- Sepiring 40 dolar. - Lalu?

Kita mengadakan resepsi, bukan makan malam gladi bersih.

Jika dia tak ada, Bibi V-nya Brian saja.

Lupakan Bibi V. Dia akan datang. Jika tidak, kau akan kuberi cek.

Tujukan kepadaku. Kau kira siapa yang membayar ini?

Bukankah seharusnya keluarga pengantin pria?

Maksudmu keluarga Brian pelit?

Mereka mengajak kita sarapan siang mewah sehari setelah pernikahan.

Kita selesai? Aku mau menggelapkan kulit.

Tidak. Sudah kubilang, dia akan merusak pernikahan.

Bagaimana kulit gelapku bisa merusak pernikahan?

Entahlah. Kau akan jadi jingga atau keracunan sinar UV lalu mati.

Kau akan cari cara untuk membuat pernikahanku hanya tentangmu.

- Pesta dansa? - Masih kesal soal itu?

- Ya. - Bukan salahku Dylan Kidd lebih suka aku.

Kau beri dia seks oral di toilet. Itu kesalahanmu.

Karena kau berdandan lama sekali.

- Ibu! - Ibu!

Benar, kau lama.

Seharusnya Gloria Hefner saja yang jadi pendamping pengantin.

Alisnya hanya sebelah.

Bisa cepat membuat gaun lain?

Dia tak boleh ikut pernikahan!

- Keluar, ya! - Janji? Sumpah?

- Baiklah. - Keluar!

- Bagus. - Anak-anak, cukup.

Kalian saudari, artinya, secara hukum

terikat untuk pura-pura saling menyayangi

dan menghadiri pernikahan.

Memang begitu. Ya?

Jadi, coba katakan hal baik tentang satu sama lain?

Tak ada yang terpikirkan, jadi...

Ini. Sudah diukur dan dibersihkan.

Astaga.

Sayang, tidak.

Ibu, sedang apa di sini? Kataku aku tak butuh bantuan.

- Melihat kotak ini, kau butuh. - Apa yang salah?

Membosankan. Tak menarik.

Kau punya warna lain seperti emas, gliter, atau bulu palsu?

Rupanya kami mencari Beyoncé-nya kotak cincin.

Kami hanya punya ini.

Putra tunggalku akan bertunangan untuk pertama kali.

Kau bisa mengerti kenapa aku mau ini sempurna.

Itu akan sempurna, ya? Tak perlu kau cemaskan.

Jadi, mungkin, bisa kudengar dahulu.

- Dengar apa? - Ucapan lamaranmu.

- Tentu tidak. - Coba saja. Agar aman.

Aku tak mau melamar ibuku. Itu gila.

Baiklah. Terserah kau.

Maaf, ini...

- Kotaknya bagus. - Sangat bagus.

Itu hanya hal terpenting yang akan kau katakan ke seorang wanita, tetapi...

tak apa jika kau spontan saja.

Baik. Kau tahu? Satu kali. Namun, kau diam saja.

Baiklah.

Sayang,

sejak melihat wajahmu, memandangku dari bangku taman itu,

aku tahu kau cinta sejatiku.

Kecantikanmu, tekadmu, energimu...

Tak pernah kukira pria seperti aku

bisa bersama wanita luar biasa sepertimu.

Kau menginspirasiku.

Kau menantangku.

Kau dorong aku keluar dari zona nyaman karena mau aku jadi lebih baik.

Karenamu, aku lebih baik.

Clementine,

bersediakah kau menjadi istriku?

Sayang, tentu aku bersedia.

Baiklah.

Begitulah. Baik.

- Astaga! - Tidak, itu tak bagus.

Aku mau ini.

Kau tampak cantik sekali!

Kau juga tampak tampan. Senang kau merasa lebih baik.

Aku masih minum obat flu, untuk berjaga-jaga.

Ya, aku tahu tempat ini mengejutkan, tetapi ini berarti bagiku.

Keluargaku makan di sini saat Tahun Baru, tiap tahun.

Bennigan's menyenangkan. Koktailnya kreatif.

Ya, ayo pesan minuman?

- Peach on the Beach menarik. - Peach on the Beach terbaik.

Aku antusias untuk besok, tak sabar menantimu bertemu keluargaku.

Pernikahannya mulai pukul 07.00.

Aku akan ke kota saja, bertemu teman-temanku,

akan ada banyak waktu untuk pulang, mandi,

dan tiba di tempatmu pukul 21.00?

Tuksedo-mu sudah kuambil. Bisa ganti di tempatku.

Sempurna.

Lucu, walau kita belum lama berpacaran...

Aku tak percaya baru tiga bulan.

Rasanya sudah lama.

Lucu, orang tuaku punya pepatah,

Hozzászólások

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left