Rumah Tanpa Cahaya

Rumah Tanpa Cahaya

Indonesian felirat letöltése

Kiadási információk

Rumah Tanpa Cahaya 2026 INDONESIAN WEB-DL VIDIO
Kommentár tedi
Retail VIDIO | 1h 42m

Címkék

webdl
Közzétéve: 2026-08-14
Letöltések: 1
Hallássérülteknek: No

Indonesian felirat előnézete

Az első 200 sor.

Azizi,

Zee.

Iya, Bu.

- Makasih. - Sama-sama.

Makasih, Bu.

Makasih.

Kembalinya pegang aja, Bu.

Terima kasih banyak, Bu.

Iya, sama-sama.

Ini pesan di Bu Nurul, ya.

- 4 kilo, ya. - Iya.

Oke.

Ntar kembali, Bu, ya.

Yo, yo, yo, yang sayang istri.

Iya, makasih.

Yo, yo, yo, yang sayang istri.

Yang sayang istri.

Masih ngantuk?

Yaudah, tidur lagi.

Nanti Ibu bangunin kalau udah subuh.

Iya, Bu.

Ibu.

Subuh, Pak.

Oh, iya.

Iya.

Udah subuh.

Zee.

Eh, Bu Ida.

Iya, Bu Nurul.

Sehat?

Alhamdulillah .

Kemarin gak kelihatan.

Ada, Bu.

Permisi dulu, Bu Nurul.

Mari.

Pagi, Bu Nurul.

Iya, selamat pagi.

Iya.

- Assalamualaikum , Bu Nurul. - Waalaikumsalam.

Pak, minuman ini satu ya, Pak.

Permisi.

- Iya, iya, iya. - Pak, bayar, Pak.

Zee.

Es teh manis dua.

- Oke, Pak. - Makasih.

- Dua, dua orang. - Sini, sini, Bu.

Iseng.

Pak.

Iya, Bu.

Seger ya.

Makasih banyak ya, Bu Nurul.

- Sama-sama. - Alhamdulillah.

Mari, Bu.

Kayaknya kita perlu nambah porsi jualan, deh.

Kalau gitu, tutupnya jadi lebih malam.

Iya, keberatan?

Aku juga perlu waktu buat pacaran.

Pacar kamu bakal pakai cinta kalau kamu banyak duit.

Gini.

Tiap hari sebelum kita buka, orang udah ngantri.

Pas kita mau tutup, orang masih datang.

Tadi makanan habis.

Kalau porsi ditambah, jam buka ditambah.

Kasian, Ibu.

Jam satu pagi udah belanja.

Jam dua masak.

Jam tujuh jualan.

Kapan istirahatnya?

Apa hidup kita sekarang ini masih kurang?

Tapi boleh kan nyari lebih dari yang sekarang?

Jangan terlalu memaksakan diri.

Kita dagang dari pagi sampai sore aja.

Dari malam sampai pagi, biar orang lain yang dapat rejeki.

Ya, rejeki kan udah ada yang ngatur.

Bener.

Tapi kita dagang untuk hidup, bukan hidup untuk dagang.

Iya kan, Pak?

Ini honor kalian minggu ini.

Umur nambah.

Tahun nambah.

Honor gak nambah-nambah.

Insya Allah pahala mu yang bertambah, Nak.

Amin.

Kenapa dipisah?

Yang di kantong ini buat pacaran.

Yang ini tabungan buat nikah.

Kapan kamu mau nikah?

Nunggu tabunganku cukup.

Samsul.

Kamu gak main band lagi?

Sementara berhenti.

Fokus dagang empal gentong.

Duitnya lebih jelas.

Bagus, bagus.

- Ini, Bu. - Heh!

Bu, remote TV mana ya?

Di bawah meja, Pak.

Gak ada.

Coba lihat di buffet.

Gak ada, Ibu.

Aduh.

Biasanya ada di sini kok.

Gak ada, Ibu.

- Nih. - Oh iya.

Terima kasih, cahayaku.

Ibu.

Ya.

Celana pendek merah di mana ya?

Di lemari kamu.

Gak ada.

Bu.

Ya.

Kemeja flanel hijau di mana ya?

Sebentar ya.

Nih.

Dibawah jeans.

Terima kasih, Bu.

Nih.

Baru Ibu strika.

Mau kemana sih?

Ketemu Alia.

Makan dulu ya.

Iya, Bu.

Ibu.

Makanannya mana ya, Bu?

Kayak orang piknik.

Dapat kiriman dari mana?

Dari surga.

Bapak lupa ya?

Ini kan hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-30.

Oh iya.

Terus kenapa masih pakai rantang?

Bapak lupa lagi kan?

Lupa apa?

Rantang ini salah satu mas kawin kita.

Mas kawinnya kok rantang?

Iya.

Ibu yang minta.

Hobinya kan masak.

Iya.

Bapak hobinya piknik.

Selamat ya, Pak.

- Makasih, nak. - Pak, selamat ya.

- Iya makasih. - Bu, selamat ya.

Makasih ya, nak.

Bu, selamat ya.

Ayo makan, makan. Makan.

Mudah-mudahan Alia juga minta rantang untuk mas kawin.

Makasih, Bu.

Mau dua, kan?

Bapak mau ayam?

- Enggak usah. - Bu, makan Bu.

Iya.

Ada orang yang sering nanyain kamu.

Siapa?

Ayah dan ibuku.

Ada apa?

Kemarin kan baru ketemu.

Mereka tanya, kapan orang tuamu bisa datang ke rumah.

Oh, mau kenalan?

Bukan cuma kenalan.

Tapi sekalian melamar aku.

Kenapa?

Kok kayaknya kaget?

Kamu ingin kita cepat-cepat menikah?

Kamu ingin kita lama-lama pacaran?

Enggak.

Aku juga ingin kita cepat menikah.

Tapi tabunganku belum cukup.

Makanya segera melamar.

Supaya kamu lebih giat kerja.

Cari duit.

Kalau orang tuamu nanya kapan kita nikah, aku harus jawab apa?

Kalau kamu nanya aku, kan kamu yang lebih tahu.

Kalau...

...dua tahun lagi?

Lama banget.

Satu tahun setengah?

Masih kelamaan.

Satu tahun?

Urusan nikah kok kayak ngomongin kredit motor.

Karena aku tahu kemampuanku.

Tapi maksudnya kamu juga tahu dengan kekuasaan Allah.

Lahir, mati, rezeki, dan jodoh di tangan Allah.

Ya kan?

Iya.

Alia benar.

Kalau ibu jadi dia, pasti akan bertanya hal yang sama.

Perempuan perlu kepastian.

Buat mahar aja masih belum cukup, Bu.

Tenang aja.

Nanti ibu yang mencukupi mahar itu.

Bu.

Aku pikir usulan Mas Hamsul ada benarnya.

Menambah porsi makanan?

Iya.

Karena pernikahan itu bukan cuma persoalan mahar aja, Bu.

Setelah itu kan aku harus menafkahi keluarga.

Apalagi kalau ibu langsung punya cucu.

Ya kan, Bu?

Rumah Tanpa Cahaya subtitles in other languages

Hozzászólások

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left