Le prime 190 righe.
Dasar sialan.
Padahal aku sudah nyenyak tidur.
Bangun juga kau, kucing tukang tidur.
Jadi, siapa bocah tengik yang dari tadi melayangkan niat membunuhnya ke kita?
Cowok gombal sialan berkacamata.
Apa-apaan itu?
Lagian, Shiba, woi!
Kenapa cuma dia yang bawa pedang kayu buat senjata?
Oh, belum kujelaskan, ya?
Keluarga Kirihara itu keturunan mata-mata yang sejak dulu ahli dalam zanjutsu.
Bahkan di zaman Oniwaban, bersama dengan Ono-ha Itto-ryu dan Yagyu Shinkage-ryu,
mereka jadi instruktur teknik pedang keluarga shogun.
Kalau merasa tidak adil, kau juga boleh pakai, lo.
Tidak butuh.
Jangan menahan diri.
Tidak usah pakai pedang, gunakan saja senjatamu sendiri.
Belum lama ini kau baru saja mendapat senjata andalan, kan?
Jangan bodoh.
Dia ini bukan senjata.
Dan juga ini perkelahianku.
Kau yang tantang, aku yang terima.
Tidak akan kubiarkan siapa saja ikut campur.
Rago, pokoknya kau jangan ikut campur.
Aduh, aduh.
Ya sudah, aku tidur lagi kalau begitu.
Lelucon yang menggelikan.
Hei, berengsek, apa maumu?
Keringanan buatmu.
Kalau tidak begini, semangatku rasanya bisa padam.
Seranglah kapan saja kau mau.
Akan kulumpuhkan dirimu dengan serangan kilat saat berbalik.
Apa aku perlu sekalian tutup mata?
Keduanya jadi mau menahan diri, lo.
Sialan, meremehkanku saja.
Oke, berengsek.
Sikap santai dan kacamatamu yang mengesalkan itu
biar kupecahkan saja sini!
Begitu rupanya!
Maju dari udara agar jaraknya tidak diukur dari langkah kaki!
Bukan.
Kurasa dia tidak kepikiran sejauh sana.
Jarak serang adalah hal mutlak bagi ahli pedang.
Selama masih mengukur dari sosok dan suara, berarti tetap kelas menengah.
Sedangkan kelas atas mengukur dari hawa keberadaan.
Bagi Reiji, jarak serang tidak boleh membiarkan siapa pun
mendekat dari sudut 360 derajat.
Dengan kata lain, dinding penghalang pedang.
Serangan kilat seperti pernyataannya tadi.
Hebat sekali.
Kira-kira Jiro baik-baik saja tidak, ya?
Sudah cukup, kan?
Kalau serangan seperti ini bisa telak mengenainya,
dia pasti akan mati dalam waktu dekat.
Meski punya kekuatan dahsyat bersemayam, kalau penggunanya seperti dia...
Ah, sama sekali tidak sakit.
Ayo, ada apa?
Pertarungannya baru akan dimulai.
Ketangguhan yang mengagumkan.
Benar-benar seperti mononoke.
Sejak kecil aku sudah digembleng kakek yang galak dan kasar.
Permainan pedangmu tidak ada apa-apanya.
Zanjutsu aliran Kirihara itu
bukanlah seni bela diri, tapi murni teknik bertempur.
Teknik warisan yang diasah oleh darah para leluhur agung yang tak terhitung jumlahnya.
Kau barusan menyebutnya permainan?
Layak dihukum mati.
Coba saja kalau bisa!
Jangan sampai tidak terekam, Usami.
Di sini klimaksnya.
Si bodoh itu kenapa langsung dari depan?!
Mustahil!
Mati sana!
Jangan bilang, dari awal dia mengincar bilah pedangku?!
Jiro berhasil!
Begitu rupanya, memilih untuk menghancurkan senjatanya.
Dari satu serangan tadi, kemungkinan dia sudah mengukur perkiraan jarak serangnya.
Tapi, tetap saja...
Meski cuma pedang kayu, apa akan patah semudah ini?
Kalau kekuatan kami masing-masing seketika terpusat di satu titik...
Tidak, meski benar begitu...
Serangan baliknya itu tidak akan sempat kalau menunggu aku mulai mengayun pedang.
Berarti, dia bisa membaca hanya dari menerima satu serangan!
Membaca teknik berpedangku!
Nah.
Dengan ini kita sama-sama sudah memberi satu pukulan.
Selain itu, dengan ini kau juga tidak punya partner.
Masih mau bertarung lagi, Bocah Manja?
Kalau menyerah, akan kuterima dengan bayaran sekaleng jus, bagaimana?
Konyol sekali.
