Le prime 178 righe.
Semua yang akan Anda saksikan berdasarkan orang dan kejadian sebenarnya.
Lanjutkan.
Tenangkan dirimu dan lanjutkan.
Lakukan lagi.
Sudah kukatakan...
Lagi. Ya, Nyonya.
Kisah Legenda
Kerajaan Hungaria 1609
Lady Margit,
selamat datang di Kastel Csejthe.
Senang kau datang.
Terima kasih, Ava.
Ya, Ava. Kau ingat.
Senang bertemu kau lagi.
Aku belum pernah meninggalkan Liptov,
tetapi undangan ini mengubah segalanya.
Seperti katamu.
Ya, mengubah semua orang.
Biar kubantu.
Terima kasih, Nona.
Kau ingin Lady Margit membantumu?
Anak ceroboh. Bersihkan.
Cepat.
Lady Margit.
Sungguh menyenangkan.
Suatu kehormatan dapat melayanimu.
Ayahku mengirimkan salam.
Kastelmu menakjubkan sekali.
Sangat luar biasa...
Anak manis,
ini baru luarnya.
Maafkan Sophi.
Sebelah sini.
Dia sering kali ceroboh.
Kastel ini hadiah pernikahan dari suamiku.
Kami menikah saat aku seusiamu.
Kami mendengar kisahnya.
Wanita tercantik di Hungaria dan Kesatria Hitam-nya yang pemberani.
Kisah bagimu.
Kenyataan bagiku.
Apakah itu milik Count?
Ya. Kenang-kenangan perang.
Dia rela melakukan apa pun demi warganya.
Berhati-hatilah.
Kau bisa terluka.
Ferenc adalah pahlawan sejati negara kita.
Dia milikku sepenuhnya.
Dia menyelamatkan kita dari serbuan Turki.
Kesatria Hitam Hungaria.
Dia adalah milikku.
Aku adalah miliknya.
Belahan jiwa.
Tetapi walau mampu mengalahkan 10.000 pedang Turki,
dia dikalahkan penyakit.
Kematian merenggut Ferenc dariku
dan menghancurkan hidupku menjadi abu.
Dia jauh lebih baik dari kisah yang kudengar.
Kecantikannya, dan cerita itu.
Segalanya.
Dia memang menawan.
Ini bagai mimpi.
Ya, memang seperti mimpi.
Itu milikku?
Jika warna putih cocok buatmu.
Itu milikmu.
Terima kasih.
Karena membawaku ke sini.
Siapkan dia untuk makan malam.
Gadis baru ini manis sekali.
Dan murni?
Tentu, Nyonya.
Begitu muda, segar, dan cantik.
Tetapi bukan yang tercantik.
Pertahankan seperti itu.
Gadis bangsawan
pasti bernilai 10 kali lipat daripada gadis petani lemah.
Kurasa efek mereka mulai berkurang.
Tetapi konon kami, para bangsawan, memiliki darah dewi, Ava.
Dewi. Bisa kau bayangkan efeknya?
Aku tahu kau akan suka dengannya.
Kau selalu tahu yang kubutuhkan.
Itu sebabnya kau sangat istimewa.
Cepatlah, aku terlambat makan malam.
Sudah kosong, Nyonya.
Aku membuat
satu aturan sederhana.
Jangan sampai habis.
Kau makan seperti burung.
Maaf, aku akan makan lagi.
Kuharap aku tak menyinggungmu.
Tidak.
Silakan, nikmatilah.
Aku hanya...
Tak mau buru-buru?
Ya, Nyonya.
Orang-orang Turki yang keji itu.
Menjarah orang lain demi keuntungan mereka.
Kesengsaraan yang mereka akibatkan pada keluargamu.
Perang menyulitkan semua orang.
Benar.
Tetapi ada harapan bagi gadis bangsawan cantik sepertimu.
Kau pasti mendapat lamaran pernikahan?
Atau ada beberapa pria yang menyukaimu?
Ada satu orang.
Lukas.
Tetapi dia bukan bangsawan.
Dengan banyaknya korban, prospek pernikahan menjadi kecil.
Kakakku yang malang dikirim ke biara.
Membaktikan diri kepada Tuhan memang mengagumkan,
tetapi mungkin tak lebih disukai.
Aku senang kau menerima undanganku.
Begitu juga aku.
Keluargamu pasti merindukan putri mereka, jauh dari rumah.
Apa mungkin mereka akan menjemputmu?
Tidak mungkin.
Berkurang satu orang untuk diberi makan.
Sebagai pelayan wanitamu, aku memberi harapan untuk nama kami.
Menyenangkan sekali, Vera.
Madu?
Kudapan.
Ferenc menyukai anjing houndnya.
Aku suka apa yang dia sukai.
Tanganmu.
Vera terluka di dapur minggu lalu.
Untung dia tidak apa-apa.
Katakan, Lady Margit,
apa yang paling menarik di kastel ini?
Seni pengobatan yang kau tawarkan?
Jangan takut,
kau akan menerima pelatihan, dan praktik rutin.
Ada beberapa perawatan baru yang sudah kupelajari.
Pengobatan herbal, dan salep untuk luka bakar.
Kita mulai dengan kesehatanmu.
Minumlah madu ini.
Bagus untuk darah.
Aku memang merindukan kamarku, tempat tidurku.
Apa kau punya buku
agar aku bisa tidur?
Kau bisa membaca?
Ya. Itu luar biasa.
- Aku bisa mengajarimu. - Jam malam.
Tentu saja.
Ada apa?
Para bangsawan biasanya tak peduli pada pelayan.
Sejujurnya, aku tak tahu cara berbicara denganmu.
Hanya gelarku saja yang bangsawan,
bungsu dari tiga putri.
Sebenarnya, aku hanya tukang cuci di rumahku.
Kau dengar itu?
Suara tangisan.
Kita harus cari, mungkin dia butuh bantuan.
Kita di atas bukit. Cuma suara embusan angin di pohon.
Lady Margit.
- Beristirahat? - Ya. Jika berkenan.
Tidak!
Kumohon, tidak!
Tidak!
Tolong aku.
Ada yang terluka.
Tolong aku!
Tidak! Kumohon, tidak!
Kau tak bisa membaca, tetapi bisa menulis.
Aku bisa menggambar huruf.
Gambarmu indah.
Semua rumor itu benar.
Rumor apa?
Dia wanita tercantik di kerajaan ini.
Masih yang tercantik.
Ya, dengan caranya.
Semoga aku menua sebaik dia.
Kerjakan tugasmu. Harus selesai saat siang.
Beristirahatlah. Biar kukerjakan.
Ini hanya kertas dan tinta.
Dan darah, sepertinya.
Biar kubantu.
Kau tahan ditusuk jarum.
Karena keahlianmu bukan kondisiku.
Ibuku meninggal saat aku kecil.
No comments yet. Be the first to leave one.