178 baris pertama.
PENYUSUP DAN JALAN RAHASIA
Sakit...
Sakit sekali...
Tolong aku...
Suara mayat hidup?
Mungkin.
Biar saya beri cahaya.
Tolong, ya.
Aku muridmu.
Hantu?
Turunkan aku!
Tenanglah, Luccira.
Sinari lagi.
Sakit.
Tolong aku! Turunkan aku!
Bukan hantu sih ini.
Tunggu, biar kubantu.
Tolong cepatlah.
Kau terluka?
Makasih sudah menyelamatkanku.
Apa yang kaulakukan di sini?
Dia mau mencuri! Sebaiknya segera laporkan ke penjaga.
Tunggu.
Kita dengar penjelasan anak ini dulu.
Siapa namamu?
Aku Milca!
Aku pemilik rumah ini, Lock.
Ini keluargaku, Luccira dan Gerberga.
Ayamnya lucu.
Ayam... Kau ini!
Jadi? Tadi lagi ngapain?
Maaf, Lock-san.
Kukira rumah ini kosong. Rencananya mau tidur di sini.
Di sini? Kau tak punya rumah?
Tidak.
Orangtuaku sudah lama meninggal. Aku dibesarkan kakekku, tapi...
Belum lama ini beliau meninggal juga.
Bagimana dengan rumah kakekmu?
Beliau punya hutang.
Jadi mereka mengambil rumahnya.
Itu berarti... Kau lari agar tak dijadikan budak?
Bukan karena itu.
Paduka raja sudah melarang perbudakan.
Sepuluh... Bukan, delapan tahun lalu?
Begitu, ya.
Eric memang raja yang arif.
Aku kemari cuma untuk menumpang tidur.
Tak kusangka malah kena perangkap.
Tunggu, sampai masuk sini? Bagimana caramu masuk?
Lewat situ.
Lubangnya terhubung menuju parit.
Parit?
Ya. Dari sana.
Aku lengah sekali.
Saat memiliki rumah baru,
harusnya kuperiksa setiap sudut rumah.
Setelah sepuluh tahun bertarung, kemampuan pengintaianku menumpul.
- Lock-san? - Ah, tak apa.
Meski begitu, ada jalan rahasia di rumah ini?
Tapi buat apa, ya?
Ayo ke bawah.
Paling tidak, harus kusegel pintu ini.
Saya ikut juga.
Biar kutunjukkan jalannya.
Jalur ini dibangun untuk apa, ya?
Itulah misterinya.
Normalnya sih untuk jalur evakuasi.
Tapi penghuninya bukan anggota kerajaan.
Itu di sana!
Awalnya aku mau tidur di parit,
lalu kutemukan lubangnya dan kutelusuri.
Lubangnya seperti dibuat tak sengaja.
Runtuh dengan sendirinya, ya.
Tapi...
Lubangnya malah tambah dalam.
Kita segel lubang ini nanti, ayo lanjut.
Anu, Lock-san?
Aku sadar sudah banyak merepotkan...
tapi bisa aku tidur di sini sebentar?
Tidur di tempat ini?
Soalnya jalur ini tak terpakai, 'kan?
Kalau di sini takkan kehujanan...
para penjahat pun takkan bisa kemari.
Kita belum bisa tahu sebelum melihat ujung jalan ini.
Baiklah!
Tunggu, jangan kejauhan.
Bagaimana kalau ada perangkap?
Karena itu aku jalan duluan.
Aku yang jalan duluan.
Milca lalu Luccira.
Saya paham.
Biar aku saja yang jadi umpan perangkap.
Tapi kenapa harus kau?
Agar ketika aku terjebak kalian bisa melarikan diri...
Milca, menurutmu aku orang seperti apa?
Tidak, maksudku...
Bukannya orang kaya sikapnya begitu?
Aku benci yang seperti itu.
Kau orang kaya yang baik dong.
Ditambah, sebagai petualang veteran perangkap bukan tandinganku.
Kau petualang veteran, ya?
Petualang F-Rank veteran!
Jalan buntu?
Tidak.
Ada sihir di dinding ini.
Dikunci dengan sihir yang kuat.
Sihir yang kuat?
Benar.
Di baliknya mungkin ada harta karun.
Wah! Jadi ada harta karun di baliknya?
Mumpung di sini, ayo periksa.
"Analyze".
"Trace".
Hebat. Membuka sihir kuat secepat itu.
"Dispel".
Ini... Ruangan yang mewah.
Lock-san! Apa ini rumah kosong?
Aku mau tidur di sini!
Tentu saja ada penghuninya.
Lagipula, masuk tanpa izin itu kriminal.
Iya sih.
Ada yang datang!
- Lock-san! - Cepat!
Tenanglah, Gerberga-sama.
Siapa di sana?
Maaf sudah mengganggu.
Lu...
Lock?
Apa yang kaulakukan jam segini?
Biasanya penjaga yang memeriksa duluan.
Tapi ini malah kau cek sendiri...
Karena kamar tidurku ada di sebelah.
Benarkah?
Aku jadi merasa bersalah.
Di perjalanan tadi sudah kuduga sih.
Aku makin yakin setelah lihat dindingnya.
Sudah tak apa, kalian berdua keluarlah.
Luccira dan Gerberga-sama juga.
Lalu satunya siapa?
Milca. Kami baru bertemu juga.
Begitu, ya.
Aku Eric, temannya Lock. Salam kenal.
Salam kenal juga!
Jadi ruangan ini terhubung oleh sebuah terowongan?
Ya, tapi sudah kusegel.
Sepertinya kau tahu sesuatu.
Ceritanya agak memalukan.
Kakekku, raja terdahulu, memiliki selir.
Istri tuan tanah yang menjanda.
Tunggu dulu.
Itu berarti rumahnya...
Rumah untuk perempuan itu.
Kakekku pasti menggunakan terowongannya
untuk pulang balik ke sana kemari.
Kenapa silsilahnya tak berlanjut?
Sebab tak ada pewaris.
Dia sempat memiliki seorang putra,
tapi sudah diadopsi keluarga lain oleh seorang markis untuk jadi penerus.
Dengan kata lain pamanmu?
Tepat.
Aku jadi paham semuanya.
Jadi mau diapakan terowongannya?
Biarkan saja toh terhubung dengan rumahmu.
Serius?
Malah aku jadi tenang.
Tapi terowongannya mulai rapuh.
Jadi sebaiknya kusegel dengan sihir?
Solusi yang bagus.
Kita selesaikan sisanya besok.
Begini pun sudah cukup.
Ayo pulang.
Sampai tertidur. Sudah tengah malam juga sih.
Baiklah, ayo pulang.
Lock-san.
Bagaimana jika Milca tinggal dengan kita?
Buah yang dia bawa tadi...
Belum matang dan rasanya pahit...
Belum boleh dimakan.
No comments yet. Be the first to leave one.