最初の173行です。
Tiga menit…
Hanya 180 detik…
Waktu untuk mencurahkan semua yang kami pelajari.
Begitulah dunia seluncur indah.
Mengulang latihan puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali.
Lompatan, spin, step…
Demi eksekusi yang sempurna, juga demi keberhasilan.
Sebegitu gigihnya kami berlatih.
Walau begitu,
kenyataan tetap tak mengenal ampun.
Sedikit saja lengah dan ragu, kesalahan seperti itu bisa terjadi.
Tetap saja, tak ada waktu untuk meratap.
Sesal pun tak sempat.
Di sisa waktu yang menipis,
untuk membuktikan seluruh hasil latihan kami,
kami harus bangkit kembali.
Di panggung seluncur es, ada sosok bintang yang tak pernah redup.
Seolah dunia mengitarinya.
Kilaunya jauh melampaui sekelilingnya.
Bintang seterang itu…
terlalu jauh untuk digapai.
Bahkan mau meraihnya pun kami ragu.
Di hadapan bintang seterang itu,
apa yang akan orang rasakan?
skor 14 JANJI ATLET
Belum optimal.
Harus kuperiksa sekali lagi dari awal. Coba…
Lho? Tsukasa, masih bangun?
Pak Kago.
Kenapa tampangmu begitu?
Tidak apa.
Aku mengecek ulang komposisi program.
Siapa tahu ada peluang meningkatkan skor…
Wah…
Tak bagus kalau begini.
Aku awam soal seluncur es,
tapi kalau terlalu muluk, nanti panik karena satu kesalahan kecil.
Sesekali perlu dibawa santai, 'kan?
Benar juga. Aku malah…
Tapi saat mempelajari data lama,
ternyata semua punya strategi khas dalam mengejar skor tinggi.
Rasanya jadi terpacu…
Padahal kau sudah mendukungku…
Maafkan aku.
Aku gagal mewujudkan impianmu. Bahkan tak bisa membalas budi.
Program ini juga luar biasa.
Nilai lompatannya saja sangat tinggi,
stepnya juga cemerlang.
Ya sudah, mumpung besok libur, aku mau tidur pulas.
Semangat untuk kejuaraannya.
Iya! Terima kasih.
Selamat tidur.
Datang juga!
Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Pelatih Tsukasa. Pelatih Hitomi.
Hari ini pun aku akan berjuang.
Aku juga.
Mari lakukan yang terbaik.
Mohon bimbing Inori sebaik mungkin, ya?
Tolong pastikan dia menang.
- Aduh. Ayah ini! - Aduh! Ayah!
Jangan bebani Pelatih Tsukasa!
Terus terang, tak kusangka kita
bisa tembus ke kejuaraan Blok Chubu.
Belum saatnya berpuas diri.
Bagi klub elite, ini baru titik awal.
Hari ini, lawan kita peseluncur yang menguasai arena.
Cuma lima yang berhak maju ke All-Japan Novice.
Lima belas atlet harus bersaing ketat.
Saat menghadapi Novice yang dulu terasa tak tersentuh,
pasti akan sulit menjaga mental.
Di sinilah ujian sesungguhnya sebagai pelatih dimulai.
Padahal dulu dia ragu.
Kini dia jadi pengajar yang hebat.
Tapi satu hal yang kusayangkan…
Aku ingin sekali melihat Inori bersinar di upacara pembukaan.
UMUMNYA PELATIH TAK HADIR DI UPACARA PEMBUKAAN
KEJUARAAN BLOK CHUBU SELUNCUR INDAH
JAPAN SKATING FEDERATION
Aku sampai.
UPACARA PEMBUKAAN KEJUARAAN BLOK CHUBU
Kejuaraan Blok Chubu…
Panggung impianku.
Terima kasih, Pelatih Tsukasa, Pelatih Hitomi, Ibu, semuanya…
Oh, ya.
Hikaru!
Tak ada satu pun yang kukenal.
Harusnya ada Sota dan Rioh.
Oh, mereka atlet Novice A.
Aku akan duduk di sana.
Yang ini! Lucu sekali!
- Oh, ya? - Jadi segan mau gabung…
Tidak, jangan begitu.
Tak boleh terus-terusan gugup. Kini aku juga Novice.
Harus ceria dan penuh semangat.
Benar!
Inori!
Seperti Pelatih Tsukasa!
Hei, para gadis yang berkilauan di situ!
Aku Novice A, Inori Yuitsuka!
Kursiku yang mana, ya?
- Gahar, nih! - Gahar!
- "Gahar" itu maksudnya apa? - Gahar!
Kursinya bebas. Duduk saja di mana pun.
Terima kasih!
Pitamu cantik! Imut maksimal!
Nilainya 10 miliar gahar!
UWAA…
Terima kasih…
Barusan terasa energi spiritual yang tidak asing…
Energi spiritual?
Sudah empat kali tanding?
Benar.
Meski dari klub berbeda,
sejak latihan bersama di kamp Nagano, kami jadi akrab.
Ada juga yang lain seperti anak Toyohashi yang jago triple jump tinggi.
Terus, anak Ishikawa yang juara dua di Piala Meikoh tahun ini
dan anak yang menang kejuaraan Chubu tahun lalu.
Begitu, ya…
Kukira dengan menjadi Novice saja,
aku sudah setara dengan mereka.
Ternyata semua
punya rekam jejak yang gahar parah!
Maksudnya "gahar" itu apa, sih?
Meski punya pengalaman, kami masih jauh dari Hikaru.
Hei.
Jangan bicara begitu sebelum bertanding.
Yuna…
Aku baru cek daftar peserta.
Tak ada nama Hikaru.
Bagus. Kau lulus.
Tidak heran, murid Jun memang hebat.
Terima kasih.
Kau sudah menjadi Cinderella.
Keajaiban apa lagi yang kau cari?
Apa alasanmu ke Rusia?
Aku peseluncur muda yang cukup menguasai balet.
Tapi itu belum cukup.
Aku ingin mendalami balet kelas dunia.
Bukan menjadi Cinderella yang kuinginkan.
Aku ingin menjadi pencipta keajaibannya.
Dahulu Hikaru anak yatim piatu,
lalu takdir membawanya menjadi anak angkat keluarga ini.
Dia mudah mengundang perhatian
dan pandai memanfaatkan peluangnya.
Biar aku yang menilai sendiri.
Jadi, di mana dia?
Di belakang Anda.
Sorot matanya berpendar lirih, laksana tatapan hewan liar.
Aku yakin anak ini,
tanpa campur tanganku pun,
kelak akan ditemukan dan disorot dunia.
Dan akhirnya, dia akan menapaki jalan yang sama denganku.
- Berarti… - Iya.
Hikaru terpilih sebagai atlet unggulan sejak kamp musim panas.
Jadi, meski tak ikut kejuaraan ini,
dia sudah otomatis lolos ke All-Japan.
Ternyata begitu!
Tapi biasanya atlet unggulan
tetap bertanding demi pengalaman. Jarang-jarang ada yang tak ikut.
Oh, ya, dia memang bilang…
Iya, di All-Japan!
Janji, ya!
Benar juga…
Hikaru percaya aku bisa lolos kejuaraan ini.
Wah. Anak-anak SD ini
tak seceria biasanya, ya.
Aku pernah melihat mereka di TV.
Mereka atlet binaan dari Chubu.
Tiap tahun hanya 20 atlet yang dipilih federasi seluncur indah.
Para peseluncur berbakat yang menjadi tulang punggung Jepang.
Ada tiga tingkatan.
No comments yet. Be the first to leave one.