Kau ini cuma bisa memprovokasi seperti anak SMP begitu, ya?!
Menyerah?
Pertarungannya baru akan dimulai!
Memang harus begitu.
Kalau begitu kau cepat
mati saja sana!
Kau saja sana!
Pak Kadiv.
Hm?
Memang para atasan bakal setuju dengan seperti ini?
Harusnya nyali dan ketangguhannya bisa tersampaikan, sih.
Memang menyampaikan itu ada artinya?
Dua orang pria yang bicara dengan adu tinju!
Ini yang namanya masa muda!
Kelainan nih orang.
Keduanya sama saja.
Sama bodohnya.
Bagaimana kondisimu, kacamata sialan?
Yang lain mana?
Paling balik ke dalam.
Aku juga baru sadar, jadi tidak tahu.
Begitu, ya.
Pertarungan berakhir seri.
Tidak, karena sadar belakangan, berarti ini kekalahanku.
Nih.
Apa ini?
Jus, lah.
Isi otakmu itu sudah busuk atau bagaimana?
Yang kutanya itu apa maumu.
Dikit-dikit bikin kesal saja kau ini.
Setelah kupikir dengan kepala dingin.
Kalau ini pertempuran asli, aku sudah mati di serangan pertama.
Serangan keduaku pun cuma trik payah yang sukses karena kau pakai pedang kayu.
Jadi, yah.
Dengan sekaleng jus itu, kuakui kali ini kemenanganmu.
Hmph.
Sampai sejauh apa sikapmu yang seperti anak SMP itu—
Bisa-bisanya kena tipu, bodoh!
Itu sudah kukocok sekuat tenaga selagi kau pingsan!
Malah mendengus, "Hmph"!
Kau terlalu sombong, makanya kena tipuan anak SMP—
Apa maumu!?
Mengejutkan, ternyata tong sampah sekarang bisa gerak dan bicara.
Bikin jijik.
Berengsek!
Apa benar tidak masalah dengan ini?
Untuk ukuran amatir, rekaman yang bagus, lo.
Bukan itu maksudku.
Jangan cemas.
Kita bukan cuma meyakinkan para atasan dengan itu saja.
Besok kita uji "fungsi sebagai unit" secara langsung di lapangan.
Lapangan?
Mau langsung menjalankan misi unit?
Bukankah masih terlalu cepat untuk mereka berdua?
Tidak ada pengalaman yang lebih bagus dari lapangan.
Tapi, kita sekarang belum diberi misi apa pun, lo.
Kalau begitu, kita cari saja sendiri.
Kebetulan ada satu, kan?
Dan kalau berjalan mulus, kita bisa tahu identitas musuh.
Pekerjaan penting yang hanya bisa dilakukan oleh kita.
Hei, kalian sudah selesai bersiap belum?
Keren!
Jadi keluar kesan unit khususnya.
Penampilan memang menentukan segalanya.
Kenapa punyaku juga.
Soalnya punyamu kuminta untuk diatur ulang juga.
Sekadar memastikan kalau berfungsi baik.
Coba tekan lama panel di pergelangan tangan kiri kalian.
Yang ini?
Tampilannya berubah?!
Itu mode kamuflase kuantum.
Akan mengamuflasekan penampilan sesuai baju harian kalian.
Selanjutnya coba tekan dua kali panel itu.
Sekarang jadi setengah transparan!
Itu mode stealth.
Meski kalian saling terlihat setengah transparan,
tapi tidak terlihat di mata orang lain.
Hebat banget ini!
Tapi, sayangnya.
Saat kamuflase kuantum aktif, kinerja dasar seragam mata-mata turun drastis.
Berarti, kami harus membagi penggunaannya tergantung situasi.
Tepat seperti itu.
Masih ada detail kecil yang lain, tapi itu nanti kalian juga terbiasa.
Sekarang ayo pergi ke lokasi.
Jaga markas, ya, Usami.
Siap!
Jadi, apa persiapan kalian sudah sempurna?
Ini misi pertama Black Torch yang patut dikenang.
Lakukan dengan sungguh-sungguh, ya.
Hei!
Kalau cuma bengong, kami tinggal, lo!
Hei, ini apanya yang misi?
Paling tidak kita harus menolak bala, dulu.
Yang benar saja?! Kita ke sini cuma buat itu?
Yah, kurang lebih ini cuma tambahan.
Misi utamanya beda lagi.
Kemungkinan kuil ini adalah fasilitas kita, kan?
Karakter berkacamata memang hebat, tebakanmu tepat.
Kacamataku tidak ada hubungannya.
Sudah, ayo kita pergi ke kantor kuilnya.
Aduh, itu masalah, Pak Shiba.
No comments yet. Be the first to leave one.